PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 193. Gabeja K.O. ditangan Pendeta Rusli


__ADS_3

Pria berbaju putih sedikit was-was dengan kekuatan Gabeja, walaupun dia berkata menghina namun dia sudah mendengar tentang kekuatan dari orang-orang sang petapa dari Watu-Watu.


"Boom" Suara Ledakan terdengar ketika Gabeja menendang Pria Berbaju putih.


Pria Berbaju putih menahan serangam Gabeja dengan kedua tangannya, namun tendangan dari Gabeja sangatlah kuat, sehingga Pria Berbaju Putih terseret kebelakang berkisar 5 meter.


Pria Berbaju Putih menghentakan kaki kananya ketanah, yang membuat tanah menjadi berlobang, sementara kaki kirinya seperti berjongkok.


"Todo Natu.. Aah Batu Soyo (B-jingan K-parat.. Aah batu merah) Ternyata dia memiliki tenaga dalam yang sangat kuat" Batin Pria Berbaju Putih dalam hatinya, sambil tangannya menahan tengkuknya.


Gabeja mengangkat kepalanya keatas langit, dengan perasaan yang tidak bisa diprediksikan.


Tanpa banyak mengulur waktu, Gabeja langsung melesatkan satu tendangan lagi kearah Pria berbaju putih, yang membuat pria berbaju putih langsung berdiri dari tanah, kemudian memusatkan perhatianya kearah Gabeja.


"Duuuaaarrr... Plooong" Suara tangan kedua petarung terus menyerang satu sama lain, yang membuat suasana disekitar menjadi berantakan.


Pria Berbaju Putih ternyata sudah mulai merasakan kekuatannya berkurang, sementara Gabeja sudah mulai berkeringat dingin, punggungnya dipenuhi dengan keringat yang membuat bajunya menjadi basah kuyup.


Pria berbaju putih mulai muncul tetesan keringat dikeningnya, menandakan dia mulai kehabisan energi spritualnya.


Pria berbaju putih menggelengkan kepalanya pelan, ketika dia melihat pihak lawan melakukan serangan membabi buta.


Pria berbaju putih mendorong tubuhnya kebelakang, yang membuat Gabeja menghentikan serangannya dan memilih untuk mundur kebelakang.


Wajah semua orang menjadi melongo, melihat kedua petarung itu sedang mengambil kekuatan inti mereka masing-masing.


Pria Berbaju putih dan Gabeja hanya memberikan tatapan tajam, mereka saling bertatapan satu sama lain.


Pria berbaju putih mengayunkan telapak tangannya, kemudian dari telapak tangannya dikelilingi oleh sinar kuning yang cerah.


Pria berbaju putih mengangkat tangannya keatas, kemudian dia mengarahkannya kearah Gabeja, dalam hitungan detik Sinar Kuning melesatkan kearah Gabeja, yang membuat Gabeja langsung bersalto keatas langit dengan sisa-sisa kekuatannya yang masih ada.


"Boom.. Boom.. Duaar" suara ledakan terdengar menggema, ketika sinaran kuning itu melesat tanpa tekena sasaran, yang membuat tanah menjadi bergetar hebat dan membuat lubang disana.

__ADS_1


Gabeja berputar-putar dari atas langit, kemudian dia jatuh dengan langsung mengambil posisi berdiri.


Namun belum sempat Gabeja berdiri tegak, satu pukulan sinar melesatkan kearahnya, yang membuat dia melongo menatap sinar cahaya yang datang padanya.


Gabeja Langsung dihantam oleh Serangan sinar dari Pria berbaju Putih, yang seketika Gabeja terpental jatuh kebelakang.


Gabeja jatuh kebelakang sekitar 10 meter, dan menghantam tanah dengan suara Gedebuk.


Gabeja memegangi dadanya, yang telah dihantam oleh sihir dari pihak lawan, dan terlihat baju Gabeja mengalami dampak, bagian dadanya sudah sobek dengan nuansa terbakar dipinggirnya.


Perlahan dari sudut bibir Gabeja menetes butiran-butiran darah segar, yang semakin lama semakin keluar dengan jumlah yang terlihat banyak.


Tidak berselang lama, Gabeja akhirnya jatuh ketanah dengan suara gedebuk, dengan mata masih terbuka dan memegangi dadanya, Gabeja telah menghembuskan nafas terkahirnya dan sudah berada di dunia yang berbeda.


Cristof dan beberapa rombongnya yang masih tersisa, hanya menatap dengan tidak berkedip, tidak terkecuali Cristof yang masih termangap dengan mulutnya yang masih terbuka, bisa dimasukan sebutir telur bebek.


"Ti-tidak mungkin.. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi" terdengar beberapa Suara dari rombongan yang masih tersisa.


"Sungguh ilmu yang sangat luar biasa" tak kala ada terdengar suara-suara pujian dari orang-orang disekitar.


Pria berbaju putih mengangkat tangannya keatas langit, tiba-tiba tangannya dikelilingi sebuah cahaya yang sama seperti petir, kemudian dalam sekejab Pria berbaju putih langsung mengarahkan cahaya petir itu kepada seluruh manusia yang masih berada ditempat itu.


"Duurrr.. Dirrr" Suara Hantaman Cahaya petir memborbardir seluruh rombongan Cristof, yang membuat Cristof bergidik ngeri dan gemetaran.


Sementara seluruh rombongan Cristof yang masih tersisa langsung terjatuh ketanah, dengan kondisi tubuh yang sangat mengerikan, seluruhnya telah gosong bagaikan kayu bakar untuk panggang ikan lele.


Suasana menjadi hening seketika, tidak ada suara manusia yang terdengar riuh, tinggal suara burung dan hewan liar yang terdengar ditempat itu.


Cristof menatap semua orang-orangnya dengan perasaan yang tidak bisa dibayangkan.


Pria berbaju putih melihat Cristof dengan tatapan mencibir.


"Kamu saya kasih pilihan! Kamu ikut denganku dan menjadi bawahanku, atau kamu menyusul saudara-saudaramu yang lain ke Alam Baka" Ucap Pria berbaju putih dengan nada datarnya.

__ADS_1


Cristof hanya bisa menundukan kepalanya dengan rasa sedih, dia sekarang tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti kata-kata pria tua yang sedang menatapnya dengan perasaan serakah.


"Boom" Satu serangan menghantam dada Cristof, Pria tua hanya mengibaskan tangannya dalam posisi yang masih berdiri ditempatnya, sementara Cristof merasakan dampak kibasan tangan Pria Berbaju Putih Tao.


Cristof terhempas kebelakang, sekitar beberapa meter kemudian rasa asin mulai memenuhi rongga mulutnya, dalam sekejab darah segar langsung mengalir dari sudut bibirnya.


Cristof hanya memegangi dadanya yang terasa nyeri, dia telah jatuh ketanah dengan posisi berlutut.


"Saya tidak suka sikap manusia seperti itu! Saya butuh jawaban yang mutlak dan tegas!" Ucap Pria berbaju putih ketus.


"Ba-Baik Kek.. Maaf .. Baik Tuan!" Jawab Cristof dengan nada penuh hormat.


"Saya bersedia menjadi pengikutmu, tapi.. Tapi saya tidak cukup kuat untuk berada disamping Tuan" Sambung Cristof dengan nada Hormat.


"Hahahaaa... Bagus!! Saya tidak membutuhkan kekuatanmu untuk saat ini, saya hanya ingin kamu bersedia menjadi bawahanku, dan aku akan mengajarimu beberapa jurus dan ilmu bela diri dimasa depan" Ujar Pria berbaju putih dengan nada bangganya dan tawanya yang membahana.


Selesai berkata Pria Berbaju putih berjalan kearah Cristof, setelah sampai disamping Cristof, dia langsung menotok leher Cristof dengan membacakan beberapa mantra sihirnya.


"Heemm.. Sekarang kau menjadi bawahanku, kamu harus tunduk pada seluruh perintahku" Titah Pria berbaju putih dengan tegas.


"Ba.. Baik Tuan! Saya akan melayani tuan dengan sepenuh hati, saya akan merelakan nyawa saya demi Tuan" Ucap Cristof dengan sungguh-sungguh.


"Eemm.. Baik! Biasanya orang-orang memanggilku Pendeta Rusli dari Perguruan Maufa, kalau kamu namanya siapa?" Ucap Pria berbaju putih tao, yang ternyata adalah Rusli dari perguruan Maufa.


"Namaku Cristof Jonatan Halawa" jawab Cristof dengan mengenadah wajahnya melihat Pendera Rusli.


"Baik.. Mari kita pergi.. Hahahaahaaa" Pendeta Rusli berkata sambil tertawa terbahak-bahak, sembari dia mengajak Cristof pergi dari tempat itu.


Pendeta Rusli dan Cristof Jonatan Halawa meninggalkan tempat itu, dengan beberapa M4yat yang masih berserakan dimana-mana.


Dikediaman Keluarga Chandra, Dewi berjalan masuk kedalam Aula tempat keluarga besar berkumpul.


Dewi melihat Ayahnya sedang berbicara dengan serius kepada kepala pelayan keluarganya.

__ADS_1


Kemudian Dewi menghampiri mereka, "Salam Ayah, Ibu" Sapa Dewi dengan Hormat.


__ADS_2