
Dikediaman Keluarga Song, keheningan Malam menyelimuti, ditambah lagi dengan kegelapan, lampu-lampu didalam rumah sepertinya sudah dirusak.
Kenji hanya bisa melihat dari balik pagar, yang sudah dikunci rapat-rapat.
"Sepertinta Patriak Song sudah dibawa pergi" Kenji berkata kepada bawahannya sembari, mereka mendekatkan kepala disela-sela besi pagar.
"Betul Tuan, sepertinya sudah tidak ada satu orangpun didalam" orang disamping kenji ikut berkata.
Suasana tempat itu menjadi sangat mengerikan, ketika tiba-tiba hujan turun dan petir menyambar dilangit, darah dari orang-orang yang sudah tergeletak ditanah, langsung mengalir dengan jelas dan dengan bau darah yang sangat tajam, langsung menyerbu penciuman orang-orang bawahan Kenji.
"Kita tidak bisa menerobos masuk kedalam, lebih baik kita kembali" dengan wajah sendu, Kenji berkata dan berbalik pergi dari tempat itu, bersama pengikutnya.
Malam terus berlalu, dia disambut dengan Pagi hari yang cerah, tiba-tiba Hp Lemon berdering kemudian dia mengangkat.
"Hallo Tuan! Apakah tuan sudah bangun? Karna Supir yang mengajari untuk mengemudi sudah sampai dirumah, namun Tuan masih belum membuka pintu" terdengar suara Hasrat dari ujung telepon.
"Oh Okey, saya bangun sekarang!" Selesai berkata, Lemon langsung bergegas pergi kekamar mandi.
Kota Gowe dihebohkan dengan berita, hancurnya Keluarga Song hanya dalam satu malam.
"Luar biasa! Siapa sih.. Orang yang memiliki kemampuan luar biasa, yang mampu menghancurkan keluarga Song hanya dalam satu malam" orang-orang yang berada disalah satu warung kopi berkata, dengan rasa heran terpapar diwajah mereka.
"Padahal keluarga Song, adalah keluarga yang memiliki kekuatan terkuat nomor 3 dikota Gowe" temannya yang satu ikut berkomentar.
Dihalaman Rumah Valen Song, beberapa orang polisi melakukan penyelidikan, dan mayat-mayat yang sudah berlumuran darah, dibawa dirumah Sakit Gowe untuk tindakan Autopsi.
Seorang Polisi Inspektur melihat bekas luka sayatan, kepada salah satu mayat yang telungkup ditanah.
"Orang-orang ini Mati, kalau bukan karna Lehernya dipelintir pasti Sayatan Pisau yang sangat tajam, tidak ada perlawanan yang sangat sengit, antara pembunuh dan korban" Inspektur itu berkata dalam hati.
__ADS_1
"menurut Investigasi dan data penyelidikan, para korban ini, tidak ada korban selain pelayan keluarga Song" Seorang Teman Inspektur berkata.
Inspektur itu bernama Ardin Kenzo Laia sedangkan temannya yang satu adalah Eben Haezer, mereka berdua yang ditugaskan untuk melakukan penyelidikkan terkait Masalah ini.
"Apakah kamu sudah mengecek CCTV dirumah ini" Ardin bertanya kepada Eben, sambil dia memperhatikan bercak darah disudut Meja Tamu.
"Sudah Pak! Namun semua CCTV dirumah ini telah dihancurkan oleh orang-orang yang merampok rumah ini" Eben mengatakan hasil penyelidikan kepada Ardin.
"Heemm... Kepala keluarga Song juga Hilang, dia tidak terdapat dengan diantara Mayat-Mayat ini" Ardin berkata sambil menghela nafas panjang.
Tiba-tiba langkah kaki terdengar dari Pintu Masuk, seorang wanita dengan pakaian seragam Dinas, masuk kedalam melewati Garis Polisi, Rambutnya diikat Kuncir Kuda, tingginya sekitar 175 cm, dengan bodinya yang sangat Ramping, membuat para lelaki yang melihatnya langsung terpikat.
Namanya adalah Murni Halawa, Inspektur dari tingkat Provinsi, dia sengaja dikirim dikota Gowe untuk membantu penyelidikan terkait Musibah yang dialami keluarga Song.
Pihak keamanan dari Provinsi ikut serta, karena permintaan dari Menteri BUMN, karena Keluarga Song merupakan keluarga ternama dikota Gowe, dan memiliki hubungan yang baik dengan Menteru BUMN.
"Salam Hormat Nona, selamat datang di Kota Gowe" Ardin dan Eben memberi hormat secara bersamaan.
"Kami masih berupaya Nona, kami sudah mengecek seluruh kota Gowe, namun masih belum ada tanda-tanda keberadaan mereka, saya ragu mereka sedang disandera oleh para perompak itu" Ardin berkata sambil, menggigit sudut bibir bawahnya.
"Saya ingin dalam 2 hari kedepan, semua masalah ini sudah memberikan hasil yang maksimal" Murni Halawa berkata tegas.
"Maaf Tuan! Ada yang tidak beres!" Dengan Nafas yang masih Terengah-engah, Roy Hitler berkata kepada Hasrat.
"Ada Apa Saudaraku? Kenapa kamu seperit yang dikejar-kejar Hantu Kuntilanak?" Hasrat berkata dengan wajah penasaran.
"Celaka Tuan! Celaka!"..
"Iya siapa yang celaka? Apakah ada saudara-saduara kita yang mengalami kecelakaan?" Hasrat menyerbu Roy Hitler dengan pertanyaan.
__ADS_1
"Keluarga Song Tuan! Keluarga Song sudah dihancurkan semalam, oleh orang-orang yang tidak dikenal, dan Kepala Keluarga Song bersama Putrinya sudah hilang" Roy berusaha menjelaskan dengan tenang.
Mendengar masalah itu, wajah Hasrat Naibaho seketika berubah drastis, dia sangat terkejut dengan apa yang terjadi dikeluarga Song, karna keluarga Song memiliki banyak orang-orang hebat yang berada ditingkatan Master.
"Tidak Mungkin! Kamu jangan berbohong! Saya tidak suka main-main" Hasrat berkata tidak percaya.
"Iya Tuan! Saya tidak berbohong, silahkan Tuan buka berita hari ini di google" Roy berkata berusaha meyakinkan Hasrat.
Mata Hasrat Naibaho terbelalak, ketika dia melihat berita di Televisi, yang menayangkan kondisi Kediaman Valen Song yang sudah sangat berantakan.
Tiba-tiba Hasrat Naibaho menggapai HP-nya, kemudian dia langsung melakukan telepon, dia menelepon Lemon yang sedang sibuk belajar mengemudi.
Lemon hanya membutuhkan waktu, kurang lebih 2 jam untuk belajar mengemudi, dia sudah menguasai 90%, ketika HP-nya tiba-tiba berdering.
Setelah mengangkat Telepon, wajah Lemon tiba-tiba berubah, wajahnya bagaikan Kawah Api digunung Semeru, dia tidak menyangka Keluarga Song akan mengalami nasib yang begitu mengenaskan.
Baru beberapa hari yang lalu, dia mengingatkan Keluarga Song, namun apa sekarang yang terjadi, perkiraannya sudah jelas terbukti.
Lemon hanya bisa mengernyitkan keningnya, kemudian dia berkata: "Segera kamu cari tahu Siapa pelakunya, kemudian cari tahu keberadaan Patriak Song dan putrinya, saya menunggu dalam waktu 2 Jam" Lemon berkata kepada Hasrat Naibaho, yang sedang mendengarkan Lemon dari Ujung Telepon.
"Baik Tuan! Akan saya urus semuanya" selesai berkata, sambungan telepon langsung terputus.
Hasrat Naibaho langsung memerintahkan Bawahannya, untuk langsung melakukan penyelidikan, baik melalui Investigasi lapangan maupun melalui Jaringan Internet.
Itulah kelebihan Hasrat Naibaho, selain dia sebagai kepala Preman Jalanan dikota Gowe, dia juga memiliki tim Penyadap Jaringan, dan masih memiliki beberapa tim yang lain, yang memiliki tugas yang berbeda-beda.
Tidak menunggu berapa lama, tim Hasrat memberikan laporannya, Hasrat Naibaho sedang menunggu dengan pikiran yang panik, dia duduk diruang kerjanya.
"Maaf Tuan!" Seseorang masuk.
__ADS_1
"Bagaimana hasilnya?" Hasrat berkata dengan perasaan penasaran.