
"Duuaar" suara pukulan terdengar didada Lemon, namun Lemon tidak berkedip sama sekali, yang membuat Yerfan Laiya mengerutkan keningnya.
Lemon masih berdiri tegap ditempatnya semula, dia hanya menatap Yerfan Laiya dengan tatapan dingin tanpa melakukan serangan balik, Namun beda halnya dengan Yerfan Laiya, dia merasakan tangann kanannya kesemutan dan Kebas.
Yerfan Laiya ingin melakukan pukulan lagi, namun ketika dia berniat mengangkat tangannya, dia tidak bisa menggerakannya bagaimanapun dia berusaha,
Yerfan Laiya melihat tangannya karena sudah tidak bisa digerakan, namun dia sangat terkejut ketika melihat tangannya yang sudah tergantung karena patah.
"Aarrg" lenguh Yerfan Laiya ketika dia merasakan sakit yang sudah mulai menjalar diseluruh tubuhnya.
Yerfan Laiya langsung memegang tangannya yang patah dengan tangan kirinya, kemudian dia menyuntikan Qi Esensial miliknya, sehingga rasa sakitnya menjadi hilang dalam sekejab.
"Aku sudah meremehkan kekuatanmu bocah sialan!" Teriak Yerfan Laiya sambil menatapnya dengan tatapan yang dipenuhi dengan niat membunuh.
Lemon hanya mengangkat sudut bibirnya mencibir, kemudian dia berkata "Aku memberimu kesempatan untuk hidup, asalkan kau melepaskan wanitaku dengan ikhlas".
"Hheemm.. Jangan harap semudah itu kau bisa menyelamatkannya, karena dia sudah diikat oleh Mantra sihir... Hahahaa" Yerfan Laiya berkata terkekeh.
"Baiklah kalau begitu, mari kita buktikan siapa yang pantas masih menghirup udara dibumi ini, Aku atau Kau" Jawab Lemon tegas, dengan tatapan dinginnya.
Yerfan Laiya menggerakan tangan kirinya, seberkas sinar biru muncul kemudian berubah menjadi pedang, yang sangat cantik dan memiliki ukuran yang sangat panjang.
Yerfan Laiya langsung bergerak kearah Lemon dengan gerakan secepat kilat, dia mengerahkan kekuatan Pedangnya untuk langsung dihunuskan tepat dijantung Lemon.
Namun sebelum pedang itu sampai dihadapan Lemon, terlebih dahulu Pedang Emas milik Lemon sudah terbang keatas langit dan langsung menyerbu kearah pedang Biru milik Yerfan Laiya, yang membuat suasana ditempat itu berantakan karena dampak dari kedua pedang yang saling bertarung.
"Duaar.. Duaarr" Ledakan disekitar terdengar mengerikan dan menghancurkan patung-patung dan halaman rumah keluarga laiya, seluruh tempat itu dipenuhi dengan debu yang membuat pemandangan tidak terlihat.
__ADS_1
Lemon hanya menatap kearah Pedang Emasnya, dia memusatkan seluruh kesadaran ilahinya untuk mengatur pertarungan pedang emas, sementara Yerfan Laiya sudah mulai kelabakan untuk menangkis setiap serangan-serangan Pedang Emas Lemon.
"Kalau saya terus bertahan! Saya akan mengalami kerugian besar, lebih baik saya cari cara untuk melarikan diri" Batin Yerfan dalam hatinya, sembari dia menangkis serangan Pedang Emas, dengan Pedang birunya.
Yerfan Laiya memukul Pedang Emas dengan sangay keras, yang membuat bunyi yang sangat memekikan telinga,
Ketika Pedang Emas terlempar cukup jauh, karena dampak pukulan yang dilakukan oleh Yerfan Laiya, Yerfan Laiya langsung menggunakan momen itu untuk meraih Bola Kecil yang berwarna hitam gelap dari saku celananya.
Kemudian Bola Kecil itu dilemparkan ditanah, yang dalam sekejab Bola kecil meledak dan mengeluarkan asap hitam yang sangat tebal, sehingga Yerfan Laiya menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri dengan kecapatan yang sangat tinggi.
Namun sebelum Yerfan Laiya melarikan diri, Pedang Emas sempat menusuk bokongnya dari belakang, yang membuat Yerfan Laiya mengerang kesakitan, dan dalam sekejab Pedang Emas langsung dicabut dan kembali ditangan Lemon.
Lemon mengamati seluruh tempat itu, perlahan asap hitam menghilang namun Lemon tidak melihat keberadaan Yerfan Laiya, yang membuat Lemon sedikit mengerang, tapi dia tidak berkeinginan mengejar Yerfan Laiya Karena Tujuan utamanya adalah melepas Dewi dari tempat rahasia.
Setelah memastikan tempat itu tidak ada lagi ancaman baginya, Lemon langsung mengeluarkan Naga Emas dan menyuruh Naga Emas untuk membawanya kedalam Ruangan Rahasia milik keluarga Laiya.
Setelah sampai didekat patung dan pintu batu, Lemon langsung menendangnya dengan kekuatan penuh, "Duaarr" suara ledakan terdengar ketika pintu itu dihancurkan oleh Lemon.
Lemon dan Naga Emas langsung melesat masuk kedalam ketika pintu sudah terbuka, Lemon memindai satu persatu setiap sudut ruangan yang ada didalam ruangan itu, karena situasinya sangat gelap.
Semua kamar didalam ruang rahasia itu telah diselidiki satu persatu, sehingga Lemon merasa sedikit kesal karena masih belum menemukan keberadaan Dewi.
Naga Emas membawa Lemon kekamar yang dikurung Dewi, Namun tetap saja mereka tidak temukan keberadaan Dewi, namun tiba-tiba Lemon menatap Kamar yang terlihat ada cahaya dari dalamnya, yang membuat Lemon langsung menerjang kearah kamar itu.
Lemon mengintip dari balik celah-celah pintu, Lemon mengernyit ketika dia melihat kedalam dan ternyata Dewi sedang diikat dikursi dengan mulut yang telah disekap.
Lemon langsung menerjang masuk kedalam "Boom" suara pintu terdengar ketika Lemon menendangnya, Kemudian dia langsung menghampiri Dewi yang sudah diikat dikursi.
__ADS_1
Lemon langsung melepaskan ikatan Dewi, kemudian dia menyuntikan energi spritual kedalam tubuh Dewi, ketika dia melihat kondisi Dewi yang terlihat lemas dan kesadarannya sudah mulai hilang.
"Kamu bertahan ya, aku akan membawamu keluar dari tempat ini" kata Lemon sambil mengangkat tubuh Dewi.
Dewi tidak menjawab apa-apa, dia hanya bisa menganggukan kepalanya serasa mata akan terpejam, kekuatannya yang hilang membutuhkan waktu yang banyak untuk dipulihkan, sementara Lemon buru-buru untuk pergi, dia takut akan datang para musuhnya yang lain.
Lemon langsung membawa Dewi pergi dari tempat itu,
dia harus mengejar waktu untuk mengobati Dewi, karena Kondisi Dewi yang terlihat sangat lemas.
Ketika Lemon berjalan melewati pintu keluar Ruang Rahasia, dia menggertakan giginya sambil membantin "Saya harus melenyapkan seluruh penghuni rumah ini" katanya dalam hati.
Dalam sekejab dia menggerakan jari-jarinya, sekilas kabut hitam putih langsung keluar, dan dalam sekejab mengepung seluruh kediaman Laiya dan dalam pusaran seperti tornado, seluruh orang-orang termasuk Marko yang tergeletak ditanah, langsung ditarik dan dihisap didalam Kabut tornado.
Sepersekian detik seluruh kediaman Laiyaenjadi sunyi, tidal ada lagi makhluk yang tersisa dirumag itu, terkecuali David Laiya yang masih berada didalam penjara.
Setelah merasa semuanya beres, Lemon langsung pergi meninggalkan tempat tersebut, Lemon memopong Dewi dengan menaiki punggung Naga Emasnya untuk bisa sampai dirumah dalam waktu cepat.
Dihutan belakang Rumah Kediaman Laiya, Yerfan Laiya berlari dengan tergopoh-gopoh, dia sudah terlihat sangat berantakkan dengan pakaian yang sudah compang camping.
Yerfan Laiya menghentakan tubuhnya dibawah pohon besar, kemudian dia mengingat kejadian yang dia alami hari ini, sambil menatap langit biru yang terlihat mendung.
"Anak itu ternyata memiliki kemampuan yang tersembunyi, kekuatannya tidak bisa ditebak" Yerfal Laiya terus berkata dalam hati, dengan gejolak rasa takut dan penasaran terus menyelimutinya.
"Saya harus meningkatkan kekuatan terlebih dahulu, setelah itu saya membalasnya" Lanjut Yerfan Laiya berkata dalam hati.
Tiba-tiba salakan petir terdengar diatas langit, dan hujanpun turun membasahi bumi.
__ADS_1