PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 66. Kecemburun Dewi


__ADS_3

"Kami sudah menemukan titik Lokasi keberadaan Putri Valen Song, menurut dengan data yang kami kumpulkan, Putri Valen Song sekarang berada dikediaman Keluarga Restu Chandra, sedangkan Tuan Valen sendiri, berada dikediaman Keluarga David Laiya" orang itu menjelaskan secara rinci.


Tiba-tiba Hasrat memikirkan sesuatu dan berkata dalam hatinya: "Jangan-Jangan keluarga Restu Chandra dan Keluarga David Laiya, yang menyebabkan kehancuran Keluarga Song".


Hasrat Naibaho langsung memberitahukan hal itu kepada Lemon, berhubung Lemon memiliki hubungan baik dengan Keluarga Chandra.


Setelah Lemon mendapatkan Informasi, terkait keberadaan Keluarga Song, dia langsung mengemudi mobil Alpardnya menuju kediaman Restu Chandra.


Tiwi yang masih trauma dengan kejadian yang dialaminya semalam, dia memilih untuk tidak berkata-kata, sedangkan Yupiter kepala pelayan Keluarga Song, dalam kamar tamu keluarga chandra menjalani proses medis.


"Kreek" Suara gagang pintu terbuka, dan seorang wanita paruh baya, dengan sebuah nampan ditangannya, masuk kedalam kamar yang ada tiwi, wanita itu adalah Nyonya keluarga Chandra, Lili, istrinya Restu Chandra.


"Ndoo... Makan dahulu, biar ndo tidak jatuh sakit" Lili duduk dilantai sambil menyamakan duduknya, dengan Tiwi song.


Dari belakang Lili, Dewi menyusul ibunya datang kekamar Tiwi, kemudian mereka berdua menghibur tiwi, supaya dia tidak terlalu frustasi memikirkan kondisi keluarganya.


"Tante? Apakah sudah ada kabar tentang ayahku? Apakah dia baik-baik saja?" Tiwi Song membuka suara, setelah mereka duduk selama beberapa menit.


"Huuft" Lili dan Dewi hanya bisa menghela nafas, ketika mereka mendengar pertanyaan Tiwi.


"Masih belum ada kabar Ndo, tapi Suami saya masih menyelidiki siapa pelakunya" Lili berkata sambil menggelengkan kepalanya.


Lemon sampai dihalaman keluarga Chandra, dia memarkir Mobil Alpardnya di tempat parkir, kemudian dia berjalan masuk kedalam rumah, seketika semua orang tercengang ketika melihat Lemon yang sedang berjalan.


"Salam Hormat Tuan Lemon!" Kenji menghampiri Lemon.


"Salam Tuan Kenji" Lemon menjawab, sambil dia berjalan kearah Aula tempat Restu Chandra berada.

__ADS_1


"Salam Tuan Lemon, darimana saja Tuan Lemon akhir-akhir ini? Kenapa baru kelihatan" Restu chandra berkata sambil mempersilahkan Lemon duduk.


"Maaf Tuan patriak, kebetulan akhir-akhir ini saya banyak sedikit kesibukan, sehingga saya tidak punya waktu" Lemon tersenyum kepada Restu Chandra.


"Tuan Patriak! Saya ada sedikit pertanyaan kepada tuan? Apakah disini ada keluarga Song? Lemon berkata tanpa basa basi.


Mendengar pertanyaan Lemon, Restu Chandra, Kenji dan beberapa tetua keluarga lainnya, hanya saling menatap satu sama lain, mereka tidak tahu harus berkata jujur atau bagaimana, karena pada dasarnya mereka semua menyembunyikan keberadaan Keluarga Song yang masih tersisa, dan bersembunyi dikediaman Chandra.


"Maaf Tuan Lemon, kalau saya boleh bertanya?


Apakah ada hubungan Tuan Lemon dengan Keluarga Song?" Restu berkata dengan wajah pucat.


Melihat Ekspresi menegangkan diwajah semua orang, Lemon hanya bisa memberikan senyuman manis.


"Tuan Patriak jangan salah paham dulu, saya hanya ingin membantu, kebetulan saya dan patriak Song adalah kenalan baik, saya dan saudara-saudara saya sudah melacaknya, dan kami mendapatkan sinyal dirumah ini" Lemon berkata jujur.


"Mohon maaf Tuan Lemon, sebenarnya! Yang ada dirumah ini hanyalah Kepala Pelayan keluarga Song, Yupiter, kalau Patriak Song kami tidak tahu kemana!" Restu Chandra berkata dengan nada hati-hati.


Kenji hanya mengangguk, dan mempersilahkan Lemon untuk pergi menemui Yupiter, Lemon mengikuti Kenji dari belakang.


Setelah sampai didalam kamar, Lemon mengernyitkan keningnya ketika melihat Yupiter yang telah diperban, dan wajahnya yang sangat pucat bagaikan Salju.


Lemon langsung menghampiri Yupiter, kemudian dia memegang punggung Yupiter yang telah diperban, kemudian Lemon menyuntikan Energi Qi Spiritualnya kedalam Tubuh Yupiter.


Wajah Yupiter seketika berubah memerah, ketika energi Qi merengsek masuk kedalam tubuhnya.


Perlahan-lahan Yupiter membuka matanya, dan dia sangat terkejut keberadaan Lemon yang berada disampingnya.

__ADS_1


"Tuan Lemon! Tolong selamatkan Tuan Song!" Yupiter berkata memohon kepada Lemon.


"Baik! Tapi kamu harus memulihkan tenaga terlebih dahulu, baru setelah itu kita memikirkan cara bagaimana menyelamatkan Tuan Valen Song" Selesai berkata Lemon langsung berdiri.


Kenji hanya menghela nafas panjang, dan menggelengkan kepalanya karena ketidak percayaannya, dengan apa yang baru saja dilakukan Lemon terhadap Yupiter.


Yupiter sengaja disembunyikan oleh keluarga Chandra, untuk menghindari Para Perompak menemukannya, sehingga Yupiter hanya bisa diobati secara pribadi, oleh dokter pribadi keluarga Chandra.


Lili yang mendengar suara-suara yang familiar dari ruang tamu, dia kemudian bertanya kepada pelayan "bi.. Memangnya siapa tamu yang datang? Kenapa sepertinya banyak suara".


"iya.. Nyonya.. Memang ada Tamu.. Itu Tuan Lemon, dia sekarang sedang mengobati Tuan Yupiter" Pelayan itu berkata hormat.


Lili, Dewi dan Tiwi, tiba-tiba terkejut ketika mendengar Nama Lemon, Tiwi langsung buru-buru berdiri dan berkata: "Bi? Tolong antarkan saya kepada Tuan Lemon".


"Baik Non.. Ayo silahkan" pelayan itu mengantarkan Tiwi kepada Lemon.


Sesampainya dikamar tempat Yupiter diobati, Lemon masih berdiri tegak, mendengarkan cerita dari mulutnya Yupiter.


Yupiter menceritakan dari awal, sampai akhirnya mereka bisa meloloskan diri dari penjahat itu, sehingga Tuan Song ikut tertinggal menghadang para penjahat itu.


Lemon kemudian membuka perban, kemudian dia memperhatikan bekas Sayatan, kemudian dia menyebarkan kesadaran Qi ilahinya, dia tiba-tiba menyipitkan mata, lalu berkata dengan Pelan "Rius kepala Pelayan David Laiya" kemudian dia langsung memusatkan Origin Qi Energi spiritualnya, lalu dari jari-jarinya muncul asap putih tipis, kemudian dia langsung mengusap luka dipunggung Yupiter, dalam sekejab luka sayatan itu langsung menghilang.


Yupiter langsung merasa Lega, dia merasakan kekuatannya telah pulih kembali, kemudian dia membungkuk hormat kepada Lemon, "Terimakasih Tuan Lemon, saya tidak tahu bagaimana saya membalas kebaikan anda kepada saya".


"Heeemm.. Kamun tidak perlu membalasnya, cukup kamu berbuat baik dimasa depan, itu sudah cukup bagiku" Lemon berkata sambil tersenyum, kemudian dia menyuruh Yupiter untuk istirahat lebih banyak.


Dari luar kamar, suara hentakan kaki terdengar, kemudian dalam sekejab, pintu kamar terbuka, setelah pintu terbuka lebar, wajah cantik terlihat sangat bersedih, kemudian dia langsung berlari menjatuhkan tubuhnya dipelukan Lemon.

__ADS_1


Dengan isak tangis, Tiwi Song menangis didalam pelukan Lemon, "Kak... Saya takut, saya tidak tahu kabar Ayahku, tolong temukan ayahku!" Tiwi Song merengek didalam dekapan Lemon.


"Iya.. Akan saya bantu mencari Tuan Valen Song" Lemon berkata sambil mengelus pundak Tiwi.


__ADS_2