PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 179. Teh Racikan Dewi


__ADS_3

Dewi melirik Lemon ketika dia selesai berkata menjawab pernyataan Pak Yosa dan Bu Meti, dia berharap didalam hatinya, Lemon juga ikut memberikan Pujian.


"Heemm.. Wanginya biasa saja kok, gak ada yang istimewa" Ujar Lemon dengan wajah datarnya, yang membuat wajah Dewi langsung berubah masam.


Dewi memicingkan bibirnya, kemudian dia berdiri sejajar dengan bu Meti, dengan sedikit wajah cemberurnya.


Bu Meti yang memiliki perasaan ke ibuan dan wanita, dia langsung menatap Lemon dengan tatapam tajamnya, dipenuhi dengan berbagai Arti "kamu berikan dia pujian" bisik bu Meti dengan hanya menggerakan bibirnya.


Dengan perasaan bercanda, Lemon memutar bola matanya, kemudian dia berkata: "Oh Ternyata Aromanya sangat Khas, aku baru mencium aroma teh seperti ini".


Lemon berkat-kata dengan nada terpaksa, yang membuat Dewi sedikit mencibir.


" Tuan! Aromanya Tehnya sangat wangi, saya jadi ngiler deh" Maret Silalahi tiba-tiba angkat bicara.


"Oh iya.. Boleh Boleh.. Ini silahkan kamu ambil" Jawan Lemon yang membuat Wajah Dewi kembali ceria, karena dia barusan mendengar pernyataan dari pihak lain.


"Baik Tuan!! Terimakasih" Jawab Maret dengan sedikit membungkukan tubuhnya, sambil dia meraih Gelasnya.


Maret Silalahi meraih satu cangkir Teh, kemudian dia langsung duduk dikursi yang berada dipojok.


Lemon melirik Dewi yang memasang wajah masamnya kearah Lemon, kemudian Lemon tersenyum sumringah dia menatap Dewi dengan tatapan penuh arti.


"Teh yang kamu racik sangatlah wangi, sampai-sampai membuatku mabuk" Ucap Lemon dengan pujian, yang membuat Pipi Sang Dewi langsung merah merona.


Setelah mereka semua duduk dikursi masing-masing, Lemon menghela nafas pendek kemudian dia berkata: "Ayah, Ibu.. Ini Dewi, anak dari Keluarga Chandra di Kota Gowe, dia adalah Wanitaku, aku berharap Ayah dan Ibu bisa menerimanya dengan berbagai kekuarangannya".


Kemudian Lemon melanjutkan, dia menjatuhkan pandangannya kepada Dewi " Dewi! Ini Ayah dan Ibuku, kami berasal dari keluarga Miskin, aku berharap kamu juga bisa menerima keadaan kami apa adanya".


Pak Yosa dan Bu Meti hanya diam sejenak, ketika mereka mendengarkan pernyataan dari mulut Lemon, Karena mereka tau jelas bagaimana Keluarga Chandra dikota Gowe, Bahkan Perusahaan Restu Chandra sampai di Desa Tora.


"Nak!! Apakah kamu tidak sedang bermimpi?? Kenapa kamu bisa membawa Nona Besar keluarga chandra dikeluarga kita? Kamu jangan mencari masalah" Pak Yosa berkata dengan perasaan terkejut, sampai-sampai dia duduk tegap dikursinya.


"Iya Nak! Kamu jangan banyak bermimpi, Kita bisa dituntut oleh keluarga Chandra" Ujar Bu Meti dengan perasaan yang sangat kacau.

__ADS_1


Dewi tersenyum lebar ketika dia mendengar pernyataan dari kedua orang tua Lemon.


"Tante dan Paman jangan kuatir, saya bersama Lemon sudah diketahui oleh Ayah dan Ibuku" Ujar Dewi sambil menggenggam tangan Bu Meti.


"Iya Bu.. Ayah tidak usah kuatir, karena Aku dan Dewi sudah minta ijin sebelum berangkat kesini" Ujar Lemon dengan senyuman lebarnya.


Dengan menghela nafas legah, Pak Yosa dan Bu Meti merasa tenang, namum Bu Meti merasa sungkan, setelah dia baru mengetahui identitas Dewi.


Dewi yang memiliki kecerdasan yang tinggi, dia langsung menyadari kesungkaan Bu Meti kepadanya.


"Hehhee.. Ibu Jangan bersikap seperti itu, ibu jangan merasa sungkan, anggap saja aku ini Anakmu dan aku juga menganggap kalian semua Ayah dan Ibuku, aku bahagia bisa bertemu dengan kalian semua" Ucap Dewi dengan senyuman bahagia terpancar dari mulutnya.


Bu Meti dan Pak Yosa langsung tersenyum sumringah, setelah mereka mendengar pernyataan dari Dewi.


Lemon memperkenalkan Maret Silalahi, dengan menyembunyikan Identitasnya dia mengatakan Maret sebagai pengawal dari Dewi.


Keesokan paginya, Lemon dan Dewi bersiap untuk pergi ke Rumah sepupunya yang akan melangsungkan perkawinan.


Lemon bersama Ayah dan Ibunya, Mereka pergi dengan naik Mobil Alpardnya menuju rumah sepupunya.


Lemon memarkirkan Mobil dihalaman rumah, Lemon menjadi Supir karena Maret Silalahi disuruh Lemon untuk dirumah saja.


Ketika mobil Lemon terparkir, mata semua orang yang berada didalam Rumah, langsung menoleh memindai siapa pemilik Mobil tersebut.


Karena sudah menjadi kebiasaan dikampung Tora, ketika ada Acara maka semua orang satu kampung berkumpul untuk membantu, ada yang bekerja memasang Tenda, Umbul-umbul dan berbagai macam keperluan lainnya.


Lemon beserta keluarganya turun dari dalam mobil, kemudian mereka berjalan kedalam rumah, yang langsung mereka disambut oleh Bibinya dan Sepupunya yang akan melangsung pernikahan besok.


"Ririn! Apa kabarmu?" sapa Lemon dengan nada Antusiasnya.


Ririn melebarkan senyumanya, dia langsung menghampiri Lemon dan menjatuhkan tubuh mungilnya didalam pelukan Lemon.


Ririn merupakan Bunga Desa dikampung tersebut, karena Ririn memiliki paras cantik dengan kulit langsat, namun tingginya saja yang sedikit pendek.

__ADS_1


Ririn merupakan pujaan semua pria di Desa Tora, sehingga dia menjadi incaran dari beberapa Pria hidung belang, termasuk Calon Suaminya yang akan melangsung pesta pernikahan besok.


Calon Suami Ririn merupakan Duda Kaya di Kampung Tora, dengan umur yang sangat jauh berbeda dari umurnya Ririn.


Ririn langsung menarik tangan Lemon kesamping Teras Rumahnya, kemudian dia betkata dengan Nada Masamnya "Kak Lemon kenapa baru terlihat, sudah berapa tahun aku gak pernah lihat kak Lemon".


Tiba-tiba Ririn menjatuhkan pandangannya kebelakang Lemon, karena dibelakangnya Lemon telah berdiri Dewi.


"Kak! Dia siapa, apakah dia pacarnya kakak? Cantik sekali" Ujar Ririn yang pandangannya terus tertuju kearah Dewi.


Ririn melangkahkan kakinya kearah Dewi, dengan senyuman lebar dia langsung menyalami Dewi.


"Maaf mbak.. Apakah mbak Pacarnya kak Lemon?" Kata Ririn dengan wajah penasaran, dia terus memutar pandangannya kepada Lemon dan Dewi.


"Heeemm.. Namanya Dewi Chandra, dia adalah Wanita kakak" Jawab Lemon singkat namun penuh dengan senyuman.


"Kakak cantik sekali! Pasti kakak berasal dari keluarga Kaya ya? Lihat saja Gelang dan Cincin kakak sangat mahal" Ketus Ririn dengan candaan.


Walaupun Gadis itu besar di Desa, namun dia tidak ketinggalan dengan informasi-informasi terkait barang-barang Mewah.


Dewi tersenyum kepada Ririn, kemudian dia berkata: "Kamu juga cantik, ini ambilah untukmu karena saya belum sempat membelikanmu hadiah" sambil dia melepaskan gelang Emasnya yang melingkar ditangan kirinya.


"Tidak usah mbak! Jangan! Jangan.. Tidak usah mbak repot-repot memberikan itu padaku, asal kak Lemon dan Mbak Dewi hadir diacara Pesta Pernikahanku Besok, aku sudah sangat bersyukur" Ujar Ririn dengan menolahk pemberian Dewi dengan halus.


"Gak apa-apa ambil saja, mbak ikhlas kok memberikan ini padamu" Sahut Dewi dengan langsung memberikan gelang emasnya ditangan Ririn. Namuj Ririn tidak lagi menolak, karena dia takut jika dia terus menolak maka bisa-bisa Dewi akan tersinggung.


Ririm menerima gelang Emas yang diberikan Dewi, kemudian dia langsung menunduk ketika Dewie mengucapkan selamat akan menempuh hidup baru.


Lemon mengerutkan keningnya, dia merasakan ada yang salah dengan adik sepupunya tersebut.


Lemon yang memiliki Kekuatan Spiritual, dia langsung memindai Ririn dengan kesadaran ilahinya.


Tidak menunggu lama Lemon langsung menarik kembali Kesadaran Ilahinya, dia langsung menggelengkan kepalanya pelan.

__ADS_1


"Apa ada masalahmu? Kalau ada masalahmu tidak apa kamu bercerita padaku" Kata Lemon dengan memandang Ririn yang penuh dengan pertanyaan.


Ririn mengangkat wajahnya, dia memandang Lemon dengan mata yang berkaca.


__ADS_2