
"Maaf Non.. Saya tidak berani membantah perintah Tuan Lemon" jawab Maret Silalahi dengan menundukkan kepalanya.
"Lalu apa yang musti kita lakukan? Hah! Apa kita harus menunggunya sampai mati" Bentak Dewi dengan kasar, lalu dia meraih pintu Mobil untuk dibuka.
Namun Maret Silalahi mencegatnya, dia berkata dengan memohon "Maafkan Non Dewi! Saya tidak bisa membiarkan Non Dewi untuk turun, saya tidak bisa mempertanggjawabkanua kepada Tuan Lemon kalau Non Dewi sampai Kenapa-napa, Tuan Lemon tidak pernah kalah, dia pasti melihat batas kemampuannya".
Anak Buah Cristof perlahan-lahan mulai merasakan kecapean, ada yang sudah mulai berkeringat dingin, ada yang sudah terduduk ditanah dan ngos-ngosan.
Cristof yang melihat orang-orangnya mengalami kemunduran, dia langsung melangkah mendekati salah satu bawahannya, dia meraih pundak dan berkata: "Kenapa kamu berhenti memukuli bocah sialan itu? Hah, cepat kalian patahkan anggota tubuhnya lalu kita bawa menghadap Ketua".
"Huh.. Maaf senior! Saya sepertinya kehabisan tenaga, tiba-tiba aku merasakan kecapean yang sangat berat, saya haru minum" Jawab salah satu bawahan Cristof dengan terengah-engah, dan langsung dia berdiri melangkah pergi.
Namun sebelum dia melangkah jauh, tiba-tiba tubuhnya terjatuh ketanah dan tidak bisa sadarkan diri lagi.
Cristof mengernyitkan keningnya, ketika dia melihat semua orang-orangnya sudah Jatuh terkapar ketanah dengan berkeringat dingin.
"B-jingan! Kau harus mati ditanganku" Kata Cristof dengan ketus sembari melangkah mendekati Lemon.
Cristof memasang kuda-kuda bertarungnya, dia langsung melepaskan satu tendangan dengan gaya salto diatas langit, dia terbang kearah Lemon.
Lemon hanya bisa mengepalkan tinjunya, ketika dia melihat Pihak terbang melesat kearahnya.
Lemon mengayunkan tanganya kebelakang dengan sedikit memasang kuda-kuda bertarung.
"Hiaat" suara Cristof terdengar bergema ketika dia hampir mengenai Lemon.
Jika ditelinga orang biasa pastilah orang tersebut merasakan dampak yang sangat fatal, namun karena Lemon yang sudah memasuki tahap tubuh nyata, dia sama sekali tidak merasakan dampak fatal.
"Boom" Suara pukulan terdengar nyaring, tinju Lemon dan kaki Cristof bertabrakan diatas langit.
__ADS_1
Cristof terlempar kebelakang sekitar 10 meter, yang membuat Cristof jatuh ketanah dengan suara gedebuk.
Cristof terbaring diatas tanah yang berdebu, namun dia merasakan ada yang lain dikakinya, dia merasakan kaki kananya tidak bisa digerakan.
"Uuhuuk.. Uuhuuk" suara Cristof terbatuk-batuk dengan masih terbaring ditanah.
Lemon masih berdiri tegap, dia sama sekali tidak merasakan dampak akibat dari tendangan Cristof.
Lemon tidak memutar pandangannya kearah Kakek Tua, dia sudah tidak menghiraukan lagi Cristof yang sudah terbaring diatas tanah.
"Sussst" sebuah suara terdengar memilukan, yang mengarah kearah tempat Lemon berada, yang membuat Lemon terpaksa melompat keatas langit dengan bersalto 2 kali.
Sebilah Pisau kecil terlempar kearah Lemon, untunglah Lemon dapat mengelak dengan kecepatan tinggi.
"Heemm.. Anak kecil! Saya bisa membuat kematianmu menjadi ringan, asal kau menyerahkan pedangmu itu secara sukarela" Ucap Kakek Tua dengan arogan.
"Kakek Tua! Saya lebih memilih Mati daripada aku harus menyerahkan Pedang ini ditanganmu, dan kalau Kau mampu mengambilnya dari tanganku.. Maka silahkan" Jawan Lemon dengan nada dinginnya.
Kemudian Kakek Tua melanjutkan "Kau memang pantas untuk mati, supaya semua barang berharga yang ada didalam Tubuhmu itu menjadi milikku seutuhnya" Sambil dia melangkah maju menghadang Lemon.
Kakek Tua berlari kearah Lemon dengan sekuat tenaga, dia mengeluarkan kekuatan Qi Esensialnya sambil melemparkan puluhan Pisau dari dalam saku Jubahnya kearah Lemon.
Lemon yang merasakan kekuatan besar dari pihak lain, dia teringat dengan Mobil yang ditumpangi Dewi dan Maret, sehingga dia juga harus melindungi Mobil tersebut, yang berada sejajar tepat belakangnya.
Lemon langsung mengayunkn Pedang Emas, yang disertai dengan Kabut Putih tebal, Karena Lemon mengerahkan semua Kekuatan Qi Esensialnya, dia tidak boleh ceroboh kali ini karena mengingat Posisinya tepat didua sasaran.
Pisau-pisau kecil melesat dengan cepat bagaikan Kereta Api, sehingga tanpa membuang waktu Lemon langsung membungkus Pedang Emas dengan Kabut Putih.
"Ssuuusst" Suara Ayunan Pedang terdengar samar ketika Lemon mengayunkannya didepan untuk menahan serangan puluhan Anak Pisau dari Pihak Lain.
__ADS_1
Serangan Pisau tertahan didalam Kabut Putih bersamaan dengan ayunan Pedang Emas, yang membuat Wajah Kakek Tua menjadi Gelap, dia menggertakan giginya dengan mengepalkan tinjunya.
Ketika serangan pisau sudah diatasi, dengan gerakan cepat Lemon langsung terbang melesat kearah Kakek Tua.
Lemon tidak memberikan ruang kepada Sang Kakek untuk menyerangnya yang kedua kali, karena dampak dari serangan sang Kakek bisa dikatakan sangat berbahaya bagi orang-orang disekitar Lemon.
Kakek Tua membuka matanya dengan sedikit keterkejutan, karena melihat pihak lain yang menyerbu kearahnya, sehingga sang kakek langsung memasang kuda-kuda bertarung dan mengeluarkan pedang samurai yang berada dipunggungnya.
Ketika Lemon sampai dihadapan sang Kakek, tanpa berkata-kata Lemon langsung mengayunkan Pedangnya, Namun serangannya itu langsung ditangkis oleh sang Kakek.
"Driing.. Driing.. Dreeng" suara Pedang Emas Lemon dengan Suara Pedang Samurai sang Kakek, ketika beradu diatas langit.
Lemon dan sang Kakek saling menyerang dengan brutal, yang membuat sang kakek mengeluarkan seluruh kekuatannya ditahap 100%.
Namun Lemon sama sekali tidak merasa kewalahan menghadang serangan-serangan balik dari sang Kakek, walaupun sang Kakek sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya di tahal 100%.
Sebenarnya tanpa disadari, sejak dari pertama kali Lemon diserang oleh rombongan Cristof, Lemon sedang menggunakan Kabut Putih bercampur Kabut Hitam samar menghadang mereka semua, sehingga seluruh kekuatan mereka disedot oleh kabut hitam dan menjadikan kekuatan itu, jadi kekuatan kabut hitam samar.
Lemon sengaja memperlambat gerakannya, dan bahkan tidak ada perlawanan sama sekali, mengingat dia sengaja memberi peluang kepada Kabut Hitam untuk meningkatkan kekuatan.
Melihat Pihak lain tidak merasa kelelahan dan bahkan kewalahan dengan serangannya yang bertubi-tubi, Sang Kakek merasakan ada kejanggalan yang tidak nampak dipermukaan, sehingga dia mengerutkan sedikit keningnya memindai kekuatan Lemon yang sebenarnya, sembari dia menangkis dan memberi umpan balik terhadap serangan-serangan mereka.
Sang Kakek dengan sengaja melompat keatas langit, dia memfokuskan tendangannya didada Lemon, ketika berada diatas langit sang kakek menendang dengan menggunakan kaki kanan, sehingga Lemon hanya fokus pada serangan kaki kanan, namun setelah sang kakek sampai dihadapan Lemon, Sang Kakek menarik kaki kanannya dia kemudian menendang Lemon dengan menggunakan Kaki kirinya.
"Boom, Boom, " Satu Gerakan dengan Dua Pukulan langsung mendarat didada Lemon, yang membuat Lemon terjungkal kebelakang sekitar 5 Meter.
Lemon sudah terkecoh dengan serangan sang Kakek, yang membuat dia kecolongan dan mendapatkan satu serangan yang sangat besar.
Kakek Tua mendarat ditanah dengan santai, setelah dia melesatkan pukulan andalannya didada Lemon.
__ADS_1
Sang Kakek dengan sedikit memicingkan bibirnya, kemudian dia menatap Lemon dengan tatapan yang tidak bisa diartikan "Siapalah Anak ini? Sepertinya dia bukanlah anak biasa, dia sepertinya memiliki banyak kekuatan yang tersembunyi didalam dirinya, saya harus hati-hati mengjadapi anak ini" Batin Sang Kakek dalam hatinya.
Lemon berdiri setelah Jatuh, kemudian dia sedikit mengibaskan tangannya didada.