
Ririn mengangkat wajahnya, dia memandang Lemon dengan mata yang berkaca, kemudian dia menggelengkan kepalanya pelan.
"Walaupun aku bercerita kepada kaka, saya rasa kakak tidak bisa membantuku, karena ini berbicara tentang perasaan dan cinta, karena aku tidak mencintai calon suamiku itu" Jawab Ririn lirih sambil meneteskan Air Matanya.
"Kenapa kamu berkata seperti itu? Tidak apa-apa kalau kamu cerita kepadaku" Tanya Lemon dengan wajah yang sudah penasaran.
Ririn menggelengkan kepalanya, kemudian dia membalikan pandangannya menatap kedalam rumah.
Dia langsung menarik tangan Lemon dan Dewi, dia membawa mereka kePondok samping rumah, yang terletak disamping kolam kecil.
"Sebenarnya aku terpaksa menerima pernikahan ini, karena Calon Suamiku Pak Wahyudin memaksa Ayah dan Ibu untuk menerima lamarannya, karna kalau tidak! Dia akan membakar Rumah ini dan menghancurkan ladang usaha kami" Jelas Ririn dengan panjang lebar, sambil dia *******-***** jari-jarinya, karena dia sangat ketakutan.
Mendengar pernyataan dari Ririn, Lemon dan Dewi saling memandang, Dewi dengan menggertakan giginya dia menahan Emosinya yang sangat membludak.
"Ini tidak boleh dibiarkan! Kamu tidak boleh menikah dengan laki-laki yang lebih tua darimu, kamu harus mendapatkan kebahagiaanmu" Kata Dewi sambil menggenggam tangan Ririn.
"Iya Rin.. Kamu harus membatalkan pernikahan itu, kamu lebih baik lanjutkan Sekolah, supaya Masa depanmu cerah" Usul Lemon dengan mata yang sudah memerah.
"Tapi.. Tapi Kak! Pak Wahyudin akan brutal dan melakukan kekacauan dikeluargaku kalau aku menolak keinginannya, karena dikampung ini Pak Wahyudin merupakan kepala Preman sekaligus Kaki tangan Bos besar dari Kota Gowe, sehingga tidak ada orang yang bisa menyinggungnya" Jelas Ririn dengan wajah yang semakin sedih.
"Heemm.. Kamu tidak usah kuatir, serahkan padaku, biarkan aku yang akan memberinya pelajaran" Jawan Lemon dengan menghela nafas panjangnya.
"Tapi kak, aku gak mau kak Lemon mendapatkan masalah dalam masalahku" Jawab Ririn.
"Sudahlah!! Kamu lebih baik percaya saja sama kak Lemon, dia punya solusi dalam masalah ini" Sahut Dewi meyakinkan Ririn.
Ririn menganggukan kepalanya, tanpa dia banyak protes lagi "Ya Sudahlah.. Aku percayakan sama kak Lemon" Ujar Ririn dengan pasrah.
"Ya Sudah! Kamu lebih baik tenangkan pikiranmu" Kata Lemon dengan santai sambil dia mengusap-ngusap punggung Ririn.
__ADS_1
Setelah selesai berkata-kata, Lemon Dewi dan Ririn berjalan Masuk kedalam Rumah, mereka disambut oleh Ayah dan Ibunya Ririn.
"Salam Hormat Paman, Bibi" Sahut Lemon dengan hormat sambil dia membungkuk dan menyalami Paman dan Bibinya, yang diikuti oleh Dewi dari belakang.
pak Yosa dan Bu Meti hanya tersenyum lebar, ketika mereka melihat Lemon dan Dewi bersalaman dengan santun kepada Paman dan Bibinya.
"Ayah, Ibu.. Kalau Bidadari ini namanya mbak Dewi, dari Kota Gowe, dia Wanitanya Kak Lemon! Bagaimana? Serasi kan?" Ririn angkat Bicara memperkenalkan Dewi kepada kedua orang tuanya.
Ayah dan Ibunya hanya tersenyum menganga, karena mereka tidak menyangka Lemon mempunyai wanita yang sangat cantik dari Kota Gowe.
"Oh iya.. Sangat Cantik.. Bagaikan Bidadari dari kahyangan" Sahut Ibu Ririn dengan wajah yang penuh keheranan.
"Haaii.. Bibi, paman! Salam hormat.. Maaf saya tidak sempat membeli oleh-oleh, karena kami kemalaman dijalan" Sambut Dewi dengan senyuman dan Nada Meminta maaf.
Mata semua orang yang berada dirumah itu menjadi terbelalak, mereka sangat kagum kepada Lemon yang memiliki Wanita cantik bak bidadari.
Dipojok ruangan itu, telah duduk dengan tenangnya Pak Wahyudin, calon suaminya Ririn.
Pak Wahyudin menelan ludahnya ketika dia melihat lekukan tubuh bohai Sang Dewi, dia tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya langsung menghampiri Dewi untuk salaman.
Pak Wahyudin ingin menyalami Dewi namun dengan kecepatan tinggi tangan Lemon sudah langsung bersalaman dengan Pak Wahyudin.
"Nama Mas Wahyudin, calon Suaminya Ririn, tapi kalau kamu ingin Jadi yang pertama gak apa-apa, aku bisa menunda Pernikahanku dengan Ririn.. Hehee" Ucap Pak Wahyudin dengan melebarkan senyuman bangga.
Namun Pak Wahyudin masih belum menyadari kalau tangan yang ada didalam genggamannya adalah tangannya Lemon.
Dewi langsung berjalan kearah Kursi disamping Bu Meti, yang membuat Mata Pak Wahyudin menganga, dia baru menyadari kalau yang dia salami bukanlah Dewi.
"Namaku Lemon! Sepupu Ririn" Sahut Lemon dengan suara seraknya, yang membuat orang-orang yang mendengarnya bergidik ngeri, tidak terkecuali Pak Wahyudin, tangannya menjadi gemetar berkeringat dingin.
__ADS_1
Namun rasa takutnya itu dia tepis, dia tidak mungkin kalah dengan bocah yang berumur 20an.
Dengan tatapan mengintimidasi, Wahyudin menggertakan giginya dengan mata memerah dia berteriak "Sialan! Bocah kecil.. Beraninya kau mempermainkanku! Hah! Apa kau masih belum mengenal siapa saya?" Ketus Wahyudin sambil dia melepas tangannya dari genggaman Lemon.
Lemon hanya mencibir dengan senyuman jijik, dia menatap Wahyudin dan berkata: "Saya tidak perlu tau siapa kamu! Yang jelas kamu sudah merampas kebahagiaan sepupuku, jadi kamu harus mempertanggungjawabkan semuanya".
"Bangsat!! Kau berani sama saya" Ketus Wahyudin dengan Amarahnya yang meledak-ledak.
Wahdyuin menatap bodyguardnya yang berada dibelakang, sambil berteriak dia berkata: "Kalian! Apalagi yang kalian tunggu?? Cepat beri pelajaran kepada Bocah Sialan ini!! Lalu buang dia disungai No'ou".
"Tunggu Pak Wahyudin!! Kita bisa bicarakan masalah dengan baik-baik, tidak harus melakukan kekerasan" Pak Yosa Angkat Bicara ingin melerai masalah antara Lemon dan Wahyudin.
Wahyudin menatap Pak Yosa dengan tatapan tajamnya, dia mengangkat sebelah sudut bibirnya lalu berkata: "Punya Kapasitas apa kau berkata seperti itu padaku, apakah kau tidak sadar diri! Kau itu hanya seorang Pekerja diPerkebunan, yang tidak memiliki derajat untuk berbicara dihadapanku! Jadi lebih baik kau menyingkir, kalau kau tidak mau kehilangan nyawa".
"Pak Wahyudin.. Tolong beri kesempatan kepada Anak saya untuk meminta maaf pada anda, dia memang salah" Kata Pak Yosa dengan memohon, dia ingin berlutut dihadapan Pak Wahyudin, namun Lemon mencegatnya.
"Ayah!! Apa yang Ayah lakukan? Ayah tidak perlu melakukan itu, jangan kita dianggap hina oleh orang tua itu" Kata Lemon yang mencegat Ayahnya untuk berlutut dihadapan Wahyudin.
"Aargh!! Kamu dengar dan lihat sendiri kan! Anak Brengsek ini tidak ada sopan-sopannya, dia bagaikan sudah Zombi yang sudah bosan hidup" Sahut Wahydin dengan Amarahnya yang memuncak.
"Nak! Lebih baik kita pergi, jangan membuat suasana menjadi rumit, karena Paman dan bibimu termasuk Ririn yang akan menjadi korban kalau masalah ini semakin memuncak" Kata Ibu Meti sembari menarik tangan Lemon.
Lemon menggelengkan kepalanya Pelan, dia menatap Ibunya sambil menggenggam tanganya "Ibu tidak usah kuatir, saya bisa mengatasi manusai tua yang tidak tau diri ini".
Lemon langsung memutar pandanganya kearah Wahyudin, dengan tatapan tajam terlihat sekilas sinar terbang dikedua bola matanya.
Wahyudin semakin menjadi-jadi setelah dian mendengar pernyataan Pihak lain yang merendahkannya, Wahyudin termasuk orang yang memiliki kepribadian yang agresif dan sombong, dia tidak bisa direndahkan oleh siapapun.
Dengan mata yang memerah, wahyudin langsung memerintahkan Anak Buahnya untuk menyerang Lemon " Kalian Semua!! Seret dia dari tempat ini, beri dia pelajaran sesuai dengan apa yang dia perbuat".
__ADS_1
Beberapa Anak Buah Wahyudin langsung menyerbu kearah Lemon.