
Mendengar Pihak lain berkata tentang Taruhan, yang telah mereka sepakati sebelumnya, dr. Wandi hanya bisa menggertakan giginya, kemudian dia berkata dalam hati: "Sialan! Dasar bocah sialan! Dia ternyata sungguh-sungguh menyeret saya hari ini".
Namun dr. Wandi tidak bisa berkutik, karena yang membuat taruhan sebelumnya adalah dirinya sendiri, sehingga pihak lain hanya mengikuti.
Ibarat kata pepatah, jatuh ditangga tertimpa pula, dr. Wandi sudah merasakan malu, namun dia harus merelakan mobilnya, yang masih saja dia beli kurang lebih sebulan yang lalu.
"Tentu! Tentu saya tidak akan lupa tentang hal itu! Saya akan menyuruh Asisten saya membawakannya besok untuk anda" dr. Wandi berkata canggung karena malu.
Kemudian dia melanjutkan: "Berhubung karena saudara akan mengambil mobil saya, saya terlebih dahulu mengatakan kepada Istri saya dirumah, karena mobil ini atas nama istri saya" dr. Wandi berkata sangat terbata-bata.
Mendengar dr. Wandi berkata demikian, orang-orang disekeliling mereka tiba-tiba berteriak, "Dasar Pembual! Dokter macam kamu? Kenapa anda suka membual, jangan bilang anda adalah mau menipu" salah seorang warga berkata tegas.
"Iya benar! Dr. Wandi yang memutuskan taruhan, jadi hari ini dr. Wandi harus memberikan mobilnya, kepada saudara ini" Warga yang menjadi Wasit ikut berkata.
Tiba-tiba suara lantang, terdengar dari belakang kerumunan, "Anda jangan mencoba-coba menipu Tuan saya! Anda akan menanggung konsekuensinya!" Mendengar suara itu, orang-orang seketika melihat kearah suara tersebut.
Tidak terkecuali Pak Walikota dan bawahannya, dr. Wandi juga ikut melihat sumber suara itu, namun Lemon tetap saja tenang, dia sama sekali tidak terkejut dengan Sumber suara itu, karena suara itu adalah Suara Hasrat Naibaho.
Orang-orang tercengang, ketika mereka melihat Hasrat Naibaho berjalan mendekati mereka, Walikota juga ikutan tertegun, karena kekejaman dan kehebatan Hasrat Naibaho, sebagai kepala Preman jalanan dikota Gowe, cukup sangat diperhitungkan.
Dr. Wandi yang melihat Hasrat Naibaho, seketika dia gemetar ketakutan, keringat dingin langsung membasahi dahinya.
__ADS_1
"Maaf Tuan Naibaho, Apakah hubungan anda dengan Anak Kecil ini? Dr. Wandi berkata gemetaran.
"Bruuks" suara tendangan terdengar nyaring, Hasrat Naibaho menendang bagian perut dr. Wandi, yang membuat dr. Wandi langsung jatuh ketanah dengan suara gedebuk.
"Kamu tidak punya hak bertanya tentang hubungan saya dengannya, yang jelas! Kamu telah membuat kesepakatan yang tidak bisa lagi diganggu gugat" Hasrat berkata dengan suara tegas.
"Dr. Wandi... Saya mengenal anda selama ini, sebagai seorang pribadi yang bertanggungjawab, jadi anda jangan mempermalukan diri sendiri, silahkan serahkan mobilnya kepada saudara ini, sebagai jaminan atas Taruhan kalian" Walikota berkata memberi saran, ketika dia telah mengetahui segala pokok permasalahannya.
"Baik! Saya akan menempati Janji" dr. Wandi berkata sambil memegang perutnya yang masih sakit.
Kemudian Wasit yang memegang kunci mobil dr. Wandi, berjalan menghampiri Lemon, untuk menyerahkan kuncinya.
Setelah mengambil kuncinya, Lemon langsung bergegas berbalik dan meminta ijin kepada Walikota untuk pergi "Saya Mohon Ijin untuk pergi Pak Walikota, karna penyakit Tuan sudah sepenuhnya sembuh".
"Nama Saya Lemon Tuan, Lemon Naibaho" Lemon berkat santai sambil tersenyum sumringah kepada walikota.
Selesai berkata, Lemon langsung menyerahkan Kunci Mobil Alphard barunya kepada Hasrat, kemudian Lemon berkata "Besok kamu urus perpindahan surat-surat mobil ini untukku".
"Baik Tuan! Pasti saya laksanakan" Hasrat berkata tersenyum, kemudian mereka langsung naik mobil dan pergi dari tempat itu.
Melihat mereka pergi, warga yang berada ditempat itu, hanya bisa menggelengkan kepala, dan memberikan pujian kepada Lemon.
__ADS_1
Wajah dr. Wandi sangat kusam, ketika dia mendengar Lemon menuai Pujian, kemudian dia pamit kepada walikota, dan langsung naik Ojek Online untuk pulang kerumah.
Walikota hanya bisa menghela nafas panjang, ketika dia melihat Lemon yang seumuran dengan anaknya Dian, sudah memiliki Talenta yang luar biasa.
"Anak ini punya masa depan yang cerah" Walikota berkata pelan, sambil dia melihat Jhon dan Daran Zebua, kemudian dia melanjutkan berkata "Ayo kita kembali saja dirumah, lain waktu kita akan Sidak di kantor kelurahan".
Walikota bersama rombongannya, kembali kerumah, begitu juga warga yang masih berkerumun ditempat itu, dalam sekejab mereka langsung membubarkan diri.
Lemon langsung pergi menuju rumahnya, di Perumahan Villa Ginting, kemudian Hasrat Naibaho memarkir mobilnya di Garasi.
"Tuan Apakah kita tidak langsung melihat perkembangan Yayasan Kuil Naga? Karena menurut data selama beberapa hari ini, Yayasan kita mendapatkan rekrutan yang sangat pesat" Hasrat berkata dengan suara rendah.
"Boleh! Berhubung ini masih siang, sekalian saya ingin mencari udara segar, oh ya sekalian carikan saya Les mengemudi, karena saya masih belum mahir untuk mengemudi" Lemon berkata santai kepada Hasrat.
"Baik Tuan, besok akan saya carikan" Selesai berkata mereka langsung bergegas pergi ke Yayasan Kuil Naga.
Namun sebelum mereka pergi, terlebih dahulu Lemon mengecek, Perabotannya yang telah diperbaiki Akibat Ulah NAGA EMAS, yang menyemburkan Hawa Apinya pada malam sebelumnya.
Lemon bersama Hasrat sampai di Yayasan Kuil Naga, yang tempatnya berada dipinggir Jantung Kota Gowe, Lemon sedikit terkejut ketika dia melihat parkiran telah penuh dengan kendaraan pengunjung.
Mereka berjalan memasuki Pintu Masuk, ada beberapa penjaga langsung membungkuk Hormat, ketika melihat Hasrat Naibaho bersama Lemon.
__ADS_1
"Salam Hormat Tuan" Para penjaga itu menyapa mereka dengan hormat.