PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 118. Ki Buyut vs Lemon


__ADS_3

Dewi melihat HPnya ketika dia sudah mengambilnya dari dalam Tas, kemudian dia mengangkat dengan menekan Tombol panggilan Jawab.


"Hallo Yah" Kata Dewi menjawab, ketika dia sudah tersambung dengan panggilan Ayahnya.


Lemon dan Lili sama-sama menatap Dewi dengan tatapan penasaran, karena mereka takut akan terjadi sesuatu dengan Restu Chandra.


"Kenapa Ayah? Kok Ayah masih belum pulang, padahal susah mau malam loh" Kata Dewi yang terlihat khawatir kepada Ayahnya.


"Nak! Ayah Mungkin gak pulang Malam ini, tolong beritahu ibumu ya" Ucap Restu dengan Nada Lemas.


"Iya Yah.. Baik! Nanti aku sampaikan ke-ibu" Jawab Dewi singkat.


"Nak! Perusahaan kita mengalami kemunduran yang sangat besar, kita membutuhkan biaya untuk para Korban kecelakaan diproyek pembangunan Pabrik kita, Apakah Kamu bisa mengajukan Proposal lagi, diperusahaan Kuil Naga" Kata Restu Chandra pelan, yang membuat mata Dewi seketika berkerut, karena dia tahu tidak mungkin lagi diterima pengajuan Proposal untuknya.


"Yah.. Mungkin Ayah tau tentang Peraturan Perusahaan kan? Jadi gak mungkin kita dibantu setiap kita membutuhkan modal, oleh Perusahaan itu" kata Dewi dengan suara gemetar, sambil dia menghela nafas panjang.


"Tapi tidak ada salahnya kamu mencobanya kan!" Retus Chandra berkata seolah memohon kepada Putrinya.


"Baik Yah.. Biar aku coba besok" selesai berkata Dewi langsung memutuskan sambungan teleponnya.


Dewi menghempaskan tubuhnya kesofa, ketika dia sudah selesai bicara, dia menatap langit-langit plafon sambil berpikir.


"Nak! Kenapa kamu seperti ada beban berat? Lalu apa yang dikatakan Ayahmu tadi?" Lili angkat bicara setelah dia melihat ekspresi muram Dewi.


"Bu.. Malam ini sepertinya Ayah tidak sempat pulang deh, karena dia wajib mengurus masalah disana, ditambah lagi dia membutuhkan Dana yang cukup banyak, karna kalau tidak dia akan dapat masalah besar" Kata Dewi yang memasang wajah yang sangat serius.

__ADS_1


"Heeemm.. Memangnya berapa Dana yang dibutuhkan oleh Tuan Chandra?" Lemon berkata sambil menghela nafasnya.


Tiba-tiba Dewi dan Lili menatap Lemon dengan tidak percaya, namun Dewi tiba-tiba berkata: "Mon.. Ini bukan jumlah kecil, ini jumlah yang sangat cukup besar, sepertinya hanya Perusahaan Yayasan Kuil Naga yang bisa membantu, namun" kata-kata Dewi terhenti ketika dia mengingat akan permohonan proposal, karena yang duluan masih belum lunas, sementara ditambah lagi.


"Namun Apa?" Tanya Lemon penasaran, karena melihat Dewi hanya bisa menghela nafas, dan tidak melanjutkan kata-katanya.


"Perusahaan kami sudah melakukan pengajuan permohonan Modal bulan yang lalu, jadi gak mungkin bisa disetujui lagi, kalau aku mengajukannya proposal" Dewi menjelaskan panjang lebar.


"Oohh.. Saya rasa tidak masalah jika kamu mengajukan proposal lagi, pasti proposal kamu disetujui, jadi tidak salahnya kalau kamu mencobanya" kata Lemon santai.


Dewi hanya menatap Lemon tidak percaya, dia sama sekali tidak masuk akal, dengan apa yang dikatakan Lemon, namun dia juga berpikir, tidak ada salahnya untuk mencoba.


"Baiklah nyonya, saya pamit dulu karena ini sudah mau menjelang malam" Lemon memohon pamit kepada Lili.


Setelah dia memohon pamit, Lemon langsung memesan Taksi Onlinenya, kemudian dia langsung kembali keVillanya, setelah dia makan babi guling bakar dipinggir jalan.


Lemon melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam, namun tiba-tiba dia melihat Bayangan hitam yang sangat cepat, sehingga dia menghentikan langkah kakinya.


Kemudian dia mengedarkan pandangannya keseluruh arah yang gelap, namun karena sinaran lampu tidak begitu jelas, dia tidak menyadari, sebuah tendangan yang sangat cepat secepat kilat, langsung mendarat didadanya, yang membuat dia cungkir balik dengan gerakan bersalto diudara.


Lemon menginjakan kakinya ditanah, setelah dia bersalto diatas langit, kemudian dia melihat 4 orang sosok manusia yang memakai Juba Hitam, dengan mengenakan topi.


Lemon mengernyitkan keningnya, kemudian dia menatap dengan tatapan tajam kearah pihak lain, namun dengan perasaan arogan dan bangga, Ki buyut melepas topi jubahnya yang membuat wajahnya terlihat dengan jelas, karena terkena sinar cahaya.


"Oohh.. Ternyata Aki Aki Tua!" Lemon berkat mencibir.

__ADS_1


"Heemm.. Bocah kecil! Kamu tidak bisa lagi melarikan diri dari kami, kamu harus ikut kami secara baik-baik, untuk menghadap ketua Kuil Kami, jika kamu tidak ingin nyawamu melayang" Ki Buyut berkata, sambil mengerutkan bibirnya kearah Lemon.


"Heeemm.. Saya suka ketegasanmu ki! Cuman sepertinya hari ini kamu kurang beruntung, saya tidak akan membiarkan kalian meninggalkan Puncak ini, dalam keadaan Masih bernafas" Lemon berkata ketus sambil dia melangkah kearah Ki Buyut dan saudara-saudaranya.


"Bangs't! Lebih kita bungkam saja mulut bocah ini senior, biar urusan kita cepat selesai" Kata Teman Kibuyut yang mengenakan gelang berkepala naga.


"Iya.. Silahkan kalian hadapi dia bersama-sama" Ki buyut menyuruh Saudaranya yang lain, untuk menyerang lebih dulu, karena dia ingin mengamati terlebih dahulu dari samping.


Selesai berkata Pria paruh baya yang memakai jubah hitam, dan gelang berkepala naga itu langsung menyerbu kearah Lemon, dan diikuti oleh kedua temannya.


Melihat serangan dari pihak lawan, Lemon memasangkan kuda-kuda bertarungnya, dengan menarik kaki kananya kebelakang, dan menegakkan tubuhnya, bersiap untuk menerima serangan pihak lawan.


Pria bergelang Naga langsung melepaskan satu tendangan terbaiknya, namun dengan kecepatan tinggi, tangan Lemon langsung meraih pergelangan kakinya dan menghempaskannya keatas langit, yang membuat dia jatuh ketanah dengan suara Gedebuk.


Kedua temannya hanya bisa melirik pria bergelang kepala naga, sehingha seketika mereka langsung menyerang Lemon dengan kedua tinju raksasa mereka.


"Kreek" Suara patah tulang terdengar, ketika pergelangan tangan mereka sudah berada digenggaman Lemon, dan dengan kekuatan yang sangat besar, tangan mereka dipatahakan bagaikan mematahkan tusuk gigi.


Setelah kedua tangan dipatahkan, Lemon langsung menendang kedua orang itu dengan kekuatan yang sangat besar, yang membuat kedua orang itu terpental cukup jauh, dan kemudian mereka jatuh ketanah dengan mata masih terbuka, mulut mereka terbuka ingin mengatakan sesuatu namun itu semua sia-sia, karna nafas mereka telah menghilang untuk selamanya.


Pria begelang kepala naga, berdiri dengan memegang kakinya yang sangat terasa sakit, dia berjalan kearah Ki Buyut, kemudian mereka melihat kedua saudara mereka.


Tiba-tiba mereka sangat terkejut, melihat saudara mereka yang sudah mati, dalam keadaan mata terbuka.


Pria bergelang kepala naga gemetaran ketakutan, kemudian berbisik kepada Ki Buyut "Senior.. Lebih baik kita pergi, karena kekuatan anak itu tidak sesederhana yang kita bayangkan".

__ADS_1


"Dasar pengecut! Ternyata nyalimu tidak seperti tubuhmu" Ki Buyut menggertak dengan marah, kemudian dia berbalik melihat Lemon yang sedang berdiri mengamati mereka.


Ki buyut berkata kepada Pria bergelang kepala Naga "Ayoo.. Kita serang bersama-sama" karena tidak ada pilihan lain selain melawan, Pria Bergelang Naga hanya menurut ikut bertarung.


__ADS_2