PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 149. Maret Silalahi vs Sinta Zega


__ADS_3

Lemon melihat ada Gua diseberang jalan mereka berdiri, dalam sekejab dia langsung mengedarkan pandangannya kearah Gua tersebut, dia memastikan apakah ada sesuatu didalam Gua.


Setelah memindai cukup lama, akhirnya Lemon menarik kembali kesadaran ilahinya, lalu dia berkata "Ayo kita istirahat didalam Gua itu, karena ini sudah mau menjelang Malam".


Sinta Zega dan Maret Silalahi hanya menganggukan kepala dan mengikuti Lemon dari belakang.


Setelah mereka sampai didalam Gua, Lemon menyuruh Maret untuk membuat Obor dan Api unggun, supaya ada penerangan dan mereka bisa memasak makanan.


Lemon meninggalkan mereka berdua, setelah dia memastikan tempat itu aman untuk ditinggal, Lemon pergi keluar untuk mencari makanan yang bisa dia temui didalam hutan.


Setelah Lemon pergi, Maret Silalahi menatap wajah Sinta dengan Seksama, kemudian dia mengajukan pertanyaan "Dek Sinta sekolahnya apa?” tanya Maret dengan lembut.


Sinta mengangkat wajahnya dengan senyuman "Saya masih kuliah semester 3 diprovinsi Tera, saya kembali kekampung untuk menjenguk orang tua saya yang sedang sakit" Jawab Sinta pelan dengan senyuman manisnya.


"Pantas saja kamu cantik! Ternyata mahasiswa toh" Ledek Maret dengan terkekeh, yang membuat Wajah Sinta memerah karena naik kuping.


"Aahh.. Kakak ada-ada aja deh.. Masa sih saya cantik.. Oh ya? Siapa nama kakak tadi yang menolongi saya" Tanya Sinta dengan ekspresi penasaran.


"Heemm.. Kok nanya dia sih? Aku yang dekat gak ditanya?" Kata Maret dengan Ketus, namun dia meliat Sinta dengan tatapan menggoda.


"Oh ya Maaf... Nama kakak siapa?" Sambil dia merapatkan kedua tangannya didada meminta maaf.


"Nahh.. Gitu dong.. Perkenalkan" Jawab Maret Sambil dia mengulurkan tangannya kearah Sinta, lalu dengan sigap Sinta Zega meraih tangannya.


"Maret Silalahi, panggil aja, bang Maret, biar lebih dekat gitu" Kata Maret dengan mengedipkan sebelah matanya lalu dia terkekeh senang.


Sinta Zega hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia tertawa kecil sambil menatap kearah Pintu Gua, berharap Pria Pahlawannya segera kembali.


"Naahh.. Kalau pria yang menolongmu tadi, Namanya Tuan Lemon, Lemon Nababan" tegas Maret memperjelas nama Lemon kepada Sinta Zega.


"Oohhh" Sinta hanya mengatakan Oh, lalu dia berdiri dan berjalan kearah Api unggun.

__ADS_1


Namun tidak menunggu lama, Lemon kembali dengan beberapa ekor Ayam liar ditangannya, kemudian dia serahkan kepada Maret untuk segera dilakukan eksekusi, karena Perut mereka sudah mulai bergetar.


Ditempat lain didalam Kuil Lembah mondrowe, Fanolox membuka matanya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Dasar Anak B" jingan! Ternyata dia sudah membunuh Ki Buyut dan beberapa Master Taekwondo" Ujar ketus Fanolox dengan nada dingin.


Kemudian dia turun dari tempat Meditasinya, dia berjalan keAula utama Lembah Mondrowe, kemudian dia memanggil seluruh Orang-orangnya, terutama Berys.


Tinggal Berys yang masih tersisa Master Terhebat di Lembah Mondrowe.


Fanolox menatap semua orang-orang dengan tatapan yang penuh arti, kemudian dia meremas pegangan Kursi kebesarannya.


"Kalian semua!! Harus membalaskan kematian saudara-saudara kita, Daman dan Ki Buyut beberapa Master terbaik Lembah Mondrowe sudah tewas ditangan Anak Sialan itu! Lemon" kata Fanolox dengan emosi yang menggebu-gebu sambil menggertakan giginya.


Wajah semua orang menjadi sangat dingin, ketika mereka mendengar penuturan dari ketua Kuil, dan pembalasan atas kematian saudara-saudara mereka.


"Ketua! Ijinkan saya dan beberapa Master Taekwondo yang lain, mencari dan membawa anak itu kehadapanmu" Ucap Berys tegas sambil dia merentangkan tangannya didada, pertanda meminta ijin dari sang ketua Kuil.


Fanolox menatap Berys dengan tatapan yang penuh arti, kemudian dia menghela nafas panjangnya "Baiklah.. Kamu dan beberapa orang lain saya ijinkan untuk pergi, tapi kalian harus Janji untuk membawanya kesini hidup atau Mati, kita akan meletakan kepalanya didepan gerbang Perguruan ini, sebagai pengingat tentang saudara-saudara kita yang telah gugur".


"Baik" Fanolox berkata singkat sambil menganggukan kepalanya, kemudian dia menyandarkan tubuhnya kekursi kebesarannya sambil menatap langit-langit Plafon Aula itu.


"Saya masih ragu dengan kekuatan Berys, apakah dia masih mampu menandingi kekuatan anak itu?" Gumam Fanolox dalam hatinya.


"Saya harus menghancurkan bocah sialan itu! Biar saya menjadi figur untuk menjadi ketua di Kuil Lembah Perguruan ini" Kata Berys dalam hati, sambil dia tersenyum sinis dan berpaling pergi.


Keesokan harinya didalam Gua, Lemon mengajak mereka untuk melanjutkan perjalanan, supaya mereka cepat sampai dipedalaman hutan Pulau Tello.


Setelah mereka berjalan cukup jauh, Lemon mendengar ada suara orang-orang dari arah hutan, sehingga dia menghentikan Sinta dan Maret.


"Kenapa Kak? Kok kita berhenti" tanya Sinta Zega penasaran.

__ADS_1


"Ssuusst.. Pelankan suaramu, ada suara orang-orang dari dalam hutan sana, kita tunggu sampai mereka kelihatan" Lemon berkata sambil menghujuk kearah Hutan.


Mereka langsung bersembunyi dibalik Pohon besar, namun tanpa disengaja Maret Silalahi menahan Tubuh Sinta dari belakang, sehingga mereka kelihatan sedang dalam keadaan kuda-kudaan atau menungging.


Hahahaaa... Sekedar Hiburan Bosku.. Ayo kita lanjut.


Lemon memutar pandangannya kearah belakang, namun dia sangat terkejut ketika melihat Sinta dan Maret Silalahi sedang dalam posisi menungging, karena posisi mereka sekarang menunduk setengah badan saja.


Sinta yang merasakan tatapan aneh dari Lemon, karena Lemon melirik mereka secara intens dan bibir Lemon menyungging dengan senyuman.


Tiba-tiba dia meraba pinggangnya yang sudah dikukung oleh Maret Silalahi, sehingga dalam sekejap Sinta memutar badannya dan sontak saja dia berada dalam pelukan Maret Silalahi, yang membuat Mata Maret bersorak ria sekaligus terkejut.


"Dasar Otak Mesum!! Kau berani mengambil kesempatan" Sinta Zega langsung mendorong tubuh kekar Maret Silalahi, yang membuat Maret Silalahi terseret jauh kebelakang.


"Hahahaha... Pelukan pertama kan?" Lemon tertawa terbahak-bahak, sambil dia ngeledek Sinta Zega.


"iissst.. Apa-apaan kakak ini juga!" Ketus Sinta dengan cemberut sambil dia menghentakan kakinya ditanah.


"Kak Sinta!!" Teriak seorang gadis cantik yang sudah berdiri dihadapan mereka. Sontak saja Sinta langsung memutar badannya dan melihat kearah suara itu.


"Dek Yani" Balas Sinta sambil berteriak sambil dia melangkah dengan berlari kecil kearah Yari dan beberapa orang lainnya.


"Kak.. Kami sudah mencari kakak kemana-mana, kenapa kakak berada disini, dan siapa mereka" tanya Yari dengan nada penasaran sambil dia melirik kearah Lemon dan Maret.


"Heem.. Ceritanya panjang, nanti kakak ceritain apa yang sudah kakak alami, yang penting sekarang kita sudah berkumpul" jawab Sinta kepada Yari.


Sinta Zega dan Yari Zega berserta dengan beberapa orang yang lainnya, menoleh kearah Lemon dan Maret Silalahi.


Yari Zega sontak saja terkejut ketika melihat Maret Silalahi, dia tiba-tiba saja teringat dengan kejadian diatas kapal perintis beberapa hari yang lalu.


Lemon tersenyum santai kepada kelompok Sinta, kemudian dia berkata "Sekarang kamu sudah berkumpul dengan keluargamu, kamu sekarang sudah aman, maka kita berpisah dan kami mohon Pamit".

__ADS_1


Selesai berpamitan Lemon dan Maret Silalahi langsung berbalik pergi, namun sebelum mereka melangkahkan kaki dari tempat itu, Sinta Zega berkata: "Kak.. Makasih untuk semuanya ya? Apakah kita bisa bertemu lagi".


Lemon memutar badannya lalu berkata menjawab "Kalau ada waktu kita akan bertemu kembali".


__ADS_2