
Tiba-tiba Lea dan Bryan Calvin datang, mereka langsung menghampiri Lemon dan Dewi, yang membuat Dewi dan Lemon sangat terkejut.
"Wooii.. Wooii.. habis Pacaran dikampus, langaung terbang ke Plaza, enak benar ya Pasangan Baru kita ini" Lea berkata sambil menatap Bryan, ekspresi mengejek terlihat diwajah kedua orang itu.
"iiss.. Si Nona monyet sudah datang, diam kamu berdua, jangan sampai saya tonjok mulut kalian" Dewi berkata sambil mengangkat tinjunya, kemudian dia tersenyum kepada mereka berdua.
Lea sangat terpana, dia menutup mulut ketika dia melihat penampilan Lemon, yang berada dibalutan Jas.
"Pantasan Dewi Klepek-klepek sama kamu, penampilan kamu seperti ini, membuat seluruh gadis-gadis dikota ini akan mengejarmu" Bryan berkata sambil memegangi tangan Lemon, kemudian dia memperhatikan dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Aaiiss.. Sudah! Sudah kamu jangan menggangu, kami buru-buru, kami harus pergi" Dewi berkata dengan nada tinggi kepada kedua sahabatnya itu.
Setelah mereka berempat, duduk mengobrol di toko kopi, yang ada di Plaza Taljus, mereka memutuskan untuk saling berpisah.
Lea dan Bryan masih memilih tinggal, mereka masih punya waktu untuk belanja, sedangkan Lemon dan Dewi pergi dari tempat itu.
Singkat cerita, sesampainya mereka dikediaman Keluarga Restu Chandra.
Lemon langsung turun dari Mobil, kemudian dia melangkah masuk kedalam kediaman Restu Chandra, Dewi hanya berjalan mengikutinya dari belakang.
Mata semua orang sangat terkejut, ketika melihat Lemon dan Dewi berjalan dari Arah Pintu, orang-orang tercengang dengan penampilan Lemon yang sudah tampil beda.
"Salam Hormat Tuan Chandra dan Tuan Song" Lemon menyapa memberi Hormat, kepada kedua kepala keluarga tersebut.
"Salah Hormat Tuan Lemon" Jawab mereka serentak.
"Tuan Lemon hari ini, sepertinya sangat Berbeda dari biasanya, penampilan Tuan Lemon sangat mengagumkan" Restu Chandra berkata sambil tersenyum, sambil dia memperhatikan Penampilan Lemon yang sangat menakjubkan itu.
"Oh.. Kebetulan hari ini saya mengikuti acara teman saya Tuan, makanya saya sedikit berpenampilan beda" Lemon berkata sambil memandang Dewi.
Dewi langsung memberi Hormat, dengan menyalami Ayah dan Ibunya, beserta Keluarganya yang lain.
"Iya Ayah, makanya Kak Lemon sedikit terlambat, karena saya tadi mengajaknya ke acara teman kampus kami, sekalian saya memilihkannya Jas yang cocok" Dewi berkata terus terang kepada ayahnya, perkataan Dewi itu merupakan sebuah Kode keras, ada tanda sesuatu antara dia dan Lemon.
__ADS_1
Ibunya hanya tersenyum senang, ketika dia mendengar penjelasan dari mulut mungil Dewi.
"Ya.. Sudah Sudah! Kamu jangan terlalu banyak membual, Ayo Tuan Lemon! Silahkan duduk" Restu Chandra mengalihkan pembicaraan, dia takut akan menyinggung pihak lain.
"Terimakasih Tuan" Lemon menjawab dengan hormat, sambil dia berjalan duduk.
"Bagaimana keadaan Tuan Patriak?" Lemon berkata sambil melihat Valen Song.
"Saya sudah kebaikan sekarang Tuan Lemon, Sebenarnya! Saya sengaja bertemu dengan Tuan Lemon, untuk mengucapkan banyak terimakasih" Dengan wajah bersungguh-sungguh, Valen Song berkata kepada Lemon.
"Aahh.. Tuan Valen Jangan terlalu segan, saya membantu Tuan Valen hanya sedikit, bantuan yang tidak berarti sama sekali" Lemon berkata sambil tertawa sedikit.
Kemudian Lemon melihat kearah Yupiter, yang sedang berdiri dibelakang Valen, lalu berkata "Apakah Kondisi Tuan Piter, sudah baikan sekarang?".
"Keadaan saya sudah baikan Tuan, kekuatan saya sekarang sudah pulih sepenuhnya, itu semua berkat Tuan Lemon" Yupiter berkata tersenyum, sambil menganggukan sedikit kepalanya.
"Hahahaaa... Tuan Piter ada-ada saja, saya kan tidak melakukan Apa-apa" Lemon berkata sambil tertawa.
"Saya Mohon Tuan Lemon, mengajari saya dan menjadikan saya murid, saya bersedia melakukan apapun, apa yang tuan inginkan" Yupiter berkata sambil menundukan kepalanya dihadapan Lemon.
Lemon terkejut ketika melihat Yupiter berlutut dihadapannya, kemudian dia bangkit berdiri, lalu mengangkat Yupiter untuk berdiri.
"Saya tidak bisa mengajari Tuan piter, apalagi untuk menjadi guru tuan piter" Lemon berkata panik kepada Yupiter, karena dia tidak tahu apa yang mesti dia katakan.
"Tapi! Saya akan membantu Tuan piter, jika tuan membutuhkan bantuan saya" Tambah Lemon berkata.
Mendengar Lemon berkata seperti itu, hati Yupiter menjadi lebih lega, karena Lemon berjanji akan membantunya, lalu dia tersenyum sumringah dan membungkuk, kemudian dia kembali kesamping Valen Song.
Setelah mengobrol lama, mereka menghadap Meja makan untuk makan bersama, sambil mengobrol dan tertawa bersama.
Restu Chandra mengajak Lemon dan Valen Song, untuk duduk ditaman kediaman Chandra, mereka menikmati Anggur Wide kelas 1.
Lemon merasa gerah dengan balutan Jasnya, karena Maklumlah Lemon berasal dari Keluarga miskin, jadi dia tidak terbiasa bahkan bisa dibilang, dia tidak pernah memakai Jas seperti yang dipilihkan Dewi untuknya.
__ADS_1
Restu Chandra melihat kegelisahan Lemon, sehingga dia bertanya: "Tuan Lemon Kenapa? Sepertinya Tuan Merasa Gelisah?".
"Iya Tuan, saya tidak terbiasa dengan Balutan Jas seperti ini, sehingga saya merasa gerah! Maklumlah saya kan tidak pernah memakai setelan Jas seperti ini" Lemon berkata jujur.
"Ya Sudah! Sini biar saya simpan, kamu buka saja Jasmu itu" tiba-tiba suara Dewi terdengar, kemudian dia berjalan kearah Lemon, dan membantu Lemon membukakan Jasnya, bagaikan layaknya tingkah sepasang Suami Istri.
"Uhuuk Uhuuk" Restu Chandra hanya bisa terbatuk-batuk, melihat perilaku kedua remaja itu dihadapannya.
Valen Song juga mengernyitkan keningnya, dia merasakan ada sesuatu diantara anak-anak ini, namun dia memilih untuk diam, karena walaupun dia ada niat untuk menjodohkan Tiwi dengan Lemon, namun itu semua tergantung pada pilihan Lemon.
Lili hanya bisa tersenyum bahagia, ketika dia melihat anak gadisnya bertingkah, bagaikan seorang istri yang melayani Suaminya.
Lemon yang sangat merasa terkejut dalam hal ini, dia tidak menyangka tingkah Dewi sampai pada tahap ini, namun Lemon tidak bisa berkata apa-apa, ketika tangan Dewi sudah meraih Jasnya, yang sudah dia lepaskan dari tubuh kurusnya.
Tiba-tiba HPnya Lemon berdering, kemudian dia mengangkat "Hallo Tuan, Apakah saya berbicara dengan Saudara Lemon?" Seseorang berkata diujung telepon.
"Iya Betul, saya sendiri, ini siapa?" Lemon menjawab sambil duduk kembali dikursinya.
"Saya Ardin Kenzo, Inspektur dari Kepolisian yang menyelidiki kasus yang menimpa keluarga Valen Song, Apakah Saudara Lemon punya waktu untuk bisa kita ketemu?".
"Bisa! Nanti malam Jam 8 dihotel Soechi" Lemon berkata dengan wajah datar.
"Baik Tuan, sampai ketemu nanti di Hotel Soechi" Ardin mengiyakan perkataan Lemon.
Selesai berkata, Lemon langsung memutuskan sambungan Teleponnya, kemudian dia mendengus dingin.
"Siapa yang menelpon?" Dewi berkata penasaran.
Lemon melihat Dewi kemudian dia berkata: "Inspektur dari kepolisian kota Gowe, dia ingin bertemu denganku".
"Dalam rangka apa dia ingin bertemu dengan Tuan Lemon?" Valen Song berkata ragu.
"Eemm.. Untuk membahas tentang kejadian, yang menimpa tuan Patriak Song" Lemon berkata jujur, sambil dia menyeduh tehnya, yang berada dimeja dihadapannya.
__ADS_1