PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 134. Amarah Yerfan Laiya


__ADS_3

Lemon masuk kedalam rumah, setelah Orang-orangnya sudah menghilang dari tempat itu, dia langsung bersilah diteras yang menghadap kearah Danau Nias.


Lemon memejamkan matanya, dan tiba-tiba kabut putih samar-samar keluar dari dalam tubuhnya, dan perlahan berubah menjadi seekor sosok naga emas, setelah berubah wujud, Naga Emas itu langsung tunduk memberi hormat dihadapan Lemon.


"Salam Hormat Tuan Nababan, adakah yang bisa hamba lakukan kepada Tuan" Suara Naga Emas terdengar serak dan bergema.


"Betul! Kamu ada Tugas yang sangat besar" Jawab Lemon dengan tatapan yang sangat tegas.


"Baik Tuan Nababan, silahkan katakan saja!hamba akan dengan senang hati melakukannya" sahut Naga Emas menjawab kata-kata Lemon.


"Wanitaku telah dicuri oleh seseorang, dan saya kewalahan untuk mencarinya, kamu pasti mengetahui keberadaannya, karena Batu Giok yang kamu kasihkan kepadaku waktu itu, ada padanya" Ucap Lemon menjelaskan.


Naga Emas mengangguk dan sedikit mengibas-ngibaskan Ekornya, "Groaar" Suaranya terdengar mengerikan.


"Baik Tuan Nababan! Saya Mohon Pamit" selesai berkata Naga Emas langsung melesat terbang keatas langit, kemudian dia meraung bagaikan suara Pesawat Super Jet.


Naga Emas terbang melesat keatas langit, dia terbang dengan kecepatan tinggi bagaikan pusaran tornado, kemudian dia mengedarkan Mata ilahinya dan dia menangkap cahaya dari Batu Gioknya.


Kemudian dia langsung mendarat kearah cahaya tersebut, dalam hitungan detik dia sudah sampai dihalaman yang sangat luas, dengan cepat dia langsung merubah wujud menjadi Kabut Putih samar bagaikan hembusan salju, dan dia dengan leluasa masuk kedalam Rumah tersebut.


Naga Emas menyusuri kesegala Arah, Namun tiba-tiba ketika dia sampai diujung taman Kecil, didalam Pintu Batu terpancar Sinaran Batu Giok yang sangat besar, sehingga dengan sigap dia langsung melesat masuk kedalam melalui celah-celah pintu itu.


Nega Emas yang telah berubah menjadi Kabut Samar, keberadaannya tidak bisa diketahui oleh siapapun.


Naga Emas melihat Dewi yang sedang disekap didalam Kamar, dengan tangan yang sudah diikat dan mulut disekap, Naga Emas melewati celah pintu dengan santai, dia melihat Kondisi Dewi biasa-biasa saja, hanya sedikit lelah saja mungkin karena kecapean.

__ADS_1


Naga Emas lalu berbalik dan pergi dari tempat itu, kemudian dia kembali diVilla Lemon diatas puncak.


Lemon perlahan membuka matanya, setelah dia menyadari Naga Emasnya sudah kembali "Bagaimana? Apakah kamu menemukannya" ungkap Lemon dengan wajah penasaran.


"Groaar" raungan Naga Emas dengan membungkukan tubuhnya didepan Lemon, kemudian dia berkata: "Saya sudah menemukan tempatnya Tuan, dia sekarang berada dirumah dipinggiran Kota, Tuan jangan khawatir dia baik-baik saja kok, cuman hanya sedikit kelelahan".


"Baik! Antarkan aku kesana sekarang" Ucap Lemon tanpa berbasa-basi lagi. "Baik Tuan dengan senang hati" Jawab Naga Emas.


Lemon turun dari tempat dia bersilah, kemudian dia berjalan kearah Dapur untuk meminum Air Putih, sementara Naga Emas berubah wujud lagi menjadi kabut samar, dan masuk kembali kedalam jari-jari Lemon.


Setelah Lemon merasa semuanya telah beres, dia lalu berjalan kegarasi Mobil dan mengeluarkan Mobil Alpardnya, kemudian dia langsung menancap Gas menuju kediaman keluarga Laiya dipinggir kota Gowe.


Dikediaman keluarga Laiya, Marko berjalan dengan tergesa-gesa menghampiri Yerfan Laiya, kemudian dia berkata: "Kakek! Aku dengar kakek telah menangkap Gadis itu".


Yerfan Laiya mengerutkan keningnya, ketika dia mendengarkan Marko menaruh hati kepada Gadis itu, hanya dengan satu gerakan tangannya dia melemparkan Marko kebelakang.


Marko terlempar kebelakang, dia langsung jatuh ketanah dengan suara gedebuk, dan dia memuntahkan seteguk darah.


Yerfan Laiya menatap Marko dengan tatapan yang sangat tajam, kemudian dia berkata sambil berdiri dan mengelus janggutnya "Kau berani menaruh hati kepada wanita yang kupilih, asalkan kamu tau, gadis itu sebentar lagi akan menjadi sumber kekuatanku dalam berkultivasi, karena saya sudah memindai darahnya, dan cocok untuk meningkatkan proses kultivasiku".


Yerfan Laiya mengangkat sedikit sudut bibirnya, kemudian dia tersenyum sumringah. "Akhirnya aku menemukan bahan pemercepat tahap Kultivasiku.. Hahahaa" Yerfan membantin dalam hati sambil menatap langit-langit plafon.


Tiba-tiba terdengar suara dari luar Aula "Duuaar" Pintu Gerbang terpental dan terhempas menghantam beberapa penjaga, yang berada dibalik pintu pagar besi itu.


Seorang Pelayan berlari dengan perasaan Panik menghadap kepada Yerfan Laiya, "Mohon Maaf Tuan Patriak! Ada seseorang yang telah menerobos masuk kedalam rumah, dia telah melukai beberapa penjaga" ucap Pelayan itu dengan wajah pucat dan nada terbatah-batah.

__ADS_1


Yerfan Laiya mengerutkan keningnya, ketika dia mendengar ada seseorang yang berani menerobos masuk kedalam Rumahnya.


"Siapa yang berani membuat onar dikediaman Keluarga Laiya, dia harus mendapatkan ganjaran yang setimpal! Hah" Yerfan Laiya Berseru dengan mata yang tajam.


Diluar rumah dihalaman yang luas, Seorang penjaga berteriak "Heeii.. Bocah kecil! Siapa kau?? Kenapa kamu berani menerobos masuk Apakah kamu tidak tahu siapa pemilik rumah ini".


Semua anggota penjaga dan Master Taekwondo yang bekerja dikeluarga Laiya, mereka keluar berlari dari berbagai sudut halaman rumah.


Lemon yang hanya seorang diri, menatap mereka satu persatu, dia hanya mengernyit ketika semua orang itu telah mengelilinginya, bagaikan hewan yang telah bertemu mangsanya.


"Kau tidak punya hak untuk menanyakan siapa aku!! Cepat kau suruh Tuanmu keluar menemuiku" Kata Lemon tegas menjawab pertanyaan dari salah seorang penjaga itu.


"Plok Plok,, Plok" suara tepuk tangan terdengar dari arah Pintu Masuk rumah. "Luar biasa! Sungguh hebat.. Tak kusangka kau memang seorang ksatria kesiangan.. Hahahaa" Marko berkata terkekeh.


Lemon menatap kearah Marko dengan tatapan yang dipenuhi dengan niat membunuh, namun dia menekan emosionalnya, sebelum dia bertemu dengan pelaku penculik yang sebenarnya.


"Sudah sangat lama aku menantikan masa-masa seperti ini bersamamu, tetapi akhirnya kamu datang sendiri untuk mengantarkan nyawamu.. Hahahaa" Kata Marko kembali ketus.


Lemon Mengedarkan kesadaran ilahinya, kemudian dia melihat Seseorang yang berjanggut putih, sedang duduk santai dikursi Patriak.


Kemudian dia menyebarkan pandangannya terlalu jauh, namun dia tidak bisa mendeteksi keberadaan Dewi, Karena kemampuan kesadaran ilahinya memindai sekitar hanya berkisar 30 meter saja.


Kemudian Lemon menggelengkan kepalanya, dengan cepat dia menghubungkan Mata batinnya dengan Naga Emas "Kenapa saya tidak menemukan keberadaan Dewi, dengan menggunakan kesadaran ilahi" kata Lemon keheranan. "Maaf Tuan Nababan, kesadaran ilahi itu terbatas, dia hanya bisa memindai beberapa jarak saja tanpa ada hambatan penahan, saya rasa ruangan itu telah dipasang dengan mantra formasi sihir" Jawab Naga Emas.


"Baiklah kalau begitu, biar saya langsung berbicara dengan Kakek Tua itu" Ucap Lemon kepada Naga Emas, dan dengan cepat dia memutuskan hubungan Mata Bathinnya dengan Naga Emas.

__ADS_1


__ADS_2