PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 67. Tatapan Mata Dewi Kepada Lemon


__ADS_3

"Tuan Lemon, ternyata kamu? Kapan datang? Kok gak bilang-bilang kalau berkunjung kesini?" Lili berkata sambil tersenyum kepada Lemon.


Lemon melihat kearah Suara tersebut, kemudian dia mendapatkan ibu Lili, sedang tersenyum padanya sambil berkata.


Namun yang membuat Lemon sangat terkejut, ketika dia melihat sosok mata yang sedang menatap tajam padanya, Lemon seketika menjadi panik, kemudian dia buru-buru melepaskan Tiwi dari Pelukannya.


Tiwi sangat terkejut, ketika Lemon melepaskan pelukannya "Tiwi! Sudah ya, kamu harus kuat, kamu jangan sedih terus-terusan seperti ini" Lemon berkatan menguatkan Tiwi, sambil melepaskan pelukan tiwi.


Lemon kemudian membungkuk hormat kepada Lili, ketika pelukan Tiwi sudah menjauh darinya.


"Salam Nyonya Chandra, maaf saya buru-buru tadi datang kemari, makanya saya tidak sempat memberitahukan" Lemon menjelaskan.


"Oh tidak apa-apa, oh ya? Perkenalkan ini putri saya, namanya Dewi, dia adalah putri saya satu-satunya" sambil memutar badannya, Lili melihat kearah Dewi dan memperkenalkannya.


"Soalnya dari kemarin Dewi penasaran ingin ketemu dengan Tuan Lemon" tambah Lili sambil tersenyum.


Dewi kemudian melangkah kedepan, kemudian dia berkata: "Kami sudah kenal bu, dia kan teman sekelas saya" Sambil menatap Lemon Dewi berkata lagi "Terimakasih ya? Sudah menyembuhkan penyakit Ibu dan Ayahku, saya tidak tahu bagaimana saya harus membalaskannya".


"Sama-sama Non, non tidak perlu membalaskannya, karena saya iklas membantu Keluarga Chandra, bukan hanya keluarga chandra yang sudah pernah saya bantu, termasuk juga keluarga Valen Song" Lemon berkata sambil menatap Tiwi Song.


"Kalau begitu! Saya pamit, karna masih ada yang mau saya urus" Lemon berkata sambil berbalik pergi.


Selesai Pamitan kepada Restu Chandra, Lemon langsung buru-buru pergi, Restu Chandra juga tidak terlalu menyita waktu Lemon, dikarenakan Lemon sangat terlihat terburu-buru.


Namun sebelum Lemon masuk kedalam Mobil, Suara Dewi terdengar yang sangat Lembut.


"Tunggu! Aku ingin berbicara sama kamu" Dewi berkata sambil melangkah didekat Lemon.


Tanpa melirik Dewi, Lemon langsung menjawab: "Mohon maaf saya buru-buru! Saya tidak punya waktu, saya harus segera menolong Kepala Keluarga Song".

__ADS_1


"Baik... Saya akan menunggumu besok ditaman kampus" Dewi tidak terlalu memaksa, karena Lemon sangat terlihat buru-buru.


Selesai berkata Lemon langsung menancap Pedal Gasnya, dengan laju kecepatan yang sangat tinggi.


Melihat Lemon menghilang dikejauhan, Dewi hanya menatap dengan ketidakpercayaannya, kemudian dia menghela nafas panjang sambil berkata "Apakah Lemon masih memaafkanku, setelah semua yang telah kulakukan padanya selama ini".


Dewi kembali kedalam Aula, disana telah berkumpul Orang-orang, Yupiter menjelaskan tentang kedekatan Lemon dan Valen Song, mulai dari awal Lemon menolong Valen Song, Lemon menolongnya dari pengejaran Preman bayaran.


Yupiter juga kaget, dengan kemampuan Lemon dalam hal pengobatan,


karena yang mereka ketahui, Lemon seseorang yang Hebat dalam Dunia Seni Bella diri, namun sangat tak disangka dia hebat dalam pengobatan Tradisional.


Dewi hanya bisa berperang dalam hatinya, ketika dia mendengarkan semua tentang Lemon, Lelaki yang selama ini dianggap oleh teman-teman mereka Pecundang, sekarang menjadi seorang pahlawan.


Dewi melirik tiwi, yang sedang duduk tak berkata apa-apa, kemudian Dewi duduk disampingnya sambil memegangi tangan Tiwi, Dewi menguatkan Tiwi dalam menghadapi masalah ini.


"Kreek" suara pintu terbuka, Lemon langsung masuk kedalam ruangan Pimpinan, kemudian dia langsung menghempaskan Tubuh Kurusnya diatas Kursi Sofa.


Tiba-tiba mata Lemon tebelalak, ketika dia melihat Koran Sib yang tergeletak diatas mejanya, kemudian dia meraih koran tersebut dan membacanya secara inci.


Lemon membaca berita Perusahaan Laiya yang akan dilikuidasi, karena kekurangan modal dalam menanggulangi keperluan bahan mentah, sehingga Pihak Perusahaan mengajukan penjualan perusahaan, sesuai dengan harga Saham Awal.


Orang-orang yang membaca berita ini tentunya akan tidak tertarik, karena Perusahaan sudah menuju Pailit namun harga penjualannya masih sangat mahal, namun beda halnya dengan Lemon, dia tidak memikirkan hal tersebut, yang dia pikirkan saat ini adalah bagaimana cara untuk membalas keluarga Laiya.


Lemon memanggil Hasrat naibaho, melalui sekretaris cantiknya, yang tidak kalah dengan kecantikan Amanda Manopo.


Tidak menunggu lama, Hasrat Naibaho masuk kedalam Ruangan Lemon, "Salam Hormat Tuan! Apakah ada yang bisa saya lakukan?" Hasrat berkata sambil menunduk.


Lemon melemparkan Koran Sib dihadapan Hasrat, lalu berkata "Perusahaan itu akan dijual, kamu beli perusahaan itu, bagaimanapun caranya!".

__ADS_1


"kemudian siapkan orang-orang terhebatmu, malam ini kita bebaskan Kepala Keluarga Song dari tangan David Laiya" Lemon berkata sangat tegas, terlihat dari wajahnya.


"Baik Tuan! Akan saya urus semuanya" Selesai berkata, Hasrat Naibaho langsung menghilang dari tempat itu.


Diruangan kerjanya, Lemon hanya bisa menghela nafas panjang, dan dengan ditemani sebatang rokok sampurna dan segelas kopi hitam, kopi hitam pesanan dari daerah Sidikalang.


Tanpa menunggu lama, dengan menggunakan berbagai Linknya, Hasrat Naibaho Akhirnya Perusahaan Laiya yang bergerak dalam Bisnis Mebel, jatuh ditangan perusahaan Lemon, sebagai pemimpin Yayasan Kuil Naga.


Dalam sekejab semua dokumennya selesai, dan langsung dia bawa kemeja Lemon yang sedang duduk bersantai.


"Tuan! Semuanya sudah beres, Perusahaan Laiya sekarang sepenuhnya berada dikendalimu" Hasrat berkata sangat santai.


"Eemm.. Bagus, lalu bagaimana masalah Valen Song? apakah semuanya sudah disiapkan sebagus mungkin, karena pihak lain merupakan Master yang memiliki kemampuan hebat" Lemon berkata dengan santai.


"Sudah Tuan! Nanti malam, tinggal menunggu perintah dari anda!" Hasrat berkata sungguh-sungguh.


"Bagaimana tentang penyelidikanmu? Apakah sudah ada tanda-tanda tentang keberadaan Kepala Keluarga Song, atau Putrinya?" Ardin Kenzo diruangan kerjanya, bertanya kepada Eben Haezer.


"Masih belum Komandan, masih belum ada tanda-tanda terkait keberadaan mereka" Eben berkata serius.


"Sialan! Para penjahat itu sepertinya bukan orang-orang biasa, mereka melakukannya dengan sangat cermat dan terbungkus" Ardin berkat sambil berdiri melihat keluar Jendela ruangannya


"Maaf Komandan, ada seseorang yang ingin menemui anda" seorang bawahan berlari tergesa-gesa memanggil Ardin.


Ardin langsung bergegas pergi keruangan tamu, karena disana orang itu telah menunggunya.


Ardin sampai diruangan tamu, dan dia langsung menjabat tangan orang tersebut, kemudian orang itu berkata "Jika Kalian tidak mampu mengungkap kejadian ini, maka jangan salahkan kami dari pihak DPR mengambil ketegasan, dan meminta anda memundurkan diri, dari jabatan sebagai Inspektur diKota ini".


Sontak saja kata-kata Anggota DPR Itu, membuat Jantung Ardin seakan copot dari tempatnya, karena dia masih belum 2 bulan ditempatkan diposisi Inspektur.

__ADS_1


__ADS_2