
Ibu Triska langsung menghampiri Dokter itu, kemudian dia menyerbu dokter itu dengan beberapa pertanyaan "Dokter! Bagaimana keadaan anak saya? Apakah dia baik-baik saja? Dimana bagian yang terluka samanya, tolong! Tolong Dokter lakukan yang terbaik untuk anak saya".
Dokter itu dalam sekejab merasa pusing, dengan berbagai serangan pertanyaan yang dilontarkan Oleh Ibu triska kepadanya, sehingga dia langsung menjawab dengan satu kata " Keadaan Pasien baik! Silahkan Dilihat".
Ibu Triska langsung berlari dengan cepat, ketika dia mendengar Dokter itu mempersilahkannya.
Dokter itu langsung meninggalkan ruangan IGD, setelah melihat kondisi diruangan Pasien menjadi semakin rame.
Walikota tidak langsung masuk kedalam, dia hanya memperhatikan Farel dengan seksama, kemudian dia berjalan mendekati Farel, kemudian dia berkata dengan pelan: "Nak! Kamu tadi bersama Anak saya kan?".
"i..iya pak! Kami tadi bersama" jawab Farel dengan terbata-bata.
"Apakah kamu tahu siapa yang menabrak putri saya?" Tanya lagi oleh walikota.
"Saya.. Saya tidak mengenalnya Pak! Dia langsung lari ketika dia menabrak Dian" jawab Farel dengan wajah pucat.
"Baiklah! Kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk menyelidikinya" Walikota berkata santai, kemudian dia meraih Ponselnya dari saku, kemudian dia melakukan telepon.
"Salam Pak Walikota, apa ada yang bisa saya bantu" suara seseorang terdengar dari ujung telepon.
"pak Komandan Inspektur! Saya hanya memberitahukan, bahwa anak saya tadi telah ditabrak oleh seseorang, dijalan Samledo namun orang itu telah melarikan diri, coba Pak Komandan menyuruh anggota untuk menyelidikinya" Walikota berkata panjang lebar kali luasnya, yang membuat telinga Komandan Inspektur menjadi ngantuk.
"Baik Pak Walikota, nanti saya suruh anggota saya untuk melakukan pengecekan di TKP, terutama nanti kita akan memeriksa seluruh CCTV ditempat kejadian.
"Terimakasih saya ucapkan sebelumnya pak Komandan, jangan lupa untuk memberitahu saya nanti bagaimana perkembangan selanjutnya" selesai berkata Walikota langsung memutuskan sambungan teleponnya.
Walikota langsung bergegas masuk kedalam Ruangan IGD, setelah dia memutuskan sambungan telepon dari Komandan Inspektur, tanpa dia melirik Farel yang masih duduk mematung disamping.
__ADS_1
Farel sangat ketakutan, Karena yang menabrak Dian adalah Karen, pacarnya Farel. Namun setelah Karen menabrak Dian, Farel langsung menyuruh Karen untuk melarikan diri, dia takut Karen akan kenapa-napa, dia takut Karen akan ditangkap oleh Polisi.
Farel sebenarnya sangat mencintai Karen dibandingkan Dian, Farel menghianati Karen karena satu hal, yaitu Soal Jabatan dan Harta, Farel berpikir jika dia berhasil bersama Dian, maka seluruh harta kekayaan Walikota akan jatuh ketangannya, karena Dian merupakan anak satu-satunya.
Mendengar pembicaraan Walikota barusan kepada Inspektur, sontak saja Farel merasa kasihan pada Karen, yang seketika dia menelpon Karen.
Namun tanpa dia sadari, seluruh gerak-geriknya telah direkam oleh seseorang, yang sengaja disuruh oleh Walikota.
"Nak! Kamu bagaimana? Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Ibu Triska dengan meneteskan Air mata yang sangat deras.
Perlahan Dian membuka matanya, ketika dia mendengar suara orang yang sangat dia sayangi, namun seberapa kuat dia melihat, dia tetap saja tidak bisa melihat sumber suara itu, pandangannya terlihat sangat Gelap Gulita, kemudian dia berkata kepada Ibunya: "Ibu! Kenapa Lampunya dimatikan sih?.. Kan saya tidak bisa melihat wajah ibu".
Mendengar jawaban dari anak simata wayang mereka, sontak saja jantung Triska dan Walikota bergetar kencang bagaikan dihantam Palu.
Triska memandang Suaminya dengan tidak dapat berkata-kata, begitu juga sebaliknya walikota bagaikan orang yang linglung pada saat itu.
Ibunya langsung meraih Dian kedalam pelukannya, kemudian sambil menangis, Ibu Triska menjawab pertanyaan putrinya itu
"Nak! Kami disini, kamu yang sabar ya" Ibu Triska sambil memeluk erat Dian.
"Ibu! Kenapa aku tidak bisa melihat? Atau? Jangan-jangan! Aku tidak bisa melihat" Dian berkata panik sambil menegang kedua matanya.
Tiba - tiba Dian berteriak meraung dengan keras, dia memanggil-manggil Dokter, sehingga tanpa menunggu lama, dokter itupun sampai diruangan Dian dirawat.
Dokter itu langsung memeriksa bola mata Dian, dengan memeriksa secara inci, kemudian Dokter itu menghela nafas panjang, dokter itu berkata pelan "Mohon maaf Tuan, sepertinya nona ini untuk sementara tidak bisa melihat, sembari kita menunggu pendonor mata" Selesai berkata Dokter itu langsung meninggalkan tempat itu.
Dian tiba-tiba menangis meraymung, ketika dia mendengar pernyataan dari dokter barusan, "Aku! Aku tidak mau buta! Tolong.. Ayah! Aku tidak mau buta" Rengek Dian sambil menangis dipelukan Ibunya.
__ADS_1
"Farel! Farel.. Dimana dia?" Tanya Dian tiba-tiba, seketika dia teringat dengan Farel.
"Siapa Farel" tanya ibu Triska dengan keras ketika dia mendengar pertanyaan Dian.
"Itu lo... Teman saya yang bersama saya waktu kecelakaan tadi" Dian berkata jujur.
"Saya celaka karena menyelamatkan dirinya, apakah dia baik-baik saja" Dian bertanya penasaran.
Dian tidak menyadari kalau Farel, termasuk menyembunyikan masalah kecelakaan ini kepadanya, kemudian Daran berbisik ditelinga Walikota, sambil dia menyodorkan sebuah HP dihadapan Walikota, yang membuat walikota hanya menganggukan kepalanya.
Daran Zebua bersama pengawal walikota, telah mengamankan Farel, ketika Farel melihat Kondisi Dian yang sudah tidak bisa melihat lagi, sehingga dia dengan pelan-pelan memutuskan untuk pergi dari tempat itu.
Namun tidak sampai berapa langkah, m langkah Farel dihentikan oleh Daran bersama pengawal pak walikota, yang bertubuh kekar itu.
"Nak! Kamu mau pergi kemana? Sepertinya setelah kamu tahu kondisi Nona muda, kamu langsung menghindar? Iya kan?" Tanya Daran dengan Suara menggertak.
"Ti..tidak Pak!.. Saya ingin mencari teman saya, kebetulan kami ada janjian untuk ketemu jam ini" Farel berkata terbata mencari alasan.
"Heemm.. Apakah gara-gara ini" Daran mendengus dingin, sambil dia memperlihatkan Videonya, sewaktu dia menghubungi Karen beberapa saat yabg lalu.
Farel menatap tajam kearah Daran, kemudian dia berkata "Apa urusan kalian! Berani menjebak orang lain, saya tidak terima dengan kelakuan kalian terhadapku!'. Kemudian dia melanjutkan "saya tidak ada hubungan dengan kecelakaan Dian, dia itu kecelakaan Murni, bukan disengajai, apa kalian paham!" Suara Farel terlihat sangat tegas.
"Heeii.. Bocah Sialan! Kamu jangan ajari saya tentang pembelaan, yang jelas kamu sudah ikut menyembunyikan pelaku kejahatan, berarti kamu juga termasuk pelaku kejahatan" kata Pengawal itu dengan tegas, yang membuat nyali Farel menjadi Ciut dan lemah 100%.
Dalam waktu bersamaan, anggota polisi yang sudah ditelpon oleh Daran tadi, mereka sudah sampai dirumah sakit, sehingga tidak ada lagi peluang untuknya, untuk bisa melarikan diri.
Polisi langsung melakukan penangkapan, setelah mereka melihat bukti Video yang diberikan Daran kepada mereka, ditambah lagi dengan Video CCTV yang ada dijalan Samledo.
__ADS_1
Farel dibawa Polisi tanpa melakukan perlawanan, namun dia meninggalkan pesan dia berkata: "Saya akan Pasti balas, perbuatan kalian ini padaku!" Ucap dengan tatapan tegas, seraya dia dibawa pergi.