PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 51. Ginseng 100 Tahun


__ADS_3

Setelah Lea selesai bicara, secara serentak Dewi dan Bryan melihat Kearah Pintu, namun mereka sangat terkejut, ketika melihat Lemon sudah menghilang dari Arah Pintu.


"Tadi dia masih berada disini, tapi kok dia sudah pergi" Bryan berkata penasaran.


Tidak berkata apa-apa Bryan langsung bergegas lari mengejar Lemon kekamar Hasrat, namun Lemon dan Hasrat sudah tidak ada disana, Bryan kembali kekamar Dewi, dengan perasaan sedih dia menundukkan kepalanya.


"Dimana dia" Dewi bertanya dengan wajah penuh penasaran.


Bryan menggelengkan Kepalanya "Mereka sudah pergi, mereka sudah meninggalkan Kunci kamar kepada Pelayan" Bryan berkat sambil menghempaskan Tubuhnya di Sofa.


Dewi hanya menghela Nafas panjang ketika dia mendengar pernyataan dari Bryan.


"Ternyata dia memang mampu menyembuhkanmu" Bryan berkata sambil menatap Lea.


Kemudian dia melanjutkan "Lemon memang seorang Tabib, nyatanya dia mampu menyembuhkanmu".


"Saya harus berbicara dengannya empat mata" Dewi berkata dalam hati.


Di Aula tempat Pelelangan, Orang-orang sudah berkumpul, orang-orang yang datang dari Kota Gowe, dan provinsi Tera berkumpul mengikuti Pelelangan Ginseng 100 tahun.


Lemon bersama Hasrat Naibaho, berjalan memasuki pintu masuk Aula, Lemon melihat seluruh ruangan dan peserta pelelangan, kemudian pandangannya tertuju pada seseorang, orang itu adalah David Laiya.


Hasrat Naibaho dan Lemon, duduk ditempat yang sudah dipersiapkan Oleh Penyelenggara Pelelangan, sementara bawahannya yang 2 orang tetap berada dibelakang, untuk mengawasi keadaan disekitar.


Lemon merasakan ada beberapa Kekuatan Energi Qi dari beberapa Master, bahkan ada yang sudah pada tahap pembentukan Pondasi, namun Lemon tidak menghiraukannya, dia tetap Fokus pada Acara Pelelangan hari ini.


Tiba-tiba Suara Kaki terdengar dari samping tempat duduk Lemon, kemudian dia melihat Tiara Gaho berjalan dengan Lenggang-Lenggongnya, berjalan duduk tepat didepan Lemon.


Lemon tidak melihatnya, dia hanya terus duduk bagaikan Patung.


Kemudian Tiara Gaho memutar badannya melihat Lemon, namun Lemon tidak meliriknya sama sekali. Tiara Gaho hanya kembali meluruskan tempat duduknya menghadap kedepan.


David Laiya memandang Kearah Hasrat Naibaho, kemudian dia merasakan Tatapan Lemon yang sangat kuat, kemudian dia tiba-tiba sedikit gemetar.


"Siapa anak ingusan ini, kenapa dia memiliki kekuatan Energi yang sangat besar" David Laiya membantin dalam hatinya.


Lemon hanya melirik sepintas David Laiya, kemudian Lemon menyebarkan kesadaran ilahinya, kemudian dia mengetahui kekuatan David Laiya yang sudah berada diatas pembentukan Pondasi.


Dalam sekejab seluruh kursi yang sudah disiapkan sudah terisi penuh, kemudian seorang wanita cantik dan seksi dari belakang Podium naik keatas Podium.


Wanita Cantik itu adalah pembawa acara untuk pelelangan Ginseng 100 tahun.


Pengawal membawa Ginseng 100 tahun keatas Podium, Ginseng 100 tahun itu berada didalam Kotak Kaca.


"Para hadirin yang terhormat? Salam Hormat kepada Tuan-Tuan, Perkenalkan! Saya yang akan memandu acara hari ini, aturan pelelangan adalah, siapa yang melakukan penawaran paling tinggi dialah pemenangnya" Gadis cantik itu mengatakan semua aturan pelelangannya.


Semua peserta mengepalkan tinju mereka masing-masing, mereka berharap bisa mendapatkan Ginseng 100 tahun yang ada dihadapan mereka.


Tidak terkecuali David Laiya, yang sangat berambisi ingin mendapatkan Ginseng 100 tahun, karna tuntutan dari Kakeknya Yerfan Laiya.


"Baik Tuan-Tuan, inilah dia Genseng 100 tahun, yang merupakan Harta Pusaka Puncak Gomo, semoga tuan-tuan dapat beruntung hari ini" Pembawa Acara berkata sambil membuka penutup Kotak Kaca Ginseng 100 tahun.


Setelah dibuka Penutupnya, Aura Energi Spiritual terpancar dari Ginseng 100 tahun, mata semua orang terbelalak ingin merebut kotak tersebut.

__ADS_1


"Harga Ginseng dibuka 10 juta" Gadis pembawa acara itu berkata.


11 Juta, 13 Juta, penawaran terus berlanjut hingga sampai 50 Juta, kemudian David Laiya mengangkat Papan penawarannya: 60 Juta.


Tiba-tiba Lemon mengangkat Papannya, dia melakukan Penawaran pertamanya: "Saya tawar 100 juta".


Seketika orang-orang yang berada dikursi depan, membalikan pandangan mereka untuk melihat asal suara tersebut, setelah mereka mendengar Penawaran yang sangat Fantastis tersebut.


Orang-orang sangat terkejut ketika melihat siapa Penawar barusa, mereka tertegun ketika melihat Lemon yang terbilang masih Bocah ingusan.


Tidak terkecuali Tiara Gaho yang sangat merinding karena keterkejutannya, kemarin dia masih menilai Lemon sebagai seorang pengemis, tapi sekarang dia melakukan penawaran yang sangat Fantastis.


David Laiya mengernyitkan Keningnya ketika pandangannya Jatuh pada Lemon "Rius! Siapa Bocah yang masih ingusan itu?" David bertanya kepada Rius, yang sudah berdiri dibelakangnya.


"Mohon maaf Tuan, saya tidak kenal dengan Pemuda itu!" Rius menjawab dengan hormat.


"Segera selidiki siapa dia, saya perhatikan dia bukan pemuda biasa" David memberi perintah kepada Rius, sebagai kepala pelayannya.


Hasrat Naibaho ikutan terkejut ketika Lemon melakukan penawaranya, "Mohon Mafa Tuan, Apakah itu tidak termasuk penawaran yang sangat besar? Apalagi Ginseng 100 tahun itu tidak terlalu memberi keberuntungan" Hasrat Naibaho berkata berbisik kepada Lemon.


Lemon memutar pandangannya melihat Hasrat Naibaho, dia tersenyum sambil berkata: "Saya punya batasanku sendiri" selesai berkata, dia kembali meluruskan pandangannya ke arah Podium.


Hasrat Naibaho hanya menghela nafas panjang, sambil menggelengkan kepalanya, dia tidak mengira Tuannya memiliki Keuangan yang sangat besar.


Sekitar 5 Menit, tidak ada yang melakukan Penawaran, semua orang hanya bisa menunggu siapa yang membuat penawaran yang melebihi pemuda itu.


"Apakah masih ada yang melakukan penawaran?, yang bisa menyaingi Pemuda Ganteng disana"


"120 Juta" David Laiya berkata dengan tegas, walaupun dia Termasuk keluarga Terkaya diKota Gowe, namun dia tidak bisa menghabiskan uang Ratusan Juta kali ini, karena kondisi keluarganya sekarang lagi tidak stabil, usaha keluarga Laia sedang mengalami kerugian besar.


"150 Juta" Lemon kembali mengangkat Papannya.


160 Juta, 175 Juta, 180 Juta, 190 Juta, 200 Juta, penawaan terakhir paling tinggi oleh David laiya. 210 Juta, Lemon kembali melakukan penawarannya.


David Laiya menggertakan giginya, dengan mengepalkan tinjunya dia mengangkat papannya "230 Juta" ini adalah penawaran tertingginya.


"245 Juta" Penawaran terakhir Lemon, dia tidak akan lagi menaikan karena saldonya hanya batas 250 juta.


Orang-orang tidak berkata-kata, mereka hanya diam menunggu jika ada penawaran tinggi, yang dapat melebihi Lemon.


"Bagaimana Tuan-Tuan yang terhormat, Apakah ada yang melakukan penawaran melebihi Saudara ini" Pembawa acara berkata mengangkat tangannya sambil menghujuk Lemon.


David Laiya hanya bisa meremas Cangkir Tehnya, dia sangat gemetaran sampai-sampai dahinya keringat dingin.


"Tuan Apakah tuan tidak melakukan penawaran lagi" Rius berbisik ditelinga David Laiya.


"B'jingan! Apakah kamu tidak mengetahui keadaan Finansial keluarga La ia sekarang! Keluarga kita sekarang lagi menghadapi kerugian yang sangat besar, karena keluarga Song" David Laiya memarahi Rius.


Rius seketika menutup mulutnya rapat-rapat, dia takut Tuannya akan semakin Murka.


"Baik Tuan-Tuan, Jika memang tidak ada lagi yang menawar, maka kita hitung, 5. 4. 3. 2. 1".


"Plok Plok Plok" Suara ketuka Palu terdengar dari atas Podium.

__ADS_1


"Selamat kepada Tuan Muda kita, dia yang berhak memenangkan Lelang Ginseng 100 tahun kali ini" Gadis Pembawa Acara itu berkata dari Atas Podium.


Suara tepuk tangan terdengar dari seluruh peserta, kemudian Pembawa Acara meminta Lemon untuk datang Naik ke Atas Podium.


Lemon berjalan selangkah demi selangkah menuju Podium, dia berjalan santai sambik melirik keluarga-keluarga Kaya dari berbagai kalangan.


Sebagian peserta berbisik "Anak Muda ini berasal dari Keluarga Mana? lihat saja penampilanya, dia tidak terlihat berasal dari keluarga kaya'.


Melihat penampilan Lemon, Ada juga yang mencibir, "Kita lihat saja terlebih dahulu kesombongan anak ini, palingan dia hanya membual dengan sok punya uang".


Mendengar hal tersebut, seluruh peserta menatap Lemon dengan tatapan Jijik dan menghina "Dasar Bocah tidak tahu diri, beraninya dia main-main dipelelangan yang diadakan oleh Keluarga Safrin, lihat sajalah dia nanti kalau dia berani-berani menipu! Pasti habislah dia"


Mendengar orang-orang berkata mencibir, Hasrat Naibaho sedikit gemetar karna Malu, kalau sampai Tuannya benar-benar tidak memiliki Uang sebanyak itu, wajahnya akan ditaruh dimana dimasa depan.


Orang-orang dari keluarga atas, tidak terlalu peduli dengan pelelangan kali ini, karna yang dilelang oleh Keluarga Safrin adalah Ginseng 100 tahun, para keluarga atas tidak terlalu peduli dengan ginseng 100 tahun, mereka lebih memilih jika pelelangan berlian dan barang-barang Antik.


Tiara gaho juga ikutan mencibir, "Heem... Kasihan sekali! Berani menawar tanpa ada uang".


Setelah Lemon sampai diatas Podium, Gadis Pembawa Acara itu menyambutnya dengan senyuman sambil berkata: "Maaf Tuan.. Kalau boleh tahu, namanya siapa?".


"Saya Lemon Nababan" Lemon berkata dengan nada tegas.


"Baik Tuan.. Terimakasih" Pembawa Acara itu berkata sambil membungkuk.


"Kepada seluruh Hadirin yang kami banggakan, kami perkenalkan Pemenang Pelelangan hari ini. Adalah... Tuan Lemon Nababan, yang berasal dari Kota Gowe"


"Sudah! Jangan banyak bicara, suruh saja dia untuk membayarkan, saya ragu anak itu tidak memiliki uang sebanyak itu" seseorang dari antara peserta berteriak.


"Iya betul... Suruh dia membayarkannya! Biar kita buktikan kalau dia tidak menipu kita!" Teriak orang-orang dari bawah podium.


David Laiya hanya menyeringai dan tidak berkata apa-apa, ketika tiba-tiba Rius berkata kepadanya: "Maaf Tuan Patriak, orang-orang kita sudah menyelidiki anak itu, dia adalah seorang Mahasiswa disalah satu Universitas di Kota Gowe, dia berasal dari keluarga Miskin dari Desa Tora, kemudian dia mendapatkan Beasiswa Keluarga tidak mampu".


"Lalu kenapa dia bisa mengikuti Acara Pelelangan disini!" David berkata tegas.


"Dia ditemani oleh Hasrat Naibaho Tuan, Motivnya mereka kerjasama kami masih belum tahu pasti, yang jelas mereka telah membentuk sebuah oragnisasi Yayasan Kuil Naga" Rius menjelaskan secara rinci kepada David Laiya.


"Heem... Bagus! Kamu bekerja sangat memuaskan, lebih kita lihat saja pergerakan mereka" David berkata sambil mengesap Tehnya.


"Baik Tuan... Sesuai aturan pelelangan, setelah selesai ketukan palu, pemenang wajib membayarkan terlebih dahulu, baru bisa mengambil barangnya" Pembawa acara itu berkata santun.


"Baik tidak masalah, segera selesaikan pembayarannya, karna saya buru-buru" Lemon berkata sambil mengambil Kartu dari dalam saku celananya.


Lemon menyerahkan Kartu ATMnya kepada Pembawa Acara, kemudian Pembawa acara menyuruh Pelayan untuk melakukan Transaksi melalui E-Brilink yang ada didepan mereka.


Pelayan itu menggesek Kartu Lemon, kemudian mengetik Jumlah uang yang akan ditransfer, pelayan mengklik tombo kirim.


Dengan Suara "Bip Bip"... Transaksi berhasil.


Setelah selesai Transaksi, Pelayan itu langsung mengembalikan kartu ditangan Lemon sambil berkata "Tuan... Transaksinya telah berhasil, terimakasih atas kerjasamanya, semoga dimasa depan tuan akan mengikuti acara pelelangan ditempat ini lagi".


Lemon hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum kepada pelayan itu.


"Selamat Tuan Lemon! Ginseng 100 tahun kini sepenuhnya milik Anda" Pembawa Acara itu berkata dengan bangga, sambil memberi tepuk tangan yang sangat meriah.

__ADS_1


__ADS_2