PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 35. Yerfan Laiya


__ADS_3

Valen Song berkata dengan sungguh-sungguh.


"Baik Ayah.. Pasti akan saya siapkan hidangan yang sangat Istimewa" Tiwi menjawab dengan bahagia.


Didalam ruang yang gelap, seorang pria yang berumur 60 tahunan dengan Janggut panjang yang putih, rambutnya panjang sebahu wajahnya keriput menandakan dia sudah mulai tua.


Namun pria itu memiliki mata yang sangat tajam, tangannya memancarkan hawa Energi Spiritual yang sangat besar.


"Kakek.. Kenapa kakek memanggil saya? Apa ada yang perlu saya lakukan?".


Seorang pria berkata kepada Pria berjanggut putih tersebut.


Pria yang berjanggut Putih itu adalah Yerfan Laiya, sedangkan pria yang memanggilnya barusan adalah David Laiya.


Yerfan Laiya adalah Kakek David Laiya yang merupakan kepala Keluarga La ia, keluarga besar Nomor 2 dikota Gowe.


"Kakek Merasakan sepertinya ada rasa khawatir dalam dirimu? Katakan padaku apa yang membuatmu khawatir?". Yerfan Laiya menyeringai, ketika menatap David Laiya.


"Saya tertekan karena keluarga Song, seluruh bahan mentah dibeli oleh keluarga song dengan harga yang sangat tinggi, sehingga usaha mebel keluarga La ia mengalami kemunduran" David berkata dengan wajah serius kepada kakeknya.


"Apakah saya yang harus turun tangan menghadapi keluarga song itu?" Yerfan berkata dengan tatapan penuh aura membunuh.


"Tidak perlu kakek! Saya sudah merekrut orang-orang yang berkekuatan Master Taekwondo, saya yakin dengan kekuatan para Master, keluarga Song pasti Lenyap dalam satu malam" David menjelaskan.


"Baiklah kalau begitu, sekarang kamu suruh orang-orangmu untuk datang dikota Gomo, karena 2 hari lagi dipuncak gomo akan diadakan pelelangan Raja Ginseng yang berumur 100 tahun, kamu harus mendapatkannya untukku, apapun yang terjadi supaya kultivasiku cepat meningkat ditahap pembentukan Pondasi" Yerfan Laiya berkata dengan mata yang memerah.


"Baik.. Saya pasti akan mengusahakannya" Selesai berkata.


Yerfan Laiya mengibaskan tangannya kepada David, untuk meninggalkannya sendirian.

__ADS_1


David tanpa berkata-berkata bergegas beranjak pergi dari tempat Yerfan Laiya berada.


Di Aula Rumahnya David Laiya baru saja duduk dikursi Patriak, ketika kepala Pelayan keluarganya baru saja kembali dari merekrut Anggota, yang berkekuatan Master Taekwondo.


Kepala pelayan Keluarga La ia memberi hormat kepada David Laiya.


"Salam Hormat Tuan Patriak, mohon maaf saya baru saja kembali".


"Tidak masalah" David Laiya mengangkat tangannya.


Kepala Keluarga itu bernama Rius, dia sudah bekerja sebagai kepala pelayan dikeluarga La ia selama dia masih berumur 10 tahunan, sehingga segala sesuatu yang berhubungan dengan Keluarga La ia dialah yang mengatur.


"Tuan Patriak.. Orang-orang yang sudah saya rekrut untuk bergabung dengan kita, sekarang mereka berada didepan, mereka menunggu perintah tuan selanjutnya.


David memasang senyum bangga kepada Rius dan berkata: "Kamu memang sangat diandalkan dalam segala hal,.. Hahahaa.. Baik! Bawa mereka untuk Istirahat, kita tunggu waktu yang tepat untuk menghabisi keluarga Song sampai musnah dimuka bumi ini".


Ketegasan terpancar dimata David ketika dia berbicara.


Didepan Rumah besar Keluarga David Laiya, Mobil bergerak memasuki halaman Rumah, dan seorang remaja anak laki-laki dan perempuan keluar dari dalam Mobil, kemudian bergegas masuk kedalam Aula yang sangat besar.


Pria itu adalah Marko dan Perempuan tidak lain adalah Vina.


Vina terus mendesak Marko untuk dibawa berjalan-jalan kerumahnya, sekaligus memperkenalkannya kepada keluarga Lai ia.


Setelah sampai didalam Aula, Marko menyapu dengan tatapannya seluruh ruangan, namun dia tidak menemukan keberadaan Ayahnya David Laiya.


Marko bergegas menuju ruang kerja Ayahnya.


"Tok Tok Tok"...

__ADS_1


"iya masuk" terdengar suara David Laiya mempersilahkan untuk masuk.


Pintu terbuka dan sosok Marko terlihat dengan diikuti oleh Vina dari belakangnya.


"Salam hormat Tuan Patriak" Vina mengikuti Marko memberi hormat dan membungkukan badan.


David Laiya sangat terkejut melihat Marko, yang pulang kerumah bersama wanita cantik yang berumur 20 tahunan.


"Marko siapa wanita ini" David Laiya bertanya dengan perasaan yang sangat terkejut.


"Eh.. Ini. Ini Vina Teman saya dikampus, kebetulan dia ingin mau lihat-lihat keadaan Rumah kita" Marko berkata terbata-bata, karna dia takut Ayahnya memarahinya.


"Oh.. Ya sudah! Bawa dia pergi berjalan-jalan keliling" David berkata acuh tak acuh kepada Marko, seolah-olah dia tidak suka keberadaan Vina.


Mendengar Ayahnya berkata dan mengizinkan, Marko dan Vina memberi Salam Hormat dan langsung pergi dari ruangan itu.


"Dasar Anak Nakal, beraninya dia membawa pacar dirumah ini, seperti dia tidak tau aturan keluarga La ia" David membantin dalam hatinya.


David lalu kembali duduk dikursinya, sejenak dia merenung untuk menghancurkan keluarga Song, yang semakin lama semakin menjadi masalah dalam mencapai keluarga terhebat dikota Gowe.


Marko membawa Vina diGazebo untuk duduk sambil minum Teh, sekaligus memperkenalkan pelayan-pelayan yang bekerja di keluarga mereka.


"Ibumu mana? Kok saya tidak melihatnya!" Vina berkata kecoplosan.


Mendengar Vina melayangkan pertanyaan, wajah Marko seketika berubah menjadi masam, marko menundukan kepalanya sambil berkata:


"Ibuku sudah tidak ada, ibuku meninggal sewaktu saya masih Sekolah Dasar, Ibuku meninggal karena kecelakaan" Marko menceritakan dengan wajah yang sangat kusam sedih, dan sedikit terlihat genangan air dibola matanya.


"Maaf ya Marko, saya tidak sengaja, saya juga tidak tahu kalau ibumu sudah tiada" Vina berkata dan berusaha menghibur Marko dengan memegang tangan Marko.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Vin!" Marko berkata sambil mengangkat tangannya.


__ADS_2