
"Tempat ini sudah kami kempung, jadi tidak ada seekor lalatpun bisa melarikan diri, kecuali Mati!" Rius berkata sambil tertawa terbahak-bahak.
Yupiter tidak berlama-lama, sehingga dia langsung bergegas pergi, Rius yang melihat hal itu, seketika dia menjadi Murka, dia mengangkat kembali Pedang Samurainya, kemudian dia mengejar Yupiter, namun sayangnya satu pukulan lagi mengena bagian dadanya, yang membuat dia tersungkur ketanah bagaikan Udang goreng.
"Aarg" Sialan ketus Rius, sambil mengangkat tubuhnya.
Namun dia sudah tidak melihat Yupiter berada disana, Yupiter dengan berat hati meninggalkan Kepala Keluarga Valen Song seorang diri, sehingga Rius menjadi semakin murka.
Rius seketika memanggil orang-orangnya dari luar, yang berkisar 20 orang dan kekuatan mereka betada dimaster taekwondo.
Valen Song seketika mengerutkan keningnya, dia merasa semuanya akan hancur, karna mengingat kekuatan pihak lain jauh lebih besar.
Para Master Keluarga Song, berdiri disamping Valen Song, yang hanya tinggal berjumlah 8 orang.
"Tuan Patriak! Hari ini akan menjadi hari terakhir saya, jika saya Mati! Saya merasa sangat terhormat dan bangga, karena bisa mati bertarung bersama Kepala Keluarga Song" seseorang Master keluarga Song berkata dengan santai.
"Terimakasih atas kesetiaan kalian! Tapi.. Kalau kalian ragu-ragu, tidak menjadi masalah kalau kalian mundur, biarkan saya saja yang menghadapi mereka" Valen Song Berkata dengan wajah datar.
"Kami bukan Penghianat Tuan, jika memang kita ditakdirkan mati malam ini, maka itu adalah sebuah keputusan yang sangat Mulia" Salah seorang Master Tua keluarga Song berkata.
"Segera kita seledaikan Tugas ini! Habisi mereka semua" Rius berkata tegas kepada seluruh bawahannya.
Dalam sekejab, seluruh master dari kelurga Song berakhir dengan mati mengenaskan, tinggal hanya Valen Song seorang diri, Valen Song sudah tidak kuat lagi, karena kekuatannya sudah sangat terkuras habis.
Valen Song hanya bisa menggertakan giginya, ketika dia melihat seluruh pelayan Keluarganya, dan Masternya telah tergeletak mati mengenaskan.
Valen Song dengan tangan dipunggungnya, telah diikat oleh bawahan Rius, dengan Posisi berlutut dia dihadapan Rius.
Rius membuka Topengnya, kemudian dia melihat Valen Song dengan tatapan niat membunuh.
__ADS_1
"Katakan Padaku, dimana Kepala pelayanmu itu pergi, bersama Anak Gadismu ?" Rius menginterogasi Valen Song.
"Walaupun saya mati! Saya tidak akan mengatakannya padamu! Valen Song menatap tajam kearah Rius.
"Preeks" Tamparan Rius mendarat dipipi Valen.
"Sekali lagi saya bertanya! Dimana kepala pelayanmu dan anak gadismu itu pergi" Rius bertanya lagi.
"Saya tidak akan memberitahumu b'rengsek" Valen Song berkata sambil meludahi wajah Rius.
Sebuah tamparan lagi mendarat dimuka Valen Song, ditampar lagi, ditampar lagi, yang membuat Wajah Valen bengkak seperti kepala babi Sup.
Rius berdiri dan melihat bawahannya, "Siksa dia sampai dia mengatakan".
Bawahan Rius yang sudah sangat marah itu, langsung mengambil Pisau Sangkurnya dan menancapkan ditangan Valen Song.
Valen Song mengerang kesakitan, dia berteriak bagaikan berada dialam kubur, tangannya memercikan banyak darah kemana-mana.
"Seret dia keluar! Kita akan membawanya kepada Tuan Patriak" Selesai berkata mereka langsung mengikat Valen Song, dibelakang kendaraan Mobil mereka, karena Sudah larut malam tidak orang yang mengetahui kekejaman mereka.
Semua sisi TV mereka hilangkan, untuk menghilang barang-barang bukti, ibarat Kasus Sambo dan rekannya.. Hehehee.. Sekedar hiburan.
Dihalaman Kediaman Keluarga Chandra, Yupiter berlari bersama beberapa pelayan keluarga, kemudian dia membawa Tiwi, Yupiter yang ngos-ngosan dan hilang tenaga, langsung terjatuh didepan penjagaan keluarga Chandra.
Punggungnya dipenuhi dengan bercak darah yang masih segar, lukanya akibat pedang samurai Rius tadi.
"Maaf kalian siapa? Kenapa kalian bisa kesini?" Salah seorang penjaga bertanya dengan wajah penasaran.
Yupiter yang terungkur ditanah, kemudian dia melihat kearah Penjaga tersebut sambil berkata dengan suara pelan "To.. Tolong.. Kami dari Keluarga Song, kami ingin minta perlindungan dari keluarga chandra, karena Keluarga Song sudah dihancurkan oleh seseorang yang memiliki kekuatan hebat".
__ADS_1
Mendengar keterangan dari Yupiter, seketika penjaga itu menyuruh rekannya, untuk memberitahukan kepada Kepala Pelayan Chandra, yaitu Kenji.
Tidak menunggu lama Kenji keluar dari dalam rumah, kemudian dia memperhatikan Yupiter yang sudah sangat lemas terbaring ditanah.
"Saudara Piter? Apa yang terjadi?" Seketika suasana menjadi hening, ketika Kenji melihat Yupiter yang sudaj terluka parah.
"Ayoo.. Bawa mereka masuk kedalam, segera ketatkan penjagaan, siapa tahu orang- orang itu sudah menyusul mereka kemari" Kenji berkata panik.
Kenji dan Yupiter adalah satu perguruan dari Seni Bela diri Kuil Lahomi, sehingga setelah mereka sudah lulus dari Kuil Lahomi, mereka kembali untuk menjaga keluarga mereka masing-masing.
"Ada apa ini? Apa yang telah terjadi?" Restu Chandra berkata penasaran.
Restu Chandra sangat terkejut, ketika dia melihat Yupiter yang tidak berdaya terbaring dilantai.
"Mohon maaf Patriak, mereka adalah dari Keluarga Song, ini adalah Nona Tiwi, dan dia adalah Kepala pelayan Song, namanya Yupiter saudara seperguruanku dari Kuil Lahomi" Kenji menjelaskan kepada Restu Chandra dengan wajah serius.
Kenji melanjutkan: "Keluarga Song telah diserang oleh orang-orang yang tidak dikenal, sementara kepala keluarga Song, untuk sementara waktu dia masih menahan orang-orang itu".
Restu Chandra menghela nafas, dia sambil melihat langit-langi rumahnya, dia teringat dengan perkataan Valen Song kepadanya, beberapa hari yang lalu sewaktu di Hotel Soechi, Valen Song mengatakan kalau dia sedang diincar oleh keluarga Laiya.
"Ya Sudah kalian rawatlah mereka, pastikan lukanya ditangani dengan baik, dan Nona Song tolong dibawa dikamar Tamu" Restu Chandra mengarahkan para pelayan, untuk membantu Yupiter dan yang lainnya.
Restu Chandra memanggil Kenji, lalu dia memerintahkan "Bawalah para Master! cepat kamu selidiki siapa dalang dari semua ini, siapa yang sudah menghancurkan keluarga Song, dan tolong usahakan selamatkan Kepala Keluarga Song.
"Baik Tuan! Mohon ijin untuk pergi" Restu Chandra hanya bisa mengibaskan tangannya.
Didalam Kamar Tamu, Tiwi Song hanya duduk dengan gemetaran, dengan tatapan yang kosong dia sangat takut dengan keselamatan Ayahnya, karena hanya tinggal ayahnyalah, satu-satunya yang dia miliki didunia ini.
Ayahnya telah tinggal, untuk menghalangi orang-orang yang berpakaian hitam itu, demi menyelamatkan hidupnya, pikiran tiwi song semakin sedih, ketika dia mengingat kejadian malam ini.
__ADS_1
Dia tidak tau harus bagaimana? Jika Ayahnya telah dihabisi oleh orang-orang Bertopeng itu.
Air mata jatuh berlinang dipipi Tiwi Song, dia yang sedang duduk memeluk kakinya, Karena kelelahan memikirkan tentang Ayahnya, akhirnya Tiwi Song Jatuh terlelap dilantai, dibawah tempat tidur.