
"Baik Tuan, saya akan berusaha menjadi yang terbaik" Maret Silalahi berkata Hormat.
"Untuk Kalian semua! Saya berharap kalian memiliki keberanian, seperti saudara Maret Silalahi, dia tidak akan gentar menghadapi siapapun! termasuk saya" Lemon berkata tegas.
"Baik Tuan Pimpinan" Suara seluruh anggota serentak.
Selesai berkata Lemon langsung meninggalkan tempat itu, namun sebelum dia beranjak pergi, dia melihat seseorang yang sangat Familiar.
Kemudian Lemon berjalan mendekatinya, "Kamu? Bukankah kamu yang dulu diDesa Tora kan?" Ucap Lemon sembari mengingat.
"Iya..iya Tuan Pimpinan.. Mohon Ampun saya Roy Hitler Tambunan, saya benar-benar ingin bergabung di Yayasan Kuil Naga, dengan seluruh Tubuh dan Jiwaku, kuserahkan untuk melayani Tuan Pemimpin dan Yayasan Kuil Naga" Roy Hitler Tambunan, berkata dengan suara gemetaran.
"Tuan! Apakah dia telah menyusahkan anda dimasa lalu" Hasrat berkata dengan suara dingin.
"Oh Tidak! Kami hanya bertemu sekali, kamu tolong bimbing dia untuk menjadi yang terbaik" Lemon berkata sambil mengangkat tangannya.
Kemudian Lemon berkata lagi "Saya harap kalian sudah membaca Aturan dari Yayasan Kuil Naga, bahwa seluruh anggota yayasan tidak boleh memeras masyarakat kecil, dan tidak boleh sembarangan berbuat keonaran dimana saja".
Semua anggota berkata dengan seksama "Baik Tuan Pimpinan, kami tunduk pada aturan Yayasan.
Merasa semuanya sudah beres Lemon langsung menghilang dari tempat itu.
Lemon langsung pergi Danau dibelakang Rumahnya, setelah di dan Hasrat selesai Makan, dengan ditemani sebotol Anggur Merah dan Rokok Sampoerna Mentol, dia menikmati Suasana angin sepoi-sepoi dari Danau.
Danau itu bernama Danau NIAS, danau itu sepanjang 2 kilo meter persegi, dan sangat memiliki sumber kekayaan yang sangat melimpah.
Lemon sedang memikirkan tentang Gunung Silewe, karna menurut sesuai dengan perkataan Elisama padanya, setelah digunung Silewe dia akan mengetahui semua rasa penasarannya.
__ADS_1
Tiba-tiba Hpnya berdering, kemudian dia menekan tombol jawab "Hallo Tuan?" Suara seorang Laki-laki terdengar dari ujung telepon.
"Hallo" Lemon menjawab dengan santai, sambil menghembuskan asap rokok sampurna mentolnya keatas langit.
"Tuan kapan ada waktu ke kediaman Patriak Chandra" Orang yang melakukan panggilan telepon dengan Lemon adalah Kenji, kepala pelayan keluarga Chandra.
"Eemm.. Saya tidak tentukan, tapi pasti saya akan berkunjung kesana" Lemon berkata dengan santai.
Tidak banyak berkata, sambungan telepon langsung terputus.
Lemon meraih teleponnya, kemudian dia memutar Nomor dia menelpon Hasrat Naibaho, tidak berselang lama, panggilanya diangkat oleh Hasrat "Salam Hormat Tuan? Apa ada yang bisa saya bantu?" Hasrat berkata sambil memberi hormat.
"Apakah kamu tahu tentang Gunung Silewe?" Lemon bertanya kepadanya.
"Eemm... Tidak terlalu jelas Tuan, saya hanya mendengarnya saja, namun saya belum pernah datang kesana" Hasrat berkata dengan wajah datarnya.
"Baik Tuan, akan saya usahakan" selesai berkata, sambungan telepon langsung terputus.
Ditempat lain dikediaman David Laiya, "Bagaimana dengan penyelidikanmu? Apakah sudah ketemu dengan Bocah Sialan itu!".
"Mohon maaf Tuan Patriak, anak itu masih belum muncul dikota Gowe, sepertinya dia masih berada di Puncak Gomo" Rius berkata dengan wajah serius, ketika menjelaskan tentang keberadaan Lemom kepada David Laiya.
"Eemm... Terus kamu selidiki dia, pastikan dia harus membayar semua ini" David Laiya berkata dengan tatapan memprovokasi, sambil dia mengelus Janggutnya yang putih.
"Maaf Tuan, bagaimana dengan rencana kita untuk keluarga Song" Rius berusaha mengingatkan David.
Mendengar pernyataan dari Rius, sontak saja wajah David Laiya menjadi Murka, dan dia tersenyum jahil sambil menatap Rius.
__ADS_1
"Hahahahaa.. Kamu memang dapat diandalkan! Untung kamu sudah mengingatkanku!" David Laiya sambil mengangkat pandangannya keatas langit.
"Malam ini! Utus Master kita untuk menghancurkan keluarga Valen Song" ucap David Laiya menambahkan.
"Hahahaha"... Selesai berkata, David Laiya tertawa terbahak-bahak.
"Baik Tuan! Saya sendiri yang akan memimpin mereka malam ini, mohon ijin pamit" Rius membungkukkan badannya ketika dia meminta ijin untuk pergi.
David Laiya hanya mengibaskan tangannya, pertanda dia mengiyakan apa rencana, dan tindakan Rius.
David Laiya tersenyum sumringah, ketika dia membayangkan Keluarga Valen Song, akan hancur malam ini.
Namun senyumnya itu tiba-tiba menghilang, ketika Anaknya Marko datang menghampirinya.
"Ayah! Saya minta ijin ayah, karna kami berencana untuk pergi kemping ke Gunung Salak, bersama teman-teman kampus" Marko Laiya berkata penuh harap.
"Heemm.. Apakah kamu bersama dengan teman wanitanu itu?' David laiya berkata sambil menghela nafas panjang.
"Iya Ayah" Marko tidak berani untuk menyembunyikan, bahwa dia akan kemping bersama Vina dipuncak Gunung Salak.
"Dasar Anak B'jingan! Siapa suruh kamu bergaul dengan wanita itu? Apakah kamu tidak tahu! Kalau Wanita itu hanya ingin mengincar Hartamu saja! Hah!" David Laiya dengan mata merah, dia memarahi anaknya Marko.
"Tapi! Tapi Ayah... Saya dan dia hanya teman biasa kok, kami tidak pacaran! Sumpah" Marko berkata meyakini Ayahnya, sambil dia mengangkat kedua jarinya.
"Baik Kalau seperti itu! Ayah pegang kata-katamu!” David Laiya berkata sambil menghunjuk Marko.
Selesai memperingati Marko, David Laiya hendak pergi, namun Marko berkata "Ayah Saya butuh uang untuk belanja, karna uang belanjaku sudah habis".
__ADS_1
David Laiya melihat Anaknya itu, sambil menghela Nafas, "Nanti Saya transfer di Rekeningmu" David Laiya tidak bisa membantah permintaan anaknya itu.