
Ketika Dokter Wandi mendengarkan bisikan-bisikan warga tentangnya, seketika wajahnya menjadi Murka, dia sudah mulau kehilangan Wajah kepada Masyarakat.
"Saya harap kalian semua Diam! Apakah kalian tidak bisa melihat? ketika saya mengobati Pak Walikota tadi?" Dokter Wandi berteriak kepada Warga yang menggosipkannya.
"Heem!.. Sudahlah! Kalau tidak bisa lebih baik Jujur, dari pada sok pintar padahal tidak tahu apa-apa" beberapa warga mengutuk Dokter Wandi.
Dokter Wandi hanya bisa menggertakan giginya karena Marah, dia tidak membantah tuduhan warga kepadanya.
Tanpa menghiraukan omongan warga, Dokter Wandi langsung berkata kepada Jhon "Saudaraku! Dimana Anak tadi? Mungkin dia bisa mengobati Pak Walikota, tidak ada salahnya kita memanggilnya, karena Kondisi Pak Walikota sudah sangat Lemah".
Mendengar Saran dari Dokter Wandi, Jhon langsung bergegas berlari kearah Lemon.
Lemon dengan santai, dia duduk dibawah Pohon Mangga disebelah Mobilnya, kemudian dia mengernyitkan keningnya, ketika dia melihat Jhon berlari tergesa-gesa kearahnya.
Jhon melihatnya dan segera menghampiri, dengan terengah-engah Jhon berkata: "Nak!.. Eh salah.. Tuan! Tolong Tuan kiranya menolong Pak Walikota, karena Dokter Wandi sudah tidak bisa menanganinya".
Lemon hanya bisa menghela Nafas, kemudian dia menatap langit biru: "Bukankah kamu sendiri yang mengatakan saya pembual, lalu kenapa kamu masih mempercai saya?".
"Mohon Ampuni saya Tuan, saya minta maaf! Tolong maafkan saya" Jhon berlutut dihadapan Lemon, dan membungkuk meminta maaf sampai dia mencium tanah.
Hasrat dan kedua Bawahannya, hanya merasa heran dan tercengang dengan pria yang berlutut dihadapan Lemon, mereka tidak tahu tentang pokok permasalahan yang sebenarnya.
"Baik saya akan menolongnya" selesai berkata, Lemon membuang botol Teh Sosronya ditempat Sampah, kemudian dia berlari ketempat Walikota terbaring.
__ADS_1
Lemon melirik Dokter Wandi dan berkata: "Bukankah saya sudah Memperingati Anda! Agar jangan melakukan Teknik Akupuntur, karena Oak Walikota bukan penyakit dalam, melainkan Diikat Roh-roh Jahat".
"Sudah! Kamu jangan banyak Membual, cepat kamu buktikan kalau kamu lebih hebat dari saya!" Dokter Wandi berkata menggertak.
"Bukannya saya sudah mengatakannya, kalau mengobatinya adalah hal yang tidak terlalu sulit bagiku" Lemon berkata datar.
"Baik! Kalau kamu memang Hebat! Dan mampu mengobati Pak Walikota, Mobil saya yang disana menjadi milikmu" Dokter Wandi berkata sambil menghujuk Mobilnya, Mereka Alphard keluaran terbaru.
"Sebaliknya Jika Kamu tidak bisa menyembuhkan Pak Walikota, kamu harus menjadi budakku seumur hidupmu" Dokter Wandi membuat perjanjian yang sangat diluar dugaan.
"Baik! Saya setuju, serahkan Kunci Mobilnya kepadanya" Lemon berkata sambil menghujuk salah satu warga sebagai Wasit.
Kemudian Dokter Wandi setuju, dan menyerahkan Kunci Mobilnya.
Lemon berjalan mendekati Walikota, kemudian Lemon berjongkok, seketika Buku Mata Dewa Aktif.
Roh-roh itu merupakan Roh iblis, dari Zaman Kerajaan Majapahit, dan masih berkeliaran sampai sekarang.
Hasrat Naibaho dan 2 orang bawahannya, penasaran dengan apa yang Lemon lakukan, sehingga mereka berjalan mengikuti Lemon dari belakang, dan mereka mengerti semuanya, ketika Lemon dan Dokter Wandi membuat taruhan, dalam mengobati Pak Walikota.
Jhon dan beberapa Warga lainnya menjadi saksi, antara Dokter Wandi dan Lemon.
Lemon duduk bersilah disamping Pak Walikota, setelah dia melihat keadaan Walikota, yang telah dirantai oleh roh jahat.
__ADS_1
Lemon meletakan tangannya, diatas kepala Pak Walikota, kemudian Energi Spiritual disuntikan kedalam Tubuh Pak Walikota.
Seketika Pak Walikota Kejang-kejang, dan mengerang kesakitan, suaranya bergema mengerikan bagaikan dari Lembah Neraka.
Mata Pak Walikota berubah menjadi hitam, kuku dan Jari-jarinya memanjang bagaikan cakar ayam, kemudian dia menatap Lemon dengan Tatapan Niat Membunuh, Walikota langsung mengarahkan Cakar-cakarnya yang panjang, yang membuat Lemon seketik menghindar.
Walikota menggerakan kakinya dengan secepat kilat, kemudian diarahkan kedada Lemon "Boom" Suara tendangan kaki Pak Walikota kedada Lemon, yang membuat Lemon seketika, terlempar kebelakang sejauh 5 Meter.
Orang-orang yang berada disekitar Pak Walikota, seketika berlarian menyelamatkan diri masing-masing, ketika Pak Walikota dengan tatapannya sangat mengerikan, dia berdiri dan melihat orang-orang yang ada disampingnya.
Tidak terkecuali kepala Pelayannya, walikota mencekiknya sampai wajahnya memerah, bagaikan Udang Rebus.
Kepala pelayan itu bernama Daran Zebua, dia hanya bisa meronta-ronta, ketika Lehernya dicekik oleh Pak Walikota.
Tiba-tiba sebuah tangan, mendarat di dahinya Pak Walikota, sebuah kekuatan Energi Spiritual yang sangat besar, dialirkan kedalam tubuh Pak Walikota, barulah setelah itu cengkeraman Pak Walikota terlepas dilehernya Daran.
Sebuah Gumpalan Asap Hitam, langsung membumbung tinggi diatas kepala Pak Walikota, Asap Hitam itu merupakan Jiwa-Jiwa, dari Roh Prajurit kerajaan Majapahit yang sudah lama mati.
"Saya Perintahkan Kalian! untuk Pergi tubuh orang ini! Dan segera kembali kealam kalian!" Lemon berkata dengan suara Bergema.
Asap Hitam itu tiba-tiba mengeluarkan Suara seperti Manusia, suara yang begitu mengerikan.
Dokter Wandi gemetaran hebat, ketika dia mendengar suara asap hitam itu seperti manusia, namun sangat mengerikan jika didengarkan.
__ADS_1
Walikota masih saja menatap Lemon, dengan Dipenuhi Niat Membunuh, Matanya Sangat Hitam Gelap bagaikan Mata dari Lembah neraka.
Orang-orang dan Jhon bersama kepala pelayan Pak Walikota Daran Zebua, ikutan gemetaran melihat kejadian dihadapan Mereka.