
Lemon hanya tersenyum kecut, setelah dia mendengar perkataan Wahyudin, dia menggeleng pelan sambil memincingkan bibirnya.
"Persyaratnmu itu tidak ada yang bisa membuatku gemetar, saya rasa persyaratanmu itu hanya berguna untuk anak-anak dibawah umur, saya datang kesini untuk membatalkan pernikahan Ririn dengan orang tua bangka seperti kamu! Supaya kau bisa sadar diri" Ucap Lemon dengan berbagai penghinaan.
"Tunggu saja bocah kecil! Kau akan merasakan betapa pahitnya Garam Makasar" Ketus Wahyudin dengan bangga.
"Heemm.. Gertakanmu itu hanya berguna untuk menakut-nakuti anak kecil! Saya memberimu kesempatan untuk pergi sebelum aku benar-benae Muak melihat mukamu disini, dan tinggalkan Ririn! Kau jangan mengusik kehidupan mereka lagi" Kata Lemon panjang lebar kepada Wahyudin.
Tidak lama kemudian, Suara Gemuruh tanah terdengar karena suara kendaraan orang-orang dari Seraf.
Mata semua orang tertuju dikendaraan yang datang, debu-debu berterbangan diatas langit karena roda kendaraan yang kencang.
Wajah Wahyudin menjadi berbinar ketika dia melihat Rombongan Seraf datang, dia mengangkat sebelah sudut bibirnya.
Wajah Pak Yosa semakin suram, wajahnya berkeringat dingin sampai-sampai seluruh pakaiannya basah kuyub.
Dia meremas jari-jarinya, dia berkata kepada istrinya lirih "Bu.. Kamu bawa masuk orang-orang kita kedalam rumah, kamu tarik Lemon kedalam setelah itu bawalah dia pergi lari kehutan, biarkan saya menghadang orang-orang ini semampuku".
"Apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Bu meti pelan kepada sang Suami.
"Bu.. Tidak ada Jalan lain, biarlah aku mati demi anakku, biarkan aku menahan mereka disini" Suara Pak Yosa terdengar bergetar.
Dengan perasaan berat, Bu Meti menganggukan kepalanya, dan disusul dengan Air Bening berjatuhan dari Bola Matanya.
Lemon yang memiliki Kekuatan Bathin diatas Manusia biasa, dia mendengar bisik-bisikan Kedua Orang Tuanya, yang membuat merasa sakit hati, dia merasakan kasih sayang orang tuanya lebih dari segalanya, walaupun mereka bukanlah orang tua kandungnya, namun mereka merelakan nyawa mereka demi dirinya.
Lemon menggertakan giginya, dia mengepalkan tinjunya, terlihat kabut putih samar mengelilingi tinjunya.
"Kalian harus menerima balasanya, kalian sudah berani membuat keluargaku meneteskan air mata" Batin Lemon dalam hatinya.
Pintu Mobil Avanza tahun 2020 terbuka, Kaki Seraf terlihat keluar dari Kejauhan, dengan Sepatu Sportnya dan Jean yang terbilang Cukup Mahal, dia berjalan kesamping Wahyudin.
__ADS_1
Dengan ekspresi yang mendongak, Seraf memegang Rokok Dji Sam Soenya, dia melirik Wahdyudin dengan tatapan jijik.
"Pak Tua! Betapa memilukannya dirimu, hanya membasmi Hama Kampung, orang-orangmu tidak mampu! Heeh" Ujar Seraf Ketus, sambil mengesap Rokoknya.
"Makanya saya memanggilmu saudara, karena semua anak buahku sudah terkapar dibuatnya" Kata Wahyudin dengan pelan.
"Heemm.. Dimana anak itu? Mungkinkah dia memiliki kekuatan internal bathin?" Ujar Seraf dengan bangga.
"Itu dia saudaraku! Dia sedang berdiri disana" Jawab Wahyudin dengan lantang.
Wahyudin berjalan kedepan, dia menatap tajam kepada Lemon, dengan menyilangkan kedua tangan didadanya, sambil dia berkata: "Heii bocah! Aku masih memberimu kesempatan, jika kamu masih sayang dengan nyawamu! Kamu berlutut dan tinggalkan wanita itu untukku".
Seraf terus mengesap Rokok Dji Sam Soenya, sambil dia mengedarkan pandangannya kearah Dewi.
Mata Seraf langsung membulat ketika dia melihat Bintang Kampus tersebut, dia menelan Salivanya.
"Bancet!! Waaoow..Cantik Sekali!" Ketus Seraf dalam hatinya, matanya terbelalak melihat Dewi yang tengah berdiri didalam kerumunan.
Lemon hanya bisa mengerutkan keningnya melihat Wahyudin dan Seraf, yang bertingkah sebagai Monster Buaya Darat, kemudian dia melangkah pelan kearah Wahyudin dan Seraf.
Sontak saja Seraf menjadi Geram setelah mendengar pernyataan Lemon.
"Siapa kau bocah kecil! Apakah kau sudah bosan dengan hidupmu? Hah! Cepat berlutut dan meminta maaf, maka kau bisa pergi dari tempat ini" Kata Seraf ketus dengan wajahnya yang sangat terlihat kesal.
"Saudaraku!! Jangan biarkan dia pergi, dia orangnya yang sudah menghajar semua anak buahku" Sahut Wahyudin berteriak mengingatkan Seraf.
Seraf mengalihkan pandangan kearah Lemon, dia mengangkat sebelah sudut bibirnya dengan penuh penghinaan sambil mengulum rokok dji sam soenya.
Seraf mengamati Lemon mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala, seraf menggeleng pelan.
"Anak kecil! Saya akui keberanianmu, tapi kali ini kamu sudah salah orang! Kalau sama orang lain kamu berlagak seperti pahlawan tidak masalah, tapi kalau dihadapan saya kamu sudah sangat salah, sekarang kamu lebih baik berlutut dan meminta maaf, patahkan Lenganmu sendiri maka saya akan membuat kematianmu sedikit ringan" ujar Seraf panjang lebar kali lebarnya.
__ADS_1
"Saya tidak pernah berlutut dihadapan orang lain, selain dihadapan Tuhanku dan kedua orang tuaku, maka kamu jangan berharap aku akan memenuhi keinginanmu itu" Jawab Lemon datar sambil dia menggendong kedua tangannya dibelakang punggung.
"Dasar Anak Baxjingan!! Kau sendiri yang memilih untuk Mati!" Teriak Seraf dengan urat lehernya terpampang jelas.
Kemudian dia melihat seluruh anak buahnya, yang berkisar puluhan orang dengan berbagai ekspresi wajah yang sangat garang dan menakutkan.
"Kalian semua! Buat tubuh bocah ini menjadi beberapa bagian, dan taruh dibeberapa persimpangan jalan sebagai tanda dia sudah pernah membantah perintah saya" Ucap Seraf memberi titah kepada seluruh anak buahnya dengan menggertakan giginya.
"Baik Tuan!" Sambut anak buahnya serentak, yang suara mereka menggema dimana-dimana.
Lemon langsung diserang oleh anak buah Seraf, dengan berbagai wajah dan ekspresi yang sangat tajam.
Dengan santainya Lemon bergerak kearah anak buahnya Seraf.
Lemon melepaskan pukulannya, dengan kecepatan bagaikan angin Lemon melesatkan pukulannya.
"Buks, Preks, Bugh" Suara retakan terdengar dimana-mana, yang membuat Anak Buahnya Seraf terlempar keseluruh arah.
Seluruh Anak buah Seraf terbang keatas langit bagaikan layang-layang putus benangnya. Ada yang terhempas kepohon kelapa dan pohon pisang.
Wajah Seraf seketika berubah menjadi Pucat, dia sangat terkejut melihat kondisi anak buahnya yang terbang melesat ke berbagai arah.
Seluruh anak buahnya terjatuh keatas tanah dengan suara gedebuk, dan dalam sekejab lusinan anak buahnya Seraf sudah tidak sadarkan diri dan bahkan ada yang sudah tidak bernyawa lagi.
Wahyudin dan beberapa orang yang berada ditempat itu, merasa sangat ngeri dengan kehebatan Lemon yang berada diatas rata-rata kekuatan.
Seraf langsung melepaskan Rokoknya dan melemparkan dengan kasar keatas tanah, kemudian dia menatap Lemon dengan penuh intimidasi.
Namun Lemon tidak terpengaruh sama sekali dengan wajah garang Seraf, Lemon bahkan semakin menatap Seraf dengan rasa jijik.
"Bangxsat!! Kau harus membayar semua ini" Teriak Seraf dengan penuh penekanan, yang langsung dia menyerbu kearah Lemon.
__ADS_1
Melihat Pihak lain datang menyerbu, Lemon menarik kaki kanannya kebelakang dia memasang kuda-kuda bertarungnya.
Seraf melompat keatas langit dengan gerakan bersalto keatas langit.