
Suara pintu terdengar diketok dari luar, yang membuat Widya Sirait mendongakkan kepalanya melihat kearah pintu.
Widya langsung berdiri dan bergegas membukakan pintu ruangannya.
Setelah membuka pintu, dia tersenyum ketika melihat Dewi dan Lea sedang berdiri tegap didepan pintu.
Dewi dan Lea menyambut Widya dengan senyuman sumringah.
"Eehh.. Non Dewi.. Ayo masuk.. Silahkan duduk" Sambut Widya dengan penuh hormat.
"Makasih mbak" Jawab Dewi dengan penuh rasa hormat, kemudian mereka langsung duduk disofa yang ada diruangan Widya.
"Maaf ya Non, saya terpaksa meminta Non Dewi untuk datang kemari, sebenarnya saya tidak tega" Ujar Widya dengan pelan.
"Heemm.. Mbak Dewi ada ada aja, justru saya yang tidak enak dengan mbak Widya, karena sudah terus terusan membuat Mbak Widya sibuk karena saya" Jawab Dewi dengan senyuman kecilnya.
"Ya sudahlah, lebih baik Non Dewi memeriksa Surat Suratnya, supaya jangan sampai terjadi kesalahpahaman" Sergah Widya menghentikan candaan mereka.
Dewi mengambil berkas berkas yang sudah siap, kemudian dia langsung menyetujui beberapa persyaratan yang telah diajukan dari Perusahaan Kuil Naga.
Setelah semua berkas berkasnya selesai, Widya langsung memproses pencairan dananya, dan tidak menunggu lama dana yang telah diajukan oleh Perusahaan Keluarga Dewi langsung masuk rekening.
Didalam Mobil Lemon sedang menyetir Mobil dengan santai, sambil dia mendengarkan lagu lagu Andalan Sumatera.
Tiba-tiba dia melihat dikaca spion, ada beberapa mobil yang sedang kejar-kejaran dari belakangnya.
Lemon sedikit mengernyitkan dahinya, karena sudah berapa kali dia memberikan kode untuk mobil-mobil itu mendahuluinya, namun tetap saja mobil-mobil itu masih tetap memantau dari belakang.
"Siapa orang-orang ini? Kenapa mereka selalu saja mencari gara-gara" Batin Lemon dengan kesal.
Lemon menginjak Gas Mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia menggiring orang-orang ke pinggir kota, karena dia memang menyadari tujuan dari pada orang-orang tersebut.
Lemon memasuki jalanan setapak, yang hanya ada terlihat batu-batu besar, bagaikan jalan kubangan yang berlubang di lampung, yang sedang viral kemarin.
__ADS_1
"K-rang ajar!! Anak itu memang cerdas dia sengaja membawa kita ke pinggir kota" ujar cristof dengan menyunggingkan sudut bibirnya sebelah.
Lemon menghentikan mobilnya, kemudian dia berjalan keluar dengan meregangkan otot-ototnya yang sudah lama tidak digerakan.
"Kalian kenapa terus mengikutiku? " Tanya Lemon dengan tatapan tajamnya.
Cristof dan beberapa orang-orang nya merasa terintimidasi dengan tatapan tajam Lemon.
Namun mereka segera tersadar dari tatapan itu, Cristof langsung menggertakan Gigi Giginya yang masih terlihat tersusun rapi itu.
'Cuiihh.. Jangan kau banyak omong! Apakah kau lupa dengan Perguruan Lembah Mondrowe dan Kuil Maura? Hah" Sergah Cristof dengan sedikit berteriak.
Lemon hanya Menggelengkan kepalanya pelan, kemudian dia menatap Cristof dengan penuh jijik.
"Saya tidak pernah merasa ada permusuhan dengan Perguruan Perguruan yang kau katakan tadi, tapi kenapa sepertinya Perguruan Perguruan itu selalu mencari masalah denganku? " tutur Lemon dengan penuh penasaran.
"Cuiihh.. Kau jangan sok-sok kelupaan! Kau lebih menyerahkan diri dengan baik baik, maka kami tidak akan melakukan kekerasan" Ujar Cristof sambil dia melirik seluruh teman-temannya.
"Baiklah kalau kalian tidak akan percaya, sekarang lebih baik kalian melaksanakan apa yang akan menjadi tujuan kalian" tantang Lemon dengan menyunggingkan senyumannya.
Orang orang di belakang Cristof langsung menyerang dengan membabibu, dengan berbagai peralatan alat, tongkat listrik dan berbagai alat alat yang lainnya.
Lemon menyeringai dengan nyengir Kuda, dia kemudian menghadapi orang orang Cristof dengan santai.
Lemon berjalan langsung kearah pihak lain, dengan mengepalkan tinju dan energi Qi Esensial diarahkan ditangan kanan.
"Buk bak book" suara pukulan dan berbagai tendangan terdengar, ketika Lemon dan orang orang Cristof saling melepaskan serangan satu sama lain.
'Hiiatt' seorang anggota dari Cristof langsung menghantamkan Tongkat Listriknya dipunggung Lemon, yang membuat punggung Lemon merasa sedikit Nyeri.
Lemon langsung memutar tubuhnya melihat kearah musuh, dia langsung meraih tongkat listrik itu dengan kekuatan penuh, dia menarik pihak lain dengan santai, sedangkan pihak lain ingin bertahan dengan kekuatan penuh, namun hal itu sia-sia saja, karena semakin dia mengerahkan kekuatannya, maka semakin dalam Lemon mengerahkan kekuatannya.
"Boom, Brukk" Lemon langsung meninju perut pihak lain, setelah pihak lain sudah sampai di hadapannya.
__ADS_1
Pihak lain langsung memegang perutnya, dia langsung tersungkur ketanah bagaikan udang goreng, dan dalam sepersekian detik dia sudah tidak sadarkan diri lagi.
Orang-orang yang telah melihat teman mereka sudah tersungkur di tanah, mereka semua saling bertatapan satu dengan yang lain, mereka semua mengisyaratkan bahwa pihak yang mereka lawan, bukanlah hanya sekeder pemuda biasa saja.
Cristof yang melihat tingkah dari orang-orang nya dia merasa panik dan resah, sehingga dia berteriak dengan keras.
"Apa yang sedang kalian pikirkan, jangan kalian takut dengan gaya b-jingan ini, itu hanya tipu muslihat nya saja, cepat kalian patahkan seluruh anggota t-buhnya" Titah Cristof dengan tegas.
Perintah dari 'Cristof para rombongannya merasa ketakutan, sehingga dengan terpaksalah mereka maju dengan kaki yang sedikit gemetar.
"Lebih baik kalian semua maju ber sama-sama, biar permasalahannya cepat kelar" Cibir Lemon dengan memberikan senyuman nyengir kudanya.
"Hiiatt" suara riuh terdengar, ketika bawahan Cristof menyerang dengan seksama.
Sedangkan Lemon tanpa berpikir panjang, dia menggunakan Jurus Dewa Naganya, untuk menghadapi orang-orang itu, sepersekian detik seluruh orang-orang dari 'Cristof sudah terkapar ditanah tanpa sadarkan diri.
Lemon berdiri tegap, sambil dia mengibas-ngibaskan tangannya, setelah dia selesai membuat orang-orang Cristof sudah tidak berdaya, dia menatap Cristof dengan merendahkan.
"Bagaikan? Apakah masih ada kekuatan kalian yang lain untuk menangkapku?" Sergah Lemon dengan penuh penghinaan.
"Cuiiih.. Dasar Bocah Sialan! Kau harus merasakan ini" Ketua Cristof dengan kasar, dia kemudian mengeluarkan Tongkat Tanya yang di ujungnya terdapat bentuk Pagoda.
"Heemm.. Senjata yang sangat bagus" cibir Lemon setelah dia melihat tongkat Lemon yang sangat bagus.
"Hiaatt" Cristof langsung melesatkan serangannya dengan kecepatan tinggi, dia melompat keatas langit.
Lemon yang melihat pihak yang sedang terbang dari atas langit, dia langsung memasangkan kuda-kuda bertarungnya, karena Bagaimanapun dia tidak bisa meremehkan tongkat sakti Pagoda.
"Palak.. Punk.. Boom" Cristof menghantamkan senjata andalannya diatas Lemon, Lemon menahannua dengan menyilangkan kedua tangannya diatas kepala.
Cristof terus melancarkan aksinya, yang membuat Lemon sedikit kelabakan, dia melihat pijakan kakinya sudah mulai membuat lubang kedalam tanah.
Lemon yang melihat pijakan kakinya semakin membuat lubang, dia langsung mengerahkan kekuatannya.
__ADS_1
"Boooomm" suara ledakan terdengar sangat memilukan, Lemon meninju tongkat Pagoda dengan sangat kuat, sehingga tongkat itu hancur menjadi berkeping-keping.
Bukan hanya Tongkat Pagoda yang mengalami dampak dari pukulan Lemon.