PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 39. Karen Menghina Lemon


__ADS_3

"Oh iya Tuan.. Saya memang ada Janji sama Teman saya disini!" Lemon berkata jujur.


"Apakah perlu saya temani Tuan Lemon? Untuk bertemu dengan mereka!" Restu Chandra berkata dengan wajah serius.


Mendengar Kata-Kata Ajakan dari Restu Chandra, Sontak saja Lemon sangat terkejut.


Mengingat Restu Chandra merupakan orang Nomor satu dikota Gowe, menawarkan diri untuk menemaninya menemui temannya, ini merupakan hal yang sangat tidak wajar menurutnya.


Kenji juga sangat terkejut mendengar


Kepala Keluarga Chandra berkata Demikian, Namun dia tidak mempermasalahkan hal tersebut, mengingat Lemon adalah orang yang sangat berjasa di Keluarga Chandra.


"Oh.. Tidak Perlu Tuan Patriak, Tidak usah repot-repot, biarkan saya sendiri, lagian teman saya ini hanya ingin bertemu dengan saya saja" Lemon berkata berusaha menolak dengan halus.


"Baiklah kalau begitu, tapi kalau Tuan Lemon butuh sesuatu, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi saya" Restu Chandra tidak memaksa untuk ikut bersama Lemon.


Selesai berbicara Restu Chandra mempersilahkan Lemon untuk Masuk, setelah Lemon Masuk kedalam Hotel barulah dia bergegas pergi dari Tempat itu.


Setelah sampai didalam Hotel, Lemon menyapu dengan pandangannya seluruh isi ruangan, dia melihat Junis yang sedang duduk dimeja dekat Jendela.


Junis melambaikan tangannya kearah Lemon, dengan melemparkan senyuman manis membuat Gadis sangatlah terlihat Anggun, ditambah Lesung pipinya yang membuat dia menjadi sangat cantik.


Lemon bergegas pergi kearah Meja Junis berada, sambil berkata:


"Heeii... Maaf ya, sudah menunggu lama".


"Aahh.. Kakak ini ada-ada saja! Saya juga baru sampai kok, tidak sampai 10 menit" Junis berkata dengan membuka sedikit mulutnya dan senyumannya yang menggoda.


Lemon melihat sekeliling "Kamu hanya sendiri?" Lemon bertanya penasaran.


"Kak Mawar lagi diperjalanan, menjemput sepupu kami yang berada dikomplek Villa Ginting" Junis berkata sambil memain-mainkan gelas yang ada didepanya.

__ADS_1


"Oh".. Lemon berkata Oh.


"Tapi sepupuku itu perempuan kok, masih kuliah di Universitas Kesehatan" Junis berusaha menjelaskan kepada Lemon, dia takut Lemon akan salah paham.


Namun Lemon tidak tidak berkata apa-apa.


"Kakak mau pesan apa?" Junis berusaha menstabilkan suasana kembali.


"Apa sajalah yang penting ada" Lemon menjawab dengan santai.


Selang beberapa menit, suara langkah kaki terdengar dari pintu, Mawar dan sepupunya Karen, Karen terlihat sangat cantik, tubuhnya seksi bak gitar spanyol, penampilannya sangat menarik, wajahnya bulat runcing rambutnya diikat Kuncir Kuda.


Mawar menyapa Lemon: "Haaii.. Sudah menunggu lama ya..?".


"Tidak! Saya juga Baru sampai.." Lemon menyahuti perkataan Mawar.


Lemon hanya tersenyum mengangguk ketika Karen melihatnya.


Namun Karen malah tidak menganggap Lemon sama sekali.


"Karen! Ini Kak Lemon.. Kak Lemon ini yang membantu kita dari Preman, sewaktu kita di Desa Tora!" Junis berkata keras kepada Karen.


Mawar hanya serba salah dengan sikap Karen barusan, yang menghina Lemon. "Aaiis... Saya tidak percaya! Memangnya Anak Bocah Kurus seperti ini.. Apa yang bisa dilakukannya!" Karen berkata mencibir.


Karen memperhatikan penampilan Lemon, mulai dari atas sampai kebawah.


Kemudian dia melanjutkan berkata: "Saya Curiga.. Jangan-jangan kamu ada Niat lain untuk mendekati sepupuku ini, karna sekarang banyak Modus orang yang sok jago menjadi pahlawan, tapi pada kenyataannya orang-orang itu adalah teman mereka sendiri!" Karen berkata dengan suara dingin, sambil menatap Lemon.


Lemon hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, menatap karen yang terus mencibirnya dari tadi.


"Sudah! Sudah! Lebih baik kita pesan makanannya, dari pada kita banyak berdebat" Mawar memecahkan suasana yang semakin tegang karna Karen.

__ADS_1


Selesai memesan beberapa menu makanan istimewa khas Hotel Soechi, Karen melemparkan lagi pertanyaan kepada Lemon "Kamu kerja dimana?".


"Hatur Nuhun Mbak.. Saya sedang Kuliah dikota ini" Lemon menjawab dengan santai.


"Orang Tuamu ada berapa perusahaan dikota ini..?" Karen bertanya serius.


"Orang Tuaku hanya petani biasa dari Desa Tora, dan saya Kuliah dikota ini berkat bantuan Siswa tidak mampu dari Pemda" Lemon berkata dengan ekspresi biasa.


Junis dan Mawar juga baru mengetahui tentang keadaan Lemon yang sebenarnya, namun mereka tidak terlalu memikirkan hal tersebut.


"Memang betul apa yang saya katakan tadi kan!" Karen berkata mencibir. "Kamu memang ada tujuan mendekati sepupuku".


"Hahaha.. Ya Ampun mbak! Kenapa mbak berpikiran seperti itu? Asal mbak tahu, yang mengajak saya dan menelpon saya datang kesini adalah Junis" Lemon berkata sambil melihat kearah Junis.


"Boleh mbak bertanya langsung kepada Junis" Lemon melanjutkan.


Mendengar ucapan Lemon, seketika Karen terkejut dan menatap Junis tidak percaya.


Karen menatap Junis sambil berkata: "Junis.. Jangan kamu bilang apa yang dikatakannya itu benar! Bukan kamu yang mengajaknya datang kemari kan!".


Junis menatap Karen dengan tersenyum, maaf kak.. Saya memang yang mengajak Lemon datang, dan saya juga yang menelponnya".


Karen hanya bisa menggertakan giginya mendengar pernyataan dari Juni. Tiba-tiba di Meja sebelah duduk seorang Pria Tampan dan Gadis cantik.


Pria itu bernama Farel dan gadis cantik bernama Dian.


Farel adalah pacarnya Karen dan mereka berencana melaksanakan Tunangan satu bulan lagi. Mata Karen tiba-tiba terpaku dengan sosok pria yang berada disebelah meja mereka.


Kemudian dia memperhatikan sosok pria tersebut, dia sangat terkejut dan tak percaya seakan matanya meledak dari tempatnya.


Dia melihat kekasihnya bergandengan dengan Wanita lain, dan duduk bermesraan dihadapannya.

__ADS_1


Tubuhnya gemetaran karena marah, wajahnya memerah bagaikan api yang menyala.


Farel dan Dian berpeluk Mesra, tanpa memperhatikan sekeliling mereka.


__ADS_2