
Devi merasakan dan melihat tubuhnya bagaikan terbang dan perlahan mendarat, namun dengan tiba-tiba sebatang pohon terlempar dan menabrak tubuh indahnya, yang seketika dia langsung terlempar dan tak sadarkan diri.
Devi dengan sedikit kesadarannya, menyadari seseorang berlari kearahnya, namun dia sebelum orang itu mendekatinya, pandangannya sudah duluan kabur dan akhirnya dia tidak sadarkan diri.
"Heeemm.. Kasihan sekali gadis ini" sambil memeriksa denyut nadinya, kemudian dia melanjutkan "Untunglah dia hanya tidak sadarkan diri, dia tidak mendapatkan luka yang sangat serius" dia langsung menjentikkan jarinya dan membungkus gadis Desa itu dengan Kabut Putih, dan seseaat kemudian dia berdiri menatap kearah Monster yang sedang meraung dengan ganasnya.
Dia langsung mengeluarkan Tombak Artefak Kunonya, dan melemparkan kearah Ular Titanoboa, dengan kecepatan bagaikan peluru, Tombak itu langsung menancap dibagian leher bawah ular itu, yang membuat Monster itu mengerang kesakitan.
Ular Titanoboa membalikan tubuhnya, dia ingin meraih tombak yang masih tergantung dibawah lehernya, namun seberapa kuat dia ingin meraih dan menggigitnya, dia tidak bisa meraih tombak tersebut.
Sebuah Cahaya Putih yang sangat menyilaukan melesat, dan menghantam kepala Ular Titanoboa, yang membuat monster itu meraung kesakitan dan akhirnya dia jatuh tergeletak ditanah, dengan mulut yang masih berapi-api.
Kepala Suku dan beberapa warga lainnya, mereka sangat terkejut ketika melihat Monster itu jatuh dan lemah.
Tiba-tiba dari atas langit, terlihat sosok manusia yang terbang tinggi dan mendarat dengan kecepatan bagaikan angin.
Semua Debu-debu berterbangan, keatas langit yang membuat pandangan semua orang menjadi kabur, karena dampak hentakan kaki yang sangat keras dari Pihak Lain.
Disusul dengan Kabut Putih yang terdapat didalamnya, tergeletak seorang gadis cantik yang tidak asing dengan penglihatan semua orang.
"Devi!!" Teriak Kepala Suku, yang sudah sadar dari keterkejutannya, kemudian dia ingin melangkahkan kakinya untuk meraih anaknya itu, namun dia tiba-tiba berhenti, karena Pihak lain yang masih berdiri dan mengangkat Devi, dengan kekuatan Esensialnya diatas langit, tidak dia kenali sama sekali.
"Apakah Anda mengenali Gadis ini?" Tanya sosok itu, yang perawakannya masih samar-samar, karena Debu yang masih memenuhi tempat itu.
"i..iya.. Itu.. Benar! Tuan, Dia memang anak saya.. Namanya Devi" Jawab Kepala suku dengan nada terbata-bata.
__ADS_1
"Eemm.. Baik" sosok itu melambaikan tangannya, dan dalam sekejab Devi langsung terbang kepelukan sang Ayah.
Sosok itu adalah Lemon, dia datang ketempat itu setelah dia mendengar, raungan Makhluk yang sangat menggelegar, dan beberapa suara jeritan dari warga.
Lemon membalikan badannya, kemudian dia menatap Ular Titanoboa dengan tatapan tajam, dia berjalan kearah Monster itu.
Setelah dia berhadapan dengan Monster itu, Lemon memindainya dengan inci, kemudian Lemon menggelengkan kepalanya.
Ketika Lemon memindai Makhluk tersebut, Lemon langsung masuk kedalam Alam Sadar Ular itu, kemudian Lemon mendapatkan Informasi, bahwa Ular itu merupakan Peliharaan Raja pada zaman Kerajaan Majapahit, dan dia telah dikurung digunung Air Terjun selama berabad-abad, tapi kali ini dia lepas ketika Lemon menutup Mulut Gua tersebut.
Lemon menatap Monster itu, kemudian dia berkata: "Saya bisa saja menolongmu! Asal kamu tidak menyakiti manusia, dan kamu berjanji akan melindungi seluruh warga di suku ini" Lemon mengatakan panjang lebar syaratnya.
Dengan Mata terbelalak, Ular Titanoboa seakan mengerti seluruh ucapan Lemon, yang kemudian dia menganggukan kepalanya, dengan menunduk seakan dia setuju dengan seluruh persyaratan Lemon, yang Lemon tawarkan kepadanya.
Setelah Tombak itu lepas dari tubuhnya, Ular Raksasa itu berdiri dengan menegakan kepalanya keatas, dia berdiri menjulang tinggi setinggi 20 meter, kemdudian dia meraung dengan suara yang sangat menggelegar, dia mengibas-ngibaskan tubuhnya, dari dedu-debu yang telah menempel ditubuhnya
Ular Raksasa itu kemudian melihat Lemon, sehingga dalam sekejab dia langsung menundukan kepalanya dihadapan Lemon, dia tunduk dan menyembah ibarat dia sudah menemukan Tuannya yang baru.
Lemon hanya mengibaskan tangannya, kemudian dia berkata dengan dingin "Kamu boleh pergi, jika saya membutuhkanmu dimasa depan, saya akan memanggilmu" selesai berkata, Ular Raksasa itu mengangguk, dan dalam sekejab dia langsung pergi dan menghilang dari tempat itu.
Setelah semuanya merasa beres, Lemon kemudian memutar tubuhnya kearah Kepala Suku dan warga lainnya.
"Sekarang kalian sudah aman! Kalian boleh melanjutkan Aktivitas kalian masing-masing" Lemon berkata sambil tersenyum kepada mereka, selesai berkata dia langsung pergi dari tempat itu.
Namun sebelum dia beranjak pergi, dia dihentikan oleh Kepala Suku "Maaf Tuan! Kalau boleh kami tau, siapa nama Tuan Muda ini?" Kepala Suku berkata dengan sopan.
__ADS_1
Lemon melihat kepala suku sambil tersenyum "Nama Saya Lemon, Lemon Nababan" ucap Lemon dengan wajah santai.
"Maaf Tuan Muda Lemon, kalau bisa tinggallah beberapa hari disini, karena kami masih takut akan ada makhkuk-makhluk raksasa lain, yang akan mengincar hidup kami" Kepala suku berkata memohon kepada Lemon.
"Iya Tuan Muda, tinggallah beberapa hari bersama kami, kami masih membutuhkan perlindungan Tuan Muda" salah seorang warga berkata kepada Lemon, yang membuat hati Lemon dalam sekejab menjadi luluh, dan dia menganggukan kepalanya tanda dia setuju.
"Ayo Tuan! Mari kita masuk kedalam Tenda Kami" Kepala Suku mempersilahkan Lemon untuk masuk kedalam Tendanya, kemudian dia berteriak kepada seluruh warga:
"Kalian semua! Malam ini kita menjamu Tuan Muda Lemon! Maka kalian memasaklah, masakan yang paling Lezat, masakan khas Desa Hilikara".
Setelah kepala suku mengeluarkan titahnya, seluruh warga Desa Suku Hilikara, sibuk untuk mempersiapkan masakan khas mereka masing-masing.
Lemon duduk disebelah kepala suku, dengan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh kepala suku kepada Lemon.
Kepala Suku tiba-tiba bertanya kepada Lemon, yang membuat beberapa tetua Adat Desa Hilikara menjadi termenung "Mohon Maaf Tuan Muda Lemon! Kalau boleh tahu? Tuan Lemon berasal dari Suku dan Desa Mana?".
"Eemm.. Sebenarnya.. Saya ini tersesat datang kemari, saya sebenarnya hanya ingin pergi kegunung Mosoe, namun saya tiba-tiba masuk kedalam Gua, makanya saya bisa sampai disini" Lemon menjelaskan sambil dia menceritakan, tentang alasan dan awal dia bisa masuk kedalam tempat itu.
"Lalu apa rencana Tuan Lemon selanjutnya" Tanya Kepala Suku singkat.
"Saya ingin pulang keasalku, karan sepertinya saya sudah lama terperangkap didalam Gua" Lemon menjawab dengan wajah menengadah keatas langit.
"Heeemm.. Berarti Tuan Lemon.. Adalah Titisan dari Kaisar Dewa Perang! Karena, kalau orang biasa.. Dia tidak akan mampu melihat dan menembus kedalam Alam Rahasia ini" ujar Kepala Suku menjelaskan kepada Lemon.
Mendengar ucapan dari bibir kepala Suku, Lemon hanya bisa menghela nafas, karena dia semakin menjadi kebingungan dengan siapa dirinya sebenarnya.
__ADS_1