PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 106. Marko Kerjasama dengab Eben Haezer


__ADS_3

Lemon penasaran dengan apa yang dikatakan Hasrat, tentang Desa makhluk astral yang ada di daerah Gunung Mosoe.


Kemudian Lemon bergegas menuju kamarnya, setelah didalam kamar, dia langsung mengambil gelang Giok miliknya, lalu dia membacakan mantranya, sehingga dalam sekejab dia sudah berada digubuk ditepi sungai susua.


Lemon berjalan keluar, kemudian kilatan cahaya turun dari atas langit, duduk bersilah diatas batu besar didekat gubuk.


"Kenapa kamu mencariku" tanya Elisama kepadanya, kilatan cahaya yang turun dari atas itu adalah Elisama.


"Kek! Saya penasaran, apa betul digunung Mosoe itu, terdapat Desa Makhluk astral, dan apakah benar mereka selalu menjadikan manusia sebagai tumbal mereka" Lemon menjelaskan dengan rinci, seperti apa yang didengarnya dari Hasrat Naibaho.


Ditempat lain, Marko bersama Vina sedang silaturahmi dengan Ayahnya David Laiya didalam penjara.


"Apa kamu sudah menemukan keberadaan Anak itu" tanya David Laiya penasaran. "Masih belum Ayah, saya tidak menemukan Lemon selama beberapa bulan terakhir" Ucap Marko jujur.


"Bruuks" suara meja terdengar, ketika David Laiya memukul meja, sambil dia berkata: "Kamu memang dasar anak yang tidak bisa berbakti, mencari anak ingusan seperti itu saja kamu tidak mampu! Apa yang kamu pelajari selama ini dibangku sekolah.. Hah.. Kenapa kamu tidak bisa memutar otakmu, memangnya isi otakmu itu apa? Hah" Davi Laiya menggertakan giginya dengan sampai gemetar.


Raut wajah Marko terlihat sangat Kusam, ketika Ayahnya memukul meja dihadapannya, Kemudian David Laiya berkata tegas "Lebih baik kamu pergi ke kuil Lembah Mondrowe, kamu cari guruku yang bernama Ki Buyut, saya percaya dia pasti mengatasi Lemon".


"Baik Ayah, saya usahakan untuk pergi kesana" Ucap Lemon sambil dia menatap kasihan kepada ayahnya.


Selesai berkata, Marko dan Vina langsung pergi dari tempat itu.


David Laiya yang melihat Marko bersama Vina dia hanya membantin dalam hati "Dasar Anak Nakal, sudah berapa kali saya tegur dia, untuk jangan bermain perempuan, tapi dia sama sekali tidak mendengarkanku! Heem".


Setelah sampai diluar penjara, Marko langsung masuk kedalam Mobilnya, kemudian dia melakukan panggilan telepon "Hallo Tuan Muda, apa yang bisa saya bantu" Suara terdengar dari ujung telepon.


"Tolong kamu selidiki, siapa Lemon yang telah mengalahkan orang-orang Master dari keluarga kami, saya ingin tahu identitasnya" ucap Marko datar, dengan wajahnya dipenuhi dengan niat membunuh.

__ADS_1


"Baik Tuan, akan saya laksanakan segera" ucap orang itu diujung telepon.


Orang yang ditelepon Marko adalah Eben Haezer, yang merupakan bawahan Ardin Kenzo Inspektur kepolisian.


Tidak menunggu lama, HP marko tiba-tiba berdering, Marko melihat HP kemudian senyuman terlihat disudut bibirnya.


"Hallo! Bagaimana?" Marko berkata dengan santai.


"Orang yang telah menundukan dan menghancurkan reputasi keluarga Laiya, Namanya... Namanya Lemon, Lemon Nababan, seorang Mahasiswa disalah satu Universitas dikota Gowe, dia berasal dari keluarga Miskin dari Desa Tora" Eben Haezer menjelaskan secara detail kepada Marko.


Tubuh Marko bagaikan tersengat Listrik yang 100 volt, ketika dia mendengarkan penjelasan dari Eben Haezer.


"Tidak! Tidak..tidak mungkin dia.. Bagaimana mungkin, anak pengecut itu memiliki kemampuan setara diatas Master Taekwondo" Marko berkata pelan, masih memegang HPnya.


"Halo Tuan Muda! Apa kamu baik-baik saja?" Eben Haezer berkomentar dari ujung telepon.


"Baik Tuan Muda, saya akan selalu siap membantu Tuan Muda" Eben Berkata Hormat diujung telepon, setelah selesai berkata sambungan telepon langsung terputus.


Vina yang melihat ekspresi Marko sangat kusam, dia bertanya dengan pelan "Marko, ada apa? Apa ada Informasi tentang dia?".


Marko yang berdiam mematung, dia hanya terus menatap kearah depan, dia hanya berkata kecil menjawab pertanyaan Vina "Benar! Ternyata Lemonlah yang telah menghancurkan Reputasi keluargaku, aku akan meminta pertanggungjawabanya" Marko mengepalkan tinjunya, sambil memukul setir Mobilnya.


Hubungan Eben Haezer dan Keluarga Laiya adalah, Eben Haezer pernah ditolong oleh keluarga Laiya, sewaktu Eben mengalami kecelakaan dipinggiran kota, dan hampir saja dia kehilangan nyawanya, jika dia tidak diselamatkan tepat waktu.


Sehingga setelah Eben Haezer telah sembuh, dia menyerahkan seluruh kemampuannya untuk melayani keluarga Laiya.


"Ya Sudah! Kita cari bersama-sama, dimana Anak pengecut itu berada sekarang" vina ikut menimpali kata-kata Marko, yang masih terlihat kesal itu.

__ADS_1


Marko langsung menancap gas, sehingga dalam sekeja mereka langsung menghilang dari tempat itu.


Kembali lagi ditepi Sungai Susua, dimana Lemon dan Elisama sedang duduk berhadapan diatas batu besar, "Jadi itulah sebabnya, kenapa saya menyuruhmu kesana, untuk membatasi pergerakan makhluk-makhluk astral itu, karena selama ini, sudah banyak korban lantaran ulah mereka".


"Kamu telah berhasil melumpuhkan mereka, yang menjadi raja mereka adalah, Ular Raksasa Titanoboa itu, tidak jarang bahkan selama berabad-abad, tidak ada Manusia yang sudah pernah melumpuhkan Ular Raksasa itu, Ketika Kamu sudah mengambil Pedang Emas, dan Monster Raksasa itu sudah kamu lumpuhkan, maka secara otomatis hubungan antara Dunia Manusia dan Alam Desa Jadi-Jadian itu, tertutup dengan sendirinya, terkecuali apabila kamu kembali kedalam Gua itu lagi, yang dengan sendirinya pintu itu terbuka kembali" Tutur Elisama, sambil menghela nafas panjangnya.


"Berarti saya tidak boleh lagi kembali keGunung Mosoe Kek?" Tanya Lemon dengan wajah penasaran.


"Kamu boleh pergi kesana, asalkan! Jika kamu kembali kedalam Gua itu lagi, kamu harus memusnahkan seluruh


penghuni Desa siluman itu, tanpa terkecuali" Kata Elisama menatap Lemon.


"Apa yang terjadi kalau saya tidak memusnahkan mereka semua?" Tanya Lemon penasaran.


"Heeemm.. Kamu akan mengalami, seperti yang diceritakan oleh temanmu itu, dan bisa saja kamu akan terjebak disana untuk selamanya" Elisama berkata sambil *******-***** jarinya yang sudah terlihat tua itu.


Lemon hanya diam tak berkata-kata, ketika dia mengingat akan kejadian dirinya dengan Devi, "beruntunglah saya tidak diperdaya oleh gadis siluman itu" batin Lemon dalam hatinya.


"Ada lagi yang ingin kamu tanyakan?" Ucap Elisama sambil menatap Lemon yang masih terlihat berpikir.


"Kenapa saya selalu dikatakan, titisan Dewa Perang Kek?” tanya Lemon lagi, tentang siapa dirinya sebenarnya.


"Saya tidak punya Hak untuk memberitahumu tentang hal itu, tapi kamu akan tahu sendiri ketika bulan Purnama bulan dua belas, makanya saya selalu mengingatkanmu, agar kamu harus fokus untuk latihan dan mempersiapkan dirimu sekuat-kuatnya, untuk menghindari segala macam kemungkinan yang akan terjadi" Ujar Elisama Tegas kepada Lemon.


"Baik Kek! Saya akan fokus latihan dengan sungguh-sungguh" Jawab Lemon seraya dia membungkukan badannya.


Ketika Lemon membungkuk hormat, seketika Elisama langsung menghilang dari tempat itu, yang membuat Lemon sangat terkejut dan hanya bisa menghel nafas panjang.

__ADS_1


Lemon mengeluarkan Gelang Gioknya, dalam sekejab dia sudah kembali didalam kamar rumahnya, dipuncak Villa Ginting.


__ADS_2