
Mereka semua langsung berjalan menuju tempat parkiran, karena Dewi dan Lea akan pergi bersama di Plaza untuk berbelanja.
"Apakah kamu gak ikut sama kita?" Ujar Dewi dengan senyuman manisnya, dia berharap sang kekasih hati bisa menemaninya untuk pergi kepusat perbelanjaan.
"Emm.. Aku langsung pulang, karena ada sesuatu yang harus aku kerjakan" Jawab Lemon dengan santai, sambil dia membalas senyuman sibuah hati.
"Okelah, jangan Lupa nanti telepon ya, kalau malam" Sahut Dewi sambil memperagakan tanganya ditelinga untuk menelpon.
"Oke Tuan Putri, siap dilaksanakan" Jawab Lemon singkat, dengan senyuman manis terpancar dari bibirnya.
Usai berbicara, mereka semua langsung berpencar dari tempat itu, Dewi naik Mobil bersama Lea, sementara Lemon dan Dennis berjalan kearah jalan umum untuk menunggu jemputan dari bawahannya.
"Kamu langsung kemana?" Ucap Lemon dengan santai kepada Denis.
"Eemm.. Aku mau langsung ke Apartemen sajalah, hari kayaknya aku capek banget" Jawan Dennis dengan santai.
"Baiklah, tapi ingat? Besok kamu langsung proses Proposal pengajuan Dana Untuk Keluarga Chandra, biar perusahaan itu langsung berjalan kembali" Kata Lemon memberi perintah.
"Siap Boskuu" Jawab Dennis sambil siap memberi hormat.
"Aaahh.. Kamu jangan begitulah, nanti diketawain orang kita" Cibir Lemon yang melihat Kearah Mobil Jemputan mereka berdua.
Mobil langsung berjalan menuju kearah Vila Ginting, Dennis mengantarkan Lemon, setelah itu dia langsung dibawa menuju Apartemen diarah Timur Kota Gowe.
Keluarga Tantowi diProvinsi Tera "Bruuk" suara meja terdengar, Kepala Keluarga Tantowi memukul mejanya dengan keras, sampai-sampai meja yang terbuat dari Kaca itu pecah berkeping-keping.
"K-rang Ajar!! Siapa yang sudah berani mencampuri urusanku? Saya jadi penasaran seberapa besar kekuatan Keluarga Chandra diKota Gowe?" Ketus Tantowi sambil memiringkan pandangannya.
Disampinya berdiri beberapa orang-orangnya, termasuk para tetua-tetua keluarga Tantowi.
"Seharusnya kita tidak perlu ikut campur dengan bisnis dikota kecil itu, biarkan saja dia, toh juga dia tidak terlalu berdampak di Kota Tera?" Sahut salah seorang Tetua Keluarga Tantowi.
"Kita tidak boleh menyepelekan tentang kekuatan Bisnis Keluarga Chandra, keluarga itu memiliki kekuatan yang tidak bisa diprediksi, apalagi saya dengar keluarga itu didukung oleh Perusahaan Yayasan Kuil Naga" Jelas Tantowi dengan tatapan tajamnya.
"Siapa Memangnya Pemilik Perusahaan Itu, kenapa Patriak kelihatan ragu dengan Perusahaan itu?" Jawab salah seorang kepala Pelayan keluarga.
__ADS_1
"Cuuiihh.. Siapa yang menganggap kehebatan perusahaan di Kota Gowe? Kota Gowe tidak akan ada bandingannya dengan provinsi tera, jadi saya tidak pernah memandang perusahan-perusahan dari kota sebagai Tuan Takur" Kata Tantowi dengan mengepalkan tinjunya.
Tiba-tiba dari arah Pintu terdengar suara langkah kaki, seorang pria muda berjalan dengan tergesa-gesa menuju kearah Kepala Keluarga Tantowi.
"Salam hormat tuan patriak! Ijinkan saya memberikan informasi yang sangat penting" Kata pemuda itu dengan membungkuk hormat.
"Eemm.. Sialahkan kamu bicara" kata Tantowi dengan tegas.
"Maaf Tuan! Berdasarkan dengan informasi dan penyelidikan yang sudah kami lakukan, Gema sebagai (Bos Gangster) sudah ditahan diMarkas Lemon, sehingga mereka bisa mendapatkan Informasi terkait siapa dalang dibalik pengerusakan diperusahaan Chandra" Ujar Pria itu.
"B-jingan terkutuk! Aku berjanji akan menghancurkan siaap saja yang berani menghalangi rencanaku" Ucap Tantowi dengan menggertakan Giginya.
"Maaf Tuan! Saya akan bersedia menghancurkan pertahanan lawan, jika Tuan Patriak memberikan saya mandat" Kata salah seorang pelayan yang bernama Arman.
"Eemm.. Bagus! Kesetiaan seperti itulah yang saya suka, besok bawa beberapa orang-orang kita, yang sudah berada diatas sabuk Tarkwondo, kau hancurkan Perusahaan Yayasan Kuil Naga itu, sekalian Bocah itu yang bernama Lemon" Titah Tantowi memberi Mandat kepada Arman.
"Baik Tuan! Saya akan melakukan dengan sebaik mungkin, walaupun nyawa saya hilang, asalkan Keluarga Tantowi diProvinsi Tera tetap menjadi Nomor satu" Jawab Arman membungkuk memberi hormat.
"Hahahaaa... Bagus bagus, silahkan kau bersiap-siap.. Hahahaa" Gelak tawa memenuhi seluruh ruangan itu, tantowi tertawa dengan riangnya, sambil dia menepuk-nepuk pegangan Kursi Kebesarannya.
Arman menyodorkan dirinya menjadi pion, supaya dia mendapatkan Muka dari Tantowi sekaligus ingin menjadi pahlawan, supaya Tiara Gaho memberi perhatian kepadanya.
Dikediaman Chandra, Kenji berjalan menghadap Restu Chandra "Salam Tuan Patriak, mohon maaf saya memberitahukan sesuatu" Ucap Kenji dengan penuh hormat.
"Iya ada apak?" Jawab Restu Chandra dengan santai, sambil dia masih membaca koran yang ada ditangannya.
"Maaf Tuan, saya mendapatkan Informasi siapa dalang dibalik keributan yang terjadi di Perusahaan Kita" tutur Kenji dengan jujur.
"Eemmm" Restu Chandra berdehem sambil dia meletakan Koran diatas Meja, kemudian dia menatap Kenji dengan penuh penasaran.
"Siapa yang sudah melakukan keributan seperti itu ditempat kita" sambung Kenji dengan santai.
"Eemm.. Menurut Informasi yang didapatkan Hasrat Naibaho, bahwa dalang yang melakukan semua ini adalah keluarga Tantowi dari Provinsi Tera, dia sengaja melakukan semua ini karena ingin menjatuh bisnis mebel keluarga Chandra" Jelas Kenji kepada Restu Chandra.
Restu Chandra hanya menggelengkan kepalanya, dia seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
__ADS_1
"Untuk apa keluarga Tantowi melakukan hal seperti itu? Bukankah kita tidak ada urusan dengannya, dia kan berada diProvinsi Tera" Tanya Restu Chandra dengan wajah penasarannya.
"Sepertinya tidak ada hal lain selain Masalah Dunia Bisnis Tuan, itu menurut analisa saya Tuan" Jawab Kenji dengan pelan.
"Emm.. Baiklah, lalu dimana Hasrat Sekarang ini?" Tanya Restu Chandra.
"Tuan Hasrat sekarang berada ditempatnya Tuan, dia sekarang masih menunggu penyelidikan lebih lanjut terkait masalah ini" Ujar Kenji dengan sungguh-sungguh.
"Apakah kamu tau dimana Lemon sekarang? Sepertinya dia sudah lama tidak memberi informasi" Restu Chandra berkata-kata sambil mengesap Tehnya yang ada diatas Meja.
"Kalai soal Tuan Lemon saya kurang tau Tuan, saya belum kontak dengan Tuan Lemon, biarlah saya akan menghubunginya nanti Tuan" Jawan Kenji dengan hormat.
"Eemm.. Baiklah, kamu terusin untuk melakukan penyelidikan, buat jaga-jaga" Ucap Restu Chandra memberi perintah.
Selesai memberikan Laporannya, Kenji langsung meninggalkan tempat itu, dia langsung berjalan menuju tempat Parkir.
Sementara Restu Chandra masih melamun, dia memikirkan tujuan Keluarga Tantowi melakukan hal itu, tidak ada perselisihan diantara mereka, jadi tidak ada alasan Keluarga Tantowi menaruh permusuhan diantara mereka.
"Heemm.. Semoga Nak Lemon bisa menghadang pergerakan keluarga Tantowi" Batin Restu Chandra didalam hatinya.
"Ayah mikirin apa sih, kok terus melamun?" Suara Lili terdengar, dia berjalan menghampiri sang Suami.
Lili duduk dihadapan Restu Chandra, kemudian dia menatap sang Ayah dan menggenggam tangan sang suami.
"Saya lagi memikirkan keadaan Perusahaan kita Bu" jawab Restu Chandra dengan rasa berat.
"Memangnya apa yang sedang terjadi yah?" Tanya Lili dengan wajah penasarannya.
"Ternyata yang sudah menghancurkan perusahaan kita bu, Suruhan dari Keluarga Tantowi dari Provinsi Tera" Jelas Restu Chandra Kepada Sang Istri.
Lili hanya bisa menganggukkan kepalanya, dia mendengarkan dengan seksama penjelasan dari sang Suami.
"Untuk apa dia melakukan hal itu yah, kita kan gak ada hubungan dengan keluarga Tantowi diProvinsi Tera" Ucap Lili dengan penuh pertanyaan.
"Itulah bu, makanya aku sekarang lagi memikirkan hal itu" Jawab Restu Chandra singkat.
__ADS_1