PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 175. Mandat Untuk Cristof Jonatan Temukan Lemon Nababan


__ADS_3

"Iya bu" Jawab sang Gadis dengan perasaan yang tidak bisa dibayangkan.


Sang Gadis langsung bergegas mencari Hpnya, setelah sang ibu meninggalkannya.


Sang Gadis tidak lain adalah Dewi, dia menyambut hari dengan sangat cerah, sehingga senyuman bahagia terukir disudut bibir indahnya itu.


Dewi langsung bergegas menghampiri Ponselnya yang terletak diatas Meja, kemudian dia langsung melakukan pencarian kontak.


Ditempat lain Lemon sedang membersihkan diri dikamar mandi, karena semalam dia tidak sempat untuk mandi.


"Diirr.. Diiir" Suara Handphonenya Lemon berdering diatas Meja tidur, namun Lemon tidak menyadari hal itu sama sekali, dia terus membersihkan diri sambil bersiul menyanyikan lagu Terajana.


Beberapa saat kemudian, Lemon akhirnya keluar dari kamar mandi, kemudian dia meraih HPnya yang masih terus saja berdering.


"Hallo Sayang?!" Sapa Lemon dengan nada mesranya.


"Heemm... Mentang-mentang kamu Pahlawan, kamu tidak akan berniat untuk menghubungiku, kalau saja aku tidak menghubungimu" Suara Dewi terhenti ketika dia terus mengoceh.


Sifat Cinta kedua sejoli ini bagaikan Tomy dan Jery, Namun sangat merindukan satu sama dengan yang lain.


"Non kenapa marah-marah sih? Ini baru pagi-pagi lo.. Apalagi kalau kamu terus banyak oceh, nanti paras cantikmu sedikit luntur" Jawab Lemon dengan godaan yang sangat halus.


"Heemm. Dasar Lelaki, pintarnya hanya gombal" Ucap Dewi ketus, Namun senyuman bahagia terukir dari sudut bibirnya.


"Ya oeslah.. Aku minta maaf kalau aku sudah salah" Kata Lemon santai, sambil dia mengibas-ngibaskan rambutnya yang sudah basah, kemudian dia berjalan kearah cermin untuk menyisir rambutnya yang terlihat acak itu.


"Kamu rencana pergi kemana hari ini?" Tanya Dewi singkat.


"Eemm.. Aku hari ini mau pulang kampung, karena sepupuku akan melaksanakan pesta besok lusa, memangnya kenapa?" Jawab Lemon dengan sedikit penasaran.


Kemudian Lemon melanjutkan "Ini aku sekarang lagi beres-beres, sekarangpun aku lagi telan jang.. Kikiki".


"Wooii.. Dasar Mesum! Aku gak nanya kamu telan jang atau tidak? Huuft" Jawab Dewi ketus namun wajahnya sedikit merah merona, ketika dia membayangkan Lemon berdiri dengan tanpa busana dihadapannya.

__ADS_1


"Tuh kan, kamu senyum-senyam sendiri, kenapa? Apa kamu membayangkan kalau aku berada disampingmu tanpa memakai baju? Hah.. Ketahuan deh" Ejek Lemon dengan candaan yang membuat Wajah Dewi tercekat, dia sangat terkejut ketika Lemon bisa mengetahui apa yang sedang dia alami.


"Uuss. Ge'er kalilah, ngapain juga aku bayangin kamu, emang aku kurang kerjaan apa" Balas Dewi dengan suara ketusnya.


"Oke Oke.. Jadi kenapa Tuan Putri Chandra tanya aku kemana hari ini? Apakah Tuan Putri ajak aku jalan-jalan kebulan" Goda Lemon dengan terkekeh.


"Tuan Lemon yang terhormat! Aku memang ingin mengajak Tuan jalan-jalan, Tapi nanti, setelah Tuan Lemon selesai jamuan makan siang bersama Ayahku dan beberapa undangan yang lain, makanya aku tanya kemana Tuan Lemon pergi hari ini?" Ucap Dewi dengan wajah seriusnya.


"Oohh.. Kalau soal itu mah gampang, yang penting hari ini aku pulang kampung" Jawab Lemon dengan ekspresi santainya, sambil dia duduk disofa dengan ditemani Teh hangat pagi.


"Kalau soal pulang kampung, nanti kita bicarakan setelah makan siang, yang penting sekarang aku mau jemput kamu, kita pergi keMall untuk belanja" Ucap Dewi dengan memberikan perintah.


"Baiklah Nona Besar, nanti aku langsung jemput kamu dirumahmu" Sambut Lemon santai.


"Dengar ya Tuan Lemon yang terhormat! Aku bukan Nona besarmu, lagian aku tekankan lagi sama kamu! Kamu bukan pembantu keluarga chandra, Jadi Jelas! Kamu tidak bisa memanggilku Non atau Nona Besar! Apakah sudah jelas?" Ujar Dewi dengan sedikit meninggikan suaranya.


"Hahahaa.. Non Dewi ternyata kesal! Okelah.. Mulai sekarang aku panggil kamu Sayang atau beb" Kata Lemon asal-asalan.


Dewi langsung tersenyum sumringah, ketika dia mendengar perkataan Lemon yang menyentuh hati, yang membuat suasana hatinya melayang kelangit ketujuh.


Tanpa lagi banyak kata, Dewi meminta untuk memutuskan sambungan teleponnya, namun Lemon malah meminta Dewi untuk memutuskan sambungan teleponnya terlebih dahulu.


Mereka berdua terus saling meminta untuk terlebih dahulu memutuskan sambungan teleponnya, sehingga Lemon memilih untuk langsung menekan tombol mati.


Setelah sambungan teleponnya terputus, Lemon bersiap pergi kegarasi Mobil untuk menyalakan Mobil Alpardnya.


Namun tiba-tiba dia teringat dengan janjinya kepada Hasrat, sehingga dia memilih untuk menghubungi Hasrat.


"Hallo Tuan" Sapa Hasrat dari Ujung telepon.


"Nanti sore sekitar Jam 4 kami berangkat, tolong sampaikan kepada Maret Silalahi" Ucap Lemon singkat, yang langsung diiyakan Oleh Hasrat Naibaho.


Lemon langsung menancap Gas Mobilnya menuju kediaman Restu Chandra.

__ADS_1


Sesampainya dikediaman Chandra, Lemon melihat Dewi dari dalam rumah langsung menghampiri Lemon.


Dewi menggunakan Baju Putih dan celana Jens Hitam, yang membuat lekukan tubuhnya bak Guitar Spanyol, sehingga membuat mata Lemon berbinar bagaikan Tikus yang melihat Daging.


Setelah Dewi masuk kedalam Mobil, Lemon langsung membawa Dewi pergi menuju Mall Plaza Taljus.


Lili tersenyum bahagia melihat sang buah hati pergi dengan kekasihnya, yang tulus mencintainya dengan segenap hati dan kekurangannya.


Ditempat lain di Sekte Perguruan Lembah Mondrowe, Fanolox dengan tatapan dinginya menatap setiap bawahannya, dia berkata dengan mencaci maki setiap anak buahnya, yang gagal melaksanakan Misi untuk menangkap Lemon.


"Bagaimana mungkin dengan kekuatan terbesar dan Nama yang sudah merajai dunia persilatan, Perguruan Lembah Mondrowe takluk kepada seorang bocah ingusan" Fanolox berkata-kata kepada seluruh pengikutnya.


Fanolox menjatuhkan pandangannya kepada seorang Pria Muda, yang masih berumuran 25 Tahun, dengan tubuh yang cukup kekar dengan ketinggian sekitar 150 cm.


"Kamu! Kamu harus melanjutkan Misi ini, kamu pergi bersama dengan beberapa orang-orang kita, kalian harus membuat Bocah sialan itu bertekuk lutut dihadapan kita, dan kembalo bersama kalian untuk diadili diperguruan Lembah Mondrowe" Kata Fanolox dengan penuh penekanan.


Pria muda itu bernama Cristof Jonatan, kemampuan sudah memasuki tahap pembentukan pondasi, dan dia salah satu siswa yang mampu mengimbangi kekuatan Fanolox.


"Siap Ketua!! Saya dan beberapa yang lain akan melakukan yang terbaik semaksimal mungkin" Jawab Cristof Jonatan dengan penuh ketegasan dan keyakinan.


Dengan mengangkat wajahnya tinggi-tinggi keatas langit, Fanolox memancarkan senyuman bangganya, dia berharap kali ini Lemon bisa ditaklukan oleh Cristof Jonatan.


"Saya yakin kalian bisa mengalahkan bocah sialan itu, karena sudah banyak para senior Perguruan Lembah Mondrowe menjadi korban akibat perbuatan Anak sialan itu" Fanolox berkata-kata sambil duduk dengan bangga dikursi Kebesarannya.


"Terimakasih Ketua! atas kepercayaannya kepada kami" salah satu anggota yang bergabung di tim Cristof ikut menjawab.


"Heemm.. Bagus! Besok kalian sudah bisa pergi, Kalian Ingat! Harus tetap menjaga keselamatan" Ujar Fanolox dengan santai sambil dia mengelus-ngelus Janggutnya.


Setelah memberi mandat kepada Cristof Jonatan, mereka semua langsung membubarkan diri dengan teratur, mereka pergi untuk mempersiapkan diri untuk keberangkatan besok hari.


Didalam Plaza Taljus, Dewi bersama Lemon berjalan kesebuah Tokoh Perbelanjaan yang cukup mahal dengan barang-barangnya yang tergolong brandit.


Dewi langsung menarik tangan Lemon kedalam Toko, dengan lenturan lenggang-lenggong tubuhnya sewaktu dia berjalan memasuki toko perbelanjaan, semua mata tertuju memandanginya.

__ADS_1


Semua mata merasa berdenyut, ketika melihat lekukan tubuhnya, tidak terkecuali Lemon.


__ADS_2