
"Heeemm.. Sombong banget!” Devi berkata letus, ketika dia mendengar pernyataan dari Pihak Lain, yang sangat arogan menurutnya.
Kemudian dia kembali bertanya: "Tapi! Kamu tidak kenapa-kenapa kan?, Apakah ada bagian tubuhmu yang sudah patah?" Devi berkata dengan mata memindai seluruh tubuh Lemon.
"Yaaahh.. Seperti yang kamu lihat, saya tidak apa-apa" Lemon berkata dengan senyuman.
"Berarti! Tuan Lemon dan Nak Devi sudah saling kenal toh?" Kepala Suku berkata dengan wajah yang tidak bisa diartikan.
"Saya juga tidak terlalu mengenal nona Devi pada saat itu, karena situasi cahaya didalam Gua tidak terlalu terang" Lemon berkata jujur, sambil dia meminum Air dimangkuknya.
"Ya Sudah! Lebih baik kita istirahat, apalagi Non Devi sudah sepenuhnya sembuh" Ajak Lemon, karena dia melihat semua wajah orang sudah menunjukan mata sayu, ingin mau tidur.
"Baiklah Tuan Lemon, biarkan Nak Devi mengantarkan Tuan ke tenda sebelah" Kepala Suku berkata santai.
Setelah Lemon diantar ditenda, disebelah gubuknya kepala Suku, ditengah malam yang sunyi, angin malam dan kabut putih memenuhi bumi, yang terdengar hanyalah suara binatang-binatang dari arah hutan dalam.
Tiba-tiba Pintu tenda Lemon terbuka, Lemon yang memiliki Indra yang sudah mencapai tahap penempaan bumi lapisan kedua, seketika dia terbangun, namun dia sangat terkejut, ketika dia melihat Devi yang hanya memakai Daster tipis, dan tidak menggunakan pakaian dalam.
Lekukan tubuh indah Devi, sangat terlihat jelas, karena sinaran lampu cahaya dari luar tenda.
Devi membuka Pakaiannya dengan perlahan, kemudian dia berjalan mendekati Lemon, yang sedang duduk setengah tidur diatas kasur.
"Apa yang kamu lakukan?" Lemon berkata panik, namun bibirnya langsung dibekap oleh jari telunjuk Devi.
"Sssuutt.. Diam! Aku sudah jatuh cinta padamu sejak awal kita bertemu didalam Gua, jadi aku harap kamu tidak menolaku" Devi berkata sambil dia merangkak keatas tubuh Lemon, yang sudah telanjang dada, dan duduk setengah tertidur.
"Aku belum pernah disentuh oleh laki-laki lain, jadi aku rela apapun yang kamu lakuin kepadaku sekarang, malam ini tubuhku ini milikmu" Ujar Devi sambil dia menatap Lemon, yang tidak bisa bergerak dibawah kukungannya.
"Tidak! Tidak! Saya sudah memiliki Pacar, dan saya tidak bisa menghianatinya" Lemon berkata Panik sambil dia mendorong tubuh Indah Devi.
__ADS_1
Devi terus menekan tubuh Lemon, yang bergerak meronta-ronta, sambil dia berkata: "Apa bedanya, Aku sama Pacar kamu itu? Apakah dia lebih cantik dan perhatian dariku?" Tanya Devi sembari dia terus membuka perlahan pakaian bawah Lemon.
"Apakah kamu Rela membagi Kasih?" Tanya Lemon sambil menatap mata Devi.
"Aku rela! Asalkan kamu tidak berat sebelah" Devi berkata sambil tersenyum, dan sebuah ciuman mendarat dibibir Lemon.
Lemon sangat terkejut, ketika bibirnya di ***** oleh Dewi, Lemon hanya bisa terengah tanpa bisa berkata-kata.
Setelah ******* beberapa saat, Devi yang sudah dipenuhi dengan gejolak dunia kahyangan, bibirnya langsung turun kebagian dadan Lemon, namun Lemon yang tersadar langsung mendorong tubuh Devi, kemudian dia memegang kedua tangan gadis itu, kemudian dia berkata: "Kamu jangan terbawa nafsu, saya tidak bisa melakukan hal gila seperti ini".
Lemon langsung merangkak kesamping, dia menjauh dari wanita serakah itu.
Devi yang ditinggalkan oleh Lemon, dia merasa sangat kesal, dia berdiri sambil menghentakan kakinya, lalu berkata : "Kamu Dasar! Lelaki pengecut, kamu hanya berani mencuri ciuman pertamaku, aku tidak mau melihatmu lagi!" selesai berkata, Devi merapikan pakaiannya dia langsung berlari dan menghilang dari tempat itu.
Kepala Suku dan Istrinya, hanya menghela nafas ketika Lemon tidak menanggapi Devi dengan serius, karena semua itu adalah suruhan dari kepala suku, dia ingin Lemon menjadi menantunya dan tinggal didalam Gua Rahasia untuk selamanya.
Keesokan paginya, Lemon terbangun kemudian dia melihat diluar Tenda, warga sudah banyak melakukan aktivitas mereka seperti biasanya.
"Oh itu! Nyenyak! Saya baru merasakan tidur yang tenang, ketika saya diGua rahasia ini" Lemon membalas pertanyaan kepala suku.
Setelah Lemon membersihkan dirinya, dia langsung berpamitan kepada kepala suku, karena Lemon tidak lagi berlama-lama ditempat ini, dia takut Devi akan semakin salah sangka padanya.
"Biarkan orang-orang saya mengantarkan Tuan Lemon Ke Pintu Gua, saya takut Tuan Lemon akan kelabakan jika sampai didepan Gua" Kepala Suku berkata menjelaskan kepada Lemon, kemudian kepala suku mengeluarkan Kalung Emas, yang dikalung itu terdapat Gambar Pedang yang mengkilat.
"Ini adalah tanda Persaudaraan, antara Suku Hilikara dan Tuan Lemon, jika dimasa depan Tuan Lemon berkunjung kesini lagi, maka Kalung inilah tanda bahwa andaa sudah pernah menjadi bagian dari kami" Kepala Suku berkata panjang lebar.
Lemon menerima kalung emas tersebut, sambil dia mencium punggung tangan kepala suku, sambil dia berkata: "Mohon Restui saya paka Kepala, karena dimasa depan saya akan pergi ketempat Terlarang".
"Baik! Semoga Para Leluhur Dewa Perang selalu memberkati dan mengikutimu dimanapun kamu berada" Kepala Suku berkata dengan Merestui kepergian Lemon.
__ADS_1
Setelah berpamitan Lemon dan beberapa bawahan kepala suku, langsung terbang melesat keatas langit, dan dalam hitungan menit, mereka sudah sampai dipintu Masuk Gua rahasia.
Kepala Suku hanya menghela nafas panjang, ketika dia melihat Lemon pergi dan menghilang diantara Awan putih.
Sesampainya mereka didepan Pintu Masuk Gua, salah seorang bawahan kepala suku, membacakan mantra dan melambaikan tangannya.
Sehingga dalam seketika, Dunia Luar terlihat dan sinar cahaya masuk dengan terangnya.
"Tuan Lemon silahkan mencobanya, karena jika suatu saat Tuan Lemon mendatangi tempat ini lagi"
Bawahan itu langsung mengajari Lemon dengan Kalung Emasnya, yang terdapat diatasnya Gambar Pedang.
Lemon melakukan gerakan itu dengan berulang-ulang, sampai dipaham betul untuk membuka Pintu Rahasia ini.
"Baik! Karena Tuan Lemon sudah paham! Kami juga mohon pamit, untuk kembali kedesa" Bawahan itu berkata hormta kepada Lemon.
"Terimakasih atas semuanya, saya berjanji dimasa depan saya akan berkunjung ditemoat ini lagi" Lemon berkata dengan senyumannya yang sumringah.
"Kam semua mohon pamit Tuan, sampai jumpa dimasa depan" selesai berpamitan kepada Lemon, semua bawahan itu langsung terbang melesat kembali ke Desa Hilikara.
Lemon hanya bisa tersenyum Puas, ketika dia melihat orang-orang itu terbang, bagaikan Burung Rajawali.
Lemon menggelengkan kepalanya, kemudian dia melangkahkan kakinyanl untuk keluar, namun tiba-tiba sebuah suara terdengar "Tunggu!" Lemon langsung membalikan badannya, ketika dia mendengar Suara yang sangat familiar itu.
Suara itu berasala dari Devi, Devi memegang pinggulnya kemudian dia berjalan mendekati Pintu gua, dalam satu lambaian tangannya, pintu Gua itu tertutup dengan sendirinya.
"Pergi tanpa pamit, apakah itu bukannya namanya Lelaki Pengecut" Devi berkata menatap tajam kearah Lemon.
Lemon haya tersenyum melihat kelakuan Devi, dia hanya bisa menghela nafas, kemudian dia berjalan mendekati Gadis itu.
__ADS_1
Lemon meletakan tangannya dipunggung, dia menundukan kepala sambil menggerak-gerakan kakinya, menyepak dedaunan kering yang ada diatas tanah.