
Daran menceritakan seluruh ceritanya kepada Nona Muda Dian, yang membuat Dian tertegun tak berdaya, dan tak mengatakan apa-apa lagi, dia hanya terus meringis kecil dengan sendu.
"Makanya dimasa depan! Kamu harus melihat teman yang ingin bersama denganmu, jangan sampai mereka memanfaatkanmu" ucap Walikota sambil dia memegang Kaki putrinya itu, yang sedang terbaring diatas ranjang pasien rumah sakit Thomson.
Kemudian dia memerintahkaj Daran Zebua, sebagai kepala Pelayan keluarganya, untuk mencari pendonor mata untuk putrinya di seberang Negeri Konoha.
Daran berkata membungkuk setelah, dia selesai menjawab perkataan dari sang walikota.
Satu bulan telah berlalu, Dewi sang Pacar terus saja menunggu kabar dari Lemon sang pahlawan misteriusnya.
Dewi menghubunginya setiap hari, namun jawabannya tetap masih sama "Nomor yang anda tunjuk sedang sibuk atau berada diluar jangkaun anda" yang membuat Dewi selalu cemas, dan tidak memiliki semangat untuk kuliah.
"Kenji? Bagaimana? Apakah kamu sudah menemukan solusinya? Ini Sudah satu bulan lebih" Restu Chandra berkata dengan seribu bahasa penasaran.
"Mohon maaf Tuan! Saya tidak bisa menemukan pemimpin dari perusahaan Yayasan Kuil Naga tersebut" ucap Kenji seraya menundukan kepalanya.
.
"Hemmm" Restu Chandra hanya bisa menarik nafas panjangnya, ketika dia mendengar jawaban pasrah dari Kenji.
"Saya sudah berusaha semaksimal Mungkin Tuan Patriak, namun saya tidak menemukan CEO dari Perusahaan Yayasan Kuil Naga tersebut, mereka mengatakan bahwa pada saat ini, CEO Perusahaan mereka sedang berada diluar Kota, dan tidak bisa dihubungi sama sekali, sehingga untuk proposal pengajuan kerjasama dibeberapa Perusahaan menjadi terkendala" ungkap Kenji panjang lebar.
"Uhuk Uhuk.. Sayang sekali ya, mau sampai kapan kita akan menunggu CEO Perusahaan mereka kembali" Restu Chandra berkata sambil dia melihat kearah luar Jendela.
Kemudian dia melanjutkan "Tuan Lemon juga menghilang dengan tiba-tiba, kita tidak tahu kemana dia pergi" ucap Restu seraya dia mengusap keningnya, yang sudah terlihat berkerut itu.
"Apakah Dewi tidak mengetahui kepergianya, karena mereka kan satu kampus dengan Nak Lemon" ucap Lili yang sedang berdiri disamping Restu Chandra.
Dewi yang sudah mendengarkan semuanya, seketika dia langsung berjalan kearah mereka, lalu dia berkata "Saya juga heran! Katanya cuman beberapa hari, tapi nayatanya sudah hampir lebih sebulan dia tidak nongol, awas saja dia nanti" Kata Dewi sambil menggerutu.
__ADS_1
"Hemm.. Ternyata ada yang sudah Rindu berat" Lili berkata menyindir sambil dia bergegas kesamping sang buah hati, kemudian dia memeluknya dengan erat.
"Sabar! Pasti dia akan Kembali" Bisik Lili ditelinga Putrinya, yang membuat Dewi semakin Sedih didalam pelukan ibunya.
Didalam Perusahan Yayasan Kuil Naga, Hasrat Naibaho terlihat murung setelah dia menelpon Tuannya, namun tidak ada jawaban sama sekali.
"Tuan Lemon sekarang dimana ya?
Kenapa Susah sekali dia dihubungi, padahal dia bilang tidak lama pergi ke Gunung Mosoe itu" batin hasrat didalam hatinya, seraya dia menenggak Anggur Merah Wide didalam gelasnya.
"Tok tok tok" suara pintu terdengar diketok dari luar. "Masuk!" Jawab Hasrat Singkat.
"Maaf Tuan! Kita membutuhkan tandatangan Pejabat Direktur Utama, Karena Saham Perusahaan kita sudah melampaui batas maksimal, semua keuntungan bulan lalu sudah ditransfer dari berbagai cabang, namun Limit rekening perusahaan telah melewati ambang batas, sehingga butuh tanda tangan direktur utama, untuk mengalihkan Rekening perusahaan biasa menjadi Rekening Platinum" Sekretaris itu menjelaskan panjang Lebar.
Hasrat Naibaho hanya bisa menghela nafas panjang, ketika dia mendengarkan penjelasan dari sang Sekretaris.
"Sepertinya tidak ada Tuan, selain kita harus menunggu Direktur utama, sementara Dana Semakin meningkat, saya takut dana-dana yang masuk itu, bisa dihacker oleh pihak-pihak tertentu" Ucap Sekretaris itu.
Sekrearis itu bernama Widya Sirait, Widya merupakan Sekretaris utama diperusahaan Yayasan Kuil Naga, Perusahaan Kuil Naga bergerak diberbagai bidang.
Widya sangat cakap dalam hal Administrasi, sehingga segala sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan, tertumpuk ditangannya.
"Hanya satu cara, supaya Rekening Perusahaan mampu menampung keuntungan itu" Lanjut Widya berkata.
"Yaah.. Dengan cara apa?" Tanya hasrat langsung memotong perkataan Widya.
"Kita akan menanam saham atau bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang membutuh suntikan Dana, sehingga dengan sendirinya saham yang duluan ada direkening perusahaan akan menjadi berkurang" Widya berkata dengan wajah serius.
"Eemm.. Ide yang bagus! Tapi siapa perusahaan yang membutuhkan Modal?" Tanya Hasrat dengan wajah tak pasti.
__ADS_1
Tiba-tiba seorang Manajer mengetuk pintu ruang Kerja Hasrat, kemudian Hasrat mempersilahkan Manajer tersebut untuk masuk kedalam.
"Ada apa? Kenapa kamu datang seperti yang sedang dikejar hantu?" Hasrat berkata dengan wajah datar.
"Maaf Tuan saya mengganggu! Ini ada Proposal permohonan kerjasama, dari Perusahaan Keluarga Chandra, mereka mengajukan proposal penambahan Modal" Manajer itu berkata jujur.
Sontak saja Hasrat Naibaho sangat terkejut kemudian dia berkata kepada Manajer itu "Siapa yang membawa Proposal itu kemari?".
"Maaf Tuan! Yang datang membawanya.. Langsung Nona Muda dari Keluarga Chandra, kataya dia ingin bertemu dengan CEO" ujar manajer santai.
Hasrat Naibaho langsung berbalik memandang Widya Sirait, sambil dia memerintah "Kamu urus Proposal ini! Kamu temui dia, katakan bahwa CEO perusahaan sedang berada diluar kota, dan proposal mereka diterima, dan akan dibantu 3x lipat dari kebutuhan dipengajuan di proposal".
"Baik Tuan" Widya Sirait langsung bergegas melangkah, ketika dia mendapatkan perintah dari Hasrat.
Diruang tunggu, Dewi sedang menunggu dan menyeruput Tehnya, yang diseduhkan oleh pelayan perusahaan, sambil dia melihat-lihat tanda-tanda siapa pemilik dari perusahaan ini.
"Kreek" suara gagang pintu terdengar, seorang gadis cantik langsung masuk dan menghampiri Dewi, gadis cantik itu adalah Widya Sirait sebagai Sekretaris CEO Perusahaan Yayasan Kuil Naga.
"Maaf sudah lama menunggu?" Kata Widya sambil tersenyum kepada Dewi.
"Aaahh tidak apa-apa, saya tidak akan keberatan dengan hal itu" Dewi menjawab sambil tersenyum. "Jadi bagaimana dengan proposal yang kami ajukan, apakah bisa disetujui oleh CEO Perusahaan?" Tanya Dewi lebih lanjut.
"Ayo mari kita bahas dahulu" Ucap Widya Santai, kemudian dia melanjutkan "Non, saya atas nama perusahaan mohon maaf".
Mendengar Kata Maaf dari mulut Widya sang Sekretaris, jantung Dewi bergetar kencang seperti mau copot dari tempatnya, dia tidak menyangka Proposal yang mereka ajukan akan ditolak dalam waktu beberapa menit.
"Saya Mohon maaf, saya sebagai Sekretaris CEO Perusahaan, karna CEO utama Perusahaan tidak bisa bertemu langsung dengan Nona, karena CEO sedang berada diluar Kota, Tapi, terkait Proposal anda, sudah kami terima dan disetujui oleh Pihak Wakil CEO, dan nona diberi kesempatan penambahan Modal 3 kali lipat dari pengajuan diproposal, apakah Nona akan setuju dengan hal itu?" Ujar Widya menjelaskan secara rinci.
Wajah Dewi langsung memerah, ketika dia mendengar penjelasan dari sang Sekretaris.
__ADS_1