
Lemon menarik nafas pelan, kemudian dia melangkah maju mendekati Monster itu.
"Groaar" suara Monster itu memekikan telinga, kemudian dia menghentakkan kakinya ketanah yang membuat debu-debu berserakan diseluruh penjuru.
Tianus Lase dan Maret Silalahi menutup mulut rapat-rapat, karena dampak debu yang berterbangan disegala arah.
Ya. Monster itu adalah Kelabang Raksasa yang memiliki puluhan taring tajam.
Melihat Monster yang arogan, Tianus Lase tidak tinggal diam, dia langsung menyerbu kearah Kelabang raksasa dengan menggunakan Panah Apinya.
"Boom.. Boom" suara Ledakan terdengar memilukan, ketika Anak Panah Api Tianus Lase menghantam tubuh kelabang raksasa.
Kelabang raksasa meraung dengan sangat mengerikan, namun dia hanya terlihat ada luka kecil, yang membuat Tianus Lase merasa tertegun.
Tianus Lase tidak menyangka Monster ini memiliki kekebalan kulit yang begitu kuat.
Dia kembali meraih Anak Panah Api, dengan mengucapkan beberapa mantra sucinya dan Bismilah, Tianus Lase kembali membidik Monster itu dengan kekuatan penuh.
"Duuaarr" Suara Ledakan terdengar, yang membuat tubuh Kelabang Raksasa tercabik-cabik menjadi beberapa bagian, yang mengakibatkan suasana ditempat itu berubah menjadi warna merah, karena darah Monster yang sudah berserakan keatas langit dan jatuh ketanah bagaikan air hujan.
Wajah Tianus Lase menjadi bersemangat, karena bisa mengadu kekuatan dengan Monster kelabang.
Kemudian dia memutar tubuhnya, dia melihat kearah Lemon dan Maret Silalahi yang sedang menatapnya dengan tersenyum bangga.
__ADS_1
Namun tanpa disangka sebuah cangkang menusuk tepat kedada Tianus Lase, seekor kelabang Monster yang lain menusuknya dari belakang, dalam keadaan Masih termangap. Lemon dan Maret Silalahi mereka berdua terkejut ketika darah mengalir dari mulut Tianus Lase.
Kemudian perlahan Tianus Lase terangkat keatas langit, ketika Monster kelabang menggerakan tubuhnya dan mengangkat Tianus Lase.
Lemon langsung terbang melompat kearah Tianus Lase, kemudian pedang emas melayang keatas langit, dalam sekejab cangkang yang telah menembus dada Tianus Lase terpotong.
Tianus Lase jatuh ketanah dengan suara gedebuk, kemudian Maret Silalahi langsung memapahnya dengan keadaan Tianus yang sangat memperihatinkan.
Sementara itu Lemon langsung mengarahkan pedang Emasnya kearah Monster Kelabang, dalam sekali gerakan Monster itu terbelah menjadi beberapa bagian.
Namun sebelum Lemon merasa tenang dan bersantai sejenak, tiba-tiba dari arah Hutan suara gemuruh terdengar, tanah bergetar hebat.
Lemon mengerutkan keningnya dia menatap dengan teliti kearah hutan, kemudian dia memutar badannya dengan memasang kuda-kuda siaga.
Kelabang yang lebih besar datang dari arah hutan, dengan memiliki cangkang yang sangat besar dan tajam, Monster itu setinggi 50 meter dengan gigi taringnya yang mencapai beberapa meter.
Monster itu berdiri dan menatap tajam kearah Lemon, dengan menggerak-gerakan cangkang dan giginya yang terlihat sangat kokoh.
Lemon menggenggam erat pedang Emasnya, kemudian dia mengalirkan Qi Esensial Murninya ketangan kanan.
Dengan menggertakan giginya Lemon memutar pedang emasnya, dia mengayunkan pedang emas itu untuk memancing Kelabang raksasa.
"Grrooaarr" suara erangan Monster itu sangat keras, yang membuat daun-daun pohon jati menjadi berguguran.
__ADS_1
Lemon tersenyum sinis ketika dia melihat Monster itu telah terprovokasi olehnya.
Tanpa menunggu lama, Lemon langsung melesat bagaikan cahaya kearah Monster kelabang.
"Treng, Trek, tring" suara Pedang Emas Lemon terdengar ketika menebas kulit kelabang raksasa.
Namun kelabang itu tidak mendapatkan dampak sama sekali, dia semakin meninggikan badannya keatas langit, yang membuat Lemon menjadi kewalahan karena ketinggian.
"Dasar Monster Sialan! Beraninya dia main-main denganku" ketus Lemon yang sedang mengayunkan pedang emasnya diatas langit.
Lemon kemudian memilih untuk turun, kemudian dia memikirkan cara untuk melumpuhkan Makhluk itu.
Lemon teringat dengan Naga Emasnya, sehingga dalam sekejab dia langsung mengeluarkan Naga Emasnya.
Lemon terpaksa mengeluarkan Naga Emasnya, karena Kelabang semakin membawanya keatas ketinggian, sedangkan Lemon yang tidak bisa melompat diatas ketinggian yang terlalu tinggi lebih memilih untuk mengeluarkan Naga Emasnya.
Raungan Naga Emas sangat mengerikan, kemudian dia menatap dengan tajam kearah Kelabang Raksasa itu.
Monster kelabang yang memiliki sifat Ganas tidak kalah saing dengan Naga Emas, dia juga meraung dengan sangat keras, sehingga tempat itu menjadi sunyi dan daun-daun kering berterbangan kesegala penjuru.
Naga Emas terbang melesat kearah Monster kelabang, begitu juga sebaliknya Monster kelabang dengan kaki seribunya dia melesat kearah Naga Emas.
"Boom.. Boom" suara ledakan terdengar, ketika Naga Emas dan Kelabang raksasa saling bertarung dengan mengeluarkan Semburan Api dari mulut masing-masing.
__ADS_1