PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 142. Maret Silalahi SEDIH


__ADS_3

Monster itu terus menggerakan tubuhnya, sehingga orang-orang yang telah menyerang tubuhnya jatuh satu persatu, ada yang jatuh kedalam air dan ada juga yang jatuh keatas Dek Kapal.


Sementara Pria Berjubah Biru terbang sekali lagi kearah Ikan Paus, untuk melakukan serangannya yang kedua, namun sebelum dia sampai di dekat Ikan Paus, terlebih dahulu ikan paus mengibaskan Ekosnya yang membuat Pria jubah biru langsung terhempas terlempar keatas Dek kapal, dengan suara gedebuk dia jatuh keatas kapal dan memuntahkan seteguk darah.


Sedangkan Biksu menyerang bersama Pria berjubah putih dan beberapa yang lain, namun dengan kecepatan kilat ekor Monster itu langsung menghantam mereka semua.


Semua terlempar dan jatuh keatas Dek Kapal dengan suara gedebuk, ada yang mengalami patah tulang dan ada juga yang sudah kehilangan nyawa dan beberapa mengalami luka-luka.


Sedangkan Pria jubah putih sudah berada digenggaman Monster Paus Peregocetus, dia tidak bisa bergerak sama sekali, sementara Pria Biksi sudah jatuh kedalam air tanpa sadarkan diri.


Lemon yang melihat situasi itu menjadi serba salah, dia harus memilih siapa yang dia tolong, karena jika dia memilih Pria Biksu maka Pria Berjubah Putih akan langsung diterkam oleh Monster itu, begitu juga sebaliknya ketika dia memilih menyelamatkan Pria berjubah Putih maka Pria Biksu akan tenggelam kedasar laut.


Dengan menggertakan giginya, Lemon langsung terbang melesat kearah Pria Biksu yang masih mengambang diatas air, dia terbang bagaikan Peluru sehingga dalam sekejap Pria Biksu langsung terbang kembali keatas kapal, sehingga Lemon langsung melesat kearah Pria Jubah Putih.


"Duaar" sebuah suara pukulan terdengar, ketika Lemon meninju bagian punggung Ikan Peregocetus, yang membuat Monster itu langsung melepaskan Pria Jubah Putih dan membalikan pandangannya kearah Lemon.


Namun seberapa Kuat Ikan Paus Peregocetus melihat, dia tidak menemukan keberadaan Lemon, sehingga dia langsung terbang melesat kedalam air.


Melihat Monster itu membawa kedalam air yang dalam, Lemon langsung berpegangan pada sirip Ikan Paus Peregocetus itu.


Pria Jubah Putih menatap kedalam Air, dan juga beberapa orang yang lain, menatap kedalam air dengan wajah penuh panik, karena mereka tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelematkan Lemon.


Maret Silalahi berlari keluar dengan panik, dia hanya bisa menatap kedalam air dengan wajah cemas "Waduh Sialan!! Saya tidak berbuat apa-apa kalau begini, saya tidak bisa menyelamatkannya" kata Maret dengan panik, sambil mengusap-ngusap belakang kepalanya dengan kasar.


"Apakah kamu temannya" tanya pria berjubah putih ketika dia sampai disamping Maret Silalahi, sambil dia memegang pundak Maret.

__ADS_1


"i..ia Tuan, dia adalah Tuan saya, namanya Lemon Nababan" Jawab Maret dengan wajah panik. "Kita tunggu saja kalau begitu, siapa tahu dia bisa kembali" kata Pria Baju Putih menjawab kembali Maret.


Maret Silalahi keluar dari dalam kamar, ketika kapal bergetar hebat dan orang-orang berhamburan untik keluar, sehingga dia mengikuti orang-orang itu dan dia sampai di Depan Dek Kapal, yang dipenuhi dengan orang banyak dan yang lebih menariknya adalah Monster yang sudah berdiri tegap didepan Kapal.


Sehingga Maret Silalahi mengetahui Lemon dibawa oleh Monster itu kedalam dasar laut.


Semenara Lemon dibawa kedalam Lautan yang paling dalam oleh Ikan Paus Peregocetus, sehingga Lemon melepaskan tangannya dari sirip ikan itu.


Lemon berdiri tegap dihadapan Monster itu, dia berdiri bagaikan Dewa Zeus karena dari belakangnya terpancar cahaya dari atas laut.


Ikan Paus Peregocetus menatap Lemon dengan dipenuhi keserakahan, Monster laut itu langsung menggerakan jari-jarinya dan membuka mulutnya lebar.


Namun sama sama sekali tidak terpengaruh dengan pernapasannya, dia menggunakan kekuatan jiwa raja naga untuk bernapas dalam menyelam kedalam air.


Lemon mengibaskan tangannya, kemudian dalam sekejab muncul pedang emasnya dengan dililit aliran petir.


Melihat monster itu melesat kearahnya, Lemon juga langsung terbang dengan mengarahkan pedang emasnya kearah Monster itu.


Melihat Pihak lain ingin menebasnya, dengan kecepatan tinggi Monster itu mengibaskan ekornya yang mengakibatkan Lemon terpental jauh, dan dengan kecepatan kilat Monster itu langsung menyusul Lemon.


Lemon melihat monster itu terbang kearahnya, sehingga dia hanya menunggu dengan memasang kuda-kuda bertarung, sehingga dalam sekejab mata saja Monster itu mengibaskan ekornya kembali, dan dalam kecepatan tinggi Lemon juga langsung mengarahkan pedang Emas kearah kibasan Ekor ikan paus Peregocetus.


"Ssstt" Suara tebasan Pedang Emas ketika memotong Ekor Ikan Paus Peregocetus, yang mengakibatkan Air laut dipenuhi dengan darah.


Lemon langsung terbang melesat kembali keatas laut, karen dia tidak bisa melihat dengan jelas karena air laut yang sudah berubah warna.

__ADS_1


Dengan kecepatan bagaikan cahaya, Lemon terbang dari dalam air keatas langit, dan dia langsung jatuh diatas dek kapal perintis.


Sontak saja semua orang sangat terkejut, dengan kemunculan Lemon dari dalam air, semua orang kagum dengan kemampuan Lemon yang sangat luar biasa.


Ketika Lemon sudah mendarat diatas kapal, Kapten kapal langsung bergegas melajukan kapal dengan kecepatan penuh.


Setelah kapal bergerak melaju dari tempatnya, sekitar 100 meter tiba-tiba dari belakang muncul sosok ikan paus Peregocetus, dengan gerakannya yang cepat dia berenang mengejar kapal perintis itu.


Lemon menatap kearah Monster itu, kemudian dia mengernyit menggelengkan kepalanya, dan tiba-tiba dia langsung melompat tinggi kearah Monster itu.


Semua orang hanya bisa menghela nafas tidak percaya, ketika mereka menyaksikan Lemon yang sudah terbang melesat kearah Monster itu.


Maret Silalahi beserta Pria berjubah putih, Mereka menatap Lemon dengan wajah ketidak percayaan, tidak terkecuali gadis cantik tadi yang menggertak Lemon dan Maret Silalahi sewaktu didalam Kasir.


Semua orang hanya bisa menggelengkan kepalanya, dan berharap Lemon akan baik-baik saja.


"Siapakah pemuda pemberani itu? Dia benar-benar sudah gila! Menyerahkan nyawanya kepada monster itu" kata salah satu penumpang yang melihat Lemon terbang kearah Ikan Paus Peregocetus.


"Pemuda yang sangat menyedihkan, dia dengan sukarela menyerahkan nyawanya, hanya ingin supaya mendapatkan pujian" penumpang yang baru bergabung ikut menimpali.


Lemon terbang tepat diatas kepala Ikan Paus Peregocetus, dengan kekuatan penuh dia meninju kepala Monster itu, yang mengakibatkan Monster itu menjerit kesakitan dan mereka langsung terbenam kembali kedalam Air laut.


Maret Silalahi berteriak kepada sang Kapten Kapal Perintis untuk menghentikan kapalnya, namun dia tidak didengarkan sama sekali, karena mereka ingin menjadikan Lemon sebagai umpan, agar bisa mereka melarikan diri dari Monster itu.


"Maaf saudara! Kita tidak punya banyak waktu, biarlah Pemuda itu menjadi korban dari pada kita semua kehilangan nyawa" kata seorang ABK kapal kepada Maret Silalahi.

__ADS_1


"Dasar br"ngsek!! Kalian berani menjadikan Tuan saya sebagai umpan kalian" teriak maret silalahi dengan marah, sehingga dia berusaha menerobos masuk kedalam ruangan Kapten.


Kru kapal dan beberapa penumpang yang lain sangat banyak, sehingga Maret Silalahi kalah jumlah dengan mereka semua, akhirnya Maret Silalahi berhasil dilumpuhkan dan diikat diliar dek kapal.


__ADS_2