PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 74. Perpisahan Valen Song


__ADS_3

"Boleh saya ikut nanti, sama kamu menemuinya?" Dewi berkata dengan ekspresi wajah berharap.


"Tidak masalah, nanti Jam 8 di Hotel Soechi" Lemon berkata asal.


Kemudian Lemon melanjutkan, sambil dia memutar pandangannya kearah Valen Song: "Tuan Patriak Song kan sudah pulih total, jadi saya rasa tidak masalah jika tuan kembali kerumah, Apalagi Keluarga Laiya sudah ditangkap".


"Betul Tuan! Itulah sebenarnya tujuan saya bertemu dengan Tuan Lemon, saya dan seluruh keluarga Song, mengucapkan banyak terimakasih kepada Tuan Lemon, sekalian kami juga berterimakasih kepada Keluarga Chandra, atas bantuannya kepada kami, karena sudah merepotkan!, dan sekalian kami berpamitan kepada keluarga Chandra" Valen Song berkata dengan Ekspresi sedih.


"Heemm... Patriak Song terlalu sungkan, saya dan keluarga tidak repot dengan keberadaan Patriak Song dikeluarga kami, kami sudah menganggap Patriak Song asalah Keluarga Kami" Restu Chandra membalas perkataan Valen Song dengan Senyuman bahagia.


"Apa yang dikatakan Suami saya, itu betul Tuan Valen, karena kami dengan senang hati membantu Tuan dan keluarga, karena kita tidak tahu, entah kapan kami membutuhkan bantuan dimasa depan, sehingga kami sangat ikhlas membantu Keluarga Song" Lili berkata, sambil menatap Tiwi yang barusan datang, dan duduk disamping Lili.


Lili membelai Rambut Tiwi, dan kemudian dibalas dengan Senyuman bahagia oleh Tiwi.


"Non Tiwi, jangan lupa untuk main-main kesini ya? Supaya kita selalu bertemu" Lili berkata dengan wajah yang sangat merona, ketika dia memandang tiwi dengan kasih sayang.


"Baiklah Tuan Song, Tuan tidak perlu berterimakasih kepada saya, karena saya iklas membantu, kemudian jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi saya jika terjadi sesuatu dimasa depan" Lemon berkata dengan jujur.


"Baik Tuan, Terimakasih" Valen Song mengucapkan banyak terimakasih kepada Lemon.


Setelah mengobrol beberapa saat, Lemon langsung berpamitan kepada Restu Chandra dan Valen Song, mengingat Lemon akan ada pertemuan selanjutnya diHotel Soechi.


Dewi langsung pergi bersama Lemon, setelah Dewi berpamitan kepada kedua orang tuanya, dan kepada Valen Song, Tiwi hanya bisa menatap tak berdaya ketika dia melihat, Dewi dan Lemon sudah menghilang dari Tempat itu.


"Sepertinya Kamu memiliki menantu yang hebat dimasa depan" Valen Song berkata pelan kepada Restu Chandra, ketika mereka masih memandangi Lemon dan Dewi yang sudah pergi.


Restu Chandra hanya menghela nafas, ketika dia mendengar bisikan dari Valen Song, "Mereka berdua hanya teman sekampus" Restu Chandra berkata sambil menggelengkan Kepalanya, dengan memasang senyuman yang tak bias.


Lili hanya tersenyum, ketika dia mendengar bisik-bisik kedua orang tua itu.


Tiwi langsung beres-beres, karena Hari ini mereka akan pulang kerumah mereka, yang sudah siap direnovasi, akibat pernyerangan beberap hari yang lalu.

__ADS_1


Didalam Mobil, Lemon tidak berkata apa-apa, Sedangkan Dewi hanya senyum-senyum sumringah, ketika dia melirik Lemon.


"Belok Kanan" Pungkas Lemon singkat.


"Itu kan? Komplek Perumahan Villa Ginting? Untuk apa kita kesana?" Dewi berkata dengan wajah penasaran.


"Sudahlah! Kamu jangan cerewet seperti Mak- Mak Rempong" Lemon berkata datar, tanpa dia melihat kearah Dewi.


Tanpa menunggu lama, Dewi langsung membanting Setir Mobilnya kekanan, memasuki pintu Masuk penjagaan Komplek Rumah Villa Ginting, Dewi sempat membaca Tulisan diatas Kepala Gapura Perumahan Villa Ginting.


Karena Melihat mobil yang baru masuk dikomplek itu, merupakan Mobil Plat baru dan belum pernah mereka lihat, sehingga para penjaga langsung memberhentikan Mobil mereka.


"Tok Tok" Pintu Kaca diketok oleh Penjaga itu, kemudian Dewi langsung menurunkan Kaca Jendela Mobilnya.


"Maaf Nona! Nona mau bertemu dengan siapa?" Penjaga itu berkata tegas, dia masih belum menyadari keberadaan Lemon didalam Mobil.


Dewi sangat terkejut ketika dia mendengar pernyataan penjaga itu, karena Dewi tidak ada kenalan diKomplek Perumahan Villa Ginting.


"Em.. Emm" Dewi berkata terbata, namun dia langsung melirik Lemon yang berada disampingnya.


"Apa Boleh saya masuk" Lemon berkata dingin.


"Eehh.. Tuan Lemon, mohon maaf Tuan, kami tidak melihat Tuan didalam, Mohon maafkan Kami" Kepala Penjaga Keamanan datang berlari, ketika dia melihat Lemon keluar dari dalam Mobil.


"Kalian! Cepat bukakan Palang itu! Tuan Lemon mau Lewat" Kepala Penjaga Keamanan Berteriak, kepada bawahannya yang berada dibagian Palang.


"Oh ya! Kalian harus mengingat Mobil ini, kalau dia datang lagi dimasa depan" Lemon berkata mengingatkan kepala Penjaga itu.


"Baik Tuan, siap Siap! Kami pasti tidak berani melupakannya!" Kepala Penjaga itu berkata sambil membungkuk.


Lemon kembali masuk kedalam mobil, kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka, untuk masuk kedalam Komplek Villa.

__ADS_1


"Penjagaan disini sangat ketat ya? Tidak sembarang orang bisa masuk" Dewi berkata sambil menyetir mobil dengan pelan.


"Eemm.. iya" Lemon menjawab.


"Kita kesini mau bertemu dengan siapa?" Dewi bertanya penasaran.


"Terus saja berjalan, nanti juga kamu tahu sendiri" Lemon berkata dengan suara sedikit.


Setelah mereka sampai diujung jalan yang datar, Dewi membelalak ketika dia melihat kearah Puncak, dia memberhentikan Mobilnya, kemudian dia bertanya kepada Lemon "Apakah kita akan menuju ke Puncak?".


"Iya, kita akan naik keatas puncak gunung itu" Lemon berkata sambil melihat kearah depan, kemudian dia melihat Ekspresi Dewi yang kurang bersahabat.


"Kenapa? Apakah kamu takut menyetir keatas" Lemon bertanya kepada Dewi.


"Iya.. Saya tidak pernah menyetir keatas Gunung, saya takut ketinggian" Dewi berkata dengan nada gemetaran.


"Baiklah, biarkan saya yang akan menyetir" Lemon langsung turun dan duduk dikursi pengemudi.


Dewi hanya terus membantin dalam hati, tentang apa tujuan mereka datang di Komplek Villa ginting ini.


Mobil terus melaju keatas Gunung, kemudian mereka tiba diatas puncak, yang terdapat sebuah Villa yang sangat Megah, dan Sangat Elit.


Lemon memberhentikan Mobil dihalaman Perumahan tersebut, mata Dewi seakan keluar dari tempatnya, ketika dia Melihat Lemon turun dan berjalan kedalam rumah itu, Lemon membuka pintu rumah tersebut tanpa berkata-kata.


Lemon membuka Pintu, kemudian dia membalikan badannya, dia menatap kearah Dewi sambil berteriak "Kamu tunggu dimobil atau tunggu didalam, saya mau berganti pakaian terlebih dahulu".


Mendengar teriakan Lemon, tiba-tiba Dewi baru tersadar dari Lamunannya, kemudian dia langsung turun dari dalam Mobil dan berlari menyusul Lemon.


Dewi sangat takjub dengan pemandangan yang terpancar dari puncak gunung itu, kemudian dia melangkah Masuk kedalam Rumah, dia berharap bisa ketemu dengan yang punya rumah, karena menurut Dewi, Lemon hanyalah sebagai pembantu dirumah itu.


"Kenapa kamu takut masuk, saya bukan Manusia Kanibal, yang akan memakan sesama, kamu duduk dulu, sementara saya ganti baju" Lemon berkata sambil berjalan kearah Kamarnya.

__ADS_1


Namum sebelum Lemon berjalan beberapa langkah, Dewi berkata: "Tunggu dulu!".


Mendengar Dewi berkata, Lemon langsung memutar badannya, dan menghadap kearah Dewi.


__ADS_2