PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 112. Tiwi Bertemu Lemon


__ADS_3

"Sekarang kamu sudah mengenal saya, Jadi! Saya berharap kamu jangan memberitahukan kepada siapapun" Lemon berkata santai.


"Ba ba... Baik Tuan, saya berjanji" Widya berkata membungkuk hormat.


Setelah itu Lemon melihat Hasrat Naibaho, kemudian dia berkata: "Bagaimana Kondisi Perusahaan? Apakah ada Masalah?" Tanyanya sambil dia duduk kembali disofa.


"Tidak Tuan! Semuanya berjalan lancar seperti biasa" Hasrat menjawab singkat.


"Baiklah, kerjakanlah seperti biasa, dan jika ada kebutuhan yang sangat mendesak, biarkan Widya yang mengerjakannya" Lemon berkata dengan senyuman terpancar dari wajahnya.


"Baik Tuan!" Jawab Hasrat dan Widya serentak.


Setelah semuanya telah beres, Lemon langsung berdiri dan bergegas pergi, namun sebelum dia bergegas pergi, Hasrat berkata: "Maaf Tuan! Bulan lalu, kami sudah menyetujui Proposal dari Keluarga Chandra, karna perusahaan mereka membutuhkan suntikan dana".


Mendengar perkataan Hasrat, Lemon langsung membalikan pandangannya, kemudian dia tersenyum dan berkata " Tidak apa-apa, lain kali kalau mereka butuh suntikan Dana, setujui saja, tapi ingat kamu harus merahasiakan, semuanya" sambil mengedipkan matanya, Lemon langsung bergegas pergi.


Setelah sampai didepan Perusahaan, Lemon berjalan disamping jalan untuk menunggu Taksi yang Lewat, Lemon sengaja tidak membawa Mobil Alpardnya, yang dimenangkan dari dr wandi, supaya tidak membuat kehebohan yang tidak diinginkan.


Tiba-tiba satu unit Mobil bermerek BMW berhenti didepan Lemon, Lemon hanya bisa mengerutkan keningnya, karena kilauan sinar matahari ketika dia menatap pemilik mobil tersebut.


Jendela Mobil diturunkan, Lemon sangat terkejut ketika dia melihat pemilik mobilnya adalah Tiwi Song.


"Heeii... Kamu mau kemana?" Tanya Tiwi Singkat.


"Eemm.. Saya mau pergi kekampus, saya sedang menunggu Taksi" Jawab Lemon sambil tersenyum, kemudian dia mendekatkan tubuhnya kearah Jendela mobil.


"Ya Sudah! Biarkan saya antar kamu kekampus, kebetulan saya juga pergi kearah sana" Ajak tiwi dengan nada santai, sambil dia menekan tombol buka pintu.


"Apa tidak merepotkan Tuan Putri" Goda Lemon sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sudah.. Sudah! Cepat masuk biar cepat sampe" Tiwi berkata ketus, sambil dia melemparkan senyuman centilnya.


Didalam perjalanan Tiwi bertanya: "mm.. Kok selama beberapa bulan ini, Kak Lemon tidak pernah main kerumah kami sih? Apa kakak sibuk dikeluarga Chandra ya?" Sindir Tiwi yang dipenuhi dengan banyak makna.


Mendengar sindiran yang penuh arti dari Tiwi, Lemon hanya bisa mengeluarkan Pancaran Senyuman sumringahnya, sambil dia berkata: "Ohh.. Non Tiwi salah paham, saya selama hampir 3 bulan ini, telah pergi keGunung Mosoe, saya pergi untuk berlatih, makanya saya tidak kelihatan dan jalan-jalan kerumahmu".


"Oohhoo.. Ternyata begitu" Jawab Tiwi dengan ekspresi santainya.


"Bagaimana kabar patriak Song, apakah beliau baik-baik saja" Tanya Lemon sambil melihat tiwi, yang sedang fokus mengemudi dan terus menatap kedepan.


"Ayah saya ada dirumah, dia baik-baik saja, setelah kejadian yang lalu, sepertinya dia kembali bersemangat, sampai-sampai dia pergi kepabrik Mebel kemudian dia bekerja sebagai buruh" jelas Tiwi yang terlihat senyuman diwajah cantiknya itu.


Tidak menunggu lama, mereka sudah sampai didepan Pintu Gerbang Universitas kuliah Lemon, yang membuat Lemon buru-buru untuk turun, dan setelah itu Tiwi Song langsung berpamitan untuk pergi.


Lemon berjalan masuk kedalam Kampus, tiba-tiba dia bertemu dengan Pak Rahmat Wakil direktur.


"Lemon! Tunggu sebentar" Teriak Pak Rahmat ketika dia melihat Lemon. "Ada apa pak?" Tanya Lemon singkat.


"Em..emm.. Maaf Pak! Saya selama beberapa bukan ini telah pergi ketempat yang sangat jauh" jawab Lemon terbata-bata.


"Ya sudahlah! Apa boleh buat, saya tidak bisa membantumu kalau sudah seperti ini" Pak Rahmat berkata menyerah.


"Baik Pak.. Terimakasih atas sarannya, saya akan menerima konsekuensi yang diputuskan oleh Para Dosen" Lemon berkata pasrah.


"Ya sudah.. Saya pergi dulu" Pak Rahmat berkata sambil melangkahkan kakinya, pergi meninggalkan Lemon sendirian.


Lemon berjalan kedalam kelas, kemudian dia menghempaskan Tubuh kurusnya dikursi, dia masih belum melihat teman-temannya, karena dia datang kekampus lebih awal.


Lemon duduk sambil membuka bukunya, kemudian dia melihat neraca perusahaannya yang telah dikirim Widya melalui WhatsApnya.

__ADS_1


Sedang asik mempelajari situasi perusahaannya yang sedang berkembang saat ini, yang semakin hari semakin naik Omsetnya, tiba-tiba suara terdengar memanggilnya.


"Heii Mon! Dasar Anak Nakal, datang-datang gak kasitau kita" Dennis mencibir Lemon, sambil dia duduk tepat disamping Lemon.


"Eehh Denis! Maaf sob, saya baru datang soalnya, makanya gak sempat beritahu kamu" Lemon melihat Denis sambil tersenyum.


"Ohh ya.. Semua Dosen terus menanyakannmu, mereka bilang kamu tidak boleh ikut Ujian Semester, karena sudah beberapa kali pertemuan kamu tidak hadir" Denis menjelaskan panjang Lebar.


"Aaahh.. Itu gak masalah, yang penting aku tetap mendapatkan Nilai yang bagus disemester ini" Ujar Lemon sambil tersenyum bercanda dan tertawa sedikit.


Denis dan Lemon sedang bercerita, sehingga mereka tidak melihat teman-teman mereka yang sudah memasuki kelas, namun tina-tiba suara deheman terdengar, dan sontak saja mereka langsung melihat arah suara deheman tersebut.


"Eheemm.. Ada yang asik cerita, macam orang yang sedang asik pacaran" Orang yang deheman itu adalah Lea, Lea sedang bersama Dewi ketika mereka memasuki pintu kelas, mereka melihat Lemon dan Dennis sedang asik ngobrol, tanpa mereka melihat kedatangan mereka, sehingga Lea merasa geram karena Lemon tidak menyambut kedatangan sahabat akrabnya Dewi. "Eehh.. Lea" kata Lemon singkat, sementara dia tersenyum bahagia ketika dia melihat Belahan Jiwanya Dewi, sedang tersenyum kepadanya.


Lemon mengedipkan matanya kepada Dewi, yang disambut Dewi dengan membuang ciuman jarak jauh, sehingga Lea dan Dennis hanya tertawa terkekeh ketika melihat kelakuan pasangan itu.


Setelah selesai mata kuliah, Lemon langsung pergi keruangan Pak Rahmat, Lemon mengetuk pintu ruangan Pak Rahmat.


"Tok tok tok" suara ketukan pintu terdengar, "Ya Masuk" Jawab Pak Rahmat Singkat.


Setelah dipersilahkan masuk, Lemon berjalan masuk kedalam ruangan kerja pak rahmat, Lemon memilih berdiri diujung meja depan pak rahmat.


"Silahkan kamu duduk" Pak Rahmat mempersilahkan Lemon untuk duduk, Lemon langsung duduk ketika pak rahmat telah mempersilahkannya.


"Ada apa? Bukankah tadi saya sudah menjelaskannya sama kamu, bahwa kamu tidak bisa ikut dalam ujian semester kali ini" Kata Pak Rahmat sembari dia menghisap rokok bullnya.


Lemon menjentikkan jarinya, seberkas sinar langsung dilemparkan kearah Pak Rahmat, yang membuat Pak Rahmat tersendak seperti terkena struk.


Tatapan Pak Rahmat menjadi kabur sejenak, kemudian dia membasuh wajahnya dengan tangannya, kemudian dia berkata kepada Lemon "Yas Sudah! Kamu ikut saja ujian semester minggu depan".

__ADS_1


Mendengar perkataan pak Rahmat, Lemon hanya bisa tersenyum sumringah.


__ADS_2