PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 168. Sokhi Mate Moroi Aila (Lebih Baik Mati daripada Malu)


__ADS_3

Lemon berdiri dari tempat duduknya, dia berjalan kedepan, dia berjalan santai menghampiri lelaki Tao yang sedang berdiri tegap diluar.


Setelah Lemon sampai didepan, kemudian dia berdiri sejajar dengan lelaki Tao itu.


Lelaki Tao mencibir dengan mengangkat, sedikit sebelah sudut bibirnya dia menatap Lemon dengan tatapan jijik.


"Heii Bocah!! Apakah kau yang bernama Lemon?" Tanya lelaki Tao itu dengan meremehkan.


"Iya Benar! Tuan ini siapa ya? Perasaan saya belum pernah bertemu dengan anda" Tegas Lemon dengan tatapan tajamnya.


"Heemm.. Kau dan Aku memang tidak pernah bertemu, tapi apakah kau masih ingat dengan Laki-laki yang memakai Kalung Tasbih diPulau Tello, yang sudah kau bu-nuh dengan keji" bentak Lelaki Tao dengan tegas.


Dalam sekejab Lemon teringat dengan Lelaki berkalung tasbih, yang tewas karena Beruang Ganas dipulau Tello berapa minggu yang lalu.


"Maaf Tuan! Tuan sudah salah Informasi, saudara Tuan bukan tewas ditanganku, tapi dia tewas ketika sedang bertarung melawan Beruang Ganas dipulau itu, sementara temannya selamat berkat bantuan saya, namun dia terbu-nuh ketika kami melawan serangan kelabang Monster, saya tidak sempat menyelamatkannya karena Kemunculan Kelabang Monster itu secara tiba-tiba Muncul dibelakangnya" ucap Lemon menjelaskan secara detil kejadian yang menimpa saudara seperguruan Lelaki Tao yang berdiri dihadapannya saat ini.


"Ciiihh" Lelaki Tao meludah ditanah, menanggapi penjelasan yang dilontarkan oleh Lemon.


Kemudian dia melanjutkan "Apakah kau kira, saya akan percaya dengan skenario akal mulusmu itu, Apakah kau pikir saya percaya dengan kemunculan Binatang-binatang Buas itu, Saudara saya itu adalah Siswa seperguruanku yang sudah lulu sertifikat ilmu seni bela diri".


Lemon hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, dia menghela nafas panjang kemudian dia berkata: "Maaf Tuan, itulah kenyataannya.. Mau percaya atau tidak! Itulah urusan Anda".


Nada bicara Lemon mulai berubah, ketika dia melihat orang yang berdiri dihadapannya saat ini tidak percaya dengan penjelasannya.


"Kau jangan kira bisa membodohiku" Lelaki Tao berkata dengan sekilas cahaya terlihat dibola matanya, dengan membaca Mantra dia ingin menyegel roh jiwa Lemon.


Namun seberapa kuat dia menyerbu Lemon, dia tetap saja tidak bisa menemukan alam roh jiwa Lemon, sehingga dia menautkan keningnya dengan rasa ketidak percayaan.


Lemon hanya bisa mengangkat sebelah sudut bibirnya, dia mencibir dengan perasaan sarkasnya, dia sudah tahu Tujuan dari Lelaki Tao itu.


"Apakah Anak Bocah ini Manusia atau Siluman? Kenapa saya tidak bisa menemukan roh jiwanya sama sekali" batin lelaki Tao dengan penuh ketidakpercaya.

__ADS_1


"Tao Tua!! Kamu jangan capek-capek mencari Roh Jiwaku, karena bagaimanapun caramu mencarinya, Anda tidak bisa menemukanya" Hardik Lemon dengan menampakan Arogansinya dihadapan Tao Tua.


"Sialan!! Kau bocah kecil berani-beraninya kau mempermainkanku" kata lelaki Tao.


Dengan menggertakan giginya yang terlihat masih kokoh itu.


Lelaki Tao Tua itu mengepalkan tinjunya dengan meremaskan jari-jarinya, ketika dia mengepalkan tinjunya, terlihat cahaya biru yang samar dari ujung jari-jarinya yang sangat berotot itu.


Lemon hanya tersenyum miring melihat tingkah Tao Tua itu, kemudian dia langsung Memainkan Jari-jarinya, dalam sekejab muncul kabut putih samar tipis yang semakin lama semakin tebal, yang membuat tempat itu dipenuhi dengan kabut putih.


Matahari disiang hari tidak terlihat, begitu juga dengan mereka berdua, yang tidak terlihat sama sekali.


Tao Tua hanya bisa mengernyit, dia memasang kuda-kuda penuh kehati-hatian, namun tidak lama kemudian dia melihat sekilas bayangan lewat dihadapannya.


"Boom" Sebuah pukulan mendarat didadanya, yang membuat Tao Tua terpental kebelakang cukup jauh.


"Bedebah!! Beraninya kau main curang" gerutu Tao Tua setelah dia berdiri tegap sambil memegangi dadanya.


Lemon mengangkat sebelah sudut bibirnya, kemudian dia berkata: "Tao Tua?! Sepertinya kau sudah waktunya untuk istirahat, karena gerakanmu sudah mulai terlihat lambat".


Tao Tua menautkan keningnya, dia berpikir sejenak tentang apa yang dikatakan oleh pihak lain, dia juga merasakan apa yang dikatakan oleh bocah ingusan ini.


Namun Tao Tua harus menepis hal itu, karena dia tidak mungkin mengiyakan apa yang barusan dikatakan Lemon.


Tao Tua mengangkat kepalanya tinggi-tinggi, kemudian dia mengangkat sebelah sudut bibirnya "Kau memang memiliki nyali yang cukup berani bocah! Apakah kau masih belum mendengar informasi tentang kekuatan dari Kuil Tao? Hah".


"Saya punya prinsip orang tua (Sokhi Mate moroi aila) lebih baik mati dari pada menahan malu" jawab Lemon dengan wajah datarnya.


"Dasar kau bancet! Rasakan ini" Tao Tua menggertakan giginya, dia langsung menyerbu kearah Lemon.


Lemon juga menyerbu kearah Tao Tua, dia menggunakan jurus Lae-Lae Mboda, yang membuat Debu-debu disekitar mereka berterbangan.

__ADS_1


Pemandangan tempat itu sangatlah eksotis, karena Lemon dan Tao Tua melompat tinggi keatas langit.


"Hiaat, hiat, bruks, buck, dum" suara pukulan dan tendangan kedua manusia yang saling bertarung, namun Lemon hanya bisa mengeluarkan 45% kekuatannya, sementara Tao Tua sudah mulai ngos-ngosan meladeni jurus-jurus Lae-Lae Mboda dari Lemon.


Tao Tua menendang Kearah Lemon, namun ketika dia sudah sampai didekat Lemon, dengan kecepatan kilat dia langsung memutar tubuhnya, sebuah pukulan tinju langsung menghantam perut Lemon.


"Bruuk" suara pukulan itu terdengar nyaring, yang membuat Lemon melangkah mundur, sementara Tao Tua, sedang dalam posisi satu kaki berjongkok dan kaki kanannya berlutut ditanah, dengan posisi tangannya yang masih meninju.


Tao Tua sengaja melakukan gerakan seperti itu, supaya dia bisa memberikan penghinaan kepada Lemon.


Tao Tua menjadi semakin, Semakin mendongakan kepalanya keatas langit karena sudah memberikan sebuah pukulan tipu muslihatnya kepada Lemon.


Lemon hanya bisa mengibaskan tangannya kearah perutnya, dia memberikan tatapan yang penuh dengan penghinaan kepada Tao Tua, dengan memasang wajah datarnya dia berkata: "Tao Tua! Ternyata untuk mendapatkan satu pukulan, kau sangat kelabakan dan bersusah payah, saya melihat kau telah mengeluarkan keluatanmu 90%, Apakah itu masih dikatakan senior sejati?? Hahahaaa".


Wajah Tao Tua menjadi semakin gelap, ketika dia mendengar provokasi dari pihak lawan, Tao Tua menggertakan giginya dan sekilas cahaya terlihat jelas melintas dimatanya.


Tao Tua mengeluarkan seluruh Aura Qi Esensialnya, yang membuat Kukunya terlihat panjang dan matanya berubah dengan gigi taring yang muncul dimulutnya.


Lemon hanya bisa mengernyit, dia juga terkejut dengan perubahan Pihak lain, dia tidak mengira pihak lain merelakan hidupnya hanya untuk membalaskan dendam yang tidak berarti.


"Tao Tua! Sadarlah.. Kau jangan menyia-nyiakan hidupmu, saya memang bukan pembunuh Saudaramu, lebih kau tenang dikuil dan menjadi pendeta yang baik untuk masa depan" Ujar Lemon menyadarkan Tao Tua, agar tidak mengerahkan seluruh kekuatannya untuk melawannya, karena ketika seseorang mengeluarkan kekuatan sepenuhnya, maka dia siap-siap untuk menyambut Dewa Hades.


"Aku harus mengadu nyawa denganmu bocah kecil, hidup atau mati" Ucap Tao Tua dengan suara seraknya, bagaikan suara dari alam kubur.


"Baiklah kalau itu yang kau mau" sahut Lemon dengan mengeluarkan Pedang Emasnya.


Tao Tua sedikit mengernyit ketika melihat Pedang Emas, rasa serakahnya muncul 100%, dia berhasrat memiliki pedang yang berada ditangan Lemon.


"Bocah kecil! Kau serahkan pedang yang ada ditanganmu, maka aku akan membuat kematianmu menjadi lebih baik" kata Tao Tua dengan sarkasnya.


Lemon hanya menggelengkan kepalanya pelan, dia tidak menyangka Pihak lain sangatlah Rakus.

__ADS_1


__ADS_2