
Lemon meraih Gadis itu, yang sudah terlihat darah mengalir dari sudut mulutnya.
Ketika didalam Posisi dekapan Lemon, gadis itu yang bernama Devi Laoli, menatap Lemon dengan penuh perasaan dan kekaguman.
Jantungnya berdegup kencang, seakan dia sedang berada didalam permandian air panas, namun Lemon tidak melihatnya, dia hanya memegangnya dengan perasaan acuh tak acuh.
Kemudian Lemon meletakan Gadis itu, namun Devi tidak menghiraukan kesulitannya, dia kembali meraih pedangnya, kemudian dia berdiri dan berlari menghadapi bayangan itu.
Melihat Devi yang menerjang kearahnya, Bayangan itu hanya mendengus dingin, kemudian dia memutar tubuhnya, dia menangkap pedang Devi dengan 2 jari.
Devi meronta-ronta dengan sekuat tenaganya, untuk bisa melepaskan cengkerama jari pengawal itu dari pedangnya, namun seberapa kuat dia melepaskan, tetap saja pedangnya tidak akan terlepas dari cengkeraman Jari banyangan pengawal tersebut.
Namun hanya dalam satu gerakan tanganya, Devi langsung terlempar kebelakang, bersamaan dengan lambaian tangan pengawal itu.
Devi langsung terpental kedinding Gua itu, yang sudah dipenuhi dengan patung-patung, Namun Lemon tidak sempat lagi untuk bereaksi, yang membuat Devi jatuh ketanah dengan suara gedebuk.
Devi Laoli semakin memuntahkan Darah segar, wajahnya mulai memudar dan kelihatan Pucat.
"Kamu jangan banyak bergerak, kamu lebih baik duduk, biarkan saya yang mengurus makhluk ini" Lemon berkata tegas kepada Gadis Desa itu, Lemon masih belum mengenali Gadis itu, yang sangat terlihat cantik dan anggun.
Lemon mengerutkan keningnya, "Saya Harus memusnahkanmu" batin Lemon dalam hati.
Kemudian dia mengarahkan seluruh Qi Esensialnya ditangan, kemudian dari Jari-jarinya muncul Asap Putih, yang sedikit kemudian semakin lama menjadi membesar.
Prajurit Bayangan itu mengangkat sebelah bibirnya, ketika dia melihat kabut putih yang keluar dari Jari-Jari Lemon, kemudian di berkata: "ilmu sihir tidak ada artinya bagi kami" Prajurit bayangan itu langsung menggerakkan tangannya untuk membentuk Formasi, bentuk Formasi segel roh jiwa langsung terpampang ketika dia mengangkat tangannya keatas.
"Hahahaaa... Seberapa kuat kamu menembusnya, kamu tidak akan bisa menembus formasi ini" Prajurit bayangan itu mencibir kepada Lemon.
"Heeemm!! Mari kita lihat! Apakah Kekuatan saya bisa menembusnya atau tidak!" Lemon berkata menjawab cibiran prajurit bayangan itu.
__ADS_1
Lemon langsung mengarahkan kabut putihnya kearah Prajurit bayangan, namun serangan Lemon terhenti diudara, serangan itu tak mampu menembus Segel Formasi yang dibuat Prajurit bayangan.
"Sial! Ternyata pertahanan makhluk ini sangat kuat!" Batin Lemon dalam hati.
Prajurit bayangan melihat kegelisahan Lemon, kemudian dia mengangkat sebelah bibirnya, kemudian dia mencibir "Masih Lemah!" dia langsung menggerakan tangan kanannya, kemudian sebuah sinar merah langsung melesat kearah Lemon, dan langsung menghantam Dadanya, Lemon tidak bisa menghindari serangan prajurit bayangan itu, karena tangannya masih terangkat diatas langit, melancarkan serangan kepada prajurit bayangan.
"Boom" suara ledakan terdengar, ketika cahaya itu menabrak tubuh Lemon yang kurus itu.
Lemon terhempas keatas langit, namun sebelum dia jatuh ketanah, satu serangan cahaya lagi menabrak tubuhnya, yang membuat seluruh tubuhnya terbakar bagaikan Jagung bakar.
Prajurit bayangan tidak tinggal diam, dia langsung terbang keudara, dan menghantam Lemon dengan puluhan pukulan sinar cahayanya, yang membuat Lemon jatuh ketanah, dan langsung membuat lubang yang sangat besar.
Devi yang melihat Lemon yang sudah tidak berdaya, dan barangkali terkubur didalam tanah, dalam sekejab dia melarikan diri dengan kekuatannya yang masih tersisa.
Devi menghentakan kakinya diatas batu, yang membuat dia terpental terbang jauh, dan kemudian dia jatuh dari Gunung, bersamaan dengan jatuhnya Air kedasar sungai.
Kemudian Pria kekar itu berteriak, ketika orang yang jatuh dari atas langit langsung tercebur dengan kecepatan tinggi kedalam dasar Air Terjun "Cepat! Kalian tolong orang itu" dengan penuh kehati-hatian, orang-orang itu berjalan mendekati Orang yang jatuh kedasar Air terjun, yang tidak lain adalah Devi Loli, yang terjatuh dari atas Gua.
Mereka langsung mengangakat Devi, kemudian orang-orang sangat terkejut ketika melihat orang dihadapan mereka, yang tidak lain adalah anak kepala suku mereka sendiri.
"Non Devi!" Teriak salah seorang orang-orang itu.
"Apa?? Nona Devi??" Tanya temannya yang lain.
"Iya betul! Ni Nona Devi" sambil dia melihat keatas Pancuran Air terjun.
"Ya Sudah! Ayo kita bawa dia kembali, sepertinya dia sudah terluka parah!" Kata orang-orang itu.
Devi dibawa oleh orang-orang itu, kemudian dia diletakan dihadapan Pria Kekar.
__ADS_1
Pria kekar itu bernama Ucok, ucok juga menaruh hati kepada Devi, namun Devi tidak menghiraukannya, karena menurut dia Ucok sangat terlalu arogan kepada orang-orang Desa.
"Ya Tuhan! Kenapa dia? Siapa yang melakukan ini?" Ucapan ucok panik.
"Sepertinya dia habis bertarung dari atas sana bang!" Kata salah satu warga yang ikut menolong Devi dari dalam Air.
"Lebih baik kita bawa saja dia kerumah, supaya diberikan pengobatan oleh Tabib Desa" kata orang-orang itu.
"Oke... Ayo kita angkat dia!" Mereka semua langsung membawa Devi pergi dari tempat itu, mereka berlari bagaikan terbang.
Lemon jatuh tergeletak didalam lubang, bekas dia terjatuhbtadi, dia sudah jatuh dan tidak sadarkan diri, kemudian Prajurit bayangan melihat Lemon yang sudah tergeletak didalam tanah, kemudian dia mendengus dingin dan kembali keposisinya semula.
Prajurit bayangan itu adalah, Pengawal setia Raja pada zaman dulu, ketika mereka masih menguasai belahan bumi.
Tiba-tiba sebuah Sinar cahaya putih, terlihat dari dalam lubang dimana Lemon sedang terlentang tak sadarkan diri.
Tiba-tiba Lemon terangkat keatas, dengan sinar cahaya yang sangat menyilaukan, membuat seluruh ruangan gua itu terlihat dengan jelas.
Prajurit bayangan membalikan badannya, ketika dia melihat cahaya yang sangat menyilaukan itu, kemudian dia sangat terkejut, ketika melihat Lemon yang sedang berdiri tegap diatas langit.
Lemon masih dalam keadaan mata tertutup, namun dengan perlahan, seluruh luka lebam ditubuhnya perlahan memudar dan akhirnya menghilang.
Akhirnya Lemon membuka matanya, setelah dia melewati pembabtisan surgawi, pembabtisan surgawi adalah penghapusan seluruh dosa yang bersangkutan, dan dia hidup baru dengan dipenuhi dengan kekuatan baru, yang berkali lipat dari kekuatannya sebelumnya.
Mata Lemon mengeluarkan percikan petir, ketika dia membuka matanya, yang membuat nyali prajurit bayangan seketika menjadi ciut, bagaikan keong didalam lubang.
Perlagan Pedang Emas ditangannya keluar, dengan sinarnya yang mengkilat dia terlihat Dewa Zeus yang berdiri diatas langit, salakan petir bagaikan sengatan Listrik dikaki Lemon, ketika dia masih berada di atas langit.
Kemudian dia mengangkat Pedang Emasnya, dan langsung menghantam Prajurit bayangan itu dengan petirnya, yang membuat prajurit bayangan langsung menghindar dengan bersalto diatas langit, dan membuat patung raja yang berada disisi lain menjadi hancur berkeping-keping, karena dampak hantaman petir dari pedang Lemon.
__ADS_1