
"Nak... Kamu jangan menilai seseorang dari luarnya saja, walaupun penampilan sederhana, tapi kita tidak tahu hatinya" Lili berkata sambil mengelus punggung putrinya.
"Apakah kamu punya foto temanmu itu..?? Siapa tahu ibu bisa mengenalnya" Lili bertanya kepada Dewi.
"Tidak ada bu.. Tapi.. Biar saya usahakan besok kalau kami ketemu dikampus" Dewi berkata sambil memegang tangan ibunya.
'Ya sudah.. Ndo.. Kamu Tidur! biar wajahmu yang kusam itu, terlihat cantik kembali esok pagi" Lili berkata dan bergegas pergi dari kamarnya Dewi.
Dewi langsung membanting tubuh indahnya di Tempat tidur, ketika ibunya sudah pergi keluar.
Ditaman Rumah Song, Lemon duduk bersama dengan Valen Song, ketika mereka sudah selesai makan malam bersama.
Lemon tiba-tiba melihat lintasan cahaya, yang dikirim oleh kekuatan Raja Naga melalui Kesadaran Ilahinya, Raja Naga melihat adanya tanda bahaya, yang mengintai Valen Song dan Keluarganya.
Valen song akan menghadapai pertempuran keluarga, dalam waktu beberapa hari kedepan.
Untuk itu Valen Song dan beberapa keluarganya, haruslah hati-hati jika berpergian keluar Rumah.
Dalam kesibukan mereka berbicara, Lemon tiba-tiba berkata kepada Valen Song.
"Maaf Tuan Patriak... Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan, tapi saya berharap Tuan Patriak tidak marah maupun terkejut" Lemon berkata jujur.
"Ada apa Tuan Lemon silahkan katajan saja" Valen Song berkata dengan wajah penasaran, sambil memegang pegangan Kursi Patriaknya.
"Begini Tuan.. Saya melihat ada keluarga lain yang mengincar Tuan Valen, mereka ingin menghancurkan Keluarga Song dari Kota ini, saya berharap Tuan harus hati-hati jika keluar rumah, dan bukan hanya Tuan, termasuk dengan Tetua keluarga dan anggota keluarga yang lain" Lemon mengatakan dengan wajah bimbang.
Mendengar perkataan Lemon, Valen Song dan beberapa Tetua keluarga lainnya, hanya bisa menatap langit-langit malam, dan menghela nafas panjang.
Keheningan menyelimuti tempat itu selama beberapa menit, Lemon juga tidak bisa berkata apa-apa setelah mengetahui masalah itu.
Setelah termenung cukup lama, Valen Song membuka suara, "Apakah Tuan Lemon.. Mengetahui, Siapa keluarga yang mengincar keluarga kami".
"Mohon maaf Tuan Patriak, saya tidak bisa melihat soal hal itu, tapi yang Jelas itu pasti keluarga yang sering bersaing dengan keluarga anda" Lemon mengatakan dengan sungguh-sungguh.
Kepala Keluarga Song, Valen Song hanya meremas kursi patriaknya, karena perasaannya yang sangat meledak, matanya merah bagaikan udang goreng.
Tiba-tiba Valen Song berdiri dan berjalan dihadapan Lemon, dia langsung berlutut dihadapan Lemon dengan suara gedebuk.
__ADS_1
Lemon dan beberapa tetua keluarga Song, sangat terkejut melihat sikap Kepala Keluarga Song yang berlutut, dihadapan pemuda yang masih berumur 20tahunan.
Lemon mengernyitkan keningnya dan berkata: "Tuan Patriak jangan bersikap seperti ini, kenapa Tuan Song berlutut".
Lemon berjongkok ingin mengangkat Valen Song berdiri, namun Valen Song tidak mau berdiri.
"Saya Mohon Tuan Lemon untuk menolong menyelamatkan Keluarga Kami" Valen Song berkata dengan menundukkan kepalanya.
Dari dalam Rumah, Tiwi Song berjalan menghampiri Lemon dan Ayahnya, dia sedang memegangi keranjang buah, yang diatasnya terdapat beberapa jenis Buah yang sangat terlihat segar.
Buah-buahan itu sengaja dia bawa untuk Ayahnya dan Lemon, yang sedang dia perhatikan Asik mengobrol.
Namun Tiwi sangat terkejut, ketika dia sampai dihalaman rumah tempat Ayahnya bersama Lemon, ayahnya telah berlutut dihadapan Lemon dan mengatakan beberapa hal.
Tiwi Song bagaikan mematung, melihat Ayahnya sedang berlutut dan memohon dihadapan Lemon.
Tiba-tiba Lemon berkata: "Berapa banyak bawahan Tuan Valen, yang sudah berada ditahap Tingkat Master Taekwondo..??" Sambil Lemon membantu mengangkat kembali Valen Song untuk berdiri.
"Tidak banyak..!! hanya sekitar 5 orang" Valen Song berkata jujur.
"Sebaiknya Tuan Valen segera merekrut anggota, untuk menjadi penjaga keluarga Tuan, lebih banyak lebih baik, saya akan membantu Tuan Valen dari belakang" Lemon berkata sambil meminun tehnya.
Lemon, Valen Song dan beberapa tetua keluarga lainnya melihat dengan serentak, ketika tiwi berkata dan berjalan kearah mereka.
"Heemm.. Memang suatu Solusi yang sangat tepat" Valen Song berkata sambil mengelus dagunya yang ditumbuhi jenggot putih.
Valen Song memanggil Yupiter, Yupiter adalah kepala Pelayan Keluarga Song.
"Ada apa Tuan Patriak..?" Yupiter berkata sambil membungkuk.
"Mulai besok.. kamu cari orang-orang yang berada ditingkat Master Taekwondo, ajak mereka untuk bergabung dengan kita" Valen Song berkata tegas.
"Baik Tuan akan saya laksanakan" Yupiter menjawab dengan hormat.
Selesai berkata Valen Song melambaikan tangannya kearah Yupiter, dalam sekejab Yupiter langsung berpaling dan menghilang dari tempat itu.
"Tuan Valen.. Sepertinya saya harus kembali, karena malam sudah semakin larut" Lemon berkata setelah selesai memakan beberapa buah yang dibawa oleh Tiwi.
__ADS_1
"Tuan Lemon, bagaimana kalau keluarga saya diserang dengan tiba-tiba..? Bagaimana saya meminta bantuan anda" Valen Song berkata dengan nada sedih.
"Tidak masalah..!! Silahkan Tuan menelpon saya atau kepala pelayan tuan menelpon saya, dan saya perkirakan dalam waktu dekat ini, mereka tidak akan melakukan gerakan apapun, karena mungkin mereka sedang menyusun strategi" Lemon berkata sungguh-sungguh.
"Baik Tuan Lemon.. Terimakasih atas bantuannya, saya tidak bagaimana saya harus membalas kebaikan tuan Lemon, terhadap keluarga besar saya" Valen Song berkata memuja Lemon.
"Aahh.. Tuan Patriak tidak perlu merasa seperti itu, anggap sajalah kita sebagai Kerabat, yang bisa membantu satu sama lain" Lemon menjawab dengan senyuman manis.
"Baik Tuan saya pamit untuk pergi, terimakasih atas Jamuannya" selesai berkata Lemon langsung bergegaa pergi.
Namun sebelum Lemon pergi, dia dihentikan oleh Tiwi "Biarkan saya antar pulang kak Lemon" Tiwi ingin lebih dekat kepada Lemon, sehingga dia menawarkan diri untuk mengantar Lemon pulang.
"Tidak perlu Non, biar supir keluarga saja yang mengantar saya, karena ini sudah terlalu malam, Non harus ingat tentang Keamanan Non.!! Nona jangan sembarangan keluar rumah, Karena keluarga Nona sekarang dalam keadaan Waspada" Lemon mengangkat tangannya untuk mengingatkan Tiwi Song, agar Tiwi berhati-hati jika keluar Rumah.
"Baik kak.. Terimakasih kakak sudah peduli dengan keselamatn keluarga kami" Tiwi menganggukan kepalanya, bagaikan anak kecil yang menurut dengan ayahnya.
Setelah selesai berkata Lemon langsung bergegas pergi, dan Valen Song bersama anaknya hanya bisa pergi dengan hati yang gundah, mereka pergi ke kamar mereka masing-masing.
Di dalam perjalan pulang, Lemon menyuruh Supir itu untuk mengantarkannya di Rumahnya diperumahan Villa Ginting.
Tiba-tiba Handphondnya berdering: "Hallo.." Lemon menjawab dengan nada biasa saja, karena yang menelponnya adalah Hasrat Naibaho.
"Hallo Tuan.. Kita harus pergi besok pagi, karena kalau kita berangkat kesiangan, maka saya takut tidak ada penginapan yang tersisa, karena penginapan disekitar Puncak Gomo sangatlah terbatas" Hasrat Naibaho berusaha menjelaskan.
"Baik.. Besok pagi Jemput saya di Perumahan Villa Ginting" Lemon berkata tegas.
"Baik Tuan" Hasrat menjawab.
Selesai berkata, sambungan telepon langsung terputus, dan Lemon sudah sampai dihalaman pintu Masuk Villa Ginting.
Sesampainya didepan Rumahnya, Lemon langsung bergegas pergi masuk, setelah mengucapkan terimakasih kepada pak Supir yang mengantarnya Pulang.
Lemon membukakan Pintu Rumahnya, dengan tiba-tiba dia melihat Lintasan cahaya yang sangat cepat, berlari kearah Pintu belakang Rumahnya.
Lemon mengejar cahaya tersebut, namun cahaya itu tidak dapat dia lihat sama sekali, namun dia hanya bisa merasakan Aura yang sangat besar, Energi Spiritual di tempat itu sudah sangat jauh berbeda dari sebelumnya.
Perbedaan AURA tersebut yang membuat Lemon menjadi penasaran, dan ingin mencari tahu darimana sumber Energi tersebut.
__ADS_1
Namun sayangnya ini sudah terlalu malam untuk menyelidikinya, ditambah lagi dia sudah merasa lelah, sehingga dia hanya bisa membanting tubuh kurusnya itu ditempat tidurnya.