PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 127. Bahan Obat Daun Maelo-Maelo


__ADS_3

Yerfan Laiya tidak berkata-kata setelah dia mendengar penjelasan dari Marko, dia hanya mengibaskan tangannya kearah Marko, pertanda agar semua orang meninggalkannya sendiri.


Namun sebelum Marko meninggalkan tempat itu, dia kembali bertanya kepada Kakeknya "Kek.. Apakah saya boleh mencuri gadis itu sekarang?" Dengan ekspresi wajah Marko yang tidak bisa diartikan.


"Heemm.. Asal kamu bisa" Jawab Yerfan Singkat, yang menatap kedepan dengan lurus tanpa melihat Marko yang sedang berbicara.


Mendengar kesempatan yang besar, Marko akhirnya tersenyum bahagia, karena dia akhirnya mendapatkan dukungan untuk membalaskan Lemon dan menculik Dewi.


Marko langsung berbalik pergi dengan senyuman bahagia terpancar dari Wajahnya, dia berjalan keluar untuk melakukan rencana yang matang untuk menculik Dewi.


Dikediaman Walikota Daran Zebua berjalan menghampiri walikota "Maaf Tuan, saya sudah berusaha semaksimal mungkin, namun saya tidak mendapatkan Donor Mata untuk Nona Dian".


Walikota bersama Istrinya Ibu Triska, hanya menatap dengan tidak bisa berkata-kata, ketika Daran mengatakan bahwa dia sudah berusaha semaskimal mungkin, untuk mencari pendonor mata untuk Dian anak simata wayang mereka.


Namun tiba-tiba Pak Walikota tertegun, matanya seakan melotot dia teringat dengan sesuatu, kemudian dia memonyongkan bibirnya sambil berkata "Apakah kamu masih ingat! Anak Muda yang dulu pernah menolong saya waktu sakit, di daerah dekat Puncak Gomo?" Walikota memandang Daran Zebua.


"Ohh.. Iya Tuan! Saya ingat, saya ingat, namanya Lemon Nababan" ucap Daran Zebua dengan tergesa-gesa sambil dia mengangguk-anggukan kepalanya.


"Lalu kenapa dengan dia Tuan! Apakah ada yang salah" Tanya Daran penasaran kepada Walikota.


"Aaduuhh.. Kamu ini! Masa nanyak lagi, coba kamu cari dia, siapa tau dia bisa menyembuhkan sakit mata Dian" kata Walikota dengan wajah serius.


"Oohh.. Iya Tuan, saya akan coba untuk mencarinya, siapa tau dia bisa menyembuhkan mata Non Dian" kata Daran sambil memberikan Senyum sengpansenya.


Selesai berkata Walikota langsung mengangkat tangannya, untuk menginstruksikan Daran Zebua pergi.


"Semoga saja dia bisa mendapatkan anak itu, dan anak itu mampu mengobati Dian" Kata Walikota lirih, yang membuat Triska langsung menanggapi kata-kata Walikota tersebut "Memangnya siapa dia? Apakah dia itu bisa dipercaya?".


"Saya memang tidak mengenalnya secara detail, tapi saya percaya padanya, mengingat dia pernah menyelamatkan hidupku waktu itu, dan saya akan berjanji! Jikalau dia mampu menyembuhkan Dian, saya langsung menjodohkan mereka berdua" ucap Walikota dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


Salakan petir dan guntur langsung bergema diatas langit, setelah Perkataan Pak Walikota selesai.


"Pak! Hati-hati dengan ucapanmu, jangan bapak terlebih dahulu berjanji, karena ucapan itu adalah Doa, dan lihatlah Salakan petir dan guntur itu, itu seakan pertanda bahwa apa yang bapak katakan itu tidak boleh diingkari" kata Triska ketus kepada Walikota.


"Bu! Saya tidak pernah main-main dengan setiap ucapan yang saya keluarkan, saya akan menjodohkan mereka jika Dian berhasil sembuh dan melihat seperti dahulu lagi" Kata Walikota dengan ekspresi serius.


Istrinya hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan pelan, ketika dia melihat ketegasan dimata Suaminya itu.


Daran Zebua memerintahkan seluruh bawahannya, untuk mencari informasi dan keberadaan Lemon Nababan, dan segera mungkin untuk memberitahukan jika sudah mendapatkan informasinya.


Selesai memberikan perintah kepada seluruh bawahannya, Daran Zebua langsung kembali dikediaman Pak Walikota.


Dipinggir Kota di Danau Nias, Lemon dan Dewi turun dari dalam Mobil, Lemon langsung menghampiri tempat sekumpulan rumput, yang dianggap Lemon sebagai Bahan Obat untuk ibunya Bryan.


Lemon memetik 9 lembar daun rumput tersebut, kemudian dia berjalan melangkah untuk mencari rumput lain, sebagai bahan ramuan untuk menyempurnakan rumput yang sudah ia petik tadi.


Lemon mengaktifkan Buku Mata Dewa, sehingga dalam hitungan detik, dia memindai seluruh tanaman dan rumput yang berada dihadapannya.


Ketika Lemon sedang mencari bahan Obat, matanya sedikit berdenyut ketika dia melihat daun Maelo-Maelo, karena daun Maelo-Maelo adalah Daun yang bisa menyembuhkan patah tulang, dan dapat meredakan rasa nyeri didalam tubuh, jika tubuh mengalami pembengkakan dipembuluh darah.


Lemon sedikit tersenyum karena dia sudah menjumpai bahan ramuan yang sangat efektif, untuk menghadapi penyakit ibunya Bryan Calvin.


Lemon langsung bergegas dengan cepat, kemudian dia memetik beberapa Daun Maelo-Maelo, yang membuat kantongan plastik ditangannya menjadi penuh.


Melihat tangan Lemon dipenuhi dengan bahan ramuan obat yang sudah ia petik, Dewi langsung menghampirinya kemudian dia berkata "Biarlah aku membawanya sebagian, kamu petik lagilah yang lain".


Lemon hanya menganggukan kepalanya, kemudian dia menyerahkan bahan-bahan ramuan itu kepada Dewi, dan tidak berapa lama akhirnya semua ramuan yang dia butuhkan sudah rampung dan mereka berdua bersiap untuk pulang kerumah.


Diperjalanan Lemon berkata kepada Dewi "aku langsung keVilla di Puncak Villa Ginting, karena aku akan langsung meracik obatnya disana".

__ADS_1


"Baik Tuan Tabib, siap perintah" Kata Dewi bercanda, yang membuat berdua langsung memandang satu sama lain, dan tersenyum bahagia.


"Oh ya.. Apa tanggapan ibu kamu, setelah kamu memberitahukan tentang hubungan kita?" Tanya Lemon dengan nada pelan, sambil dia terus menyetir.


"Eemm.. Apa ya? Dia sangat senang, dan kalau tidak salah dia juga sudah memberitahukan kepada Ayah" Kata Dewi tersenyum sambil menatap Wajah Lemon yang sangat tampan itu.


"Uhuk Uhuk.. Uhuk" Lemon tiba-tiba batuk-batuk. "Semoga saja Ayahmu tidak akan membenciku, karena aku sudah berani mendekati anak satu-satunya" Balas Lemon ketus.


"Hmm.. Percaya deh, dia tidak akan marah sama kamu, karena kamu terlalu ganteng untuk dimarahi.. Hahahaa" Dewi berkata sambil tertawa terbahak-bahak.


"Aaiiss.. Dasar Wanita Penggoda" Ketus Lemon yang semakin menancap pedal Gas mobilnya.


Tidak berselang lama mereka sampai di puncak Gunung Villa Ginting, Lemon dan Dewi langsung bergegas masuk kedalam.


Lemon melihat Dewi kemudian berkata "Apakah kamu tidak pulang saja, aku gak mau kamu pulang kemalaman, karena aku gak bisa antarin kamu pulang".


"Heemm" sambil melihat Arlojinya dipergelangan tangannya "Gak apa-apa aku menunggu sejenak, ini masih baru jam berapa? aku mau lihat kamu meracik semua bahan obat-obat ini" Dewi berkata Sambil dia melihat semua bahan Obat yang ada dipegangannya.


"Okey kalau begitu! Ayo kita Gaspol" Ucap Lemon sambil mereka masuk kedalam rumah.


Setelah mereka sampai didalam rumah, Lemon langsung berjalan kearah Dapur, dia mencari tungku untuk merebus semua bahan obat, yang telah dia kumpulkan tadi dari Pinggir Danau Nias.


Lemon membawa tungku itu kebelakang rumahnya, kemudian dia membuat Api unggun dan meletakan tungku itu diatas Api.


Lemon memasukan semua bahan obatnya, bahan obat yang berasal dari rumput-rumput pilihan dari pinggir kota.


Setelah menunggu 2 Jam, Aroma obat itu akhirnya mulai menyebar kesegala arah, yang membuat Dewi sangat menikmati Aroma dari obat itu.


Lemon membuka penutup tungku itu, kemudian dia menyuntikan energi Qi Esensialnya, kemudian dia menutup kembali tungku itu dengan rapat.

__ADS_1


Lemon menatap Dewi yang duduk disampingnya, dengan dalam keadaan mata tertutup.


__ADS_2