PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 140. Lemon Berangkat Ke Pulau Tello


__ADS_3

Yoel dan Adel hanya manggut-manggut mendengarkan penjelasan Vina yang panjang lebar, kemudian Yoel mengangkat wajahnya keatas langit lalu berkata kepada Vina.


"Maaf Vin, saya gak bisa ikut menyelidiki hal itu, karena saya harus menyelesaikan tugas kuliah, apalagi sebentar lagi akan ujian" Ujar Yoel kepada Vina.


"Iya Vin, aku juga! Aku gak berani ikut campur dalam urusan begituan, lebih kita serahkan saja kepada pihak yang berwajib" Ucap Vina mengikuti perkataan Yoel.


"Dasar! Kamu itu sahabat Marko kan?? Sahabat macam apa kamu itu?" Vina berkata mengangkat telunjuknya kearah Yoel, sambil dia menggertakan giginya.


Yoel hanya bisa mengangkat bahunya tanpa berkata-kata, lalu dia meraih tangan Adel mereka meninggalkan taman kampus.


"Bruuks" Suara telapak tangan Vina memukul bangku, dia sangat geram dengan tingkah Teman-temannya itu.


"Dunia ini memang kejam! Kita hanya ada sahabat ketika bersenang-senang, tapi ketika kita ada masalah, semua teman sahabat, mereka menghilang meninggalkan kita dalam kesendirian" Gerutu Vina dalam hati, sambil dia memasang tatapan tajam kearah bunga-bunga yang ada ditaman kampus.


Dua hari telah berlalu, Lemon diantar Hasrat Naibaho ke pelabuhan kota Gowe, Lemon memilih naik kapal perintis untuk sampai diPulau Tello.


Lemon memilih untuk pergi sendirian, Karena dia takut akan ada terjadi sesuatu, maka dia bisa menghindar tanpa kesulitan.


Namun Maret Silalahi memaksa untuk ikut, karena berdasarkan janjinya sewaktu dia bergabung dengan Yayasan Kuil Naga, dia harus setia berada disamping Lemon, walaupun nyawanya melayang.


Lemon tidak terlalu memaksa untuk menolak, dilain sisi dia juga butuh teman untuk dalam perjalanan, sehingga dia bersama Maret Silalahi turun dari Mobil dan menuju disebuah warung yang terletak tidak jauh dari Dermaga.


Lemon dan Maret silalahi bersama dengan Hasrat Naibaho, mereka bertiga memilih duduk dipojok ruangan yang dekat dengan laut.


Berkisar 2 Jam lagi Kapal Perintis, yang berlayar kepulau Tello baru bisa berangkat, sehingga mereka menggunakan kesempatan itu untuk mengobrol dan sambil merokok.

__ADS_1


Namun tiba-tiba Lemon menelisik sosok seseorang yang tidak asing lagi baginya, dia memperhatikan orang itu dengan teliti, namun dia tiba-tiba mengerutkan keningnya, ketika dia memindai dengan jelas siapa orang itu.


"Aki-Aki, Yerfan Laiya! Kepala keluarga Laiya, ternyata dia masih belum mati" Kata Lemon lirih sambil menatap tajam kearah Kakek tersebut.


Sontak saja Hasrat dan Maret mendengar ucapan kecil Lemon, dan dengan bersamaan mereka langsung membalikan pandangan mereka kearah tatapan Lemon.


Kemudian mereka mengerutkan kening, ketika pandangan mereka jatuh pada Yerfan Laiya, Namun Hasrat dan Maret silalahi merasa bingung dengan apa yang terjadi, karena mereka sama sekali tidak mengenal Yerfan Laiya.


Lemon mengepalkan tinjunya, dia menggertakan giginya dengan sangat keras, namun dia menekan emosinya karena mengingat mereka sedang berada ditempat umum


Lemon bersama 2 orang rekannya, memilih memesan Kopi Kampung sembari mereka merokok Gudang Garam Merah.


Lemon menyuruh Hasrat untuk kembali lebih dulu, karena Kapal akan berangkat satu jam lagi, dan kelengkapan selama perjalanan sekaligus tiket sudah aman.


Waktu terus berlalu, sudah waktunya merrka menaiki kapal, Lemon dan Maret Silalahi bergerak menuju kapal, namun Lemon mengedarkan pandangannya keraha tempat duduknya Yerfan Laiya tadi, namun dia tidak menemukan keberadaan orang itu, sehingga Lemon hanya mengerutkan keningnya dan mengepalkan tinjunya.


Sementara diarah kamar berlawanan Yerfan Laiya, dengan mengendap-ngendap dia berjalan dan dengan perasaan yang hati-hati, karena diwarung didekat Pelabuhan tadi dia sudah melihat Lemon yang sudah sangat memperhatikan keberadaannya.


Maret Silalahi keluar kamar mencari minuman untuk mereka, dia langsung pergi kearah Kasir penjual Minuman dingin.


Setelah Maret mendapatkan 2 botol Air Mineral, dia langsung bergegas kembali kekamar, namun ketika dia membalikan badan dia langsung berhadapan dengan seorang gadis cantik, yang berparas ayu dengan tubuh yang tinggi dan langsing, sementara ada kedua temannya berada dibelakangnnya, yang tidak juga kalah saing dengannya.


"Maaf" Kata Maret dengan nada rendah, karena dia sangat terkejut dengan kehadiran para wanita itu.


Wanita itu hanya memutar bola matanya yang sangat indah itu, dia menatap lurus kedepan sambil berjalan kearah Kasir, dengan diikuti oleh temanbmnya dari belakang, kemudian dia berkata kepada pelayan itu "Saya ingin membeli minuman, seperti yang ada ditangan pemuda menyedihkan itu".

__ADS_1


Sontak Saja Maret Silalahi menghentikan langahnya, dan dia menjadi geram dengan perkataan wanita itu, namun dia menekan emosionalnya karena dia takut akan terjadi kekacauan jika dia meladeni gadis itu.


"Maaf Mbak.. Minuman seperti itu sudah habis, tinggal sisanya yang diambil oleh saudara itu" Kata Pelayan itu dengan sopan.


Namun gadis cantik itu langsung berbalik dan berteriak "Tunggu" Sambil dia berjalan kearah Maret Silalahi.


Maret Silalahi tidak menghiraukan dia langsung melangkahkan kakinya, namun tanpa diduga "Bruuk" Suara Sepatu menghantam kepalanya dengan suara gedebuk.


Maret Silalahi langsung memutar pandangannya, dia kemudian menatap gadis itu dengan tatapan dipenuhi dengan niat membunuh.


"Kamu!!.. Beraninya kami tidak menghiraukan kata-kataku! Kamu hampir menabrakku, namun kamu tidak meminta maaf dengan tulu, aku mau membeli Minuman yang ada ditanganmu dengan harga tinggi" kata Gadis itu dengan dipenuhi nada arogan.


Maret Silalahi hanya bisa menghela nafas panjang, kemudian dia menggelengkan kepalanya.


"Maaf Nona, saya tidak menjualnya? Kami juga membutuhkan minuman ini" jawab Maret dengan nada merendahkan.


"Cuuiihh... Pria menyedihkan seperti kamu tidak pantas untuk mendapatkan minuman seperti itu, kau pantas mendapatkan minuman dari toilet" Gadis itu berkata dengan nada menghina.


Maret Silalahi menggertakan giginya, kemudian dia mengepalkan tinjunya, namun tiba-tiba terdengat suara "Jangan!! lebih baik kau kembali" kata Lemon yang berdiri tepat disampingnya, "Baik Tuan" Maret Silalahi langsung berbalik pergi.


Lemon menatap gadis itu lalau berkata "maaf jika saudara saya telah membuat anda tersinggung". "Heemm... Enaka saja hanya minta maaf, aku mau kamu bersujud dan meminta maaf" Kata Gadis itu dengan lantang.


"Heemm.. Nona!! Apakah anda sadar dengan apa yang anda ucapkan itu? Saya paling tidak suka jika orang lain memaksa kehendak" kata Lemon dengan nada santainya.


Dengan tatapan tajam, gadis itu mendekatkan wajahnya ke wajah Lemon, kemudian berkata: "Apakah kamu tidak tahu, kalau aku adalah anak Kepala Lorong diPulau Tello".

__ADS_1


"Aaiisshh" Lemon mendecih dengan mengangkat sebelah sudut bibirnya, kemudian dia memutar pandangannya kearah Jendela, lalu dia berjalan pergi keluar.


Gadis itu hanya menatap punggung Lemon dengan tatapan penuh penghinaan, kemudian dia melihat teman-temannya dan berkata: "Ayoo.. Kita cari minum ditempat lain saja" selesai berkata mereka langsung meninggalkan tempat itu.


__ADS_2