
Dr wandi yang duduk disofa yang berseberangan dengan tempat Lemon duduk sekarang ini, dia hanya menggertakan giginya dan mengepalkan tinju, dia ingin membalaskan Lemon saat ini tapi dia berada ditempat yang salah.
Didalam Kamar, Pria Tua menatap Dewi dengan senyuman keserakahan, dia membayangkan bagaimana dia akan bersenang-senang dengan tubus mulus yang sangat menggoda ini.
Pria Tua menelan ludahnya berkali-kali, dia meremas jari-jarinya yang dia rasakan kedinginan, kemudian dia membayangkan bagaimana masa-masa Mudanya dulu.
Pria Tua dengan cekatan, langsung membuka bajunya sehingga nampaklah tulang-tulang rusuknya yang sudah sangat terlihat menyedihkan itu.
Dia mendekatkan wajahnya kearah Wajah Dewi, namun tiba-tiba Vas Bunga yang duduk tertata rapi diatas meja "bruuks" terlempar menghantam kepalanya, sehingga dia sangat terkejut dan langsung menoleh dengan berkata-kata.
"Aahhh.. Natu! Hadia da'a.. Sedang Ami-ami tou da'a.. Balagadu ita (Aahh.. Ada apa ini? Kenapa diganggu orang yang lagi senang-senang) Gerutu Pria Tua itu tak terima dengan gangguan barusan.
Pria Tua itu hanya melihat vas bunga yang pecah karena jatuh dilantai, dia hanya mengelus kepalanya yang sudah dihantam vas bunga, kemudian dia melanjutkan reaksinya untuk menikmati tubuh ranum dewi.
Dia mengangkat Baju Dewi sampai keatas Dada, sehingga terpampanglah dihadapannya Gunung Rinjani yang belum terjamah oleh pendaki, dan Perutnya yang putih Mulus terlihat mengkilap karena cahaya dari sorot lampu kamar.
Pria Tua itu seketika menelan Ludahnya sangat banyak, sampai-sampai dia tidak sadar kalau air dari dalam mulutnya menetes jatuh.
Dia mengelus Perut yang putih itu, kemudian dia menatap dengan serakah bagian Volder yang terbaring tanpa bergerak dihapannya.
Volder itu terlihat samar dari cahaya lampu, ditambah dengan jepitan kedua paha yang dibungkus dengan Baju Tidur yang bergambar Hello Kity.
"Kecantikan yang sangat sempurna! Memang Rejeki itu tidak kemana? Asalakan kita yakin pasti kita dapat... Hahahaa" Kata Pria Tua itu terdengar lirih, karena dia sengaja berkata dengan suara kecil.
"Aaee.. Hasambale, Ubahe Galawe da'a (Aaee.. Aku harus menikmati T" buh Gadis ini, karena kesempatan tidak datang untuk yang kedua kali" Ujar Pria Tua itu didalam hatinya.
Tak menunggu lama Pria Tua langsung mencium pipi gadis yang berada dihadapannya, kemudian dia sangat menikmati aroma t"buh wanita itu.
Pria Tua langsung menarik Celana Tidur Dewi, kemudian dia juga berhasil melepaskan seluruh busananya.
Dengan sigap dia langsung naik keatas tempat tidur, kemudian dia akan menggerayai t"buh indah itu.
__ADS_1
Namun tanpa dia sadari dia sudah ditarik dari atas ranjang sampai dia tehempas diluar pintu kamar.
"Boomm" suara tabrakan terdengar sangat nyaring, ketika Tubuh Pria Tua itu menabrak pagar besi.
Pria Tua itu dengan kepalanya yang masuh bergoyang, dia berteriak "Kurang ajar! Beraninya kau merusak rencanaku".
"Ciihh.. Kau dasar Dukun Cabul? Beraninya kau melecehkan wanitaku" suara tegas terdengar dari Mulut Lemon setelah dia menyelimuti kembali Tubuh Dewi yang sudah hampir ditelanjangi oleh Pria Tua itu.
"Ada apa Nak Lemon?" Tanya Lili dan Restu Chandra. Mereka tidak menyangka Lemon sudah berada dilantai dua.
Mereka semua bergegas berangkat berlari kelantai atas, ketika mereka mendengar suara dentuman yang sangat keras, mereka menyangka pria tua suda berhasil mengusir roh jahat itu, sehingga mereka tidak memperdulikan Lemon yang sudah tidak ada lagi duduk bersama mereka.
Namun mereka semua terkejut, ketika melihat Pria Tua yang sudah tersungkur dilantai tanpa ada busana yang melekat ditubuhnya.
"Sebaiknya Tuan Patriak menyerahkan dia dipihak kepolisian, karena dia berusaha melecehkan Dewi, untung aku datang tepat waktu" Lemon berkata dengan suara tegas, tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari Pihak lain.
"Heeii.. Bocah Sialan! Apa-apaan kau ini? Saya memang sedang melakukan ritual pengusiran roh jahat dari tubuh Nona Muda" kata Pria Tua itu penuh pembelaan.
"Pria Tua bangka.. Kau masih berani memberikan pembelaan! Cepat ikat dia bersama dengan orang-orangnya, dan bawa dia kekantor polisi" Titah Restu Chandra kepada Kenji dan beberapa Master Taekwondo yang berdiri dibelakang Kenji.
"Baik Tuan.. Siap dilaksanakan" Kenji dan Beberapa orang-orangnya langsung menyerbu kearah Pria Tua itu dan bersama Dr Wandi.
"Tuan Chandra! Saya tidak bisa ditangkap! Karena saya tidak melakukan hal keji seperti yang telah dia lakukan" Ucap Dr Wandi dengan gemetaran, karena dia sangat takut jika dia ditangkap, maka berita tentangnya akan terekspos luas dan nama baiknya sebagai dokter terbaik dikota Gowe akan hancur seketika.
"Maaf Dr Wandi! Dipengadilan saja lakukan pembelaan" Ujar Restu Chandra dengan amarahnya yang meledak-ledak.
Tidak lama kemudian Dr Wandi bersama Pria Tua dibawa oleh Polisi.
"Tunggu saja pembalasanku Bocah Sialan! Aku pasti membunuhmu" Teriak Dr Wandi kepada Lemon.
"Aku akan membuat perhitungan denganmu bocah sialan, tunggu saja! Saudara-saudaraku akan menuntut balas" Pria Tua juga ikut berkata meneriaki Lemon dengan wajahnya yang sudah bengkak bagaikan muka babi rebus.
__ADS_1
"Dengan senang hati aku menunggu tantangan kalian" Ucap Santai menjawab pernyataan pihak lain.
Setelah Pria Tuan dan Dr Wandi dibawa pergi, Lemon langsung bergegas masuk kedalam kamar Dewi, dia merasa lega ketika dia melihat Dewi belum dilecehkan oleh pria tua bangka itu.
Lemon tersenyum kemudian berjalan kearah Lili lalu dia berkata "Nyonya tidak usah sedih, saya akan mencoba yang terbaik" sambil mengusap punggung Lili.
"Mohon maafkan saya Tuan Lemon, saya sudah salah membiarkan orang jahat untuk masuk merusak kehormatan keluarga chandra, saya hanya bisa percaya kepada Tuan Lemon" Ucap Restu Chandra sambil berlutut bersama dengan Kenji.
Kenji ikutan bertanggungjawab atas kejadian ini, karena dia tidak bisa menyelidiki terlebih dahulu tentang data orang-orang itu.
Lemon sangat terkejut ketika melihat Restu Chandra dan Kenji sudah berlutut dihadapannya.
"Tuan Chandra!! Apa yang tuan lakukan? Saya sama sekali tidak keberatan dengan apa yang telah terjadi barusan, kita anggap saja itu sebagai pengalaman dimasa depan" Jawab Lemon sambil dia mengangkat Restu Chandra yang telah berlutut dilantai.
Restu Chandra berdiri setelah disuruh oleh Lemon, kemudian Lemon tersenyum santai.
"Tuan Chandra! Tuan jangan terlalu merasa bersalah, tidak ada yang bersalah dalam hal ini, Biarlah saya mencoba untuk melihat Kondisi Non Dewi" Ucap Lemon dengan nada santai.
"Iya.. Iya silahkan" Jawab Restu Chandra sambil menganggukan kepalanya.
Lemon berjalan berdiri disamping tempat tidurnya Dewi, kemudian menghela nafas panjang.
Lemon memegang tangan Dewi, dia melihat Denyut nadi Dewi yang masih terlihat Normal, kemudian dia menyuntikan sedikit Qi Esensial miliknya kedalam tubuh Dewi.
Ketika Qi Esensial Murni dari Lemon merengsek masuk kedalam tubuh Dewi, dalam sekejab wajah pucat Dewi menjadi merah padam, kemudian dia menggerakkan sedikit jarinya.
Lemon akhirnya mengerti kondisi Dewi yang sesungguhnya, ketika Dewi terkena Sinar Matahari maka dia akan terbangun seperti biasa, namun Ketika matahari terbenam atau tertutup, maka kondisi Dewi akan lumpuh seperti sekarang ini.
Lemon langsung berjalan kearah Jendela, kemudian dalam satu gerakan tangannya, Gorden itu langsung terbuka dan nampaklah Sinar Matahari Siang hari.
"Uhuuk..uhuukk" Suara Batuk-batuk Dewi terdengar, karena sudah berapa hari dia tidak minum air.
__ADS_1
Wajah semua orang sangat tertegun, dengan apa yang telah mereka lihat.