
Salam Hormat Tuan Menteri, sapaan orang-orang dari keluarga pengusaha dikota Gowe, para pengusaha terus berdatangan di Hotel Soechi, Kunjungan Menteri BUMN kali ini, dia memilih Hotel Soechi sebagai tempat istirahatnya.
Orang-orang dari keluarga pengusaha, sengaja berbondong-bondong datang untuk menyambut Menteri, karena mereka ingin mencari muka dihadapan Menteri, mereka harus berani menjilat supaya usaha mereka bisa mendapatkan pengakuan dan Ijin dari Menteri BUMN.
Walikota Gowe juga ikut menyambut kedatangan menteri BUMN, pengurus Partai juga ikut menghadiri perjamuan Menteri BUMN tersebut.
Menteri melihat Restu Chandra yang berada diposisi belakang, kemudian menteri memerintahkan pengawalnya untuk memanggil Restu Chandra.
Mata semua orang terbelalak, semua orang merasa iri ketika melihat Restu Chandra duduk bersama satu meja dengan menteri.
Valen Song juga ikut satu meja dengan menteri, hal ini wajar terjadi karena mereka adalah Keluarga nomor satu, dan keluarga Nomor dua dikota Gowe, mereka adalah pengusaha terbesar dikota Gowe, dan juga membayar pajak terbesar.
Orang-orang duduk pada posisi meja masing-masing, menteri tiba-tiba berdiri kemudian dia berkata: "Tuan-tuan yang saya hormati, tujuan saya datang kemari adalah, untuk memberitahukan bahwa Saya telah memprogramkan penambahan atau suntikan Modal, kepada perusahaan yang sudah memenuhi syarat dan telah melengkapi Dokumen".
Kemudian dia melanjutkan "Target penambahan modal, bagi setiap perusahaan yang membutuhkan modal, dihitung 45% dari saham awal setiap perusahaan, sehingga pihak pemerintah secara tidak langsung, ikut terlibat dalam menjamin keabsahan perusahaan tuan-tuan semuanya".
"Plok Plok".. Tepuk tangan yang meriah, setelah menteri selesai bicara.
Selesai berkata menteri mengambil Gelasnya, yang sudah diisi dengan Anggur Merah dan langsung mengangkat Gelasnya, bersulang untuk semua orang.
Semua orang yang berada ditempat itu, langsung mengangkat gelasnya bersulang bersama menteri.
Hidup Pak Menteri BUMN..
Hiduo Pak Menteri BUMN..
Orang-orang menjilat dengan memuji menteri, menteri seketika merasa bangga, dia mengenadah wajahnya keatas, menjadi semakin tinggi.
Selesai makan bersama, orang-orang yang berada di ruangan tersebut, satu persatu mulai meninggalkan ruangan itu.
Restu Chanda dan Valen Song, mereka berjalan keluar ketika menteri sudah pergi, Restu chandra berjalan dikoridor bersama dengan Valen Song.
"Bagaimana perkembangan Bisnis Tuan!" Restu Chandra berkata santai kepada Valen Song.
"Masih berjalan seperti dahulu, namun?" Valen Song terhenti berkata, yang membuat Restu Chandra penasaran.
__ADS_1
"Namun kenapa? Apakah ada masalah yang rumit?" Restu Chandra bertanya dengan wajah serius.
"Iya Tuan, saya rasa masalahnya besar! David Laiya berencana mengincar keluarga saya" Valen berkata dengan wajah serius.
"Tuan Restu pasti tahu kekuatan keluarga Laiya, apalagi saya mendapatkan Informasi, David Laiya telah merekrut Master Taekwondo dari provinsi tera" Valen Song menjelaskan secara rinci.
"Heem.. Keluarga Laiya memang sangat keterlaluan, saya akan membantu Tuan Valen menengahi hal itu" Restu mencoba ingi menjadi penengah.
"Baik Tuan... Terimakasih atas bantuannya" Valen berkata santun.
Tidak terasa mereka berjalan, mereka sudah sampai dinloby Hotel Soechi, Restu Chandra dan Valen Song saling berpamitan.
"Dasar Manusia tidal berguna, Kamu memang tidak becus tidak bisa diandalkan, kamu berbeda dengan kakakmu Faris" Mata tajam menatap dengan dingin.
David Laiya hanya berdiri dengan gemetaran, ketika Kakeknya Yerfan Laiya mengutuknya.
"Sebenarnya... Saya mendapatkan Ginseng itu.. Cuman.. Cuman saja Anak Bocah Bajingan itu yang menggagalkan rencanaku" David terbata-bata ketika menjelaskan.
"Heemm... Apa Katamu! Seorang Anak Bocah? Mampu mengalahkanmu!" Yerfan Laiya berteriak dengan keras, yang membuat seisi ruangan itu bergetar.
Yerfan Laiya mengangkat wajahnya melihat kearah Jendela, "Kekuatan Ginseng itu, setara dengan kultivasi selama 2 tahun, Tapi kamu sekarang sudah menyia-nyiakan kesempatan itu" Yerfan Laiya memutar badannya melihat kearah David Laiya.
"Karna ketidakmampuanmu! Kamu membuat Keluarga Laiya tercoreng dimata Publik, sejak kapan kamu menjadi pengecut seperti ini?" Yerfan terus mengomeli David Laiya.
David Laiya mengangkat kepalanya, wajahnya sudah bengkak seperti kepala babi, membuat pandangan menjadi sedikit buram.
"Mohon ampun Kek! Saya berjanji dimasa depan saya tidak akan pernah gagal, saya akan membalas Bocah Ingusan itu dalam waktu dekat" David Laiya berkata dengan masih berlutut ditanah.
"Heem.. Baik! Kali ini... Kamu saya maafkan! Tapi kamu harus merebut kembali, Ginseng 100 tahun itu dari bocah sialan itu, yang telah membuat keluarga kita terhina, dan pastikan dia mati dalam keadaan mengenaskan!" Yerfan berkata dingin.
"Baik Kek! Saya akan membuat dia bertanggungjawab atas semua penghinaan ini" selesai berkata Yerfan mengangkat tangannya, menyuruh David Laiya untuk pergi.
David Laiya langsung bergegas pergi dari tempat, setelah mendapatkan ijin Yerfan Laiya.
Kemudian David Laiya memanggil Rius, ketika Rius melihat David Laiya, dia sangat tercengang seakan tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya ini, kemudian dia berkata: "Kamu cari tahu tempat tinggal bocah sialan itu, kemudian pastikan seluruh lengannya telah patah, bawa dian kesini hidup-hidup".
__ADS_1
"Baik Tuan Patriak, segera saya laksanakan" Rius berkata hormat.
"Baik" David Laiya mengibaskan tangannya, menyuruh Rius pergi.
"Sialan! Dasar Anak Ingusan! Beraninya kamu mempermalukanku, tunggu saja pembalasanku!" David Laiya berkata marah dalam hati.
Dua hari telah berlalu, Hasrat Naibaho dan kedua bawahannya, masih terus berjaga didepan Pintu Kamar secara bergantian.
"Tuan Lemon sangat tangguh ya, dia belum makan selama 2 hari ini" salah satu bawahan berkata pelan.
"Iya benar! Benar-benar luar biasa, kalau saya 1 hari saja tidak makan, pasti langsung jatuh pingsan" bawahan yang satu juga ikut berkomentar.
Didalam Gubuk, Lemon masih tetap terjaga dengan kekuatan Ginseng 100 tahun, Lemon mampu bertahan tidak makan dan minum selama 2 minggu.
Hembusan kabut putih, keluar dari dalam mulut Lemon, Ginseng 100 tahun terlihat susah kering, karena Energi Spiritualnya sudah habis diserap oleh Lemon.
Perlahan-lahan Lemon membuka matanya, dengan wajah yang sangat cerah, dia sekarang merasakan pori-porinya bagaikan baru, kemudian dia berdiri berjalan keluar.
Lemon menggerak-gerakan badannya, seluruh tubuhnya merasa keram, karna selama 2 hari lebih dia tidak bergerak sama sekali.
Lemon merasakan kekuatannya, sudah sangat jauh berbeda dari pada sebelumnya.
Lemon sekarang berada pada Tahap Penempaan Bumi Lapisan pertama, melewati tahap pembentukan tubuh nyata.
Kalau orang lain yang menggunakan Ginseng 100 tahun, pasti tingkatan kultivasinya sudah 2 langkah dari sebelumnya, namun beda halnya dengan Lemon, tingkatan Kultivasinyan hanya sedikit demi sedikit, namun kekuatannya sangat jauh berbeda.
Lemon berjalan ke Pinggir Sungai SUSUA, dia membasuh wajahnya, karena setelah beberapa hari dia tidak mandi.
Karena merasa tubuhnya Gerah, dia tiba-tiba membuka pakaiannya, kemudian melompat kedalam Sungai.
Setelah Lemon berendam kedalam Sungai, Lemon merasakan kesegaran yang begitu luar biasa, dia merasakan kesegaran itu mengalir kedalam Sum-Sum tulangnya.
Lemon melompat dengan bersalto dari dalam Air, seketika dia merasa terkejut, karena perubahan keluatannya yang sangat besar, dia merasakan tubuhnya ringan bagaikan kapas.
Setelah melompat bersalto, Lemon jatuh berdiri tegak diatas batu besar diseberang Sungai, kemudian dia melompat lagi, dia jatuh keatas batu besar disamping Gubuk, batu besar yang selalu digunakan untuk berlatih.
__ADS_1
Lemon melihat kedua telapak tangannya, dia meremas jari-jarinya "Krek, krek" Suara jari-jarinya nyaring, bagaikan suara bambu yang sangat kering jika dipatahkan.
Setelah selesai berendam dan berlatih, Lemon mulai merasakan Lapar, sehingga dia buru-buru merapikan pakaiannya, dan dia mengeluarkan Gioknya dan merapalkan mantranya, dalam sekejab dia sudah kembali kekamar Hotel SUKO.