
Lemon berdiri setelah Jatuh, kemudian dia sedikit mengibaskan tangannya didadanya yang sudah terkena pukulan dari sang Kakek.
"Hee.. Kakek Tua K-Parat, beraninya dia memberikan Tipu Muslihat dari serangannya tadi," Batin Lemon dengan tatapan tajamnya memandangi Sang Kakek.
"Heii Bocah! Siapa kau ini sebenarnya?" Tanya Sang Kakek dengan tatapan yang penuh selidik.
"Kakek Tua! Itu tidak penting untuk kau ketahui, yang jelas hari ini kita sama-sama berada ditempat pertarungan" Sergah Lemon dengan nada tinggi.
Lemon langsung mengangkat Pedang Emasnya, kemudian dia melesat kearah Sang Kakek.
Sang Kakek menatap Lemon dengan penuh kehati-hatian, dia menggerakan jari-jarinya untuk bersiap menyambut serangan Lemon.
Lemon langsung mengkerahkan kekuatanya untuk menyerang sang Kakek, sehingga dalam hitungan detik Lemon mengayunkan pedang Emasnya.
"Sleess" suara Pedang Emas menghantam Sang Kakek, Namun sang Kakek menyambut sabetan Pedang Emas Lemon dengan kekuatan penuh, dan terus saja mengelak.
"Sless.. Slaassh" Suara Pedang Emas terus menggelegar ditelinga, namun Sang Kakek terus saja menghindari serangan Pedang Emas Lemon, sekitar 1 Jam Lemon terus melakukan penyerangan yang terus diimbangi oleh Sang Kakek dengan Ngos-ngosan.
Lemon menggunakan tangan kirinya untuk memukul sang Kakek.
"Duuaar" Suara ledakan terdengar memekikan telinga, ketika kedua tangan itu bertabrakan diatas langit.
Lemon terseret kebelakang sekitar 10 meter, dia langsung memasang kuda-kuda Jongkok dengan satu kaki menyentuh tanah, dengan Pedang Emas menjadi tongkatnya.
Sementara disisi lain sang Kakek terbang kebelakang, dia jatuh keAspal dengan suara Gedebuk, sehingga Rombongan Cristof langsung membantunya untuk berdiri.
Sang Kakek tidak terima ketika dia dibantu oleh orang lain, dia berdecik keras seakan masih mampu untuk melakukan serangan-serangan hebat.
Tetesan darah segar perlahan mengalir dari dalam mulut sang kakek, yang membuat sang kakek mengelapnya dengan tangan kiri.
Cristof mengerutkan keningnya ketika melihat darah segar mengalir dari sudut bibir sang Kakek.
"Kau B-jingan Kecil! Ternyata dia mampu mengimbangi seranganku, saya sudah terlalu meremehkan kekuatannya, Heemm.. saya harus melakukan gerakan dengan penuh kehati-hatian" Batin sang Kakek menggerutu didalam hatinya.
__ADS_1
Lemon memperhatikan Sang Kakek dari Ujung Kaki sampai Ujung Kepala, dia Mulai memindai kekuatan sang Kakek.
Ketika Lemon selesai memindai, dia semakin mengerutkan keningnya dan terus memfokuskan energi spiritual ditangan kanannya.
Lemon berdiri ketika dia sedang berlutut setengah berjongkok, kemudian mangayunkan Pedang Emas keatas langit.
Melihat kekuatan Lemon yang tidak biasa, Sang Kakek mengeluarkan senjata andalannya, Sang Kakek mengeluarkan Kapak Kecil yang berada dipunggungnya.
Sang Kakek mengayunkan Kapaknya yang sama seperti kapak Naga Geni 212, Kapak Andalan Wiro Sableng.
Namun Kapak Sang Kakek sedikit berbeda dengan Kapak Andalan Wiro Sableng, Kapak Sang Kakek memiliki tangkai yang polos, namun memiliki gambar kepala harimau diujung tangkainya.
Sang Kakek melemparkan senjata andalannya tersebut keatas tanah, sehingga dalam sekejab Kapak tersebut langsung berubah wujud menjadi Harimau Api yang sangat ganas.
Mata Harimau yang dipenuhi dengan kehausan, Matanya menyala-nyala bagaikan semburan Api, dan memiliki taring yang berukuran sangat panjang.
Sang Harimau menatap Lemon dengan tatapan tajam, dengan memerah dia seakan memakan Lemon dalam sekali terkaman.
Lemon hanya mencibir dengan ketus, ketika Sang Harimau menatapnya dengan tatapan tajam, Lemon melihat Sang Harimau dengan perasaan acuh tak acuh.
Lemon melesatkan pedang emasnya dengan kekuatan penuh, sehingga Pedang Emas menjadi berdengung bagaikan dengungan naga sewe.
Pedang Emas membordir Harimau Api dengan kilatan cahayanya, yang membuat Harimau Api semakin mengencangkan serangannya dan lompatannya kearah Lemon.
Harimau Api terbang keatas langit dengan cakar-cakarnya yang terlihat sangat tajam.
Namun sebelum dia mendaratkan serangannya kepada Lemon, terlebih dahulu Lemon melesatkan sabetan Pedang Emas kearah Harimau, yang membuat Harimau Api terbelah menjadi 2 bagian.
Ketika Harimau Api telah terkalahkan, dia langsung berubah wujud menjadi Kapak andalan sang Kakek.
Dengan sedikit membisikan mantranya, Kapak Sang Kakek melesat langsung ditangannya.
Sanga Kakek menangkap Kapaknya diatas langit, dengan sedikit senyuman dia berkata: "Bocah Kecil! Hari ini kau aku bebaskan.. Ingat dimasa yang akan datang, kau tidak akan aku lepaskan walau hanya sejengkal" Sang Kakek berkata dengan wajah datarnya sambil dia meletakan kembali Senjata Andalannya dipunggung.
__ADS_1
Tanpa berkata-kata Sang Kakek langsung melangkahkan kakinya untuk pergi, Namun sebelum dia berjalan lebih Jauh, dia memutar tubuhnya kembali menghadap Lemon.
"Anak Kecil! Supaya kau tidak penasaran siapa saya, Namaku sering dipanggil Gabeja.. Sang Petapa dari Kampung Watu-watu" Ujar Sang Kakek yang bernama Gabeja, dan langsung dia kembali memutar pandangannya kedepan dan memilih untuk pergi.
Lemon sengaja membiarkan dia pergi, Karena Lemon melihat situasi sudah menjelang Magrib dan dia takut akan terjadi apa-apa sama Dewi.
Dalam sekejab suasana ditempat itu menjadi sunyi, setelah mereka semua rombongan Cristof pergi dari tempat itu.
Lemon berjalan kembali kedalam Mobil, setelah dia menyimpan Pedang Emasnya.
Setelah sampai kedalam Mobil, Lemon langsung disambut Pelukan hangat dari sang kekasih.
"Apakah kamu baik-baik saja? Aku sangat kuatir ketika kamu melawan mereka" Ucap Dewi dengan banyak pertanyaan dan celotehan, sembari dia masih memeluk sang pujaan hati.
"Heemm.. Aku tidak apa-apa kok, kamu lihat sendiri kan? Aku baik-baik saja sekarang.. Lebih baik kita berangkat, nanti kita sangat kemalaman sampai di Kota Gowe" Ucap Lemon sambil mengusap-usap pundak Dewi.
Dewi hanya menganggukan kepalanya, pertanda dia mengiyakan perkataan Lemon.
"Ayoo.. Kita jalan, pelankan saja menyetirnya" Kata Lemon memberi saran kepada Maret Silalahi.
Maret Silalahi hanya menjawab dengan singkat, sehingga dia langsung menancapkan Gas melaju pergi dari tempat itu.
Ketika mereka beranjak dari tempat itu, sinar matahari sudah tidak menampakkan diri lagi.
Didalam perjalanan menuju kota gowe, Dewi tidak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Lemon, dia masih gemetar dengan kejadian yang baru saja dia saksiksan didepan matanya.
Waktu terus berlalu hingga mereka sampai dikota Gowe, Lemon langsung mengantarkan Dewi kerumahnya, karena Malam sudah mulai larut Lemon memilih untuk tidak singgah lagi dirumah Dewi.
Walaupun sebenarnya Lemon sudah diajak untuk masuk kedalam rumah, namun dia memilih untuk langsung OTW Kevilanya diperumahan Villa Ginting.
Lemon langsung mengantarkan Maret Silalahi ke Markas Yayasan Kuil Naga, setelah itu dia langsung melaju kerumahnya.
Rasanya dia juga kangen dengan Rumahnya, karena pada hari-hari terakhir ini dia sudah jarang untuk datang kerumahnya.
__ADS_1
Lemon memilih untuk kekamar mandi, dia membersihkan dirinya, setelah itu dia memilih untuk berKultivasi karena sudah lama dia tidak mengisi kekuatannya.
Sepanjang malam Lemon berkutivasi, hingga embun pagi datang menyambut.