PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 90. Desa Suku Hilikara dekat Air Terjun


__ADS_3

Setelah melamun beberapa saat, Lemon akhirnya memutuskan untuk Masuk kedalam.


Dia berjalan masuk, dengan melangkahkan kakinya satu persatu, kemudian seluruh tubuhnya masuk kedalam Gua, yang secara otomatis Gua itu tertutup secara otomatis.


Lemon kemudian panik ingin kembali kebelakang, namun pintu itu tetap saja tidak lagi terbuka, Lemon hanya bisa duduk merenungi tentang apa yang dia alami.


Lemon mengamati keadaan sekitar, betapa terkejutnya dia, ketika dia melihat Air Terjun yang sangat menjulang tinggi "Mungkin Air itu sumber dari mata Air Ajaib yang saya Minum diluar tadi?" Lemon berkata dalam hati.


Lemon mendekati Air Terjun tersebut, namun tiba-tiba 2 batang tombak, muncul dari arah yang berlawanan, dengan cepat Lemon langsung menghindar.


Lemon melakukan Salto udara, yang mengakibatkan Tombak terus saja menyerang dirinya, sehingga dia menjadi kelabakan untuk menghadapi serangan itu.


Lemon langsung mengeluarkan Jurus Naga Pencabut Nyawa, yang membuat dia terbagi menjadi beberapa bagian, yang seketika serangan tombak itu langsung terhenti.


Lemon hanya bisa mendengus, ketika Serangan itu tiba-tiba saja terhenti, Lemon melirik dengan tatapan tajamnya, kemudian tiba-tiba satu Lemparan pisau tajam, yang diikuti dengan seorang yang terbang dari atas langit.


Orang itu langsung melakukan serangan mematikan, dengan Posisi kepala dibawah dan kaki dibawah, dia terjungkal di atas langit, yang membuat dia berada diatas kepala Lemon.


Kedua telapak tangan bertemu diudara, Tangan Lemon dengan tangan pihak lain, yang masih bergantung diatas langit.


Kekuatan pihak lain sangat besar, yang mengakibatkan tanah dikaki Lemon membuat lubang yang sangat besar.


Orang itu terus menekan kekuatannya, hingga Lemon terus masuk kedalam lubang tanah, hingga Lemon bagaikan tertanam sampai pinggang.


Lemon merasa tidak berdaya, seketika matanya berubah warna menjadi biru, yang membuat pihak lain menjadi sedikit gemetar.

__ADS_1


Tiba-tiba kekuatan Lemon berubah drastis, ketika bola matanya berubah menjadi warna biru, Tubuh Lemon bersinar bagaikan matahari, yang membuat pihak lain, mengangkat tangannya untuk menahan sinar tersebut.


Lemon terangkat keatas langit dengan tubuh yang masih bersinar, Lemon terlihat bagaikan Dewa Matahari.


Dalam satu jentikan jarinya, orang itu langsung hancur menghilang dari tempat itu, kemudian Lemon terbang bagaikan pesawat Super Jet, dia pergi keatas Air Terjun.


Lemon langsung terbang menembus Air, kemudian dia dibawa didalam ruang yang sangat besar seluas lapangan sepakbola.


Lemon akhirnya turun diatas tanah, ketika dia telah menembus Air terjun, yang ternyata dibalik Air terjun, terdapat Ruangan yang sangat luas.


Ketika sudah menyentuh tanah, Sinar dan Mata Lemon berubah redup dan menghilang seketika, yang membuat Lemon sangat tercengang, ketika dia melihat seluruh tempat itu.


Didalam Ruangan yang sangat luas itu, terdapat beberapa patung, yang terdiri dari berbagai jenis patung, ada yang berjenis Patung Manusia, dan yang berjenis patung binatang, dan yang lebih menarik adalah, Patung Manusia yang berada diatas Kursi Singgah Sana, Patung itu duduk bagaikan Raja, yang diatas kepalanya terdapat Mahkota Emas, dan ditangannya tedapat Pedang Emas yang berukuran kecil, sekitar 25 cm.


Sinar itu begitu cepat, bagaikan peluru yang ditembakan Sambo ke Dada Josua, Hehehe.. Sekedar Hiburan.. Okey Lanjut.


Lemon memegang dadanya, dia merasakan sedikit nyeri, kemudian dia berdiri dengan hati-hati, dia kembali berjalan mendekati Patung Raja tersebut.


Berkisar 4 meter lagi sampai didepan Patung Raja, tiba-tiba muncul lagi sinar yang menyerang Lemon, yang berasal dari Patung yang lain, yang membuat Lemon terpental kesamping, kemudian menabrak dinding Aula tersebut, yang terbuat dari Batu Alami, dan sudah direlif dengan berbagai Gambar.


Tempat itu sedikit bergetar, ketika Lemon menabrak dinding tersebut, yang membuat dia memuntahkan seteguk darah.


Lemon menggelengkan Kepalanya, kemudian dia memindai tempat itu, dia sedikit mengernyit ketika kemudian dia melihat garis dilantai, yang terletak didepan patung-patung tersebut, garis itu saling terhubung antara satu dengan yang lain.


"Mungkinkah.. Patung ini terhubung satu dengan yang lain, sesuai dengan garis yang terukir dilantai ini?" Lemon berkata dalam hati.

__ADS_1


Kemudian Lemon berjongkok, dia menyentuh garis itu dengan telapak tangannya, yang tiba-tiba semua garis bercahaya, dengan berbagai warna, Lemon sedikit mengerutkan keningnya, karena dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Tiba-tiba seluruh Patung menjadi bergerak, sepertinya mereka sudah hidup kembali, yang membuat Lemon menjadi Panik, yang dalam sekejab seluruh tempat itu dipenuhi dengan Raungan yang sangat mengerikan.


Desa dibawah kaki Air terjun, yang berjarak sekitar 5 km, dari Air terjun, seluruh warga keluar dari dalam rumah mereka masing-masing, ketika mereka mendengar raungan tersebut.


"Apa yang terjadi pak kepala" seorang warga bertanya kepada kepala suku, namun kepala suku tidak menghiraukan pertanyaan itu, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Suku itu bernama suku Hilikara, mereka termasuk suku pedalaman dan memiliki kekuatan Ajaib, sehingga suku itu memilih untuk tetap berada menjaga Air Terjun tersebut.


Berdasarkan pesan Nenek Moyang mereka, jika ada seseorang yang mampu membuka segel, dipatung raja yang berada dibalik Air terjun itu, maka dialah Raja di Suku Hilikara, karena untuk membuka segel itu, tidak sembarang orang bisa melakukannya, yang mampu melakukannya adalah hanya keturunan dari Para Kaisar Dewa.


Ditambah lagi, ketika segel itu dibuka, Maka seluruh Makluk pengawal Raja akan bangkit, dan pastinya memusnahkan orang-orang disuku Hilikara, jadi ketika itu saatnya tiba, seluruh warga harus dievakuasi secepat mungkin, supaya suku hilikara tidak lenyap diatas bumi.


Kepala suku menceritakan kepada sebagian warga yang sudah berkumpul, supaya mereka semua harus waspada dan bersiap-siap untuk mengungsi dari Desa itu.


"Kepala Suku! Kenapa kita tidak pergi kesana, untuk memastikan dengan apa yang terjadi!" Seorang Warga yang bertubuh kekar angkat bicara.


"Ya Sudah! Kamu cari beberapa orang, lalu kalian pergi kesana, kalian harus memperhatikan siapa yang melakukan ini" Kepala Suku memberi ijin kepada pemuda yang bertubuh kekar, untuk pergi mengecek keadaan di Air terjun.


"Sebenarnya! Ada yang sudah memasuki Air Terjun, dan membuka segel para Pengawal Raja, sehingga mereka semua meraung dengan mengerikan, dan saya percaya... Orang yang telah membuka segel itu, pasti sudah dihabisi oleh Makhluk-Makhluk yang ada disana" Ujar Kepala Suku, sambil dia memandang kearah Gunung Air terjun yang menjulang tinggi.


"Baik Kepala, kami mohon pamit, mohon sertai kami dengan Do'a" selesai berkata mereka langsung terbang bagaikan peluru, kemudian langsung menghilang dari tempat itu.


"Heeemm.. Kekuatan Para Makhluk itu sangatlah mengerikan, tidak satupun didunia Zaman sekarang yang mampu menandinginya, dan inilah awal kehancuran Dunia" Kepala Suku berkata kepada warga yang masih linglung, melihat kondisi yang sedang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2