PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 79. Ki Buyut Balaskan Dendam Muridnya David Laiya


__ADS_3

Di Yayasan Kuil Naga, Hasrat sudah bersiap-siap diAula, dia ditemani oleh Maret Silalahi bersama Roy Hitler Tambunan, dan masih bersama beberapa anggota yang memiliki kekuatan mumpuni, yang bisa diandalkan di Yayasan Kuil Naga.


"Apapun yang terjadi! Kita harus mempertahankan nama baik Yayasan Kuil Naga, jangan sampai orang-orang itu masuk dan mengobrak-abrik tempat kita" Hasrat Berkata memberi perintah.


"Baik Ketua! Hidup dan mati saya serahkan demi nama baik Yayasan Kuil Naga" Roy Hitler berkata dengan wajah dinginnya.


"Memangnya Pimpinan kita kemana Pak Ketua"? Tanya salah seorang bawahan.


"Pimpinan kita lagi pergi kesuatu tempat yang sangat rahasia, dan bahkan tidak bisa perkirakan kapan dia akan kembali" Hasrat menjawab.


"Sudalah Ketua! Kita gunakan seluruh kekuatan kita, dan seluruh tenaga yang ada" Maret Silalhi berkomentar.


Tiba-tiba seorang penjaga berlari dengan tergesa-gesa, dengan wajah pucat dan ngos-ngosan dia berlutut dihadapan Hasrat.


"Lapor ketua! Ada seseorang yang sudah menerobos masuk, seluruh penjaga tidak berdaya melawannya, bahkan ada penjaga yang sudah kehilangan nyawa dibuatnya" Penjaga itu berkata dengan suara gemetar.


Mendengar hal itu, Wajah Hasrat menjadi murka dia sangat marah sampai-sampai dia gemetaran.


"Sialan! Ternyata mereka sudah datang, mereka tidak main-main" selesai berkata Hasrat langsung bangkit berdiri, kemudian dia memerintahkan seluruh anak buahnya untuk menghadapi orang-orang itu.


"Segera suruh dia keluar! Kalau tidak! Saya akan menghancurkan tempat ini menjadi debu" kata tegas oleh seorang pria tua, yang memiliki mata tajam dan janggutnya yang sudah terlihat memutih.


"Maaf Tuan! Pemimpin kami sedang tidak ada disini, beliau telah pergi kesuatu tempat" kata salah satu penjaga itu.


"Hem! Dasar Kentut! Kalian berani membodohiku" Pria tua itu melihat penjaga yang bersuara, dengan tatapan tajam dia langsung mengarahkan kekuatannya, dia mengibaskan tangannya, seketika penjaga itu terlempar kearah pintu, yang membuat pintu itu hancur seketika.


Para penjaga yang masih berdiri dengan kuda-kuda mereka masing-masing, seketika tubuh mereka gemetaran, menyaksikan teman mereka terlempar sangat jauh dan terhempas dipintu.


Penjaga itu berdiri dan langsung memuntahkan seteguk darah, kemudian dia terhuyung jatuh ketanah tak sadarkan diri.

__ADS_1


Penjaga itu jatuh ketanah dengan suara gedebuk, dia langsung tersungkur dibawah kaki Hasrat Naibaho dan beberapa yang lainnya.


"Siapa Anda! Berani sekali membuat kekacauan ditempat kami!" Hasrat berkata dingin, dia pura-pura tidak mengenal pihak lain yang membuat kekacauan.


"Hahaa.. Anak ingusan masih belum mengenal saya ternyata, baiklah! Sebelum kamu menjadi mayat, biarkan saya menjawab pertanyaanmu itu, Saya biasa dipangil Ki Buyut, dari Lembah Mondrowe" Pria tua itu ternyata bernama Kibuyut dari Lembah Mondrowe.


"Ada urusan apa aki datang kemari?” Maret Silalahi bertanya.


"Kurang Aj*r!" Ki buyut menatap Maret dengan tatapan dipenuhin dengan niat membunuh, kemudian dia langsung melempar Maret dengan satu gerakan tangannya.


Setelah Maret jatuh terlempar, dan dia terhempas kedinding, Ki Buyut kembali menatap Hasray dan berkata "Saya ada urusan dengan Lemon, suruh dia keluar! Saya ingin menuntut balas atas kekalahan Muridku, David Laiya".


"Oh ternyata, Ki buyut ini Gurunya David Laiya?" Roy Hitler berkata mencibir.


"Maaf ki, pemimpin kami lagi tidak berada disini, dia sedang berada diluar kota, katanya ada urusan pribadi, Ki Buyut bisa kembali beberapa hari lagi" Hasrat Naibaho angkat bicara.


Tanpa berkata-kata, dia langsung mengarahkan serangannya kearah Hasrat, namun Hasrat dengan cepat menangkis, yang membuat wajah Ki Buyut menjadi Murka.


"Bedebah! Kamu ternyata hebat! Saya sudah meremehkan kekuatanmu" selesai berkata, Ki Buyut langsung mengarahkan serangan keduanya kearah Hasrat, yang membuat Hasrat kewalahan menghadapinya.


Dalam 4 gerakan pukulan, Hasrat ternyata masih lambat dibandingkan dengan gerakan Ki Buyut, yang mengakibatkan satu pukulan mendarat didada Hasrat, kemudian Hasrat terlempar kebelakang berkisar 5 Meter, kemudian dia terhempas dipohon Mahoni yang berada tepat dibelakangnya.


Melihat Hasrat Terlempar, Roy Hitler tidak tiggal diam, dia kemudian memasangkan kuda-kuda bertarungnya.


"Sampah berlagak sok jago dihadapanku!" ki Buyut berkata mencibir, dia mengangkat sebelah bibirnya, kemudian dia langsung mengarahkan satu tinju kearah Roy.


"Duaarr" Suara tabrakan terdengar, Roy menghadang Pukulan Ki Buyut, yang mengakibatkan Roy terlempar keatas langit, bagaikan layang-layang putus, kemudian dia jatuh ketanah dengan suara gedebuk.


Ki Buyut mengernyitkan keninganya, dia merasa tangannya sedikit gemetar, karena serangan yang dikeluarkan oleh pihak lain, merupakan tenaga dalam tahap pembentukan Qi.

__ADS_1


Roy Hitlerlah yang paling mengalami kerugian besar dalam hal ini, dia merasakan tangan kananya seperti mati rasa, kemudian dia menggerakan tangannya, namun apalah yang terjadi, tangannya sudah tidak bisa lagi dia gerakan, itu menandakan bahwa tanganya sudah Patah.


"Dasar aki-aki keparat! Saya harus melepas kepalamu dari tubuh busukmu itu" Roy Hitler berkata memprovokasi, setelah dia mengetahui tangannya yang satu sudah tidak ada harapan lagi.


Bahkan dia berpikir, hanya titisan dewalah yang mampu, menyambung tangannya itu yang sudah patah.


Para anggota Kuil Naga yang lain, langsung membantu mengangkat Roy Hitler dari tempat dia tersungkur.


"Hahahahaa... Saya pastikan tempat ini akan hangus dari Muka bumi! Kalau Pemimpin kalian tidak menemui saya hari ini!" Ki Buyut berkata dengan Suara ketawanya.


Melihat Yayasan Mereka diremehkan oleh Pihak Lain, Hasrat membantin dalam hatinya "Tun Lemon! Tolong kamoi, kami sangat membutuhkanmu, Yayasan kita dihancurkan oleh Gurunya David Laiya".


Hasrat menggertakan giginya, kemudian dia berdiri tegak, dia disusul oleh Maret Silalahi.


Lemon yang masih terbaring dirumah Sakit, tiba-tiba dia menggerakan jarinya, kemudian Sinar yang sangat menyilaukan terpancar dari dalam tubuhnya.


Tubuh Lemon memencarkan sinar, sehingga seluruh tubuhnya menjadi sangat transparan dan menyilaukan.


Bryan, Lea dan Denis sedang berada dikantin Rumah sakit, mereka sedang menikmati rasa Kopi Sidikalang, yang tersedia dikantin itu.


Sedangkan Dewi yang sangat kelelahan, sudah tertidur pulas disamping ranjangnya Lemon.


Lemon terbangun dari Masa kritisnya, dia melihat Dewi yang sedang duduk tertidur disampingnya, kemudian dia terkejut merasakan bisikan dari Hasrat Naibaho, yang sedang membutuhkan pertolongannya, Lemon hanya bisa mengernyitkan keningnya.


Mata Bathin Lemon sudah diintegrasikan dengan Mata Bathin Hasrat, karna Hasrat merupakan kepercayaannya, Lemon tidak keberatan untuk dia menyambungkan mata bathinnya kepada Hasrat, sehingga Lemon mampu merasakan apa yang dikatakan oleh Hasrat, jika dia dalam keadaan mendesak.


Kemudian Lemon langsung bersilah diatas bangsalnya, kemudian dia bersinar bagaikan Malaikat Pencabut Nyawa.


Lemon menggunakan Jurus Naga Pencabut Nyawa, yang dalam sekejab tubuhnya terbagi menjadi 2.

__ADS_1


__ADS_2