
Lemon menatap Marko kemudian dia mengangkat sudut bibirnya, "Kamu tidak pantas berhadapan denganku, kamu harus belajar meningkatkan kekuatanmu terlebih dahulu, baru kamu bisa berdiri dihadapanku" Kata Lemon mencibir, dia sengaja berkata-kata untuk memprovokasi Marko.
"Dasar Anak Sialan! Beraninya kau meremehkanku! Kalian semua! Patahkan seluruh tulang-tulangnya, dan bawa dia menghadap Kakekku Yerfan Laiya" Kata Marko tegas kepada seluruh penjaga dan Master Taekwondo.
Master Taekwondo keluarga Laiya, langsung melesat kearah Lemon dengan pukula mereka masing-masing, yang memiliki kekuatan besar.
Namun Lemon hanya bisa mengangkat sebelah bibirnya, dia langsung menghadang gerakan para master itu, Lemon langsung meraih pergelangan tangan mereka satu persatu, dengan dia berlari bagaikan kecepatan peluru.
Para Master itu terlempar ketanah bagaikan seekor burung, kemudian mereka merasakan seluruh pergelangan tangan mereka telah dipelintir sampai lepas pada tempatnya semula.
Banyak para penjaga yang menyerang dari arah berlawan, dan mereka banyak yang jatuh ketanah dengan suara gedebuk, dan dalam hitungan sepersekian detik berikutnya mereka sudah berada dialam lain.
Suara rintihan memenuhi seluruh tempat itu, banyak dari mereka yang yang sudah tersungkur ketanah bagai udang goreng, Ekspresi Marko seketika berubah drastis.
Marko menggertakan giginya dengan mengepalkan tinjunya, dia kemudian berlari kearah Lemon dengan kecepat kilat, namun seberapa kuat dia mengerahkan kekuatannya, ketika dia meninju dadad bidang Lemon, Tetapi dengan santainya Lemon meraihnya hanya dengan satu tangan, kemudian "Kreek" terdengar suara patah tulang.
Kemudian Lemon menendangnya bagian perutnya, dia langsung terbang melayang bagaikan layang-layang putus, Marko terhempas kebelakang sekitar 10 meter dan dia terpental kedinding, dan Jatuh ketanah dengan suara gedebuk dan kemudian dia memuntahkan seteguk darah.
Marko dengan wajahnya yang pucat, dia tidak menyangka Lemon akan memiliki kekuatan besar seperti itu, kemudian Marko mengangkat tangannya dia menghujuk Lemon "Ka,, ka..Kamu! Darimana kamu.. Mendapatkan kekuatan se,, seperti itu" Marko semakin banyak memuntahkan darah, ketika dia berkata dengan semakin keras.
Marko menahan perutnya yang masih sakit dan agar darahnya tidak banyak keluar, kemudian dia mengumpulkan seluruh tenaga dalamnya untuk bisa berdiri, dengan usaha dan sisa tenaganya dia berhasil merangkak berdiri.
Marko berjalan dengan tergopoh-gopoh setelah dia berhasil berdiri, kemudian dia mengambil pistol yang berada dipunggungnya, dia langsung mengarahkannya kearah dadanya Lemon.
__ADS_1
"Apakah kamu kira.. Kamu bisa lolos dari Peluru ini" kata Marko dengan tatapan yang dipenuhi dengan niat membunuh.
Lemon hanya bisa tersenyum sinis melihat kelakuan Marko yang masih terlihat arogan, kemudian dia berjalan selangkah demi selangkah mendekati Marko.
"Lebih baik kau suruh orang tua itu datang kesini, dan cepat Lepaskan Dewi" Lemon berkata dengan mendominasi dan terdengar sangat mengerikan, yang membuat seluruh bulu kuduk Marko merinding ngeri.
"Heemm.. Kau tidak akan bisa lagi ketemu dengan Dewi, karena dia akan menjadi budak Kakekku untuk selamanya" Marko berkata dengan nada menghina, yang membuat mata Lemon berdenyut karena amarahnya memuncak.
Kemudian dia berlari dengan kecepatan tinggi, dia mengarahkan tendangannya kearah dada Marko, namun sebelum tendangannya mendarat kedada Marko, Lemon melihat sekilas bayangan yang sangat cepat datang kearahnya, sehingga dia dengan cepat mengundurkan serangannya, namun dia terlambat sedikit sehingga Tangan dan Kaki bertabrakan diatas langit.
"Duuaarr" suara tabrakan terdengar memekikan telinga, dan ledakan besar terjadi yang membuat Lemon terpental jatuh kebelakang menyentuh tanah, dan membuat lubang ditanah dengan ukuran yang cukup besar.
Sementara Pihak lain juga mendapatkan dampak yang sangat besar, dan cukup besar sampai-sampai mengakibatkan seluruh tubuh dan bajunya hancur compang-camping.
Yerfan Laiya mengerutkan keningnya, ketika dia mendapatkan lawan yang memiliki kekuatan yang sangat besar, bahkan lebih besar dari kekuatannya sendiri.
"Apakah kau yang bernama Lemon nababan? Hah!" Tanya Yerfan Laiya dengan menggertak, sambil dia mengibas-ngibaskan kedua telapak tangannya dari debu.
"Kalau Aki Aki sudah tahu, maka cepat lepaskan gadis itu, atau" sebelum Lemon menyelesaikan kata-katanya, Yerfan Laiya terlebih dahulu memotongnya.
"Atau.. Atau Apa? Kamu kira saya gentar terhadapmu, kalau saya tidak melepaskan gadis itu, gadis itu akan menjadi bahan kultivasiku untuk selamanya.. Hahaha" Kata Yerfan Laiya terkekeh dan tak bergeming.
"Baiklah kalau itu yang ingin kamu inginkan, hari ini kita akan bertarung hidup atau mati" Kata Lemon tegas.
__ADS_1
"Duaarr" suara tembakan terdengar, namun dengan cepat Lemon langsung menangkap peluru tersebut, kemudian dalam kecepatan tinggi Tombak Artefaknya langsung keluar dari dalam tubuh Lemon, dan langsung menusuk tepat dijantung Marko.
Yerfan Laiya membalikan pandangannya kearah Marko, ketika dia mendengar erangan Marko yang sangat lirih, ketika dia sudah tertusuk Tombak Artefak Lemon.
Yerfan Laiya mengerutkan keningnya, kemudian dia berjalan menghampiri Marko yang sudah terkapar ditanah, dengan bersimbah darah dia menatap Yerfan Laiya.
"Kek!! Tolong sampaikan perminta maafku kepada Ayah, aku sangat menyesal sudah sering membuat dia kesal" Kata Marko lirih sembari tangannya jatuh ketanah.
Yerfan Laiya melepaskan Marko dari dekapannya, dia meletakan Marko diatas tanah, kemudian berbalik dan memandangi Lemon dengan wajah yang sangat suram.
"B"jingan!! Kamu harus membayar atas kematian Cucuku, kamu harus membayarnya dengan nyawamu" Yerfan Laiya berkata getir, seluruh tubuhnya bergetar keras karena marah.
Lemon hanya bisa menatap Yerfan Laiya dengan tatapan sinis, kemudian dia menggerakkan jari-jarinya.
"Kakek Peot!! Saya suka dengan gertakanmu, tapi! Saya tidak pernah gentar untuk menghadapimu Aki-Aki sepertimu" Kata Lemon sambil mengangkat wajahnya keatas langit.
"Sialan! Kamu harus segera mati" Yerfan Laiya berteriak kencang sambil dia berlari kearah Lemon, dengan mengarahkan pukulan kerasnya kearah Lemon.
Melihat serangan yang diarahkan padanya, Lemon memasangkan kuda-kuda bertarungnya, dengan dia mengarahkan seluruh Qi ditangan kanannya.
"Hiaat" suara Yerfan Laiya ketika dia sampai dihadapan Lemon, dan dengan kecepatan kilat dia langsung melepas pukulan kearah dada Lemon, namun dengan sigap Lemon berhasil mengelak.
Yerfan Laiya mengayunkan tangan kirinya, ketika tangan kananya memukul kearah Lemon, namun dengan santainya Lemon menangkis serangan-serangan yang dikeluarkan oleh Yerfan Laiya.
__ADS_1
Tiba-tiba Yerfan Laiya mengarahkan Pukulan terhebatnya kedada Lemon, namun dengan santainya Lemon mengenadahkan wajahnya keatas langit, dia membiarkan pukulan Yerfan Laiya mengena didadanya.
"Duuaar" suara pukulan terdengar didada Lemon, namun Lemon tidak berkedip sama sekali.