PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 109. Lili Lepas dari Roh Jahat


__ADS_3

Monster itu mencibir: "Heeii.. Bocah! Seberapa hebat kemampuan, kamu tidak akan bisa menyentuh saya, karena saya adalah Jiwa, dan kamu tidak bisa membunuhku.. Hahahaa".


Lemon hanya bisa mengernyit, ketika dia mendengar ocehan dari Monster jelek itu, kemudiaj dia berkata "Baiklah! kalau kamu harus memaksaku untuk memusnahkanmu dari dunia fana ini".


Tiba-tiba Lemon menyimpan pedang emasnya, hanya sekali lambaian tangannya, pedang emasnya langsung menghilang diatas langit.


Lemon duduk bersilah diatas tanah, kemudian dia fokus dengan jiwa Primordialnya, dia mengedarkan kesadaran ilahinya, sehingga dia mampu berhadapan dengan Monster itu.


Ketika Monster itu melihat Jiwa Primordial Lemon, dia sedikit mengangkat alisnya, kemudian dia membantin dalam hati "Anak ini memiliki semangat juang yang sangat luar biasa, saya harus hati-hati untuk menghadapinya".


Mereka saling berhadapan, dengan tatapan yang sangat dipenuhi dengan niat membunuh.


Restu Chandra dan orang-orang yang berada ditempat itu, merasa ngeri dan gemetar ketika mereka melihat Monster jelek itu.


Dewi hanya bisa menatap dengan ketidak percayaan, dia tidak menyangka Lemon yang disebut lelaki pengecut dikampus, sekarang betul-betul menjadi seorang Pahlawan, yang mampu mengangkat kepalanya tinggi-tinggi keatas.


Didalam kesadaran ilahinya, Lemon langsung menyerang Monster itu dengan pedang emasnya, namun Monster itu juga tidak kalah saing dengan kecepatan Lemon, dia langsung membalas pukulan pedang Lemon, yang membuat pedang Lemon berdengung sangat keras.


Gerakan demi gerakan, Keduanya saling berhadapan, namun Lemon tidak berani mengeluarkan kekuatannya 100%, dia takut jiwanya akan rusak, sehingga dia hanya bisa mengimbangi gerakan demi gerakan Monster itu.

__ADS_1


Namun dengan kecepatan tinggi, Monster itu telah memutar tubuhnya, satu tendangan mendarat didada Lemon, yang membuat Lemon terpental kebelakang, yang mengakibatkan Lemon memuntahkan seteguk darah.


Lemon kembali kedalam dirinya, dia mencabut jiwa primordialnya dari dalam kesadaran ilahinya, karena dia takut jiwanya akan hancur jika terus-merus dikalahkan oleh monster itu.


Tanpa banyak kata, dengan darah masih mengalir dari sudut bibirnya, Lemon berdiri dari tempatnya bersilah, dia menjentikkan jari-jarinya, dan Kabut putih samar terlihat dari jarinya, yang semakin lama semakin membesar, kemudian dia arahkan kearah Monster itu.


Disusul dengan salakan petir, dan kabut putih yang berputar-putar bagaikan Tornado, langsung menyelimuti Monster itu, yang membuat Monster Itu menjadi kewalahan, kabut putih semakin lama membesar dan Kabut putih itu menghisapnya kedalam pusaran tornado, dan pada akhirnya Monster itu menjerit kesakitan dan menghilang dihisap oleh Kabut Putih tersebut.


Lemon menarik kabut putih, kemudian dia disimpan dalam dantian, dalam sekejab kabut putih menghilang, dan tempat itu menjadi lebih terang, sedangkan kabut hitam yang tadinya meraung dengan ngeri, sekarang sudah tidak terlihat lagi.


Lemon melihat wajah ibu Lili, kemudian dia tersenyum senang, ketika dia melihat roh jiwa didalam diri Lili sudah menghilang sepenuhnya.


Roh jiwa yang tinggal didalam jiwa Lili, berasal dari patung yang berada dihalaman kediaman keluarga restu chandra, sehingga dengan hancurnya patung itu, dan musnahnya roj jiwa itu, maka penyakit Lili yang sebelumnya sepenuhnya sembuh 100%.


Mendengar pernyataan dari Lemon, semua orang tanpa terkecuali langsung masuk kedalam Aula utama keluarga Chandra.


Setelah sampai didalam, Lemon berkata kepada Pelayan yang sedang berdiri disampingnya "Tolong? Ambilkan saya segelas Air Putih, yang bisa diminum".


Pelayan itu langsung bergegas pergi, dia mengambil apa yang diminta Lemon, namun wajah semua orang masih saja dalam keadaan serius, mereka semua terkejut dengan sosok kabut hitam, dengan suaranya yang sangat mengerikan.

__ADS_1


"Tuan Lemon, makhluk apakah itu tadi? Kenapa suaranya sangat mengerikan" Kenji Angkat bicara.


"Oh itu! Itu hanya ilusi saja, Angin yang berbentuk, tidak usah dianggap serius" Kata Lemon sambil dia terkekeh.


Tidak berselang lama, pembantu kembali dengan segelas Air Putih yang berada diatas nampan, kemudian dia menyerahkannya kepada Lemon.


Lemon langsung mengambil Gelas itu yang berisi air minum, kemudian Lemon membacakan Mantranya dengan arahan dari Buku Mata Dewa.


Setelah membacakan mantra itu, Lemon memberikan Gelas itu kepada Lili "Nyonya! Silahkan diminum, supaya Aura Roh Jiwa kegelapan yang masih tersisa ditubuh nyonya, langsung dibersikan" ujar Lemon sambil menyerahkannya kepada Lili.


"Baik Nak Lemon, terimakasih" Lili menyambut Gelas minum itu, dalam sekejab dia sudah menghabiskan Air yang ada didalam Gelas itu.


Setelah meminum Air didalam Gelas, tiba-tiba Lili merasakan kehangatan didalam tubuhnya, dia merasakan tubuhnya hangat bagaikan rasa Meminum Jahe dipagi hari.


Wajah Lili berubah memerah, dia sangat bersemu-semu dan merasakan tubuhnya terasa ringan, dan segala rasa sakit yang menggorogoti tubuhnya selama ini, sudah hilang sepenuhnya.


"Nak Lemon! Kenapa tubuh saya sepertinya ada perubahan?" Kata Lili sambil menggerak-gerakan kedua tangannya, kemudian dia berdiri dengan bahagia.


"Lihat..lihat, saya bisa menggerakan seluruh tubuhku dengan santai, tanpa merasakan sakit lagi" Lili berkata sambil menatap semua orang.

__ADS_1


Kemudian Lili menatap Lemon, dia berjalan didepan, dengan tanpa diduga dia langsung berlutut dihadapan Lemon dengan suara Gedebuk.


"Terimakasih Nak Lemon! Saya betul-betul terberkati sekarang, Saya merestui hubungan Anak saya dengan Nak Lemon, jika Nak Lemon tidak keberatan dengan anak saya Dewi" Lili berkata dengan sungguh-sungguh, dengan posisi yang masih berlutut ditanah.


__ADS_2