
Tabib Alvin telah selesai mengobati Devi, dia meracik beberapa obat Herbal, dan meminumkannya kepada Devi.
"Kita tunggu selama beberapa saat, Non Devi Pasti akan sembuh total dan dia langsung berdiri dan berjalan dari tempatnya" Tabib Alvin berkata dengan rasa bangga.
Mereka menunggu hampir setengah jam, satu jam, dua jam, bahkan samapi malam bertukar petang, Devi tetap saja tidak bisa terlihat ada perubahan, bahkan dia sekarang sudah tidak sadarkan diri lagi.
"Tabib! Kenapa anak saya tidak lagi membuka matanya?" Linda berkata dengan wajah pucat, dia bertanya kepada Tabib Alvin.
Seketika Kepala Suku dan Ucok bersama dengan yang lainnya, sangat terkejut ketika mendengar Devi sudah tidak sadarkan diri.
Tabib Alvin langsung bergegas mendekati Devi, kemudian dia melihat denyut nadi Devi, kemudian dia mengerutkan keningnya, lalu dia berkata dengan nada serak "Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?".
"Apa Maksudmu Tabib? Apa yang terjadi dengan anak saya" kepala suku berteriak kepasa Tabib Alvin.
"Em..emm.. Saya..saya tidak tahu! Padahal saya sudah memberikannya Ramuan yang terbaik, tapu saya tidak tahu kenapa denyut nadinya semakin lemah" Tabib Alvin berkata dengan nada terbata-bata.
"Sialan kau tabib! Tadi kau bilang, kalau kau bisa menyembuhkannya!" Teriak Ucok sambil dia mencekeram jubah Tabib Alvin, sambil dia melemparkannya kesamping.
Tiba-tiba salah seorang teman Ucok berkata: "Ketua.. Bagaimana kalau kita coba memanggil Tuan Lemon, karena tadi dia sempat bilang, kalau dia bisa menyembuhkan Nona Devi".
"Aahh.. Jangan mudah percaya dengan orang Asing, jangan sampai macam-macam dia sama non Devi" ketus Ucok berujar.
Kepala Suku yang mendengar ucapan kedua orang itu, seketika kepala Suku berkata 'Apa yang kami katakan? Kenapa kamu bilang kalau Tuan Lemon mampu mengobati nak Devi" Kepala Suku berkata, sambil mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, dia hendak mencari keberadaan Lemon, namun tetap saja dia tidak melihat keberadaan Lemon.
"Dimana Tuan Lemon?" Tanya Kepala Suku dengan wajah penasaran.
"Maaf Pak Kepala, kami tidak tahu, cuman sewaktu siang tadi, dia mengatakan kalau dia mampu mengobati Non Devi" Kata salah seorang teman teman Ucok angkat bicara.
__ADS_1
"Cepat kalian cari dia, minta dia untuk datang kemari, biarkan dia mencoba menyembuhkan Nak Devi" Kata Kepala Suku tegas.
Disisi lain, Lemon sedang Asik dijamu oleh warga lian, yang sengaja memasak makanan khas suku hilikara, untuk menjamu Lemon malam ini.
"Maaf Tuan, ini adalah Minuman Khas Suku Hilikara, Namanya Tual Kampung, yang kami dapatkan dari Sulingan Pohon Aren dan Pohon Kepala" Seorang Warga menyodorkan Minuman Khas Suku Hilikara Kepada Lemon, setelah mereka selesai makan malam.
"Hehehee... Pak Rois terlalu Sungkan, anggap saja saya sebagai anak bapak sendiri, bapak jangan terlalu berlebihan kepada saya" Jawab Lemon santai.
Lemon menikmati Tuak Kampung, yang disuguhkn oleh Pak Rois untuk Lemon.
Tiba-tiba langkah kaki terdengar dari luar tenda pak rois, kemudian Lemon dan Pak Rois bersama keluarganya, menoleh kearah suara itu.
"Mohon maaf Tuan Lemon, kami mengganggu! Kami disuruh oleh pak Kepala Suku untuk memanggil Tuan, tolong Tuan lihat dulu penyakit Nona Devi itu, karena kondisinya semakin nemperihatinkan" Ucap orang suruhan kepala suku dengan panjang lebar.
"Bukankah temanmu tadi mengatakan bahwa saya ini tidak mampu? Cecar Lemon sembari dia terus mengesap Tuaknya yang ada di Mangkuk.
"Tolong Tuan! Kami mohon supaya tuan Lemon jangan ambil hati dengan apa yang dikatakan oleh Ketua Ucok" Salah seorang suruhan itu kembali berkata memohon kepada Lemon.
"Oh tidak masalah Tuan Lemon, silahkan saja" Pak Rois berkata dengan nada menyanjung, dan sangat hormat.
Selesai berpamitan, Lemon langsung bergegas pergi dari tempat itu, kemudian dia berjalan menyusuri tenda-tenda warga, yang hanya diterangi oleh sinar bulan purnama.
Sesampainya Lemon digubuk Kepala Suku, dia melihat orang-orang sedang berkerumun, kemudian dia persilahkan untuk masuk kedalam gubuk tersebut.
Kepala suku langsung menghampiri Lemon, ketika dia melihat Lemon berdiri dipintu.
"Tuan Lemon! Tolong selamatkan anak saya ini, kondisinya semakin lemah" Kepala Suku berkata memohon.
__ADS_1
Lemon melirik Ucok yang sedang duduk disebelah pintu, kemudian dia berkata: "Jika Pak Kepala mempercayai saya, maka saya akan berusaha semampu saya".
"Saya sudah mendengar semuanya tuan Lemon, saya minta maaf atas kelakuan anak buah saya ini, dan saya percaya sepenuhnya kepada Tuan Lemon" Kepala Suku berkata, dan menggertakan giginya dia melihat Ucok.
"Cepat! Kamu berlutut dan meminta maaf kepada Tuan Lemon" kepala suku berteriak kepada Ucok, yang membuat wajah kepala suku sangat suram, dan amarahnya memuncak, bagaikan Puncak Gunung Himalaya.
Melihat wajah kepala suku berubah suram, semua orang sangat terkejut dan gemetar ngeri, mereka semua hanya bisa menundukan kepala, tidak terkecuali Ucok, dialah orang yang mengalami tekanan yang sangat besar.
Dengan kaki gemetar, Ucok beranjak dari tempatnya, dia menggertakan giginya karena rasa takut dicampur dengan rasa malu, dia berjalan dan berlutut dihadapan Lemon dengan suara gedebuk.
"Saya meminta maaf Tuan Lemon, saya sudah meremehkan Tuan Lemon, mohon ampuni nyawa saya" Ucok berkata dengan nada memelas.
"Saya tidak terlalu menanggapi semut, karna semut itu hanya dalam satu injakan, dia langsung berubah menjadi abu" Lemon berkata dingin, di penuhi dengan nada arogansi.
Lemon berkata demikiam, supaya Ucok sadar akan keangkuhannya kepada orangn lain.
Setelah selesai berkata, Lemon langsung berjalan menghampiri Devi, yang sedang terbaring lemas ditempat tidur, dan tidak bergerak sama sekali.
Lemon duduk disebelah Devi, kemudian dia memegang tangan Devi, dia memperhatikan denyut nadi Devi, dia mengerutkan keningnya dan dalam sekejab dia menyuntikan energi spiritualnya kedala tubuh Devi.
Lemon yang sudah berada di tahap Kultivasi Penempaan Bumi Lapisan kedua, dia memiliki energi Qi Esensial yang sangat jauh besar, jika dibandingkan dengan dengan energi Qi milik Kepala Suku.
Setelah Lemon menyuntikan energi Qi Miliknya, kemudian mengeluarkan Jarum perak yang ada disaku celananya, Lemon selalu mekbawa Jarum peraknya yabmng berukuran kecil itu, untuk berjaga-jaga jika dia bertemu dengan Pasien yang membutuhkan pengobatan Akupuntur.
Lemon mengamati titk-titik terlemah ditubuh Devi, kemudian dia membuka sedikit kerah baju Devi, yang membuat setiap orang menjadi terbelalak, tidak terkecuali Linda dan Kepala Suku, namun yang sangat memuncak emosinya dalam hal ini adalah Ucok.
"Dasar Cabvl! Kamu berani memanfaatkan kesempatan menelanjanginya dengan berpura-pura mengobatinya" Ucok berteriak keras, lalu dia langsung meraih pundak Lemon yang kurus kerempeng itu.
__ADS_1
Pundak Lemon langsung digenggam dengan keras oleh Ucok, karena genggaman ucok sangat besara dan dengan otot-ototnya yang besar.
Kepala suku hanya terdiam, karena tercengang dengan kelakukan Lemon yang membuka Kerah baju Devi dan menaikan sedikit roknya keatas, sehingga dia tidak sadar jika Ucok sudah melompat dari tempatnya, dan memegang pundak Lemon dengan kasar.