PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 143. Batu Giok Zamrud untuk Lemon


__ADS_3

"Heeii Sialan!! Lepaskan aku! Aku berjanji akan membunuh kalian semua jika Tuan saya kenapa-napa dan terjadi sesuatu kepadanya" Kata Maret Silalahi dengan kasar.


Didalam kedalaman air laut, Lemon langsung menusukan Pedang Emasnya tepat dikepala Monster itu, namun sebelum Lemon menghunuskan pedangnya, Tangan Monster itu berhasil meraih kaki Lemon dan melemparkannya dengan keras.


Lemon terlempar jauh kebelakang, dan dengan kecepatan kilat dia terbang kembali kearah Monster itu, Lemon langsung melemparkan Tombak Artefaknya dan diikuti dengan salakan petir dari Pedang Emasnya.


Lemon sengaja mengecoh monster itu dengan melemparkan Tombak Artefak Nias Selatannya, sehingga Monster itu langsung mengelakan diri dari Tombak Artefak yang dilemparkan Lemon, namun tanpa dia sadari tiba-tiba salakan petir menghantam kepalanya, yang membuat kepalanya langsung terbelah menjadi dua bagian.


Lemon langsung menggerakan tangannya, kemudian Tombak artefak kembali kedalam genggamannya lalu menghilang, namun Lemon dikejutkan dengan sinaran cahaya yang berwarna merah gelap tapi sangat terang.


Kemudian Lemon berenang mendekat kearah Monster itu yang sudah tidak bernyawa lagi, tiba-tiba mata Lemon terbelalak dengan apa yang dia lihat.


Lemon mendapatkan Batu Giok Zamrud yang berwarna Merah gelap sebesar genggaman anak bayi.


Sehingga dalam sekejab Lemon langsung meraih barang langka tersebut, kemudian dia menyimpannya kedalam saku celananya, dan dia langsung terbang kembali keatas permukaan air laut.


Ketika Lemon sampai diatas permukaan, dia menghembuskan nafasnya dengan panjang, kemudian dia sangat terkejut ketika melihat sekelilingnya dia tidak mendapatkan keberadaan kapal perintis.


"Dasar Manusia laknat! Mereka meninggalkanku begitu saja, ketika aku menyelamatkan mereka dari kejaran si Monster Ikan Paus Peregocetus" Batin Lemon dalam hatinya.


Lemon menghubungkan indra ilahinya dengan Naga Emas, sehingga dalam hitungan detik Kabut Putih Muncul dan berubah menjadi Naga Emas.


"Mohon Maaf Tuan Nababan, apa yang ingin hamba lakukan untuk Tuan Nababan" kata Naga Emas dengan penuh hormat.


"Tolong antarkan saya mengejar kapal perintis itu disana" Titah Lemon kepada Naga Emasnya. "Baik Tuan Nababan, saya akan melakukannya dengan senang hati" Jawab Naga Emas yang langsung membungkukan tubuhnya, dan langsung ditunggangi oleh Lemon, lalu mereka langsung terbang melesat kearah Kapal Perintis.

__ADS_1


"Tuan Lemon!! Saya ini memang manusia yang tidak berguna, saya tidak bisa berbuat apa-apa ketika anda berada didalam bahaya" Kata Maret Silalahi dengan wajah sedih, dia berlinang air mata ketika dia berkata-kata, dengan tanganasih diikat dibesi diluar dek kapal.


Perlahan-lahan semua orang satu persatu masuk kedalam kapal, mereka meninggalkan dek luar kapal, karena mereka mengira kalau Lemon sudah meninggal diterkam oleh Monster itu.


Maret Silalahi hanya menatap kearah laut, dengan masih penuh harap Lemon masih dalam keadaan baik-baik saja.


Pria berjubah putih mendekati Maret Silalahi, kemudian dia melepaskan ikatan Maret karena dis melihat Maret sudah tenang, dan juga Monster itu sudah tidak terlihat lagi.


Setelah melepaskan ikatan Maret, Pria berjubah hitam berkata "Maaf Saudara, saya turut berbela sungkawa atas kepergian saudaramu itu" sambil dia menepuk-nepuk pundak Maret.


Namun Maret tidak berkata apa-apa, dia hanya terus menundukan kepalanya sambil memegang besi pagar kapal.


Pria berjubah putih meninggalkan Maret sendirian, dia berjala masuk kedalam kamarnya karena waktu juga sudah berganti malam sehingga suasana pemandangan lautan menjadi semakin mencekam.


Satu jam kemudian, Maret Silalahi masih duduk bersimpuh dilantai, dia merenungi bagaimana dia menjelaskan tentang Lemon yang sudah mati diterkam Monster laut.


Maret Silalahi mengenadah kepalanya, ketika dia mlihat cahaya keemasan dari tubuh naga emas, seketika dia berdiri ketakutan karena dia mengira, makhluk itu adalah musuh yang akan menyerang kapal mereka.


Namun dia tiba-tiba tertegun ketika Naga Emas sudah menginjakan kakinya diatas kapal, kemudian Lemon melompat turun dari atas punggung Naga Emasnya, mata Maret Silalahi berbinar bersinar bagaikan dia melihat Gadis Cantik bak gitar spanyol.


"Tuan Lemon! Tuan Lemon" Teriak Maret Silalahi sambil dia berlari pelan memegang dan mencium tangan Lemon.


"Kamu kenapa?? Kenapa kamu seperti orang yang sedang kesurupan" tanya Lemon dengan heran.


"Tidak Tuan! Saya pikir anda sudah tewas diterkam Monster itu, saya sudah berusaha menghentikan kapal sialan ini, namun mereka malah mengikat saya dibesi ini" Ujar Maret dengan menggertakan giginya, sambil dia memukul pagar besi tempat dia diikat tadi.

__ADS_1


Dengan perasaan marah, Maret Silalahi menatap tajam kearah ruangan kapten, sehingga Lemon yang sudah mengerti maksud Maret, dia langsung menegur Maret "Sudahlah! Kamu jangan mengganggu mereka lagi, toh saya sudah/selamatkan kan?".


"Ba.. Baik Tuan, saya mengerti" Jawab Maret Silalahi Singkat sambil memungkukan tubuhnya. Sementara Naga Emas langsung berubah menjadi kabut putih, ketika Lemon mengangkat tangan kanannya, dan dalam sekejab Kabut itu langsung terhisap dalam jemari Lemon.


"Ayo kita masuk kedalam, mari kita Istirahat karena sepertinya besok pagi kita baru sampai dipelabuhan Pulau Tello" Ucap Lemon sambil melangkahkan kakinya, dengan diikuti oleh Maret Silalahi dari belakang.


Suasana diatas kapal menjadi sangat Sunyi senyap, karena mereka semua ketakutan dengan Monster Ikan Paus Peregocetus, karena menurut perkiraan mereka Jika Monster itu mengejar mereka, maka tidak ada lagi harapan yang memberikan bantuan, dan tentunya mereka semuanya akan mati.


Sesampainya mereka didalam kamar, Lemon menyuruh Maret Silalahi untuk mencari makanan dikasir penjualan kapal, sementara dia menunggu saja didalam bilik kamar mereka, namun sebelum Maret melangkah pergi dia mengingatkan Maret untuk tidak memberitahukan tentang keberadaannya.


Maret Silalahi menganggukkan kepalanya sebelum dia beranjak pergi, karena dia merasa legah ketika Lemon sudah kembali dengan selamat.


Setelah Maret Silalahi keluar, Lemon merogoh saku celananya, kemudian dia mengeluarkan Batu Giok Zamrud yang sebesar genggaman bayi.


Lemon memperhatikannya secara inci, kemudian dia hanya bisa menghela nafas panjang, dia tidak menyangka untuk mendapatkan Batu Giok Zamrud ini memerlukan Energi Qi yang sangat besar.


Setelah memperhatikan beberapa saat, akhirnya dia berpikir untuk menjadikan Batu Giok Zamrud ini sebagai bahan Kultivasi, karena dia merasakan Aura Energi yang sangat kuat dari Batu Giok tersebut.


"Semoga saja aku punya waktu luang untuk memurnikan Kekuatanku dengan Batu Giok ini" Ujar Lemon dalam hatinya.


Tidak menunggu lama Maret Silalahi akhirnya kembali, dengan dua kantongan plastik ditangannya, kemudian mereka langsung makan dengan lahapnya, dan setelah itu mereka memilih untuk tidur.


Keesokan paginya, Kapal Perintis bersandar dipelabuhan Pulau Tello, dengan suasana Kampung yang sangat Asri, dan udara yang sangat sejuk membuat penciuman menjadi segar dan tenang.


Lemon menghirup udara segar, kemudian dia merasakan adanya Kekuatan Energi Spiritual di Pulau itu, yang membuat dia menjadi penasaran dan menatap seluruh pulau itu dengan seksama.

__ADS_1


Lemon dan Maret Silalahi turun dari atas kapal, mereka berjalan menuruni tangga yang sampai langsung ditanah.


Wajah semua orang menjadi terkejut, ketika mereka menatap Lemon yang sedang berjalan santai.


__ADS_2