
Lemon memegang tangan Mulus itu, kemudian dia berbalik menghadap Dewi, sehingga mereka sekarang Posisi berpelukan.
Mereka tidak perduli dengan keadaan disekitar, karena mereka merasakan Dunia ini, hanyalah milik mereka berdua dan hanya mereka penghuninya.
Kemudian Lemon menghapus, tetesan Air Mata dari pipi mungilnya Dewi, kemudian dia berkata: "Kamu Jangan Sedih, Aku pasti kembali untukmu" Perkataan Lemon membuat Hati Dewi menjadi hangat.
Dewi menyandarkan kepalanya didada kekar Lemon, yang membuat Lemon menjadi salah tingkah, tiba-tiba dia berkata: "Kamu Jangan terlalu ceroboh, kita sedang berada didekat Rumahmu, orang-orang sedang memperhatikan kita, Apa kata mereka jika melihatmu seperti ini! Jangan sampai mereka membuat Gosip".
"Biarkan saja mereka! Kalau ada Gosip itukan lebih baik, biar kita secepatnya menikah, karena kalau sama kamu, aku tidak suka pacaran, aku maunya langsung menikah" Dewi berkata luas sambil masih menyandarkan kepalanya didada kekar Lemon.
"Kamu ini salah Makan obat ya? Kamu masih ingat nggak, kita ini masih dibangku Kuliah" ucap Lemon.
Setelah berpelukan cukup lama, akhirnya Lemon melepaskan pelukan Dewi, selesai berpamitan kepada Restu Chandra dan Lili, Lemon langsung meninggalkan kediaman Chandra, dia diantar oleh Supir pribadi keluarga chandra.
Kenji menghampiri Restu Chandra, kemudian dia berkata sambil membungkuk "Mohon maaf Tuan Patriak, saya ingin memberikan laporan terkait kondisi perusahaan saat ini".
"Iya silahkan" jawab Restu Singkat.
"Saham kita mengalami penurunan tuan, karena seluruh cabang mengalami penurunan penjualan, sehingga kita harus membutuhkan Donatur, untuk menampung honor para pegawai beberapa bulan kedepan" Tutur Kenji rendah.
"Kenapa bisa terjadi seperti itu?" Tanya Restu penasaran.
"Ini semua karena ulah Keluarga Laiya, semua pelanggan dan Investor menjadi tidak suka datang ke Kota Gowe, mereka mengklaim bahwa keluarga mereka, akan dihancurkan jika berlama-lama berada dikota Gowe" Kenji menjelaskan kondisi yang sebenarnya.
"Lalu? Apakah kita tidak ada cara lain? Kalau penjualan terus mengalami penurunan, Pasti kita menghadapi Masa Pailit" Restu berkata menatap Kenji, dengan wajah serius.
"Solusi hanya ada satu Tuan, kita harus melakukan kerjasama di perusahaan Yayasan Kuil Naga, dengan kita mengajukan Proposal, Tapi! Saya tidak tahu siapa pemimpinnya, dan saya dengar susah untuk melakukan kerjasama dengannya" Kata Kenji menjelaskan.
__ADS_1
"Heemm.. Kenapa baru kali ini saya mendengar nama Perusahaan itu?" Ketus Restu Chandra dengan suara kecil.
"Perusahaan itu baru berdiri Tuan, Karena Perusahaan itu berasal dari Keluarga Laiya, David Laiya telah melepasnya karena mengalami kebangkrutan" ujar kenji.
"Perusahaan kami sedang mengalami masalah? Dan hanya perusahaan Yayasan Kuil Naga sebagai Solusinya! Heemm... Saya akan mencoba cari tahu siapa CEO perusahaan itu, siapa tahu dia bisa diajak kerjasama" Dewi berkata membantin dalam hati.
Keesokan harinya, Lemon pergi ke Puncak Gunung Mosoe, dia ditemani oleh Supir yang diutus oleh Hasrat Naibaho.
Diperjalanan Lemon menutup matanya, sembari dia mengisi daya tenaganya, karena selama beberapa hari terakhir, dia terus-terusan kehilangan Energi. Sesampainya mereka sampai didaerah Hutan, yang hanya dipenuhi dengan Pohon-pohon besar, dan disebelahnya adalah Jurang yang dalam.
Supir memperhatikan dari Kaca Spion, dia melihat ada Mobil yang mengikuti mereka dari belakang.
Sontak saja Supir itu berkata: "Tuan? Sepertinya ada yang mengikuti kita". " Saya sudah tahu! Cari tempat yang sunyi, lalu berhenti disitu" jawab Lemon datar.
Supir membelok dipersimpangan yang sepi, kemudian dia menghentikan mobilnya, mobil yang terus mengikuti mereka ikutan juga berhenti.
"Tok tok tok" Suara Jendela Mobil diketok oleh berjubah hitam.
Orang berjubah hitam adalah Daman Berys, yang berasal dari perguruan Lembah Mondrowe, merek adalah utusan dari Lembah Mondrowe untuk menyelidiki Lemon, dan kalau bisa sekaligus untuk menangkapnya, dan membawanya di Lembah mondrowe.
"Bapak jangan keluar, tetap saja didalam Mobil" Kata Lemon seraya dia keluar dari dalam mobil.
Lemon menyapu semua orang dengan tatapan dingin, kemudian dia memindai kekuatan Kuktivasi pihak lain, kemudian dia mengernyit ketika dia melihat tingkat kultivasi pihak lain, berada ditingkat tahap pembentukan Pondasi dan yang satu berada ditingkat Roh atau Inedia.
"Maaf Kisanak? Sepertinya kita tidak pernah bertemu, kenapa harus membuntuti kami sejak tadi? Apakah ada suatu pembahasan yang perlu kita bahas" tanya Lemon dengan Wajah kusam.
"Hei Anak Muda! Apakah kamu yang berama Lemon" tanya Daman dengan wajah garangnya, dan suara yang seperti suara penyanyi rokers.
__ADS_1
"Betul! Ada apa ya" tanya Lemon dengan perasaan bingung, karena dia sama sekali tidak mengenal orang-orang ini, namun dalam sekejab dia teringat dengan seseorang yang mirip dengan jubah-jubah orang ini.
Lemon mengangkat Sebelah Alisnya, kemudian dia membantin dalam hati "orang-orang ini pasti teman dari gurunya David Laiya, Ki Buyut!".
"Dasar anak ingusan! Beraninya kamu melumpuhkan saudara kami, Ki Buyut! Apakah kamu tidak takut dengan efek dari kelakuanmu itu?" Berys berkata menggertak, setelah mereka tahu pihak lain adalah Lemon, yang selama beberapa hari ini mereka cari.
"Heemm... Sudah kuduga? Ternyata karakter Anggota Perguruan Lembah Mondrowe semuanya sama, sama-sama Arogan dan selalu berbangga diri, saya tidak pernah takut kepada Manusia, kecuali Orang yang melahirkan saya dan memelihara saya di dunia ini, saya hanya takut kepada Tuhanku saja" Lemon berkata tegas.
"Sudah! Cepat kita bungkam saja mulut anak ini! Biar dia tahu kekuatan Lembah Mondrowe" Daman berkata tegas kepada temannya Berys.
"Tunggu dulu" berys mengangkat tangannya, kemudian dia berbalik melihat Lemon dan berkata: "Anak Muda! Kami bisa mengampuni nyawamu, asal kamu berlutut dan mematahkan satu lenganmu, dan ikut bersama kami di Lembah Mondrowe".
"Heemm!!... Walau pemimpin kalian datang kepadaku! Saya tidak akan pernah tunduk dan melakukan permintaan konyol kalian, lebih baik kalian maju bersama-sama, supaya urusan kita cepat selesai" Lemon berkata ketus dengan tatapan memprovokasi.
"Bangsat, Anak ini mau cari Mati! Kalian bawakan kepalanya di Perguruan kita" Daman berkata berteriak kepada Anak buahnya yang berada dibelakang.
Anak Buah mereka berjumlah 3 orang, yang memiliki kekuatan di Master Taekwondo.
"Hiaah" Suara Anak Buah itu serempak, seraya mereka menyerang bersamaan.
Namun dalam sekejab mata, Lemon berlari bagaikan bayangan, yang diikuti dengan kilatan cahaya yang sangat menyilaukan, dan dalam hitungan detik, semua orang terbang diatas langit bagaikan layang-layang putus.
"Buuk Buuk" Suara tendangan terdengar, dan mereka semua langsung tersungkur ketanah bagaikan udang goreng, dengan suara gedebuk.
Mata Daman dan Berys terbelalak kaget, mereka tidak menyangka pihak lain, akan melakukan gerakan yang tidak bisa diprediksi pihak lain.
Anggota yang berasal dari Lembah Mondrowe itu, dalam sekejab langsung memuntahkan seteguk darah segar, dan sebagian ada yang mengalami masa koma, tidal sadarkan diri sama sekali.
__ADS_1
Supir Lemon yang berada didalam Mobil, juga tidak kalah terkejutnya, seakan rahangnya lepas dari tempatnya, ketika dia melihat para bawahan itu sudah jatuh tersungkur.