
Dewi menggengam tas kecilnya, ketika dia berkata dengan gigi yang terkatup-katup.
"Terimakasih sebelumnya, kami dari Keluarga Chandra tidak akan melupakan kebaikan Perusahaan Anda, mengenai prosedur yang diajukan oleh perusahaan anda, sepenuhnya kami setuju" ucap Dewi dengan senyuman yang tidak bisa ukir.
"Kalau begitu, nona menunggu sebentar, biarkan kami menyiapkan segala dokumennya, kemudian nona bawa kepada Kepala Keluarga untuk ditandatangani." Widya berkata jujur, sambil dia memerintahkan Manajer itu untuk menyiapkan segera.
Dewi yang merasa sangat senang, dia hanya terus memancarkan Aura senyumannya yang sangat Aduhai itu.
Tidak lama kemudian, segala dokumennya terkait kerjaama antara, perusahaan Yayasan Kuil Naga dan Keluarga Chandra sudah siap, tinggal menunggu tandatangan dari Kepala Keluarga Chandra.,
Dewi melihat berkas itu, dia ingin terus mencari tahu siapa nama pemilik perusahaan itu, namun yang tertera nama penanggungjawab adalah Widya Sirait selaku sekretaris CEO, dan merangkap menjadi Wakil Direktur.
Dewi hanya bisa menghela nafas, dia tidak bisa mengerti keadaan Perusahaan ini, kenapa semuanya hanya bisa dikendalikan oleh satu orang saja, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya, kemudian dia melangkah pergi setelah selesai berpamitan kepada Widya.
Dewi melemparkan Dokumen itu dicopilot, setelah dia mengemudi menuju rumahnya untuk meminta tanda tangan dari sang Ayah.
Setelah sampai dirumahnya, Dewi langsung bergegas masuk kedalam dengan tergesa-gesa, dia melihat Ayahnya dan Kepala Keluarganya sedang duduk bersama, tidak luput juga sang ibunda berada disamping Ayahnya.
Dewi tersenyum kepada Ayahnya, dengan membawa Berkas Dokumen Kontrak kerja dari Perusahaan Yayasan Kuil Naga.
"Salam Hormat Ayah" Dewi memberi salam hormat kepada Ayah dan keluarga besarnya, kemudian dia menghempaskan tubuhnya disofa disamping ibu Lili.
"Apa yang kamu bawa?" Restu Chandra berkata penasaran.
Dewi meletakan kontrak itu dihadapan Ayahnya, kemudian dia berkata: "Ayah.. Ini adalah Kontrak kerja sama antara Keluarga Chandra dan Perusahaan Yayasan Kuil Naga, silahkan Ayah tandatangani".
__ADS_1
Wajah semua orang sangat terkejut, ketika mereka mendengar ucapan Dewi barusan, mereka semua seakan terhipnotis dengan penyampaian Dewi.
Restu Chandra seakan tak percaya, dia langsung meraih berkas yang ada didepannya, kemudian dia mengamati secara inci, dia baru yakin setelah melihat cap basah dari Perusahaan Kuil Naga.
Kenji juga langsung melihat kontrak itu, setelah Restu Chandra meletakannnya, kemudian kenji terbelalak ketika dia membaca persetujuan dari perusahan lain, yang menyatakan akan memberikan Suntikan Modal, 3 kali lipat dari pengajuan permohonan.
Kenji menatap Dewi dengan bertanya: "Non.. Apakah kontrak ini tidak salah?" Kenji sedikit mengernyit, disusul dengan Restu Chandra dan beberapa tetua keluarga lainya.
"Salah Apanya Paman?" Dewi langsung menjawab.
"Ini... Ini mungkin salah tulis, dia mengatakan disini, akan memberikan 3 kali lipat suntikan Modal, dari permohonan yang diajukan diproposal" Kenji berkata pelan.
"Oh itu.. Itu memang benar.. Mereka memberikan kita peluang besar, karena sangat menghargai bekerjasama dengan keluarga Chandra.. Sudahlah sebaik Ayah cepat tandatangan, biarkan saya langsung membawanya kembali keperusahaan itu" ucap Dewi terburu-buru.
"Baiklah... Semoga kita berhasil dalam kerjasama ini, dan mampu menyelamatkan kita dari keterpurukan dimasa depan" Restu Chandra langsung menandatangi Kontrak itu, tanpa dia banyak pertimbangan lagi.
Sesampainya disana Dewi langsung bertemu dengan Widya, kemudian Widya melayaninya dengan dipenuhi senyuman dan hormat.
Widya langsung memproses Kontrak tersebut, sehingga dalam sejekab, Modal yang dijanjikan berdasarkan Kontrak, langsung ditransfer direkening keluarga chandra.
Widya langsung memberikan File transfer kepada Dewi, kemudian Dewi duduk sejenak sembari dia menyeruput tehnya yang ada diatas Meja.
"Maaf saya sedikit bertanya, namun sebelumnya perkenalkan nama saya Dewi, saya adalah anak dari Keluarga Restu chandra" Dewi memperkenalkan diri, karena sebelumnya mereka belum sempat saling berkenalan karena waktu yang sangat terburu.
"Iya Silahkan Mbak.. Saya sudah tahu siapa mbak" Widya langsung menjawab, kemudian dia melanjutkan "Apa yang ingin mba tanyakan?".
__ADS_1
"Emm.. Kalau saya boleh tahu, nama Pemilik Perusahaan ini siapa ya, kok dikontrakan itu semuanya mbak Widya yang menandatangani" tanya Dewi dengan wajah keheranan.
"Iya Mbak... Seperti yang saya katakan tadi, CEO Perusahaan kami memang sedang diluar Kota, saya sendiri tidak pernah ketemu dengan CEO, kami hanya bertemu dengan Wakil CEO, Tuan Naibaho" ucap widya dengan sedikit menghela nafas.
"Oh ya... Sesibuk itu CEO perusahaan kalian, sampai-sampai tidak ada waktu bertemu dengan kalian, apalagi kamu sebagai Sekretaris Perusahaan" Dewi lagi-lagi bertanya asalan.
"Heemm.. Sebagai bawahan mba.. Kami tidak punya hak untuk bertanya lebih lanjut, kami taunya hanya kerja, kerja dan kerja, masalah Siapa Pemiliknya kami hanya pasrah, jika dia ingin bertemu dengan kami maka kami siap, begitu juga sebaliknya" Widya menjelaskan Panjang Lebar kali luasnya, sampai-sampai mereka lupa waktu, hingga semua karyawan sudah pulang.
Akhirnya mereka berdua juga, memutuskan untuk pulang kerumah mereka masing-masing.
Dua Bulan telah berlalu, dipagi Hari yang cerah, burung-burung berkicau disekitar Air Terjun, dan Akhirnya Lemon membuka Matanya, dia menghembuskan Embun, dia mengeluarkan Asap Putih tipis dari dalam mulutnya, kemudian dia menggerakan tubuhnya yang terlihat kaku itu.
Lemon berdiri dari tempat dia duduk bersilah, kemudian dia mengepalkan tinjunya, Dia menggerakkan jari-jarinya yang terlihat kaku, kemudian dia memancing kekuatannya dengan, dengan dia bersalto diatas langit.
Lemon memutar mutar diatas langit, dengan beberapa pukuh kali, kemudian dia mengeluarkan Pen Tombaknya dan Pedang Emas.
Lemon memainkan Pedang Emasnya, dan Tombak Artefak Kuno, dia memainkan dan melatih gerakannya itu diatas langit yang redup, karena dia masih berada didalam Gua yang ruangannya itu sangat luas.
Lemon meninju diatas langit dan kemudian dia mengeluarkan Sinar cahaya putih yang sangat menyilaukan, "Tinju Dewa Perang" dalam satu pukulan Gua itu langsung hancur berantakan, yang membuat gemuruh yang sangat besar.
Lemon langsung terbang melesat keluar, dengan kecepatan yang sangat tinggi dia terbang keluar dari dalam Gua, kemudian dia membalikan tubuhnya melihat Gua itu runtuh dan tertutup untuk selamanya.
Lemon sengaja menutup Gua itu, karena dia takut akan ada orang-orang yang tidak bertanggungjawab, yang akan mengaktifkan segel formasi pada patung Raja dan Prajuritnya, yang akan membawa bencana bagi Dunia persilatan.
Lemon tahu kekuatan dari Patung-Patung tersebut, jangankan kekuatan semuanya, kekuatan dari satu patung saja sudah membuat Lemon kelabakan setengah mati.
__ADS_1
Lemon akhirnya jatuh menyentuh tanah, bersamaan dengan butiran-butiran Air yang jatuh dari atas Pancuran Air Terjun.
Lemon menghentakkan Kakinya ketanah, yang membuat tanah itu berlubang sangat besar, bisa mencapai 5 kali 5 meter persegi.