
Lea yang melihat kepanikan Dewi dan Air mata Dewi, seketika dia mengerti bahwa Dewi sudah Jatuh Hati kepada Lemon.
Lea juga baru tersadar, bahwa Lemon adalah sosok yang misterius itu, yang selalu diceritakan Dewi kepadanya, karena mengingat Kehebatan Lemon dalam hal pengobatan, seperti yang dia lakukan pada saat menyembuhkan dirinya tadi pagi.
Dewi yang sangat sedih, tanpa sadar Air matanya jatuh ditubuh Lemon, yang telah berbaring dihadapannya, sehingga seketika tiba-tiba tubuh Lemon memancarkan Sinar yang sangat menyilaukan bagaikan sinar Matahari.
Dewi sangat tercengang, begitu juga semua orang yang berada didalam kamar itu, semuanya merasa kaget tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Buku mata Dewa seketika Aktif, ketika Air Mata Dewi menyentuh tubuh Lemon yang masih terkulas lemas.
Hal ini terjadi karena ketulusan cinta Dewi kepada Lemon begitu besar, sehingga dengan sendirinya buku mata dewa aktif dengan sendirinya, sebenarnya dalam lubuk hati yang paling dalam, Lemon juga menyimpan perasaan kepada Dewi, namun dia takut mengatakannya, karna Lemon sadar antara dia dan dewi, bagaikan langit dan bumi.
Setelah Sinar itu menghilang, dengan perlahan Luka dilengan Lemon tertutup dengan sendirinya, kemudian mata Lemon perlahan terbuka.
"Uhuk.. Uhuk".. Lemon terbatuk, seketika dia tercengang melihat Dewi yang berada disampingnya dan dengan genangan Air Mata terlihat dibola mata indahmya itu, dan sedikit mengalir dipipinya.
"Kamu kenapa Nangis?" Lemon berkata dengan suara pelan.
Dewi yang baru tersadar, dia mengusap Air mata yang mengalir dipipinya, kemudian dia berkata "Tidak, saya tidak menangis.. Mungkin mata saya tadi kelilipan" Dewi berusaha menyembunyikan kembali perasaannya.
Lemon duduk dengan tegap diatas tempat tidur, Dewi juga masih berada disampingnya, Seketika Lemon menyapu pandangannya kepada semua orang, pandangannya Jatuh kepada Tiara.
Lemon tersenyum dan berkata: "Bagaimana keadaanmu? Apakah sudah baikan?".
Tiara beranjak dari tempat duduknya, kemudian dia berjalan menghampiri Lemon yang masih duduk diatas tempat tidur bersama Dewi.
Tiara duduk disamping Lemon, kemudian dia tiba-tiba bersandar dibahu Lemon, sambil berkata; "Saya sangat takut, saya ingin tetap bersamamu!" Tiara Gaho duduk tegap menatap Lemon "Tolong Maafkan saya, atas perbuatan saya kemarin sama kamu!" Tiara meminta maaf kepada Lemon.
Lemom hanya bisa tertegum menelan ludahnya, dia tidak bisa berkata apa-apa, Lean dan Bryan hanya bisa memandang satu sama lain, mereka tidak tahu apa yang terjadi.
"iya saya sudah memaafkan kami kok, sekarang kamu boleh duduk tenang" Lemon berkata santai.
"Oh... Rupanya kalian sudah lama bersama ya?" Dewi berkata sambil menggertakan giginya, wajah terlihat kusam karna cemburu.
__ADS_1
Setelah mendengar suara Dewi, Lemon baru tersadar dari keterkejutannya dengan Tiara, karena wanita yang ada dihadapannya sekarang ini, merupakan makhluk cantik yang tidak kalah saing dengan Dewi.
"Tidak! Kalian jangan salah paham.. Kami.. Kami" Lemon terbata-terbata menjelaskan tentang hubungannya dengan Tiara, Lemon takut mereka salah paham, terlebih Dewi yang sangat terlihat murka.
"Siapa dia? Kelihatannya dia sangat peduli sama kamu, sampai-sampai dia menangisi kamu, pada saat kamu jatuh pingsan tadi" Tiara berkata sambil menatap Dewi, yang sudah berdiri.
Lemon menatap Dewi dengan perasaan yang campur aduk, dia tidak menyangka Dewi begitu peduli dengannya.
"Dia adalah Pacar saya, Mohon maaf kamu seharusnya tidak bersikap seperti ini" Lemon berkata sambil menatap Tiara Gaho.
Jantung Dewi berguncang sangat hebat, bagaikan dihantam Palu Tor, dia tidak tahu apakah yang dikatakan Lemon barusan, apakah perasaannya yang sebenarnya, atau karna hanya untuk mengelak dari wanita dihadapannya itu.
Bryan dan Lea hanya bisa menghela nafas panjang, ketika mereka mendengar ucapan dari mulut Lemon.
"Kamu pikir saya percaya dengan perkataanmu itu!" Tiara Berkata tidak percaya kepada Lemon.
"Kalian tidak menunjukkan kemesraan seperti layaknya sepasang kekasih" Tiara menghajar Lemon dengan kata-kata penasaran.
Mendengar Tiara tidak percaya, dengan apa yang dikatakan Lemon, Dewi mengepalkan tinjunya dengan menggertakan giginya, dia bergegas memeluk dan mencium Lemon.
Pelukan Dewi sangat lembut dirasakan Lemon, ditambah lagi kedua gunung kembarnya ketika tertekan dibadan Lemon, membuat Lemon bagaikan tersengat Listrik yang 200 Volt, punggungnya berkeringat dingin bagaikan aliran sungai Amazon.
Bryan dan Lea hanya bisa tercengang, melihat pasangan dihadapan mereka, bagaikan main kucing-kucingan.
Lemon menatap Dewi, kemudian dia tersenyum, tiba-tiba Lemon menyandarkan kepalanya dipelukan Dewi.
Melihat Kemesraan Lemon dan Dewi, Tiara Gaho mengepalkan tinjunya, kemudian dia turun dari tempat tidur, dengan wajah masam dia berjalan keluar dari kamar itu.
Tiara membanting Pintu Kamar, kemudian dia langsung pergi kekamarnya, dia langsung membanting tubuh seksinya diatas tempat tidur, "saya tidak menyerah untuk mendapatkan Lemon" dia berkata kesal dalam hatinya.
Dewi dan Lemon masih tetap berpelukan, mereka bagaikan mematung, namun tiba-tiba suara terdengar "Ehemm.. Ehemm.. Mentang-mentang pasangan baru, mereka lupa kalau disekitar mereka masih ada Manusia" bryan berkata sambil tertawa terbahak-bahak.
Tiba-tiba Dewi melemparkan Lemon ditempat tidur, setelah dia sadar dari alam lamunanya, yang membuat Lemon sedikit kesakitan.
__ADS_1
"Aduuhh... Sakit!".. Lemon berpura-pura kesakitan.
"iihh.. Rasain kamu! berani kamu mengambil kesempatan" Dewi berkata marah tapi malu-malu.
"Cie..cie... Malu-malu.. Ya sudah kami keluar dulu sebentar" Lea berkata sambil menarik tangan bryan, mereka berdua langsung bergegas pergi keluar.
Dalam beberapa menit suasana menjadi canggung, tidak ada yang berani berkata sama sekali, Dewi dan Lemon hanya sibuk dengan pandangan mereka masing-masing.
"Maaf ya, saya sudah berani mengatakan kamu sebagai pacarku" Lemon berkata pelan.
"Kentut! Kamu harus bertanggungjawab! Kamu telah merebut Ciuman pertamaku" Dewi merasa malu dengan pipinya yang memerah.
"Bagaimana saya harus bertanggungjawab? Bukankah kamu sendiri yang melakukannya" Lemon berkata tidak tahu harus bagaimana.
Melihat Ekspresi Lemon yang tidak langsung menanggapinya, Dewi hanya bisa menghentakan kakinya "iih Dasar Laki-laki yang tidak Peka" Dewi membantin dalam hatinya.
Lemon kemudian berjalan kesamping Dewi, Kemudian dengan gemetaran Lemon menggertakan giginya dan berkata kepada Dewi "Bolehkah Saya Menyukaimu?" Lemon berdiri didepan Dewi sambil memegang kedua Tangan Dewi.
Namun Dewi tidak mengatakan apa-apa, wajahnya hanya terus tersenyum bahagia, sampai-sampai dia Lupa dengan perkataan Lemon padanya.
Meliha Ekspresi Dewi, Lemon menjadi canggung dia merasa malu karena perasaanya tidak dibalas oleh Dewi.
"Ya Sudah kalau begitu! Saya pergi keluar sebentar" Lemon hendak beranjak pergi, namun seketika Dewi berkata: "Tunggu! Siapa kamu sebenarnya? Bagaimana kamu bisa tahu tentang Pengobatan".
Lemon berbalik dan melihat Dewi, dia tersenyum kepada Dewi sambil berkata: "Saya tidak tahu tentang hal pengobatan, saya hanya orang biasa".
"Kamu jangan bohong, saya lihat Lea langsung sembuh karena kamu" Dewi menatap Lemon.
Lemon melihat Dewi dengan senyuman menggoda, kemudian dia berkata: "Kamu sudah salah paham tentangku" selesai berkata Lemon langsung berjalan pergi.
Setelah Lemon menutup Pintu, sejenak dia termenung, "Saya terlalu percaya diri, seharusnya saya instropeksi diri, saya dan dia bagaikan langit dan bumi".
Setelah Lemon pergi, Dewi baru tersadar dengan pertanyaan Lemon padanya, tentang Apakah Lemon boleh menyukainya, namun dia sudah salah menjawab.
__ADS_1
Tiba-tiba Dewi bergegas berlari kearah Pintu, berharap Lemon masih berada disana, namun dia tidak menemukan Lemon sama sekali.