PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 181. Wahyudin Calon Suaminya Ririn


__ADS_3

Beberapa Anak Buah Wahyudin langsung menyerbu kearah Lemon, dengan berbagai ekspresi tatapan tajam dan gaya bertarung mereka masing-masing, yang membuat orang-orang bergidik ngeri.


Sementara Wajah Orang Tua Ririn menjadi pucat, mereka takut kalau Lemon mendapatkan masalah yang sangat besar, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena Anak Buah Wahyudin telah membawa Lemon kehalaman depan rumah yang luas.


Namun Ekspresi Lemon tidak berubah, dia masih menatap anak buah Wahyudin dengan tatapan datarnya.


Pak Yosa langsung berlutut dihadapan Wahyudin, dengan ekspresi wajahnya yang sangat lusuh, Pak Yosa berkata memohon supaya Lemon bisa diamaafkan dan dilepaskan.


Setelah sampai dihalaman Rumah, dengan perlahan Lemon menjentikkan jarinya dan seberkas Sinar Kabut Putih langsung membungkus mereka semua.


"To, tolong Pak Wahdyudin lepaskan anak saya, atas namanya saya meminta maaf kepada anda" Suara Pak Yosa terbata-bata terdengar sedih memohon ampun kepada Wahyudin.


"Buugh" sebuah tendangan mendarat didada Pak Yosa, yang membuat Pak Yosa langsung terjungkal, yang membuat Ibu Meti berteriak Histeris, yang langsung didengar oleh Lemon.


Lemon memutar pandangannya ketika dia mendengar teriakan ibunya, mata Lemon terbelalak melihat Ayahnya sudah jatuh tersungkur ketanah.


"Ayah.. Ayah tidak apa-apa?" Seru Bu Meti mengangkat Suaminya untuk berdiri kembali, namun sebelum mereka berhasil kembali berdiri, satu tendangan lagi dilayangkan oleh Wahyudin "Buugh" yang membuat Pak Yosa dan Bu Meti kembali lagi terjatuh secara bersamaan.


"Bangsat!! Kalian akan menerima balasannya" Seru Lemon dengan menggertakan giginya.


Lemon berlari kearah kedua orang tuanya, namun dia sudah dihadang oleh Anak Buah Wahyudin, dengan kecepatan kilatnya Lemon langsung menendang seluruh Anggota Wahyudin, yang mengakibatkan seluruh Anak buah Wahyudin Kocar-Kacir terpental keseluruh penjuru arah.


"Boom.. Dug, bugh" suara hantaman terdengar ketika seluruh Anak Buah Wahdyudin terlempar, ada yang terlempar ketanah, ada yang menabrak Pohon Pisang dan Pohon kelapa, karena kekuatan tendangan Lemon sangatlah kuat.


Sehingga seluruh Anak Buahnya Wahyudin terpental dan langsung terjatuh dengan suara gedebuk.


Wajah Wahyudin tiba-tiba berubah melihat kejadian yang terpampang jelas dihadapannya, dia bergidik ngeri dan gemetar.


Kedua orang Tua Lemon ikutan terpanah melihat kekuatan Lemon yang super Dahsyat, dan seluruh orang-orang yang berada ditempat itu, tidak terkecuali Dewi yang sudah melihat kekuatan Pahlawan Misteriusnya itu.

__ADS_1


Setelah memporak-poranda Anak Buah Wahyudin, Lemon langsung berjalan menghampirinya, dan dalam satu gerakan Wahyudin langsung keluar terpental kehalaman rumah.


Semua orang hanya termangap dan mematung, termasuk kedua orang tuanya Lemon dan orang tuanya Ririn.


Mereka betul-betul terperangak oleh kehebatan dan keberanian Lemon yang sudah berubah 120 derajat.


Wahyudin berdiri merangkak dari tanah, seluruh baju mahalnya sudah kotor karena tersentuh oleh tanah.


Wahyudin menatap Lemon dengan tajam, dia menghujuk Lemon dengan nada sarkasnya "Bocah Sialan!! Kai tunggu pembalasanku! Kau jangan berani-berani melarikan diri!".


Selesai bicara Wahyudin langsung mengeluarkan ponselnya, dia melakukan panggilan telepon, tidak menunggu lama sambungan telepon akhirnya terjawab "Hallo".


"Hallo!! kenapa pal Tua? Apakah ada lagi Job spesial darimu?" Jawab orang diseberang telepon asal-asalan.


"Seraf... Kau harus membalaskan dendamku, ada seorang bocah yang sudah memukul seluruh anak buahku dan memukulku dengan brutal, kay harus membalasnya, nanti akan saya bayar kamu 3 kali lipat dari biasanya" Sosor Pak Wahyudin dengan Bibir yang bergetar.


"Kau Jangan banyak gaya Seraf... Cepatlah kau bawa seluruh kekuatanmu, kau bawalah semua anak buahmu, biar urusan dengan bocah sialan ini cepat selesai" Ujat Ketus Pak Wahyudin.


"Hehehe.. Baik Pak Tua, Serloklah Lokasinya, dalam waktu 10 Menit saya sampai disana" Jawab Seraf dengan angkuhnya, dia bicara bagaikan Dewa kematian.


Seraf adalah ketua Geng Preman diDesa Tora, setelah Roy Hitler Tambunan meninggalkan Kampung Tora dan bergabung dengan Yayasan Kuil Naga, dibawaj Kepemimpinan Lemon dan Hasrat Naibaho, kepala Preman di Desa Tora dipegang oleh Seraf.


Namun Beda halnya dengan dulu, Sistem preman diPasar Tora sudah tertip, preman hanya mendapatkan Jatah dari Perusahaan dan Toko Besar, Mereka tidak lagi menindas waerga biasa.


Selesai bicara ditelepon, Wahyudin menatap Lemon dengan mengintimidasi, kemudian dia menjatuhkan pandanganya kearah Dewi.


"Bocah Sialan! Kau tunggulah pembalasanku, saya sudah menelpon kepala Geng Preman Desa ini, namanya adalah bang Seraf, saya harap kau jangan kencing dicelanamu setelah kau bertemu dengan dia" Ujar Wahyudin dengan penuh percaya diri.


Mendengar nama Seraf, wajah orang-orang seketika berubah ngeri, mereka sudah mengenal kekejaman dari Seraf dan kompolotannya.

__ADS_1


"Nak Lemon! Lebih sekarang kalian pergi, sebelum mereka sampai ditempat ini, biarkan Ayah nanti yang meminta maaf kepada mereka semua, palingan nanti Ayah dipukul, tapi tidak masalah Ayah kan sudah tua, sebentar lagi menemui Ajal" Ucap Pak Yosa dengan menyuruh Lemon dan Dewi untuk langsung pergi dari tempat itu.


"Iya Nak! Biarkan kami yang menghalangi mereka, lebih baik kalian sekarang pergi, keselamatanmu dan keselamatan Nak Dewi yang penting" Timpal Bu Meti memberi Saran kepada Lemon.


"Heemm.. Ibu dan Ayah tidak usah kuatir, karena aku bisa menangani hal ini dengan baik.. Lebih kalian semua masuk kedalam dan tutup semua pintu dan jendela, biarkan aku menghadapi mereka" Ucap Lemon dengan santai menyuruh semua orang untuk masuk kedalam Rumah.


"Lemon apa yang kamu lakukan, kamu tidak bisa menghadapi mereka sendirian, siapa tau mereka berjumlah banyak" Dewi angkat bicara setelah mendengar perintah Lemon untuk masuk kedalam rumah.


Kemudian dia melanjutkan: "Lebih baik kita telepon saja polisi, supaya mereka semua bisa ditangkap dan dipenjara".


Lemon menatap Dewi dengan penuh kasih sayang, kemudian dia tersenyum bahagia "Heemm.. Kamu tidak perlu kuatir, aku bisa menghadapi mereka dengan segenap kekuatanku, apakah kamu masih meragukanku? Hah" Ucap Lemon lembut sambil dia memegangi tangan Dewi.


Dewi tidak berkata-apa, dia hanya menganggukan kepalanya memberi tanda dia setuju dengan pernyataan Lemon.


"Heeii.. Bocah Kecil! Aku bisa saja memaafkanmu, jika kamu memenuhi syaratku" Kata Pak Wahyudin dengan arogannya.


Namun sebelum Lemon menjawabnya, Pak Yosa sudah buru-buru menyahut "Apa syaratnya Pak Wahyudin, cepat katakan siapa tau Anak saya Lemon bisa menyanggupinya".


"Hemm.. Kau orang Tua Bangka, Apakah kau Yakij Anakmu mampu memenuhi persyaratan dariku? Hah" Ujar Wahyudin dengan dingin.


"Kami akan mencoba berusaha semaksimal mungkin, semampu kami" Sahut Pak Yosa dengan penuh harap.


"Hahahaa.. Baiklah!! Yang pertama : Anakmu itu harua berlutut dihadapanku dan meminta maaf, kedua Kamu juga harus ikut berlutut dihadapanku, ketiga dia harus mematahkan satu lengannya sebagai penebusan minta maafnya, dan terakhir".. Wahyudin tersenyum kecil sambil dia menatap Dewi.


"Gadis itu harus dia serahkan padaku, aku akan menikhinya besok bersama dengan Ririn... Hahahaaa" Wahyudin tertawa dingin setelah dian menyampaikan semua syaratnya.


Dewi menggertakan giginya, setelah dia mendengar pernyataan dari pihak lain "Dasar Orang Tua yang tidak tau diri, kau pantas mendapatkan pelajaran yang setimpal".


Lemon hanya tersenyum kecut, setelah dia mendengar perkataan Wahyudin.

__ADS_1


__ADS_2